BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita mengenakan alat pelindung diri (APD) warna pink tampak sibuk di dalam bus Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah. Setelah mengecek tekanan darah pendonor, ia kemudian mempersilakannya untuk rebahan di tempat yang disediakan. Dia adalah Praptiningsih (54), Kepala Humas PMI Kudus yang sedang melaksanakan donor darah keliling di depan Kantor Bank BRI Cabang Kudus, Selasa (7/7/2020).
Praptri mengungkapkan, saat ini stok darah di kantornya sudah menipis. Stok darah tersebut diperkirakan hanya cukup untuk dua hari saja. Bahkan, stok golongan darah O sedang kritis, yakni tersisa tiga kantong darah. Sedangkan stok darah yang lain, untuk golongan darah A ada 47 kantong, B 36 kantong dan AB 31 kantong.

“Sepertinya masih banyak warga yang merasa takut untuk donor darah saat pandemi seperti ini. Di beberapa perusahaan juga kami belum mendapat izin. Padahal sudah kami jelaskan jika donor darah sudah menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Baca juga: Prihatin dengan Stok Darah di Kudus, Santi Tergugah Ikut Donor Darah
Saking sepinya, ungkap Prapti, donor darah yang dimulai pukul 07.30 hingga pukul 11.00 WIB tersebut hanya ada dua pendonor saja. Makanya, dirinya berharap warga Kudus bisa kembali antusias berdonor darah. Karena ia cukup khawatir persediaan darah tidak mencukupi kebutuhan.
“Setelah ini akan kami lanjutkan di Alun-Alun Simpang Tujuh mulai pukul 16.30 hingga 20.30 WIB. Kemudian hari Rabu di PT Sinar Indah Kertas mulai pukul 09.30 hingga 14.00 WIB,” terangnya.
Sementara itu, Nur Khumaidah (27), satu di antara pendonor mengaku tidak khawatir untuk berdonor. Dia percaya dengan PMI Kudus yang sudah menjalankan protokol kesehatan.
“Saya tidak takut untuk donor darah. Di sini juga sudah menjalankan protokol kesehatan. Seperti mengenakan APD dan lain-lain. Jadi menurut saya sudah aman,” tutup Nur.
Editor: Ahmad Muhlisin

