Beranda blog Halaman 1819

Berkat Desa Saudara, Warga Lereng Merapi Kini Lebih Siap Hadapi Erupsi

0
Mbah Sumar diberi topi BPBD oleh Gubernur Jawa Tengah saat mengunjungi Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Rabu (8/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, BOYOLALI – Sumar Sabar (72) masih ingat betul betapa menakutkannya letusan Gunung Merapi 2010 silam. Kala itu semua warga berlarian. Teriakan-teriakan ketakutan terdengar di mana-mana. Satu-satunya yang menenangkan adalah kesigapan perangkat desa serta relawan-relawan bencana. Mereka langsung mengumpulkan warga kemudian mengevakuasi ke tempat aman.

Dia tidak ingat sudah berapa kali erupsi Gunung Merapi sepanjang dia bermukim di Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Namun, ingatan 2010 seperti membekas kuat. Saat itu pula akhirnya ia tahu, ketika terjadi letusan Merapi ada desa saudara yang menjadi tempat mencari aman. Desa tersebut adalah Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, dan Desa Mertoyudan, Magelang. Hal itulah yang membuatnya tidak gentar jika erupsi Gunung Merapi kembali terjadi.

Gubernur Jawa Tengah saat mengunjungi Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Rabu (8/7/2020). Foto: Ist.

“Dibawa ke Mertoyudan Magelang, ngungsi di sana 40 hari. Sepulang dari tempat pengungsian, saya baru tahu bahwa Mertoyudan merupakan “desa saudara” yang dimiliki desa kami,” kata Sumar, Rabu (8/7/2020).

Saat itu, selain pakaian secukupnya, yang dia bawa hanya surat-surat penting seperti KTP, KK, sertifikat tanah, dan surat nikah. Hewan ternak yang dia punya, meski tidak bisa dibawa tapi akhirnya masih tetap bernyawa sampai dia kembali.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Ganjar Siapkan Simulasi Evakuasi saat Pandemi

“Setelah itu kan ada letusan beberapa kali tapi tidak besar. Ya kami sudah tenang karena sudah dijelaskan harus bagaimana ketika meletus. Tetangga-tetangga juga sudah ngerti,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengunjungi Desa Tlogolele mengapresiasi adanya desa saudara itu. Makanya, secara mental masyarakat sudah siap menghadapi bencana. Terlebih desa tertinggi di lereng Merapi yang berada di Kabupaten Boyolali itu memiliki pengalaman dan kebiasaan menghadapi Merapi dalam kondisi apapun.

“Dan yang menarik di desa ini punya desa saudara dalam penanganan bencana. Ini keren. Apalagi melibatkan dua kabupaten. Ini bisa dijadikan percontohan nasional. Jadi urusan bencana itu tidak ada urusan dengan suku, agama, ras, golongan, ataupun kesukuan,” kata Ganjar.

Baca juga: Jalur Evakuasi Gunung Merapi Rusak, Ganjar Kucurkan Rp 14 Miliar untuk Perbaikan

Menurut Ganjar, kerja sama ini merupakan ciri khas rasa persatuan dan ke-Indonesiaan-nya. Nilai-nilai yang dipraktikkan masyarakat Tlogolele itu harus dijaga dan ditularkan. Langkah selanjutnya, Ganjar kini telah menyiapkan untuk membantu warga Tlogolele berlatih evakuasi sebagai cara pengurangan risiko bencana di tengah pandemi.

“Kalau di negara maju mereka latihan dua kali satu tahun, nah kita satu kali setahun saja sudah bagus. Ini kita siaga Merapi seperti ini masyarakat bisa sadar betul. Termasuk ternaknya. Saya terima kasih perangkat desa dan kecamatannya bagus. Tadi juga tanya kepada warga bagaimana takut tidak, tidak pak. Sudah biasa,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Board Game, Permainan Seru yang Sejenak Bisa Lepaskan Ketergantungan dari Gawai

0
Komunitas BNK sedang bermain board game. Foto: Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, KUDUS – Empat pemuda sedang mempersiapkan sebuah meja dengan papan permainan di salah satu ruangan sebuah rumah yang menjadi basecamp. Mereka adalah anggota Komunitas Board Game Ning Kudus (BNK). Kebetulan, hari itu mereka akan memainkan salah satu tipe board game terbaru yang mereka koleksi. Nama dari tipe permainannya sendiri adalah Outlive. Game analog strategi itu bisa dimainkan hingga 4 orang. Di mana pemenang di sebut sebagai penguasa.

Hal itu dikatakan Ikhsan Ari Wibowo (24), Ketua Komunitas BNK yang hari itu ikut serta bertanding. Sambil menjelaskan peraturan permainan, Ikhsan dan ketiga anggota lain nampak sangat menikmati permainan tersebut. Bahkan dikatakannya, untuk satu tipe permainan papan semacam itu bisa menghabiskan sekitar dua jam. Apalagi ditambah buku petunjuk yang berbahasa Inggris, membuat permainan semakin seru.

“Karena bahasa Inggris, jadi kami sekaligus mengartikan maksud dari gamenya ini apa. Kalau satu putaran biasanya sampai 25 menit. Jadi kalau Outlive ini bisa sampai 2 jam untuk menentukan Shogun atau penguasanya. Tapi tergantung tipe juga, misal tipe dengan judul permainan lain bisa lebih singkat. Karena ada yang tipe mudah dan sulit. Nah Outlive ini, selain termasuk kategori sulit juga masih baru. Kami belum pernah memainkan ini sebelumnya,” kata Ikhsan, Minggu (21/6/2020).

Selanjutnya, Ikhsan memperlihatkan beberapa koleksi tipe permainan papan atau board game yang mereka punya. Dengan judul yang bebeda-beda, boks-boks board game itu disimpan rapi di dalam lemari berwarna putih. Jika dihitung, Ikhsan mengatakan, mereka sudah mengoleksi sekitar 20 judul papan board game. Di mana keseluruhannya dibeli melalui online shop dan merupakan buatan luar negeri.

Baca juga : BNK Kenalkan Board Game Seru untuk Dimainkan Beramai-Ramai

“Kalau board game ini justru populer di luar negeri. Kompetisinya juga ada. Kalau di Indonesia masih belum populer. Makanya, produksi permainannya juga dari sana. Tapi, sebenarnya kalau mau diulik lebih dalam, banyak permainan board game yang ringan dan kita mainkan sewaktu kecil. Seperti monopoli, ular tangga dan catur. Itu board game juga masuknya,” papar dia.

Saat ditanya harga, Ikhsan mengatakan, bahwa setiap tipe berbeda. Tergantung dari kepopuleran cerita yang ada di tipe dan level strategi permainan di masing-masing tipe.
Selain itu, board game dengan boks dan material bagus juga lebih mahal. Ia mengatakan, sejauh ini mereka mengoleksi tipe papan permainan strategi dengan kisaran Rp 500 ribu sampai jutaan rupiah untuk satu boks tipe permainan.

“Jadi karena kami sama-sama hobi, jadi ya siapa yang bisa beli, dia beli. Tapi biasanya kami juga ada uang kas. Kan kami punya profesi atau kesibukan yang berbeda-beda, nah kami mengadakan uang kas. Setiap anggota bisa mengisi uang kas tersebut sebisanya, berapapun nominalnya. Kalau sudah terkumpul, nanti kita belikan judul dan tipe yang baru,” ungkap dia.

Ia juga mengatakan, melalui board game ini, mereka bisa bermain secara langsung dan bersama. Sehingga cocok untuk mendekatkan dan menjalin silaturahmi antaranggota. Hal itu cukup penting baginya, karena ia melihat semenjak perkembangan gawai, banyak orang yang hanya memperhatikan layar kaca. Melalui board game, mereka bisa meninggalkan sejenak rutinitas kerja sekaligus ketergantungan dengan gawai dan bersosialisasi.

“Itu tadi, ini sebenarnya permainan tradisional. Karena dulu sebelum ada gawai, permainan semacam ini yang dilakukan tidak hanya untuk anak-anak. Tetapi juga di dalam keluarga saat malam hari. Sesimpel itu. Dan itu yang kami lakukan. Nah, untuk mengenalkan betapa serunya game ini nanti niatnya kami buat youtube channel khusus untuk board game yang kami mainkan. Dan ini sedang proses untuk penggarapan,” papar dia.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Soal Penutupan Alfamart, Hartopo Minta Manajemen Berbenah

0
Alfamart yang berada di Perempatan Panjang, Kudus sempat ditutup sementara karena melanggar protokol kesehatan. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menutup sementara Alfamart yang berada di Perempatan Panjang, Jalan Lingkar Utara, Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Penutupan dilakukan tanggal 6-7 Juli 2020 oleh Satpol PP karena melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, penutupan tersebut dilakukan karena dirinya menjumpai sendiri toko modern tersebut tidak menjalankan protokol kesehatan.

Menurutnya, saat pertama kali dirinya mendatangi sambil belanja, Hartopo melihat meja dan kursi yang tepat berada di depan toko digunakan untuk berkerumun. Selain itu, di dalam toko juga ditemukan banyak yang tidak mengenakan masker.

“Waktu itu saya langsung peringatkan. Harus pakai masker. Meja dan kursi yang berada di luar ditiadakan. Terus, pengunjung yang tidak pakai masker jangan dilayani,” tuturnya saat selepas meninjau pemberlakuan protokol kesehatan di Rutan Kelas IIB bersama Forkopimda, Selasa (7/7/2020).

Dirinya juga sudah memperingatkan, jika mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 lagi, pihaknya akan menutup toko tersebut. “Saya sudah janji. Kalau diulangi lagi, akan saya tutup. Dan mereka bilang iya,” tuturnya.

Baca juga : Abaikan Protokol Kesehatan, Alfamart Perempatan Panjang Kudus Ditutup Sementara

Di malam berikutnya, lanjut Hartopo, dirinya mengecek kembali Alfamart yang berada di perempatan panjang tersebut. Ternyata, tidak ada perubahan. Kursi dan meja yang berada di depan toko masih dipenuhi orang. Tidak ada wastafel di luar untuk mencuci tangan. Selain itu, petugas kasir juga tidak mengenakan masker.

“Langsung saya koordinasi dengan Satpol PP. Karena saya sudah janji mau nutup,” jelasnya.

Hartopo menuturkan, penutupan tersebut harus dilakukannya supaya manajemen Alfamart dapat berbenah. Selain itu, juga bisa menjadi pelajaran bagi toko lainnya.

“Manajemen Alfamart harus menginstruksikan seluruh Alfamart di Kudus (terkait protokol kesehatan, red). Kalau sampai tidak diinstruksikan, nanti pasti ada penutupan lagi. Biar tahu manajemennya,” jelasnya.

Selain penerapan protokol kesehatan Covid-19, pihaknya meminta agar toko membuat Satgas Protokol Kesehatan. Itu dilakukan, agar semua imbauan yang diberikan pemerintah dilakukan sebagaimana mestinya.

“Saya suka naik motor sendiri ke mana-mana. Tidak usah ramai-ramai. Nanti, jika saya temukan lagi, tidak langsung saya tutup. Pasti saya peringatkan dulu. Namun jika sudah diperingatkan tidak dilakukan, langsung saya tutup,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Ganjar Siapkan Simulasi Evakuasi saat Pandemi

0
Gubernur Ganjar Pranowo saat mengecek perkembangan aktivitas vulkanis Gunung Merapi di pos pantau Balerante, Klaten, Rabu (8/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KLATEN – Aktivitas vulkanik di Gunung Merapi yang mengalami peningkatan mendapat respon serius dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Meski statusnya masih waspada dan terkendali, dalam waktu dekat pihaknya bakal menggelar simulasi pengungsi sesuai standar protokol kesehatan.

Ganjar mengatakan, untuk latihan evakuasi tersebut bakal dilakukan secepatnya. Karena dirinya juga masih menunggu beberapa hal tuntas dikerjakan, termasuk jalur evakuasi.

Gubernur Ganjar Pranowo saat mengecek perkembangan aktivitas vulkanis Gunung Merapi di pos pantau Balerante, Klaten, Rabu (8/7/2020). Foto: Ist.

“Maka kita akan buat simulasi dalam waktu dekat. Bagaimana cara mengungsi dan memastikan shelternya baik. Shelter baik itu adalah yang sesuai protokol kesehatan Covid. Kalau itu kita siapkan, maka masyarakat akan peduli,” katanya saat mengecek perkembangan aktivitas vulkanis Gunung Merapi di pos pantau Balerante, Klaten, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Sudah Rindu Piknik? Akhir Pekan Ini Candi Borobudur Siap Dibuka

Jika Gunung Merapi meletus, ada tiga wilayah rawan di Jawa Tengah, yakni Klaten, Boyolali, dan Magelang. Ganjar mengatakan, tingkat kesadaran bencana masyarakat di tiga wilayah tersebut sangat baik. Namun, yang jadi catatan Ganjar adalah saat ini kondisinya masih dalam masa Pandemi.

“Kalau warga sebenarnya sudah siap, cuma ini kan suasananya lagi Covid. Harus ada latihan evakuasi. Juga harus ada tambahan tenaga medis yang bisa menjelaskan ini ke masyarakat saat mengungsi. Juga desa paseduluran sudah siap juga,” katanya.

Desa paseduluran atau sister village ini, lanjut Ganjar adalah kemitraan antardesa yang jika terjadi bencana, warganya bisa langsung menuju desa paseduluran yang telah ditetapkan. Dengan adanya desa paseduluran, warga terdampak bencana punya tujuan saat hendak mengungsi.

“Dari pengamatan Gunung Merapi kita waspada. Ada peningkatan, tapi kalau melihat trennya insyaallah masih terkendali. Kita harap masyarakat selalu waspada,” kata Ganjar.

Baca juga: Pelaku Pariwisata di Jateng Dapat Bantuan Sembako dari Kemenparekraf

Selain manusia, latihan evakuasi tersebut juga bakal mengusung hewan-hewan ternak warga. Mengingat, pada erupsi-erupsi sebelumnya warga yang sudah mengungsi tergoda untuk kembali ke rumah karena hewan ternak yang ditinggal.

“Ternak ini masuk evakuasi. Karena sesuai pengalaman, kalau ternak ditinggal akan memancing masyarakat untuk kembali ke sini.  Maka nanti kita gandeng perguruan tinggi yang juga menyediakan pakannya,” pungkas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Punya Dua Toko, Inilah Minyak Wangi Terlaris di ParfumQu

0
Mochammad Saefudin sedang melayani pembeli parfum refill di toko ParfumQu, Rabu (24/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Mochammad Saefudin (32) tampak merapikan beberapa stok parfum setelah dicoba oleh pelanggannya. Dia kemudian mengambil satu botol lagi dan mempersiapkan alat suntik untuk mengisi botol minyak wangi yang dibawa pembeli. Dia terlihat mencampurkan beberapa bahan ke dalam botol tersebut dan memastikan takarannya sudah sesuai.

Adin sapaan akrabnya, lantas membungkus parfum tersebut dengan sebuah plastik dan memberikannya pada pelanggannya itu. Kesibukan bergelut di dunia parfum itu sudah dijalaninya selama kurang lebih delapan tahun sejak ikut kerja dengan sang paman.

Mochammad Saefudin sedang melayani pembeli parfum refill di toko ParfumQu, Rabu (24/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Awalnya, cerita Adin, ia lebih dulu kerja ikut pamannya di usaha yang sama selama lima tahun. Setelah dirasa punya pengalaman yang cukup dan punya kenalan dari berbagai agen pabrik parfum, ia kemudian memberanikan untuk membuka usaha sendiri.

Akhirnya, Adin membuka toko parfum isi ulang yang ia namai ParfumQu di Jalan Sunan Muria Nomor 18, Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus pada 2017.

Baca juga: Wanginya Bisnis Parfum Refill, ParfumQu Habiskan 30 kilogram Sebulan

“Dulu pernah bekerja di onderdil sepeda di Jepara, terus abis itu ikut Paman saya di bisnis parfum. Kurang lebih selama 5 tahun. Dari sana mulai mempelajari dan memang suka dengan usaha itu. Akhirnya buka sendiri di sini,” papar Adin, Rabu (24/6/2020).

Rintisan usaha warga Desa Demaan, Kecamatan Kota Kudus itu rupanya terus berkembang hingga kini punya cabang toko lain di Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus. Selain itu, tokonya juga menyediakan kurang lebih 400 jenis parfum yang bisa dipilih pembeli.

“Kalau pelanggan banyakan dari Kudus, tapi dari luar kota juga banyak, seperti Demak, Jepara, Pati, hingga Surabaya dan Pangkalan Bun. Usianya pun mulai dari anak SMP sampai orang tua. Karena tidak hanya parfum-parfum dari Perancis, Eropa (secara umum), Yordania, dan Arab (secara umum), saya juga menyediakan parfum yang disukai orang-orang tua. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang dari negara-negara tadi,” beber dia.

Adin lantas merinci berbagai jenis parfum yang paling laris di ParfumQu. Untuk perempuan, merek yang paling diburu adalah Identic, Prada, dan YSL Jess. Kemudian untuk pelanggan pria, merek Essential Sport, Luis Vouitton, dan 212 NYC banyak dipilih.

“Sedangkan untuk unisex, pilihan jatuh di merek Take Me Out, Glamour Millionare, dan Super Model. Tapi sejauh ini pelanggan yang paling banyak adalah perempuan,” kata Adin.

Baca juga: Lebih Hemat, Rokok Tingwe di Ko-Mbako Ednik Makin Diminati

Semenjak pandemi, dia mengakui kalau kesulitan mencari stok parfum. Hal ini dikarenakan parfum-parfum yang ia jual memang impor dari negara asalnya. Meskipun begitu, ia masih terus membuka tokonya dengan menawarkan jenis atau merek lain yang tak kalah menarik untuk pelanggan.

“Kesulitan utama sebenarnya mencari stok. Jadi kayak merek Zara Red itu sebenarnya paling populer dan banyak yang suka. Sejak pandemi stok habis. Terus belum ada sampai sekarang,” tutup dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Nur Ajarkan Anak Berbagi Melalui Donor Darah

0
Nur Khumaidah saat mendonorkan darahnya di bus PMI Kudus yang mangkal di depan Kantor Bank BRI Cabang Kudus, Selasa (7/7/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan dengan dua anak terlihat mendatangi bus PMI Kudus di depan Kantor Bank BRI Cabang Kudus, Selasa (7/7/2020). Perempuan itu kemudian dites tekanan dan golongan darahnya. Dia adalah Nur Khumaidah (27), warga Desa Bae RT 03 RW 01, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, yang hendak donor darah.

Nur sapaan akrabnya, kemudian berbagi cerita kepada betanews.id tentang pengalaman pertamanya donor darah. Sebelumnya, dia sudah beberapa kali ingin donor darah, tetapi gagal karena darah rendah. Dan kali ini darahnya stabil, sehingga bisa berpartisipasi dalam donor darah.

Yudi Milani saat mendonorkan darahnya di bus PMI Kudus yang mangkal di depan Kantor Bank BRI Cabang Kudus, Selasa (7/7/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

“Sudah ingin sejak lama, tapi gagal terus karena darah rendah. Ini kebetulan bisa. Saya juga ajak anak-anak saya untuk ikut biar mereka tidak takut donor darah dan belajar berbagi,” terang ibu dua anak itu.

Baca juga: Stok Darah di PMI Kudus Hanya Cukup untuk Dua Hari, Golongan O Kritis

Perempuan bergologan darah AB+ itu menyampaikan, keinginannya untuk menyumbangkan darahnya lantaran sang suami juga senang donor darah. Makanya, dirinya berharap anak-anaknya bisa mencontoh kedua orang tuanya yang gemar berdonor.

Sedangkan Yudi Milani (28), yang juga donor darah siang itu, mengaku sudah ke tiga kalinya donor darah. Dia merasakan, setelah donor darah, tubuhnya menjadi lebih ringan. Selain itu juga merasa senang karena bisa berbagi.

“Tadi tidak sengaja melihat bus Unit Donor Darah PMI saat perjalanan pulang setelah membeli madu. Kemudian melihat bus PMI dan tertarik untuk donor darah,” ungkapnya.

Baca juga: Prihatin dengan Stok Darah di Kudus, Santi Tergugah Ikut Donor Darah

Menurut perempuan yang akrab disapa Mila itu, satu tetes darah sangat penting untuk kehidupan. Oleh karenanya, ia mengajak warga Kudus untuk ikut berdonor darah. Selain bermanfaat untuk kesehatan, yang terpenting adalah berbagi untuk sesama.

“Golongan darah saya A, dan ini tadi berjalan dengan baik. Mari berbagi meski hanya setetes darah,” tambah warga Desa Bulungcangkring RT 05 RW 05, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Meski Pernah Bangkrut, Si Dewa Madu Kudus Tak Kapok Usaha Ternak Lebah Madu

0
Beberapa pekerja sedang memanen madu. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan peci putih dengan dibantu beberapa orang lainnya sedang memanen madu. Di antara ribuan lebah yang sewaktu – sewaktu bisa menyengat itu, mereka dengan cekatan mengambil satu – persatu tempat madu. Pria berpeci putih itu yakni Noor Khasan (47) yang tak kapok tekuni ternak lebah madu meski pernah bangkrut.

Seusai memanen madu, dia mengatakan, sudah beternak lebah madu puluhan tahun. Mulai tahun 1980 membantu ayahnya beternak lebah madu, hingga tahun 1987 merintis ternak lebah madu sendiri. Dia mengaku lebah madu itu seolah bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya.

Proses memanen madu; Foto: Rabu Sipan

“Puluhan tahun beternak lebah itu mengasyikan dan senang aja gitu Mas. Bahkan saya itu pernah bangkrut, karena gagal panen selama dua tahun,” ujar pria yang terkenal dengan julukan Dewa Madu kepada betanews.id, Sabtu (4/7/2020).

Baca juga : Melihat Proses Panen Madu di Desa Dukuhwaringin

Pria warga Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu menuturkan, kejadian itu terjadi pada tahun 2008 hingga 2010. Bencana itu, tuturnya, dipicu karena di wilayah Jawa mengalami cuaca ekstrem, sering hujan dan jarang panas.

“Proses pembentukan madu itu kan dari nektar bunga. Sedangkan nektar bunga itu berbentuk cair. Kalau terkena hujan nektar itu akan ikut larut, jadi setelah hujan tidak ada nektar yang bisa dibawa pulang oleh lebah untuk dijadikan madu,” jelasnya.

Padahal lanjutnya, saat itu ia sudah menggembala ribuan lebahnya ke beberapa tempat agar bisa mendapatkan nektar bunga. Untuk menggembala lebah, dia harus menyewa kendaraan untuk mengangkut ratusan setup tersebut ke beberapa daerah antara lain, Wonosobo, Parakan, Temanggung, Sukorejo, Kediri, dan daerah lainnya.

“Namun, karena pada saat itu cuaca ekstrem melanda hampir seluruh wilayah Jawa, hinga saya pun tetap gagal panen madu. Padahal saat itu saya punya 200 glodok atau setup tempat lebah memproses madu,” ungkapnya.

Karena dua tahun mengalami gagal panen terus, dia pun kehabisan modal dan berhenti ternak lebah madu. Ia pun kemudian bekerja serabutan untuk mencukupi keluarga. Beberapa kali ia pun harus bekerja jadi kuli bangunan di Jakarta dan Surabaya. Namun, dia mengaku di sela kerja bangunan itu ia tetap memelihara hasrat untuk melanjutkan ternak lebah madu.

“Saya kerja itu selain hasilnya untuk keluarga, saya juga menyisihkan sebagian untuk modal mulai ternak lebah madu lagi,” beber pria yang sudah dikaruniai dua anak tersebut.

Hingga, lanjutnya, setelah dirasa cukup modal dan cuaca sudah mulai kembali normal, ia pun melanjutkan ternak lebah madu pada tahun 2011. Menurutnya, awal memulai lagi hanya dengan 10 glodok atau setup. Dari jumlah tersebut, lambat laun bertambah terus hingga kini sudah punya 100 stup tempat lebah madu.

Baca juga : Juluki Dirinya Dewa Madu, Tiap 10 Hari Mampu Hasilkan Tiga Kwintal Madu Murni

Setiap setup, tambahnya, ada delapan sisir. Setiap sisir ada satu ratu lebah yang bertugas untuk bertelur. Biasanya dari satu setup, para lebah bisa menghasilkan sekitar tiga hingga lima kilogram madu. “Jadi kalau punya 100 stup setiap panen, bisa menghasilkan tiga kwintal madu,” ungkapnya.

“Saya bersyukur meski pernah gagal, usaha ternak lebah madu yang saya rintis kini sudah terlihat hasilnya. Saya juga merasa dengan beternak lebah, saya menemukan kebahagiaan,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Hasil Tes Swab Tahanan Baru Rutan Kudus Diminta Dipercepat

0
Rutan Kelas IIB Kudus. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo menginginkan skrining tahanan baru yang akan akan menempati Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kudus dipercepat. Selain harus dites rapid, para tahanan baru juga harus dites swab.

Hal tersebut dilakukan, agar tahanan baru benar-benar bersih dari Covid-19. Mengingat, Kabupaten Kudus sudah memiliki labolatorium tes swab Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sendiri berkapasitas 90 sampel per hari.

Hartopo menjelaskan, dipercepatnya tes swab untuk tahanan baru dikarenakan ruang isolasi untuk tahanan sangat terbatas. Menurutnya, setelah hasil skrining dinyatakan negatif, tahanan baru akan langsung dikirim ke Rutan Kelas IIB untuk bergabung dengan tahanan yang lain.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo

Baca juga : Napi Asimiliasi Diminta Terus Dipantau, Jika Berulah Segera Tangkap

“Skrining tahanan baru bukan lagi rapid, namun juga harus diswab. Bentuknya ini urgent. Hari ini swab besok harus ada hasilnya,” tuturnya saat selepas meninjau pemberlakuan protokol kesehatan di Rutan Kelas IIB bersama Forkopimda, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, jika dalam proses skrining ditemukan ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka harus diisolasi terlebih dahulu.

“Kalau di dalam (rutan) tadi sudah steril, satu kamar untuk dua orang tidak masalah. Yang saya khawatirkan malah petugasnya,” jelasnya.

Dikatakan Hartopo, selain melakukan tugas di dalam rutan, petugas rutan juga melakukan interaksi di luar gedung. Dirinya khawatir saat berada di luar, petugas rutan tertular Covid-19 dan menulari tahanan yang berada di dalam.

“Jadi saya minta, petugas benar-benar menjalankan protokol kesehatan. Yang masuk benar-benar sehat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Suprihadi menuturkan, pihaknya telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Selain menyiapkan peratan mencuci tangan dan masker untuk para tahanan, pembesuk yang datang berkunjung harus dites Thermal Gun, cuci tangan dan memakai masker.

“Yang 37 (suhu tubuh 37 derajat) boleh masuk. Yang di atas 37 ya kami mohon maaf,” tuturnya.

Baca juga : Napi dan Tahanan di Jateng Produksi APD untuk Bantu Tenaga Medis

Selama di dalam rutan, para tahanan setiap hari dijadwalkan untuk berolahraga. Selain itu, kondisi kesehatan para tahanan sehat dan belum ditemukan tahanan yang sakit. “Saat ini di rutan ada 86 orang saja. Awalnya 200an orang,” jelasnya.

Pihaknya juga sempat melakukan tes rapid secara random kepada petugas dan tahanan rutan. Hasilnya sejumlah 34 orang dites dengan hasil nonreaktif Covid-19.

“Untuk tahanan baru yang masuk juga harus dites dulu. Dilakukan tes swab dan hasilnya negatif,” terangnya.

Menurut Suprihadi, saat ini terdapat 19 orang tahanan yang masih berada di Polres Kudus. Menurutnya, jika sudah inkrah, tahanan boleh dibawa ke rutan.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Bulan Depan Bakal Ada Wisata Edukasi Kopi di Lereng Pegunungan Muria

0
Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat meninjau persiapan wisata edukasi kopi di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Komunitas Kopi Muria akan membuat wisata edukasi kopi di lereng Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Wisata edukasi tersebut rencananya akan dilaunching pada Agustus 2020.

Ketua Komunitas Kopi Muria Pujiharto menuturkan, wisata edukasi yang mengusung konsep alam tersebut akan mengajak wisatawan berkeliling kebun. Selain, itu wisatawan akan diajari proses mengolah kopi dari proses memetik buah kopi hingga pengemasan produk siap seduh.

Proses pengolahan kopi Muria. Foto: Rabu Sipan

“Mumpung Agustus nanti ada panen raya. Buat kegiatan wisata edukasi, sekaligus kami soft opening base camp,” tuturnya saat ditemui selepas audiensi dengan Plt Bupati Kudus HM Hartopo di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (7/7/2020).

Baca juga : Miris dengan Nasib Kopi Muria, Hikma Munculkan Brand Kopi Muria Wilhelmina

Dia menjelaskan, wisatawan yang datang, selain belajar bagaimana cara mengolah kopi, juga dapat memetik langsung buah jeruk pamelo yang tumbuh di lokasi wisata. Bonusnya, wisatawan dapat menikmati keindahan alam Pegunungan Muria sambil menikmati kopi, buah pamelo dan makanan khas Muria lainnya.

“Waktu yang tepat tanggal berapa kami akan buka, masih menyesuaikan. Karena masih menunggu izin dari Pak Bupati untuk membuka tempat edukasi bagi masyarakat,” terangnya.

Menurut Pujiharto, pihaknya tentu akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di lokasi wisata. Hal tersebut dilakukannya agar para wisatawan dan pengelola wisata terhindar dari virus corona.

“Tetap pakai masker dan hand sanitizer saat masuk (lokasi wisata). Protokol kesehatan tetap kita laksanakan,” tuturnya.

Pujiharto menuturkan, dibuatnya wisata edukasi kopi menjadi bagian dari pemulihan ekonomi petani kopi di Muria. Menurutnya, sejak ada pandemi di bulan Maret 2020, penjualan biji dan bubuk kopi menurun hingga 90 persen.

“Sejak Maret, bahkan sebelumnya sudah sepi. Omzet kami turun sampai 90 persen dari kondisi normal,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menjual bubuk kopi kemasan kecil dengan harga Rp 3 ribu. “Selama ini yang kami jual kebanyakan ukuran besar yang harganya Rp 25 ribu per bungkus. Saya ingin ada kemasan kecil yang satu bungkusnya Rp 3 ribu,” tuturnya.

Pujiharto memberitahukan, di komunitas yang dipimpinnya beranggotakan sejumlah 20 orang. Di mana keseluruhan mengelola kebun kopi sekitar 240 hektare. Satu hektarnya, menurut Pujiharto menghasilkan sedikitnya tiga sampai empat ton biji kopi dalam setahun.

“Panennya setahun sekali. Nanti berarti bulan Agustus. Kalau saya sendiri tahun ini panen sekitar enam ton,” jelasnya.

Baca juga : Roastbean Coffee, Varian Baru dari Kopi Itheng

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, Pemerintah Kabupaten Kudus akan selalu mendukung ide wisata edukasi kopi tersebut. Menurutnya, pihaknya juga akan membantu mesin produksi kopi elektrik yang dibutuhkan Komunitas Kopi Muria.

Namun dirinya menginginkan agar tempat dan akses menuju lokasi wisata harus bagus dan enak. Selain itu, juga ada fasilitas WiFi agar wisatawan yang datang nyaman.

“Kualitas makan harus oke. Gak boleh bentuknya saja yang menarik, makanan harus benar-benar enak,” jelasnya.

Selain itu, untuk sementara waktu wisatawan yang datang harus dari Kabupaten Kudus sendiri, tidak boleh dari luar Kabupaten Kudus. Pengelola wisata harus benar-benar melaksanakan protokol kesehatan dan kapasitas pengunjung harus diatur.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Rumah Sakit Sulit Izin Kelola Limbah Covid-19, Ganjar Bantu Urus ke KLHK

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah mengaku kesulitan memperoleh izin pengelolaan limbah Covid-19. Ini terungkap saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar rapat terbatas dengan pengelola rumah sakit di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (7/7/2020).

Dalam rapat itu terungkap, banyak rumah sakit yang sudah memiliki insenerator atau alat pembakaran limbah medis, tapi tidak bisa beroperasi. Penyebabnya adalah terkendala izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

“Soal limbah ini menjadi perhatian serius kami, karena teman-teman rumah sakit banyak yang mengeluh izin inseneratornya belum turun. Mereka protes, katanya izinnya berbelit. Makanya saya nanti bantu urus langsung ke LHK,” kata Ganjar.

Peraturan tentang pengelolaan limbah medis Covid-19 memang berbeda. Izin alat insenerator yang digunakan untuk membakar limbah medis Covid-19 harus dari LHK dengan syarat suhu minimum harus 800 derajat celcius.

“Tadi ada 10 rumah sakit di Jateng yang inseneratornya masih di bawah 800 derajat, tapi mereka bisa meningkatkan sampai 1000 derajat. Jadi sebenarnya bisa. Maka Dinkes saya minta mendata semuanya itu, dan akan kami bantu urus langsung ke Menteri LHK,” tegasnya.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Semarang Raya Melonjak, Ganjar Usul Tambah Ruang ICU

Menurut Ganjar, persoalan limbah medis covid-19 bukanlah persoalan biasa. Sebab, limbah medis itu membawa virus Corona yang bisa membahayakan masyarakat.

“Kalau tidak dikelola dengan baik, maka akan membahayakan lingkungan sekitar. Saya akan bantu rumah sakit memperoleh izin itu ke LHK. Saya harap ini bisa lebih mudah, karena pak Presiden selalu bilang harus ada terobosan, karena kondisinya sekarang ini sedang serius,” tegasnya.

Selama ini lanjut Ganjar, sejumlah rumah sakit yang memiliki insenerator dan sudah berizin, mengelola limbah covid-19 secara mandiri. Namun yang belum berizin, pengelolaan limbah dipercayakan pada pihak ketiga yang menjadi transporter limbah tersebut.

“Bukan saya tidak percaya dengan pihak ketiga itu, tapi saya ingin ini bisa lebih cepat dan tepat penanganannya,” pungkasnya.

Baca juga: Jokowi Minta Insentif Nakes Cepat Dicairkan, Ganjar: ‘Memang Sudah Ditunggu’

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo membenarkan bahwa selama ini ada beberapa rumah sakit yang bekerjasama dengan pihak ketiga untuk transporter pengelolaan limbah medis. Limbah itu dibawa ke instalasi pengelolaan limbah yang selama ini ada di Jawa Barat.

“Di daerah Jateng juga sebenarnya ada pengolahan limbah itu, tapi kapasitasnya masih terbatas. Kalau yang besar di Jawa Barat. Selama ini yang belum punya izin insenerator pakai itu (pihak ketiga). Makanya ini akan kami bantu agar pengeloaan bisa dilakukan di rumah sakit masing-masing agar lebih optimal,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Kasus Positif Covid-19 Semarang Raya Melonjak, Ganjar Usul Tambah Ruang ICU

0
Gubernur Ganjar Pranowo saat memimpin rapat dengan sejumlah pengelola rumah sakit rujukan Covid-19 yang digelar di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (7/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan adanya penambahan ruang ICU untuk antisipasi melonjaknya kasus positif Covid-19 di Semarang Raya. Mekanismenya, rumah sakit rujukan melakukan arisan ICU.

Usulan ini diucapkan Ganjar saat memimpin rapat yang diikuti sejumlah pengelola rumah sakit rujukan Covid-19. Kegiatan tersebut digelar di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (7/7/2020).

Dalam rapat tersebut, sejumlah rumah sakit khususnya di Semarang Raya meresahkan peningkatan kasus yang terjadi. Mereka khawatir, ruang ICU yang tersedia tidak mencukupi untuk menampung pasien Covid-19. Apalagi, pasien umum lain juga cukup besar menggunakan ruang gawat darurat itu.

“Dengan jumlah pasien Covid-19 yang tinggi, kami khawatir ruang ICU tidak mencukupi. Sekarang saja di rumah sakit kami, ada pasien yang tidak kebagian ruang ICU. Padahal, selain pasien Covid-19, kami juga melayani pasien umum lainnya,” kata Mukhlis, salah satu pengelola rumah sakit Kariadi Semarang.

Baca juga: Percepat Penanganan Covid-19, Ganjar Bentuk Satkorwil di 6 Keresidenan

Hal senada disampaikan pengelola rumah sakit lainnya. Mereka meminta agar ada solusi untuk menanani persoalan ini, karena dikhawatirkan pelayanan di ICU akan terganggu.

Setelah dibahas cukup panjang, ada dua solusi yang ditawarkan Ganjar. Pertama, Ganjar menawarkan adanya rumah sakit khusus covid-19, yakni Rumah Sakit Bung Karno Surakarta dan kedua penambahan ruang ICU lewat cara arisan.

“Saya usul, rumah sakit di Semarang Raya ini melakukan arisan ruang ICU. Caranya bagaimana, masing-masing rumah sakit bisa menambah satu atau dua ruang ICU untuk menangani ini,” kata Ganjar.

Baca juga: Dorong Keterbukaan Informasi Penanganan Covid-19, Ganjar: Tidak Perlu Ada yang Ditutupi

Menurutnya, solusi ini yang paling memungkinkan daripada membuat rumah sakit khusus. Untuk itu, dirinya meminta seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Semarang Raya segera merealisasikan solusi itu.

“Daripada satu rumah sakit membuat khusus, kan fasilitasnya besar. Yasudah nambah saja, rumah sakit ini tambah satu, yang lain tambah dua atau tiga dan seterusnya. Kalau semua melakukan khususnya yang di Semarang Raya ini, maka ruang ICU-nya jadi tambah banyak,” tegasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

BNK Kenalkan Board Game Seru untuk Dimainkan Beramai-Ramai

0
Board game, permainan yang asyik dimainkan ramai-ramai. Foto: Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pemuda terlihat sedang duduk melingkar di ruang tamu sebuah rumah bercat hijau yang terletak di Dukuh Plereng, Desa Prambatan Lor RT 07/ RW 03, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Sebagian dinding rumah, juga tampak terpajang kostum superhero tokoh anime dan koleksi lainnya.

Nuansa Negeri Tirai Bambu itu makin kental terasa di ruangan salah satu kamar yang dialihfungsikan sebagai tempat peletakan barang-barang. Terlihat puluhan komik Jepang di rak kayu dan beberapa action figure di dalam etalase kaca ditata rapi. Rumah itu adalah milik Zuhdan Khawarismi (30), yang sejak 23 Juli 2019 menjadi basecamp Komunitas Board Game Ning Kudus (BNK).

“Kalau ini memang sebenarnya rumah, tapi sudah lama menjadi basecamp. Sebenarnya 2011 sudah di sini, tapi dulu itu kami masih konsen pada cosplay. Lalu, sekian lama mulai bosan, akhirnya sejak 2019 beralih ke board game ini,” papar Muhammad Ikhsan Ari Wibowo (24), Ketua Komunitas BNK, Minggu (21/6/2020).

Baca juga : Komunitas Toyota Land Cruiser Kudus Sumbang APD dan Sembako

Pemuda yang saat ini sibuk berwirausaha itu mengatakan, jika hobi baru mereka ini dikenalkan oleh Zuhdan. Ia yang pertama kali membawa game analog yang merupakan salah satu jenis board game. Nama permainannya adalah Risk Board Game. Permainan strategi itu selanjutnya membuat kawan-kawan lain menjadi tertarik dan hingga saat ini mengoleksi sekitar 20 box tipe board game buatan luar negeri.

“Jadi memang awalnya cuma 1 yang dibawa Zuhdan. Dia tertarik sama bentuk action figurenya. Sampai akhirnya kami menikmati dan tertarik dengan board game ini. Sekarang kami sudah punya sekitar 20an box berbeda tipe untuk board game ini sendiri,” kata dia.

Anggota dari Komunitas BNK sendiri, saat ini baru sekitar 10 orang. Mereka biasanya kumpul dan memainkan board game saat Hari Minggu. Hal ini dikatakan oleh Ikhsan, karena masing-masing anggota memiliki kesibukan yang berbeda. Sehingga Minggu adalah hari paling memungkinkan para anggota melakukan hobi yang sama. Untuk keasyikannya, diakui Ikhsan lebih mengasyikkan daripada game online.

“Mungkin karena kita berawal dari basic yang sama, selain wibu dan cosplay, akhirnya juga menyukai game ini. Selain bentuknya unik ya, juga bentuk game yang buku petunjuknya semua berbahasa Inggris. Jadi kami saat bermain sekaligus mempelajari bentuk strategi dari gamenya. Selain itu, board game ini lebih seru daripada game online. Ya karena kita bisa melingkar dan ketemu langsung dengan teman-teman. Bermain bersama, bukan fokus sama layar HP,” papar dia.

Untuk saat ini, dikatakan Ikhsan, bahwa komunitas board game di Indonesia masih sangat jarang. Kalaupun ada perlombaannya, biasanya di kota-kota besar, karena di sana board game sudah cukup populer. Hal itu pula yang menjadikan board game belum ada yang berbahasa Indonesia. Semua papan permainan untuk board game dibeli mereka secara impor.

Baca juga : Komunitas Bus Mania: ‘Bus Sekarang Bagus-Bagus, Tapi Toiletnya Masih Ada yang Kotor’

“Kalau board game, sebenernya kan permainan tradisional ya. Jauh sebelum dulu ada game online dan gawai, board game itu sudah ada. Seperti catur, monopoli, ular tangga. Itu kan board game juga. Tapi memang akhirnya berkembang. Jenisnya jadi beraneka ragam,” imbuhnya.

Kemudian, model tersebut terus berkembang dengan tipe permainan strategi dan ada ceritanya. Cuma, katanya, saat ini di Indonesia sendiri masih jarang, kalah sama game online. Kalau di luar negeri, justru masih populer, utamanya dilakukan di dalam keluarga. Karena, melalui permainan tersebut, anggota keluarga bisa bertatap muka.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Stok Darah di PMI Kudus Hanya Cukup untuk Dua Hari, Golongan O Kritis

0
Pendonor darah saat diambil darahnya di bus PMI Kudus yang mangkal di depan Kantor Bank BRI Cabang Kudus, beberapa waktu lalu. Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita mengenakan alat pelindung diri (APD) warna pink tampak sibuk di dalam bus Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah. Setelah mengecek tekanan darah pendonor, ia kemudian mempersilakannya untuk rebahan di tempat yang disediakan. Dia adalah Praptiningsih (54), Kepala Humas PMI Kudus yang sedang melaksanakan donor darah keliling di depan Kantor Bank BRI Cabang Kudus, Selasa (7/7/2020).

Praptri mengungkapkan, saat ini stok darah di kantornya sudah menipis. Stok darah tersebut diperkirakan hanya cukup untuk dua hari saja. Bahkan, stok golongan darah O sedang kritis, yakni tersisa tiga kantong darah. Sedangkan stok darah yang lain, untuk golongan darah A ada 47 kantong, B 36 kantong dan AB 31 kantong.

Warga sedang mengecek tekanan darah di kegiatan donor darah keliling PMI Kudus di depan kantor Bank BRI Cabang Kudus, Selasa (7/7/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

“Sepertinya masih banyak warga yang merasa takut untuk donor darah saat pandemi seperti ini. Di beberapa perusahaan juga kami belum mendapat izin. Padahal sudah kami jelaskan jika donor darah sudah menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Baca juga: Prihatin dengan Stok Darah di Kudus, Santi Tergugah Ikut Donor Darah

Saking sepinya, ungkap Prapti, donor darah yang dimulai pukul 07.30 hingga pukul 11.00 WIB tersebut hanya ada dua pendonor saja. Makanya, dirinya berharap warga Kudus bisa kembali antusias berdonor darah. Karena ia cukup khawatir persediaan darah tidak mencukupi kebutuhan.  

“Setelah ini akan kami lanjutkan di Alun-Alun Simpang Tujuh mulai pukul 16.30 hingga 20.30 WIB. Kemudian hari Rabu di PT Sinar Indah Kertas mulai pukul 09.30 hingga 14.00 WIB,” terangnya.

