31 C
Kudus
Kamis, Juni 30, 2022
spot_img
BerandaEKONOMIHarus Inden untuk...

Harus Inden untuk Bisa Miliki Sangkar Burung Anggungan Buatan Kinung

BETANEWS.ID,KUDUS – Tumpukan bambu tampak berserakan di sebuah rumah di Desa Jepang Wetan RT 04, RW 05, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Terlihat seorang pria sedang menghaluskan bambu yang digunakan untuk membuat sangkar burung. Dia adalah Nur Afif (25), seorang perajin sangkar burung anggungan. Sambil membuat sangkar, dia berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya.

Nur Afif sedang membuat kerajinan sangkar burung anggungan dari bambu. Foto : Ahmad Rosyidi

Pria yang akrab disapa Kinung itu mengungkapkan, bahwa konsumen perlu inden dua pekan terlebih dahulu jika ingin memiliki sangkar buatannya. Selain karena proses pembuatan yang membutuhkan waktu tiga hari, dia juga harus memenuhi pesanan dari pengepul dari Semarang yang rutin memesan sangkar buatannya.

“Dalam satu bulan, saya bisa memproduksi sekitar 10 hingga 15 sangkar. Untuk membuat satu sangkar ini butuh waktu lebih kurang tiga hari. Tapi karena mengerjakannya bertahap dan langsung beberapa sangkar, jadi biasanya saya minta waktu dua pekan,” terang pria kelahiran Demak itu.

- Ads Banner -

Sangkar buatan Kinung dijual dengan harga mulai Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya. Sebelumnya, pada 2016 dia mengawali usaha memproduksi sangkar kicauan. Karena bahan baku yang sulit didapat, akhirnya pada 2018 dia beralih ke produk sangkar anggungan.

Menurutnya, sangkar kicauan lebih mudah dibuat, satu hari minimal dua sangkar. Karena menggunakan bahan berkualitas dari kayu jati membuatnya kesulitan mencari bahan. Berbeda dengan sangkar anggungan, bahan dasarnya dari bambu wulung yang mudah didapat.

“Meski bahan dasarnya lebih mudah didapat, tapi proses pembuatannya lebih rumit. Terutama membuat bagian kubah atasnya, membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Jika lengkungnya miring, saya harus membongkar dan mengulang dari awal,” jelasnya.

Untuk aksesoris sangkar anggungan buatanya, dia hanya menambah manik-manik tasbih dan rajutan rotan yang menjadi ciri khasnya. Ada juga sangkar yang dia jadikan produk khusus dengan tema kejawen, dengan motif keris dan bambu petuk. “Khusus sangkar tema kejawen, ini sengaja saya buat limited edition, tentu saya buat lebih maksimal karena harganya juga lebih mahal,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler