31 C
Kudus
Senin, Agustus 10, 2020
Beranda Komunitas Bulan Depan Bakal...

Bulan Depan Bakal Ada Wisata Edukasi Kopi di Lereng Pegunungan Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Komunitas Kopi Muria akan membuat wisata edukasi kopi di lereng Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Wisata edukasi tersebut rencananya akan dilaunching pada Agustus 2020.

Ketua Komunitas Kopi Muria Pujiharto menuturkan, wisata edukasi yang mengusung konsep alam tersebut akan mengajak wisatawan berkeliling kebun. Selain, itu wisatawan akan diajari proses mengolah kopi dari proses memetik buah kopi hingga pengemasan produk siap seduh.

Proses pengolahan kopi Muria. Foto: Rabu Sipan

“Mumpung Agustus nanti ada panen raya. Buat kegiatan wisata edukasi, sekaligus kami soft opening base camp,” tuturnya saat ditemui selepas audiensi dengan Plt Bupati Kudus HM Hartopo di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (7/7/2020).

Baca juga : Miris dengan Nasib Kopi Muria, Hikma Munculkan Brand Kopi Muria Wilhelmina

Dia menjelaskan, wisatawan yang datang, selain belajar bagaimana cara mengolah kopi, juga dapat memetik langsung buah jeruk pamelo yang tumbuh di lokasi wisata. Bonusnya, wisatawan dapat menikmati keindahan alam Pegunungan Muria sambil menikmati kopi, buah pamelo dan makanan khas Muria lainnya.

“Waktu yang tepat tanggal berapa kami akan buka, masih menyesuaikan. Karena masih menunggu izin dari Pak Bupati untuk membuka tempat edukasi bagi masyarakat,” terangnya.

Menurut Pujiharto, pihaknya tentu akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di lokasi wisata. Hal tersebut dilakukannya agar para wisatawan dan pengelola wisata terhindar dari virus corona.

“Tetap pakai masker dan hand sanitizer saat masuk (lokasi wisata). Protokol kesehatan tetap kita laksanakan,” tuturnya.

Pujiharto menuturkan, dibuatnya wisata edukasi kopi menjadi bagian dari pemulihan ekonomi petani kopi di Muria. Menurutnya, sejak ada pandemi di bulan Maret 2020, penjualan biji dan bubuk kopi menurun hingga 90 persen.

“Sejak Maret, bahkan sebelumnya sudah sepi. Omzet kami turun sampai 90 persen dari kondisi normal,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menjual bubuk kopi kemasan kecil dengan harga Rp 3 ribu. “Selama ini yang kami jual kebanyakan ukuran besar yang harganya Rp 25 ribu per bungkus. Saya ingin ada kemasan kecil yang satu bungkusnya Rp 3 ribu,” tuturnya.

Pujiharto memberitahukan, di komunitas yang dipimpinnya beranggotakan sejumlah 20 orang. Di mana keseluruhan mengelola kebun kopi sekitar 240 hektare. Satu hektarnya, menurut Pujiharto menghasilkan sedikitnya tiga sampai empat ton biji kopi dalam setahun.

“Panennya setahun sekali. Nanti berarti bulan Agustus. Kalau saya sendiri tahun ini panen sekitar enam ton,” jelasnya.

Baca juga : Roastbean Coffee, Varian Baru dari Kopi Itheng

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, Pemerintah Kabupaten Kudus akan selalu mendukung ide wisata edukasi kopi tersebut. Menurutnya, pihaknya juga akan membantu mesin produksi kopi elektrik yang dibutuhkan Komunitas Kopi Muria.

Namun dirinya menginginkan agar tempat dan akses menuju lokasi wisata harus bagus dan enak. Selain itu, juga ada fasilitas WiFi agar wisatawan yang datang nyaman.

“Kualitas makan harus oke. Gak boleh bentuknya saja yang menarik, makanan harus benar-benar enak,” jelasnya.

Selain itu, untuk sementara waktu wisatawan yang datang harus dari Kabupaten Kudus sendiri, tidak boleh dari luar Kabupaten Kudus. Pengelola wisata harus benar-benar melaksanakan protokol kesehatan dan kapasitas pengunjung harus diatur.

Editor : Kholistiono

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Karir Beta Media

Kami menantang kalian untuk bergabung di Tim Beta Media. Sebagai Media baru kami butuh talenta muda yang suka tantangan.

Tinggalkan Balasan

25,138FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,304PengikutMengikuti
15,292PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Lestarikan Peninggalan Sunan Muria dengan Bertani Parijoto, Suwono Bisa Panen 50 Kg Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS - Pagi itu dengan mengendarai motor matik, melalui jalur ekstrem yang berliku berupa tanah liat, serta udara yang sejuk mengiringi...

Menengok Peternakan Sapi Brangus Kudus yang jadi Langganan Artis Ibu Kota

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan tampak sedang menyemprot beberapa sapi berukuran besar di sebuah kandang yang berada di pinggir sawah yang ada...

Yan Laksmana Terpilih Jadi Direktur Teknik PDAM Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Yan Laksmana terpilih menjadi Direktur Teknik (Dirtek) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus. Dia menyisihkan dua peserta yang mengikuti...

Ingin Cepat Selesaikan Skripsi, Isna Senang Perpusda Kudus Kembali Dibuka

BETANEWS.ID, KUDUS - Seorang perempuan tampak sedang memilih buku di perpustakaan yang berada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus. Sambil memegang...

Punya Usaha Makanan? Ini Cara Mengurus Izin PIRT di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang mengenakan baju putih terlihat di ruang Klinik Pelayanan Perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu...

Mana yang Lebih Sehat, Minum Jus atau Makan Buah dan Sayur Langsung?

Inneke Hantoro Dosen Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Di...

Soal Pasien Covid Memaksa Pulang, Hartopo: ‘Ini Kejahatan yang Luar Biasa’

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebanyak 13 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (29/7/2020) malam memaksa pulang ke rumah. Mereka yang seharusnya masih harus menjalani...