Sementara itu, Nur Khumaidah (27), satu di antara pendonor mengaku tidak khawatir untuk berdonor. Dia percaya dengan PMI Kudus yang sudah menjalankan protokol kesehatan.

“Saya tidak takut untuk donor darah. Di sini juga sudah menjalankan protokol kesehatan. Seperti mengenakan APD dan lain-lain. Jadi menurut saya sudah aman,” tutup Nur.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pelaku Pariwisata di Jateng Dapat Bantuan Sembako dari Kemenparekraf

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima bantuan dari Kemenparekraf untuk pelaku pariwisata. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah mendapatkan bantuan paket sembako dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Sebanyak 38.270 paket sembako diserahkan secara langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kemenparekraf, Rizki Handayani kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di depan Kantor Gubernur Jateng, Selasa (7/7/2020). Usai menerima bantuan, Ganjar secara simbolis melepas ratusan petugas Bhabinkamtibmas yang dipercaya untuk menyalurkan bantuan itu kepada penerima.

“Tentu kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan ini. Sebab, wabah Covid-19 ini telah membuat pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah banyak yang terdampak, istilah saya itu thek sek (mati),” kata Ganjar.

Baca juga : Ganjar Usul Wajibkan Wisatawan Dieng Pakai Pemandu Wisata

Selama wabah covid berlangsung sejak Maret lalu, praktis semua kegiatan pariwisata di Jateng lanjut Ganjar berhenti total. Hal ini membuat ribuan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif kehilangan pendapatan.

“Mereka-mereka pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang besar, tentu masih bisa survive. Namun yang kecil-kcil ini semuanya butuh bantuan. Maka, kalau hari ini ada tambahan amunisi ini, tentu akan memperkuat masyarakat di tingkat bawah,” tambahnya.

Bantuan paket sembako dari Kemenparekraf itu lanjut Ganjar dapat membuat pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang selama ini tidak mendapat pemasukan lebih tenang. Minimal lanjut dia, dapur mereka dipastikan tetap mengepul selama masa pandemi.

“Kalau dapurnya sudah aman, dia akan bisa berusaha menggelindingkan ekonominya. Ide dan kreativitas pasti muncul. Mudah-mudahan, ini bisa segera bangkit,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ganjar menerangkan bahwa sudah ada 91 destinasi wisata di Jawa Tengah yang mulai dibuka. Tentunya, destinasi yang sudah dibuka itu sudah melakukan simulasi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Tetap kami awasi dengan protokol kesehatan yang ketat. Kita tidak mau terjadi gelombang kedua yang diakibatkan karena dibukanya pariwisata,” pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kemenparekraf, Rizki Handayani mengatakan, bantuan paket sembako diberikan untuk membantu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebab, sejak wabah Covid-19 terjadi, hampir semua sektor pariwisata menjadi terdampak.

Baca juga : Kenormalan Baru Candi Borobudur Antar Jateng Juara Inovasi Daerah

“Total ada 38 ribu paket sembako yang kami brikan di Jawa Tengah. Jumlah itu masih bisa bertambah, karena kemungkinan ada yang belum terkaver,” kata dia.

Bantuan paket sembako itu lanjut Rizki juga diberikan ke semua pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Diharapkan dengan bantuan itu, mereka yang sangat terdampak bisa terbantu.

“Harapan kami covid ini segera berakhir dan pariwisata kembali di buka. Memang beberapa sudah ada yang buka, saya ingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatannya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Temui Rektor Unnes, GP Ansor Jateng Dorong Deradikalisasi di Kampus Diperkuat

0
GP Ansor Jateng saat menemui Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman di ruang kerjanya, Senin (6//7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mendorong penguatan sistem deradikalisasi kampus. Ini sebagai langkah antisipasi maraknya isu komunisme dan radikalisme. Makanya, perguruan tinggi sebagai pondasi pencetak generasi masa depan bangsa harus memperkuat benteng terhadap paham tersebut.

Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly mengatakan, perguruan tinggi perlu membentuk semacam gugus tugas yang khusus membidangi pada upaya pencegahan paham menyimpang dan pengembangan paham kebangsaan.

GP Ansor Jateng saat menemui Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman di ruang kerjanya, Senin (6//7/2020). Foto: Ist.

“Kami berharap perguruan tinggi semisal Unnes (Universitas Negeri Semarang)  lebih aktif dan sensitif lagi pada persoalan paham kebangsaan,” katanya didampingi Bidang Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jateng, Bidang Media dan Cyber Ansor Jateng, Badan Ansor Anti-Narkoba ( Baanar), dan lainnya, saat bersilaturahmi dengan Rektor Unnes di ruang kerjanya, Senin (6//7/2020).

Mendapat permintaan tersebut, Rektor Unnes Fathur Rokhman mengakui, salah satu tugas perguruan tinggi adalah deradikalisasi. Oleh sebab itu, pihaknya menyambut baik pihak yang aktif menyoroti persoalan tersebut.

Baca juga: Ganjar ke Kepsek, ‘Yang Tidak Setuju Pancasila Angkat Tangan dan Silakan Hari Ini Langsung Mengundurkan Diri’

Sejauh ini, lanjutnya, Unnes sebatas menggandeng sejumlah pesantren di sekitar kampus yakni dengan mendorong mahasiswa agar mengikuti pengajian yang ada.

“Karena kami sadar, kita bisa membentengi dengan kurikulum pendidikan tapi ketika keluar dari kampus itu yang sulit, karena banyak simpul yang dijadikan tempat mendidik idealisme radikal,” ungkapnya yang didampingi Plt Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Hendi Pratama dan Staf Ahli Rektor Bidang Hukum M Azil Masykur.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap deradikalisasi di lingkungan kampus. Arahnya adalah agar mahasiswa tidak memiliki paham menolak Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UU Dasar 1945.

Baca juga: Sambangi Mahasiswa Asal Somalia dan Thailand, Ganjar Pesan untuk Giat Belajar

Di sisi lain, Fatkhur mengungkapkan, mendapat kunjungan dari GP Ansor Jateng merasa didatangi keluarga sendiri dan teringat dengan tradisi di masa kecil.

“Saya sejak kecil dididik di lingkungan nahdliyin di Banyumas. Keluarga juga masih mengembangkan pesantren sampai sekarang. Kami sangat bahagia didatangi GP Ansor,” tukasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -