31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Berinovasi saat Pandemi, Permintaan Sangkar Burung Buatan Kinung Meningkat

BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah ruang bagian belakang rumah di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus terlihat seorang pria sibuk dengan mesin bor. Dengan teliti, ia melubangi bilah bambu berbentuk bulat. Setelah dilubangi, bambu tersebut kemudian dipasangi jeruji. Pria tersebut yakni Muhammad Nur Afif (27), perajin sangkar perkutut yang di masa pandemi Corona permintaan justru meningkat.

Sembari melanjutkan pekerjaannya, pria yang akrab disapa Kinung itu sudi berbagi penjelasan tentang hasil karyanya. Dia mengatakan, sejak virus Covid-19 mewabah, pesanan sangkar burung perkututnya mengalami peningkatan. Bahkan, peningkatan pesanannya lebih dari 20 persen.

Muhammad Nur Afif sedang menyelesaikan sangkar burung perkutut di rumahnya, Jumat (5/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Sejak ada Corona, pesanan sangkar burung perkutut meningkat. Saya sampai pusing karena banyak pesanan, sedangkan tenaga sangat terbatas,” ujar Kinung kepada Betanews.id, Jumat (5/6/2020).

-Advertisement-

Dia mengira, kenaikan pesanan sangkar burung perkutut itu dikarenakan banyak orang yang tinggal di rumah saja. Untuk membuang kejenuhan, mungkin beberapa dari mereka memelihara burung perkutut. Otomatis mereka juga mencari sangkarnya.

Baca juga: Harus Inden untuk Bisa Miliki Sangkar Burung Anggungan Buatan Kinung

Selain itu, lanjutnya, sejak ada Corona, banyak karyawan yang dirumahkan bahkan di-PHK. Kemungkinan dari mereka banyak mencoba usaha menjual sangkar burung perkutut, karena memang peluang usahanya masih sangat terbuka lebar.

“Kemungkinan satu di antara sangkar yang dipilih itu karya saya,” kata pria yang memberi label sangkarnya dengan nama Cikal Bakal Farm itu.

Dia menuturkan, adanya wabah Corona di Indonesia sempat membuat waswas kalau virus tersebut berimbas ke usahanya. Oleh sebab itu, agar bisa tetap diminati, ia pun melakukan beberapa inovasi pada sangkar burung perkutut yang dibuatnya.

“Kalau dulu saya hanya membuat sangkar burung perkutut dengan kesan klasik. Saya kemudian berinovasi membuat sangkar perkutut dengan model modern,” jelas pria yang siang itu mengenakan kaus oblong merah tersebut.

Baca juga: Banjir Pesanan Sangkar Burung, Kinung Mampu Pekerjakan Kawan yang di-PHK

Sebelumnya, dia memproduksi sangkar klasik yang didominasi bentuk dengan kubah rajut rotan, kini ia berinovasi dengan membuat sangkar kubah tundo. Model bentuknya pun lebih modern.

“Selain itu, saya juga membuat sangkar burung perkutut dengan motif ukir. Untuk harga masih sama kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 800 ribu per sangkar,” ujarnya.

Dia bersyukur inovasi yang dilakukannya itu berhasil. Sangkar burung perkututnya malah mengalami peningkatan pesanan meski ada wabah Corona.

“Sekarang saya harus mempekerjakan dua orang untuk memenuhi pesanan dari para pelanggan,” tutup Kinung.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER