31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Temui Rektor Unnes, GP Ansor Jateng Dorong Deradikalisasi di Kampus Diperkuat

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mendorong penguatan sistem deradikalisasi kampus. Ini sebagai langkah antisipasi maraknya isu komunisme dan radikalisme. Makanya, perguruan tinggi sebagai pondasi pencetak generasi masa depan bangsa harus memperkuat benteng terhadap paham tersebut.

Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly mengatakan, perguruan tinggi perlu membentuk semacam gugus tugas yang khusus membidangi pada upaya pencegahan paham menyimpang dan pengembangan paham kebangsaan.

GP Ansor Jateng saat menemui Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman di ruang kerjanya, Senin (6//7/2020). Foto: Ist.

“Kami berharap perguruan tinggi semisal Unnes (Universitas Negeri Semarang)  lebih aktif dan sensitif lagi pada persoalan paham kebangsaan,” katanya didampingi Bidang Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jateng, Bidang Media dan Cyber Ansor Jateng, Badan Ansor Anti-Narkoba ( Baanar), dan lainnya, saat bersilaturahmi dengan Rektor Unnes di ruang kerjanya, Senin (6//7/2020).

-Advertisement-

Mendapat permintaan tersebut, Rektor Unnes Fathur Rokhman mengakui, salah satu tugas perguruan tinggi adalah deradikalisasi. Oleh sebab itu, pihaknya menyambut baik pihak yang aktif menyoroti persoalan tersebut.

Baca juga: Ganjar ke Kepsek, ‘Yang Tidak Setuju Pancasila Angkat Tangan dan Silakan Hari Ini Langsung Mengundurkan Diri’

Sejauh ini, lanjutnya, Unnes sebatas menggandeng sejumlah pesantren di sekitar kampus yakni dengan mendorong mahasiswa agar mengikuti pengajian yang ada.

“Karena kami sadar, kita bisa membentengi dengan kurikulum pendidikan tapi ketika keluar dari kampus itu yang sulit, karena banyak simpul yang dijadikan tempat mendidik idealisme radikal,” ungkapnya yang didampingi Plt Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Hendi Pratama dan Staf Ahli Rektor Bidang Hukum M Azil Masykur.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap deradikalisasi di lingkungan kampus. Arahnya adalah agar mahasiswa tidak memiliki paham menolak Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UU Dasar 1945.

Baca juga: Sambangi Mahasiswa Asal Somalia dan Thailand, Ganjar Pesan untuk Giat Belajar

Di sisi lain, Fatkhur mengungkapkan, mendapat kunjungan dari GP Ansor Jateng merasa didatangi keluarga sendiri dan teringat dengan tradisi di masa kecil.

“Saya sejak kecil dididik di lingkungan nahdliyin di Banyumas. Keluarga juga masih mengembangkan pesantren sampai sekarang. Kami sangat bahagia didatangi GP Ansor,” tukasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER