BETANEWS.ID, KUDUS – Mochammad Saefudin (32) tampak merapikan beberapa stok parfum setelah dicoba oleh pelanggannya. Dia kemudian mengambil satu botol lagi dan mempersiapkan alat suntik untuk mengisi botol minyak wangi yang dibawa pembeli. Dia terlihat mencampurkan beberapa bahan ke dalam botol tersebut dan memastikan takarannya sudah sesuai.
Adin sapaan akrabnya, lantas membungkus parfum tersebut dengan sebuah plastik dan memberikannya pada pelanggannya itu. Kesibukan bergelut di dunia parfum itu sudah dijalaninya selama kurang lebih delapan tahun sejak ikut kerja dengan sang paman.

Awalnya, cerita Adin, ia lebih dulu kerja ikut pamannya di usaha yang sama selama lima tahun. Setelah dirasa punya pengalaman yang cukup dan punya kenalan dari berbagai agen pabrik parfum, ia kemudian memberanikan untuk membuka usaha sendiri.
Akhirnya, Adin membuka toko parfum isi ulang yang ia namai ParfumQu di Jalan Sunan Muria Nomor 18, Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus pada 2017.
Baca juga: Wanginya Bisnis Parfum Refill, ParfumQu Habiskan 30 kilogram Sebulan
“Dulu pernah bekerja di onderdil sepeda di Jepara, terus abis itu ikut Paman saya di bisnis parfum. Kurang lebih selama 5 tahun. Dari sana mulai mempelajari dan memang suka dengan usaha itu. Akhirnya buka sendiri di sini,” papar Adin, Rabu (24/6/2020).
Rintisan usaha warga Desa Demaan, Kecamatan Kota Kudus itu rupanya terus berkembang hingga kini punya cabang toko lain di Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus. Selain itu, tokonya juga menyediakan kurang lebih 400 jenis parfum yang bisa dipilih pembeli.
“Kalau pelanggan banyakan dari Kudus, tapi dari luar kota juga banyak, seperti Demak, Jepara, Pati, hingga Surabaya dan Pangkalan Bun. Usianya pun mulai dari anak SMP sampai orang tua. Karena tidak hanya parfum-parfum dari Perancis, Eropa (secara umum), Yordania, dan Arab (secara umum), saya juga menyediakan parfum yang disukai orang-orang tua. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang dari negara-negara tadi,” beber dia.
Adin lantas merinci berbagai jenis parfum yang paling laris di ParfumQu. Untuk perempuan, merek yang paling diburu adalah Identic, Prada, dan YSL Jess. Kemudian untuk pelanggan pria, merek Essential Sport, Luis Vouitton, dan 212 NYC banyak dipilih.
“Sedangkan untuk unisex, pilihan jatuh di merek Take Me Out, Glamour Millionare, dan Super Model. Tapi sejauh ini pelanggan yang paling banyak adalah perempuan,” kata Adin.
Baca juga: Lebih Hemat, Rokok Tingwe di Ko-Mbako Ednik Makin Diminati
Semenjak pandemi, dia mengakui kalau kesulitan mencari stok parfum. Hal ini dikarenakan parfum-parfum yang ia jual memang impor dari negara asalnya. Meskipun begitu, ia masih terus membuka tokonya dengan menawarkan jenis atau merek lain yang tak kalah menarik untuk pelanggan.
“Kesulitan utama sebenarnya mencari stok. Jadi kayak merek Zara Red itu sebenarnya paling populer dan banyak yang suka. Sejak pandemi stok habis. Terus belum ada sampai sekarang,” tutup dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

