BETANEWS.ID, KUDUS – Awal Juni 2020, Pemerintah Kabupaten Kudus sudah siap melakukan tes swab sendiri. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi, Kamis (28/5/2020).
Dia mengungkapkan, alat yang digunakan untuk tes swab real-time polymerase chain reaction(R-T PCR) sudah tiba di Kudus sejak dua pekan yang lalu. Saat ini alatnya di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Menurutnya, pihaknya sekarang masih menunggu alat penunjang alat R-T PCR. Di antaranya alat Nucleic Acid extraction, Autoclave dan Microcentrifuge.
Baca juga : Paska Melahirkan, Ibu Asal Kudus Positif Covid-19
“Ini masih menunggu peralatan penunjangnya yang baru berproses. Target awal Juni sudah beroprasi,” tuturnya.
Selain alat untuk tes swab, pihaknya sudah melakukan persiapan ruangan di RSUD dr Loekmono Hadi dan petugas yang akan mengoperasikan alat tersebut.
“Petugas sudah kami kirim ke Salatiga untuk studi banding, belajar. Mereka satu dokter spesialis dan delapan analis laboratorium,” tuturnya.
Andini menjelaskan, dengan adanya labolatorium tes swab R-T PCR sendiri, pihaknya tidak perlu lagi melakukan tes swab di luar daerah.
Menurutnya selama ini, untuk mengkonfirmasi pasien positif atau negatif Covid-19, pihaknya harus melakukan tes swab di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang, BBTKLPP Yogyakarta dan B2P2VRP Salatiga.
Baca juga : Ganjar: New Normal Belum Bisa Diterapkan Dalam Waktu Dekat
“Waktu yang dibutuhkan lima sampai tujuh hari. Kalau punya sendiri cukup satu hari,” terangnya.
Alat dari sumbangan PT Djarum tersebut, menurut Andini dapat melakukan tes swab 90 kali dalam sehari. Dengan adanya labolatorium swab R-T PCR sendiri di Kudus, penangan pasien Covid-19 diharapkan lebih maksimal.
Editor : Kholistiono

