Beranda blog Halaman 1835

Dari Sekadar Hobi, Bisnis Sampingan Ikan Mas Koki Bikin Hoki

0
Anis Nova menunjukkan Ikan Mas Koki hasil budidayanya. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pekarangan sebuah rumah di RT 4 RW 3, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, tampak beberapa kolam. Di salah satu kolam terlihat seorang pria mengenakan kaus oblong hitam bertopi dan dibantu oleh rekannya sedang menyortir ikan aneka warna dan berbentuk bulat. Pria itu yakni Anis Nova (30) pemilik Ankok Farm.

Di sela aktivitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Anis sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, Ankok Farm merupakan usaha agribisnis di bidang budi daya Ikan Mas Koki. Usahanya tersebut, dirintis pada tahun 2014, berawal dari hobi serta cari kesibukan maupun hiburan  sepulang kerja di perusahaan rokok di Kudus.

Proses pelepasan Ikan Mas Koki ke kolam. Foto : Rabu Sipan

“Sebenarnya, usaha budi daya Ikan Mas Koki ini sampingan. Awalnya itu, dulu setiap pulang kerja, saya bingung mau ngapain. Dari pada main gak jelas, terus saya pelihara Ikan Mas Koki. Kebetulan saya juga suka dengan ikan hias,” ujar Anis kepada Betanews.id.

Baca juga : Lebih Menjanjikan dan Tak Ada Matinya, Usman Sukses Budi Daya Lele

Dia menuturkan, pertama kali memelihara Ikan Mas Koki hanya lima ekor dengan media  akuarium. Ikan Mas Koki yang dipeliharanya saat itu satu ekor betina dan empat jantan. Ternyata kata dia, tak disangkanya Ikan Mas Koki yang dipeliharanya itu bisa bertelur.

“Saat itu, ada 500 telur yang menetas. Dari situlah kemudian saya berinisiatif untuk membudidayakan Ikan Mas Koki, serta menyiapkan 10 kolam terpal sebagai media pemijahan,” bebernya.

Dari 500 ekor Ikan Mas Koki yang menetas itu tuturnya, yang mampu hidup hingga usia siap jual sekitar 400 ekor. Menurutnya, itu sudah sesuai harapannya. Kemudian ia pun mulai memasarkan ikan peliharaannya itu lewat media daring. Namun sayang, karena Ikan Mas Koki peliharaannya itu grade pasaran, jadi susah lakunya.

Menurutnya, Ikan Mas Koki yang grade pasaran di pemasaran online itu sudah banyak sekali. Jadi jarang peminatnya, karena dianggap Ikan Mas Koki recehan. Meski agak susah penjualannya, diakuinya Ikan Mas Koki peliharaannya tetap mampu terjual meski butuh waktu agak lama.

“Agak susah memang pemasarannya di media daring. Namun masih tetap laku kok. Serta sangat menguntungkan,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, pada tahun 2017 ia pun membeli lima indukan Ikan Mas Koki  grade premium. Menurutnya, dengan indukan Ikan Mas Koki grade premium ternyata lebih menguntungkan. Karena saat indukan tersebut bertelur dan menetas, dia bisa mendapatkan semua grade Ikan Mas Koki.

“Tetasannya dari satu indukan juga lebih banyak, bisa sampai seribu ekor. Dari jumlah tersebut, biasanya 10 persennya nanti bisa jadi Ikan Mas Koki kelas kontes atau show. Sisanya jadi kelas hobis dan kelas reguler atau pasaran,” bebernya.

Dari tiga grade Ikan Mas Koki tersebut lanjutnya, dibanderol berbeda. Untuk harga Ikan Mas Koki kelas reguler, kisaran harga antara Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu per ekor. Sedangkan ikan mas koki kelas hobi berada dikisaran harga Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu per ekor.

Baca juga : Harga Sentuh Rp 5 juta per Ekor, Suyatno Bagikan Tips Sukses Ternak Ayam Kalkun

“Yang paling mahal itu Ikan Mas Koki untuk kelas kontes. Harganya mulai Rp 700 ribu hingga jutaan rupiah perekor,” ungkapnya.

Dia bersyukur, usaha sampingan yang dijalaninya kini sudah terlihat hasilnya. Dulu usaha Ikan Mas Koki yang berawal dari akuarium, kini dia punya sekitar 18 kolam beton untuk pembibitan dan pembesaran Ikan Mas Koki.

“Saya berharap, usaha saya ini makin lancar dan bisa makin besar. Karena saya punya harapan Kudus ini kelak bisa jadi pusat agribisnis ikan hias,” harap Anis yang sudah menjual Ikan Mas Koki ke seluruh daerah Nusantara.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Maksimalkan Peran Alumni Paska Satu Abad Qudsiyyah

0
Halalbihalal dan takl show alumni Qudsiyyah Kudus. Foto : Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebagai lembaga pendidikan yang usianya sudah 104 tahun, Qudsiyyah telah menelurkan alumni yang tersebar di berbagai bidang dan bahkan di berbagai Negara. Ketersebaran alumni tersebut, menunjukkan bahwa profil alumni memiliki kapabilitas dan akseptabilitas di berbagai lapisan masyarakat.

Hal inilah yang menjadi salah satu pokok pembicaraan dalam Talk Show Alumni Qudsiyyah bertajuk “Maksimalisasi Peran Alumni Paska Satu Abad Qudsiyyah” yang diselenggarakan secara daring melalui channel Qudsiyyah TV pada Minggu (31/5/2020) malam.

Kiai Noor Halim Ma’ruf, selaku Al Mudirul ‘Am menyampaikan, jika alumni Qudsiyyah sudah banyak yang ahli di berbagai bidang. Ada yang menjadi guru besar, dosen, dan bidang-bidang lainnya. “Walau demikian, para alumni diharapkan tidak lupa asal usulnya. Atau dalam bahasa Jawanya, ojo lali weton,” ungkap Mbah Halim, sapaan akrab beliau saat mengawali acara dengan halalbihalal.

Sementara KH. Em. Nadjib Hassan, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah menjelaskan, bahwa usia yang mencapai 1 abad lebih, harus membuat Qudsiyyah terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan Qudsiyyah putri, lembaga yang hadir paska peringatan 1 Abad Qudsiyyah lalu.

Baca juga : SD Islam Kauman Pati Berikan Beasiswa Selama Dua Semester untuk Siswa Yatim Piatu

“Kemajuan ini bukanlah hasil dari jerih payah kami, melainkan berkah dari muassis Madrasah Qudsiyyah yaitu KHR. Asnawi. Kami punya keyakinan bahwa beliau punya peran besar dalam membangun Qudsiyyah,” tutur Pak Najib.

Adapun, acara talk show ini sendiri menghadirkan alumni lintas generasi dan lintas Negara mulai dari Prof. Dr. H. Abdurrahman Mas’ud (IKAQ Jabodetabek), H. M. Nurhasyim Subadi (IKAQ Belanda), H. M. Zuhal A. Latif, (IKAQ Singapura), Dr. Habib M. Chaedar Al Yahya (IKAQ Malaysia), M. Rikza Chamami (IKAQ Semarang) dan M. Zainal Anwar (IKAQ Solo Raya dan Yogyakarta). Diskusi ini juga dihadiri Dr. H. Ihsan (Ketua Umum IKAQ) dan Dr. Abdul Jalil (Sekretaris Umum IKAQ) dengan moderator Saiful Anas.

Dalam kesempatan ini, H. M. Nurhasyim Subadi, perwakilan IKAQ Belanda mengatakan, bahwa adanya pandemi memiliki banyak hikmah, di antaranya adalah model dakwah secara virtual. Oleh karena itu, semua alumni diharapkan bisa megikuti perkembangan teknologi tersebut demi mengembangkan dakwah Islam Ahlussunah Wal Jamaah.

“Harapan kami, IKAQ ke depan bisa memaksimalkan kesempatan seperti ini dengan mengembangkan dakwah secara virtual. Saya harap IKAQ banyak mengadakan kajian tematik yang disiarkan secara langsung sehingga bisa diakses oleh semua,” imbuhnya.

Pentingnya bakti alumni disampaikan M. Zuhal A. Latif, perwakilan IKAQ Singapura. Pria yang kini menetap di Singapura ini mengatakan, bahwa menjadi Alumni yang bermakna ialah apabila sudah bisa menyumbang kembali kepada masyarakat dan almamaternya sesuai dengan kemampuannya.

“Manusia tidak dinilai dari apa yang dia punya, miliki, dan capai, tapi dia dinilai dari apa yang telah dia berikan kepada masyarakat,” kata Ustadz Zuhal sambil mengatakan, Ask Not What your Madrasah Can Do for You, But Ask What You Can Do for Your Madrasah / Community.

Lebih jauh, Dr. Habib M. Chaedar Al Yahya, perwakilan IKAQ Malaysia menambahkan, bahwa dalam kerangka berbakti kepada negeri dan masyarakat, maka setiap alumni harus bisa memainkan peran dan memiliki kompetensi dan ilmu yang memadai. Selain itu juga harus dilengkapi dengan kesalehan pribadi atau dengan akhlak yang baik. Di era, di mana media dan teknologi sangat massif, maka kita harus mengutamakan penanaman akhlak.

“Karena seseorang yang punya ilmu tanpa akhlak akan mudah tergelincir pada perbuatan yang tidak diinginkan atau perbuatan jahat,” imbuhnya.

Untuk bisa menghadirkan SDM yang mumpuni, Prof Abdur Rahman Mas’ud, perwakilan IKAQ Jabodetabek mengatakan, bahwa Qudsiyyah harus bisa mencetak lembaga dan SDM yang berkualitas. Berkualitas secara luas, baik ahlaknya, karakternya, dan ilmunya.

“Kalau kita mampu menjadikan lembaga dan SDM Qudsiyyah ini berkualitas maka akan menjadi mutiara. Kalau sudah menjadi mutiara ini nanti akan dicari secara universal,” ungkap mantan Kepala Balitbangdiklat Kemenag RI.

Prof Dur, sapaan akrab beliau, juga menambahkan, bahwa jika alumni kita masih banyak yang lazim (belum memberi manfaat kepada yang lain), maka harus bisa berubah menjadi muta’addi (bermanfaat bagi yang lain). Kontribusi itu tidak hanya finansial saja, tapi bisa berupa ilmu, waktu, dan perjuangan.

“Jika kita sudah berkualitas, saya yakin kita pasti akan dicari. Qudsiyyah sudah lembaga putri sehingga semakin luas dan insya Allah kontribusinya juga semakin luas di masyarakat,” tambah Guru Besar di UIN Walisongo Semarang ini.

Harapan untuk menghadirkan Qudsiyyah yang bermanfaat bagi umat, datang dari M. Rikza Chamami, perwakilan IKAQ Semarang dan M. Zainal Anwar, perwakilan IKAQ Solo Raya dan Yogyakarta. Dalam paparan singkatnya, M. Rikza mengatakan, bahwa Qudsiyyah sudah dan harus terus menunjukkan baktinya kepada negeri dan masyarakat secara luas.

“Jika peringatan 1 Abad Qudsiyyah lalu bisa menelorkan Qudsiyyah putri, maka ke depan Qudsiyyah bisa memiliki perguruan tinggi sebagai wahana untuk memunculkan kader-kader yang bisa meneruskan jejak para pendahulu,” ungkap pria yang saat in menjabat sebagai Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat LP2M UIN Walisongo Semarang.

Baca juga : Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

Di akhir talk show, M. Zainal Anwar, perwakilan IKAQ Solo Raya dan Yogyakarta menegaskan, bahwa organisasi IKAQ ibaratnya adalah jembatan yang menghubungkan antara Qudsiyyah dan masyarakat luas. Hal ini menjadikan profil alumni adalah wajah Qudsiyyah di tengah masyarakat. Ia memetakan, beberapa kekuatan IKAQ di antaranya adalah ketersebaran alumni, ikatan emosional yang kuat hingga sudah adanya kantor IKAQ.

“Dan jangan lupa bahwa dalam 10 tahun terakhir, semakin banyak alumni yang merambah menjadi dosen atau pengajar di berbagai perguruan tinggi baik keagamaan maupun umum. Ini modal penting untuk nantinya menghadirkan lembaga perguruan tinggi di Qudsiyyah, misalnya membuat Universitas Islam Qudsiyyah,” imbuh pria yang sekarang mendapat amanah sebagai Ketua Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Surakarta.

Sebagai pungkasan, Dr H. Ihsan, Ketua Umum IKAQ dan Dr. Abdul Jalil, Sekretaris Umum IKAQ menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para alumni secara virtual dan menegaskan bahwa di masa depan, IKAQ akan terus berikhtiar hadir dan menjawab kebutuhan dan masalah yang ada di masyarakat. “Ke depan, kita ingin menjadi alumni yang kuat, profsesional namun juga amanah,” kata Pak Jalil.

Ia mengingatkan, bahwa kehebatan alumni itu bukan karena murni usaha kita, tapi ada berkah dari muassis dan masyayikh. “Inilah yang menuntun kita pada kesuksesan tersebut. Oleh karena itu pilihan kita tetap pada filosofi Gusjigang,” imbuhnya.

Untuk memperkokoh peran santri dan alumni serta memahami filosofi gusjigang, Dr. H. Ihsan sebagai Ketua Umum IKAQ mengatakan, bahwa Qudsiyyah saat ini sedang membangun pendopo Gusjigang yang harapannya nanti bisa menjadi wadah santri dan alumni untuk bertukar pikiran dan ajang silaturahmi.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ingin Pastikan Warga Siap, Ganjar Tak Gegabah Terapkan Kenormalan Baru

0
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak gegabah untuk menerapkan kenormalan baru. Ia memilih berusaha terus menyiapkan masyarakat yang ia pimpin agar benar-benar siap tentang kewajiban penerapan kenormalan baru.

Walaupun, data dari Bappenas menunjukkan angka reproduksi atau potensi penularan dari virus covid-19 di Jawa Tengah terus menunjukkan penurunan. Saat ini, angka Rt (R effective) atau angka reproduksi yang terjadi setelah adanya intervensi di Jawa Tengah menunjukkan angka kurang dari satu.

“Persiapan menuju normal baru terus kami lakukan, meskipun saya belum tergesa-gesa menerapkan itu. Saya lebih suka kita menyiapkan dengan baik agar clear betul persiapannya,” kata Ganjar, Selasa (2/6/2020).

Ganjar mengatakan, kenormalan baru akan diterapkan jika persiapan di setiap institusi, lembaga, tempat ibadah, sekolah dan tempat publik sudah benar-benar siap. Terutama kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Ganjar: New Normal Belum Bisa Diterapkan Dalam Waktu Dekat

“Kami tidak akan gegabah, tapi angka (dari Bappenas) itu tetap kami jadikan satu pegangan. Saya khawatir masih ada gelombang kedua, gelombang ketiga dan lainnya. Kami juga terus mengontrol daerah-daerah yang masih fluktuatif kasusnya seperti Kota Semarang,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat. Sehingga, jika angka itu turun terus bahkan lebih rendah, masyarakat sudah siap menjalankan kebiasaan baru.

“Saya minta Bupati, Wali Kota untuk giat mensosialisasikan itu agar masyarakat terbiasa. Selain itu, daerah yang hijau juga harus dipertahankan. Awasi perbatasan agar daerahnya tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.

Menurut Ganjar, banyak orang yang bertanya waktu penerapan kenormalan baru di Jawa Tengah. Namun, saat ini pihaknya masih menghitung betul adanya kemungkinan gelombang kedua, ketiga dan seterusnya. Sehingga, semua harus disiapkan termasuk penanganan kesehatannya.

Baca juga: Jamin Kesehatan Anak, Ganjar Minta Semua Puskesmas Tetap Layani Imunisasi

“Penerapan normal baru itu bukan berarti urusan pandemi selesai, lho. Artinya kita harus menyiapkan betul antisipasi-antisipasi yang ada. Jangan sampai diterapkan normal baru kita lengah dari sisi kesehatan saat terjadi gelombang selanjutnya,” ucapnya.

Penurunan angka penularan covid-19 di Jateng lanjut Ganjar tetap akan menjadi pedoman. Hal itu menjadi poin penting untuk sosialisasi kepada masyarakat.

“Sekarang saja masih ada masyarakat yang gak mau pakai masker, kok. Jadi masih banyak hal yang harus disiapkan,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Enam Nakes Positif Corona, Puskesmas Kaliwungu Ditutup Sementara

0
Ilustrasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus (DKK) menutup sementara layanan di Puskesmas Kaliwungu, setelah enam tenaga kesehatannya terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi, penutupan layanan di Puskesmas Kaliwungu sudah dilakukan sejak Minggu (31/5/2020). Menurutnya, sejak ditutupnya Puskesmas Kaliwungu, pelayanan kesehatan dialihkan ke puskesmas terdekat.

“Pelayanan sementara tiga hari ini kami alihkan ke Puskesmas Sidorekso dan Gribig. Termasuk untuk kedaruratan kami libatkan rumah sakit,” ungkapnya Selasa (2/6/2020).

Baca juga : Waspada, Kudus Ditetapkan sebagai Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

Alasan ditutupnya sementara Puskesmas Kaliwungu, kata Andini, yakni semua tenaga kesehatan tengah dilakukan skrining dan tracking kontak. Selain tenaga kesehatan, pihaknya juga melakukan tracking kontak terhadap pengunjung puskesmas pada 14 hari terakhir.

“Pengunjung puskesmas juga dilakukan tracking kontak. Ini masih berproses untuk yang kontak dengan nakes yang positif,” jelasnya.

Andini mengungkapkan, Puskesmas Kaliwungu akan dibuka kembali setelah masa isolasi tenaga medis selesai dan evaluasi hasil swab ulangan. Menurutnya, saat ini sejumlah 73 orang sudah dilakukan tes swab. Dari jumlah tersebut, hasilnya enam orang positif.

Baca juga : Ayah dan Anak di Kudus Positif Covid-19, Hari Ini Sang Ayah Meninggal

Menurutnya, setelah masa isolasi tenaga medis selesai dan juga evaluasi hasil swab ulangan, pihaknya akan mengatur kembali proses pelayanan kesehatan di Puskesmas Kaliwungu.

Sementara itu, untuk jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, Andini mengungkapkan, terdapat 60 kasus. Dia merinci, dari jumlah tersebut, tujuh pasien sedang dilakukan perawatan, tiga pasien isolasi mandiri, enam orang meninggal dan 44 pasien sembuh.

Dirinya meminta, agar masyarakat untuk terus mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Di antaranya selalu mengenakan masker, melakukan sosial distancing dan physical distancing, teratur dalam mencuci tangan serta melakukan pola hidup sehat.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Usai Dilantik, Ganjar Ingatkan Bupati Jepara untuk Perbaiki Data Penduduk

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik Dian Kristiandi sebagai Bupati Jepara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (2/6/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik Dian Kristiandi sebagai Bupati Jepara menggantikan Ahmad Marzuqi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (2/6/2020). Dian akan melanjutkan tugas sebagai pucuk pimpinan di Bumi Kartini hingga 2022 mendatang.

Pelantikan itu sendiri dihadiri beberapa pejabat dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti jaga jarak, pakai masker, dan pengecekan suhu tubuh.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik Dian Kristiandi sebagai Bupati Jepara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (2/6/2020). Foto: Ist.

Dalam pelantikan itu, Ganjar meminta Dian untuk langsung tancap gas bekerja. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Jepara, khususnya terkait perbaikan data.

“Perbaikan data menjadi wajib saat ini. Apalagi, di tengah pandemi ini terlihat data kita masih belum optimal,” pesan Ganjar.

Ganjar mencontohkan, dalam pembagian sejumlah bantuan dari pemerintah, beberapa tidak tepat sasaran karena persoalan akurasi data. Untuk itu, masalah ini jadi pekerjaan utama yang harus diselesaikan.

“Integrasi data yang dimiliki harus dilakukan. Sekarang perlu ada data integrator. Untuk itu, kami siap membantu. Kalau data dimiliki, maka bantuan akan terukur dengan baik dan betul-betul tersalurkan pada mereka yang berhak. Saya minta pak Bupati segera mengoptimalkan itu, meminta Dinsosnya bekerja ekstra untuk perbaikan data,” tegasnya.

Baca juga: Pemimpin Harus Rela Diinjak, Ganjar: ‘Berani Korupsi Saat Pandemi, Tak Pecat dan Seret ke KPK’

Selain soal data, Ganjar juga meminta Kabupaten Jepara untuk menyiapkan atau berlatih menerapkan Kenormalan Baru. Meski belum diterapkan di Jawa Tengah, namun pelatihan diperlukan agar masyarakat terbiasa.

“Kita harus siapkan betul segala aspeknya, mulai jaring pengaman sosial, jaring pengaman ekonomi dan lainnya. Anggaran hasil refocusing juga, harus benar-benar digunakan sesuai kebutuhan di wilayahnya,” terangnya.

Persiapan New Normal di bidang ekonomi, lanjut dia, juga harus dilakukan. Apalagi, Jepara merupakan salah satu daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi sangat bagus di Jawa Tengah.

“Industri, ya, ditata, relasi dengan buruh dibangun dengan baik serta penerapan protokol kesehatan yang ketat di perusahaan. Pesan terakhir saya, jaga integritas,” tutupnya.

Baca juga: Hartopo Lantik 437 ASN Baru Secara Daring

Sementara itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan siap menyelesaikan persoalan perbaikan data di Jepara. Berbagai upaya akan dilakukan termasuk mengoptimalkan peran Dinas Sosial.

“Kami juga akan segera menggenjot persiapan normal baru di Jepara sesuai arahan pak Gubernur. Tak hanya di dunia industri, namun di tempat ibadah, sekolah dan tempat publik lain juga akan kami siapkan agar kesadaran masyarakat untuk tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,” tandas Dian.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ikuti Upacara Virtual, Ganjar Beberkan Penerapan Nilai Pancasila Saat Pandemi

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Senin (1/6/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Hari Lahir Pancasila yang diperingati Senin (1/6/2020) diharapkan jadi pemantik semangat baru agar bangsa ini bangkit dan melakukan lompatan tinggi dalam penanganan pandemi Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, dalam konteks penanganan pandemi Covid-19, Pancasila sejak awal dikumandangkan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno, telah memiliki ajaran inti yaitu gotong royong.

“Nah hari ini sebenarnya kita sedang membuktikan kemampuan bangsa untuk bisa gotong royong dan bangkit dari situasi Covid-19 ini untuk melompat lebih tinggi lagi,” katanya usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila secara virtual, Senin (1/6/2020).

Baca juga: Pemimpin Harus Rela Diinjak, Ganjar: ‘Berani Korupsi Saat Pandemi, Tak Pecat dan Seret ke KPK’

Menurutnya, upacara yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo itu dan diikuti oleh seluruh kepala lembaga negara, menteri dan gubernur serta bupati/walikota seluruh Indonesia itu, justru jadi pemantik semangat yang lebih besar untuk melawan Corona.

“Ada semangat yang kita bangun dan ini persis semangat Pancasila, di mana kita diminta untuk, ya hari ini saatnya kita membuktikan nilai-nilai Pancasila itu ada,” kata Ganjar.

Ganjar melanjutkan, peringatan Hari Lahir Pancasila di masa pandemi ini, bisa jadi senjata pamungkas yang dimiliki bangsa untuk benar-benar diterapkan. Sila pertama misalnya, menurut Ganjar sudah sepatutnya kita selalu memohon kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berdoa agar bangsa ini diberikan keselamatan dan diberikan kekuatan.

Untuk sila kemanusiaan yang adil dan beradab, kata Ganjar, ada nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Yang mengajarkan agar masyarakat bersatu dan melakukan perlawanan Corona dengan cara-cara yang cerdas.

Baca juga: Jamin Kesehatan Anak, Ganjar Minta Semua Puskesmas Tetap Layani Imunisasi

“Teksnya (Pancasila) sudah dan saya kira semua orang hafal. Nah sekarang konteksnya untuk kita amalkan dalam konteks pandemi ini untuk kita bangkit. Jadi di antara musibah itu selalu ada berkah, kita bisa bercermin dan harus membuat lompatan-lompatan agar kita tetap bisa survive,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam amanatnya menyampaikan, di tengah Covid-19 ini, nilai Pancasila harus bekerja dalam setiap sendi kehidupan dan di setiap pengambilan kebijakan. Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkokoh tali persatuan dan gotong royong.

“Covid-19 ini menguji kepatuhan kita, ketenangan dalam mengambil langkah dan kebijakan. Dalam menangani ujian tersebut Pancasila tetap kita jadikan rujukan dalam setiap menghadapi tantangan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Sidak Bandara Ahmad Yani, Ganjar Berteriak Dapati Calon Penumpang Berkerumun

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (2/6/2020). Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Para petugas di Bandara Ahmad Yani Semarang terkejut dan kelabakan saat tiba-tiba Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendadak mengunjungi bandara tersebut pada Selasa (2/6/2020). Saat Ganjar tiba di sana, puluhan calon penumpang terlihat memadai terminal keberangkatan. Mereka berdesakan untuk antre pengecekan berkas dan persyaratan lainnya. Beberapa di antara calon penumpang mengabaikan protokol kesehatan karena duduk berdekatan tanpa jarak.

“Ayo duduk ya, jangan berdekatan, semuanya jaga jarak. Ayo semua ditaati, mas-mas bisa jaga jarak tidak,” teriak Ganjar melihat kerumunan.

Beberapa penumpang yang duduk lesehan di bandara karena keterbatasan kursi pun langsung berdiri. Sambil belum sadar bahwa yang datang adalah Ganjar, mereka terlihat belum mau bergeser untuk jaga jarak.

Baca juga : Ganjar Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Intimidasi Perawat di Sragen

“Petugas keamanan mana, Pak Polisi dan Pak Tentara sini, itu tolong diatur sekarang. Kalau yang tidak mau jaga jarak dan tetap berkerumun, disuruh pulang saja. Sekarang saya minta tegas, jangan biarkan persiapan protokol kesehatan yang lama kita susun di bandara ini, tidak bisa dijalankan dengan baik,” ucap Ganjar kepada petugas keamanan bandara, polisi dan tentara yang berjaga.

Ganjar juga melihat tempat duduk yang disiapkan petugas di lokasi itu masih kurang. Hal itu membuat calon penumpang duduk di lantai dengan berkerumun. Padahal, mereka membutuhkan waktu minimal dua jam untuk antre proses pengecekan tersebut sebelum terbang.

“Tolong tambah kursinya, ambil saja dari tempat tunggu yang ada di dalam. Atau kalau tidak, itu lantainya digaris-garis supaya penumpang tertib,” perintah Ganjar dan langsung dilaksanakan petugas dengan menggotong kursi.

Tak hanya melihat terminal keberangkatan, Ganjar juga sidak ke ruang tunggu pesawat dan tempat-tempat lain di bandara. Ia sebenarnya ingin sidak ke dalam pesawat untuk melihat standar protokol kesehatan saat penerbangan, tapi sayang tidak ada pesawat yang siap untuk berangkat pagi itu.

“Sore nanti Pak, baru ada penerbangan. Sekarang belum ada persiapan,” kata salah satu petugas.

Ganjar meminta petugas bandara untuk ketat menerapkan protokol kesehatan. Semua tidak boleh meremehkan kondisi yang ada.

“Pokoknya Ahmad Yani harus beres. Penumpangnya diatur biar tidak berjubel. Saya sengaja ke sini karena dapat kiriman video dari salah satu calon penumpang yang memperlihatkan kerumunan itu. Saya lihat ini bahaya ini, makanya langsung saya sidak hari ini,” tegasnya.

Pengelola bandara Ahmad Yani lanjut Ganjar harus melakukan evaluasi. Agar tidak terjadi kerumunan di terminal keberangkatan saat pengecekan, pembatasan calon penumpang harus dilakukan. Mereka yang tidak berkepentingan tidak boleh ikut masuk ke bandara.

“Penambahan kursi juga wajib, biar semua duduk dan tidak berkerumun. Kalau bisa ditegasi saja, semua harus duduk tidak boleh berlalulalang biar rapi dan tidak berdesakan,” tegasnya.

Baca juga : Pemimpin Harus Rela Diinjak, Ganjar: ‘Berani Korupsi Saat Pandemi, Tak Pecat dan Seret ke KPK’

Salah satu petugas bandara Ahmad Yani Semarang yang mendampingi Ganjar, Agus Sima mengatakan, bahwa pihak bandara siap untuk melakukan evaluasi. Ke depan, penerapan protokol kesehatan akan dilakukan lebih ketat.

“Akan kami evaluasi agar lebih rapi dan sesuai protokol kesehatan yang ketat. Sebenarnya kami sudah membagi tiga zona antrean untuk mengakomodir maksimal tiga penerbangan, tapi masih saja calon penumpang berkerumun,” kata Agus.

Kondisi itu, lanjut dia, dikarenakan banyak calon penumpang yang sebenarnya jadwal penerbangan sore, namun sudah datang ke bandara pada pagi hari. Sehingga, saat pemeriksaan menjadi menumpuk.

“Nanti akan kami atur lagi lebih ketat, termasuk penambahan kursi di pintu masuk pengecekan calon penumpang,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Makam Sunan Muria dan Taman Sardi Akan Dibuka Sepekan untuk Simulasi

0
Beberapa warga tampak berada di gerbang masuk Makam Sunan Muria, Senin (1/6/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS,ID, KUDUS – Seorang perempuan keluar dari sebuah ruangan di Hotel Graha Muria Colo, Senin (1/6/2020) sore. Hari itu, Ia bersama pemangku pariwisata kawasan Muria melakukan rapat simulasi pembukaan objek kunjungan di wilayah tersebut. Seusai rapat, wanita bernama Mutrikah (53) itu berbagi informasi soal rencana simulasi tersebut.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus itu menjelaskan, simulasi akan dilakukan mulai 8 hingga 14 Juni 2020. Dua tempat wisata yang akan dibuka untuk simulasi yakni Makam Sunan Muria dan Taman Sardi. Menurutnya, untuk simulasi harus di tempat wisata yang lokasinya masih zona hijau Covid-19.

Beberapa warga tampak berada di gerbang masuk Makam Sunan Muria, Senin (1/6/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

“Simulasi ini akan dilakukan selama satu pekan. Sementara kita lakukan di dua tempat terlebih dahulu. Untuk persiapan di wisata Sunan Muria saat ini sudah 90 persen,” jelas wanita berkacamata itu.

Baca juga: Ojek Colo Tutup, Idho : ‘Ini Bertahan Hidup dengan Sisa-sisa Tabungan’

Dalam simulasi itu, pengelola wisata harus menyiapkan saranan dan prasarana, seperti tempat cuci tangan dengan sabun, alat ukur suhu dan jaga jarak aman minimal satu meter. Demi menghindari kerumunan, jalan dari tempat parkir juga akan dibuat beda jalur untuk naik dan turun.

“Parkir semua nanti di terminal, untuk jalur naik dan turun juga akan dibuat beda. Agar tidak berpapasan dengan jarak yang dekat. Sementara pembukaan simulasi wisata ini diharapkan hanya untuk peziarah lokal saja,” terangnya.

Untuk keamanan, pengelola akan melibatkan tim kesehatan, TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Simulasi nanti akan diterapkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi semua pihak, dari pengelola maupun wisatawan.

Baca juga: Sambut New Normal, Perusahaan di Kudus Perketat Protokol Kesehatan

Sementara itu, Kepala Desa Colo Mochamad Destari Andryasmoro (38) menambahkan, masyarakat menyambut baik untuk dibukanya kembali Makam Sunan Muria. Karena selama pandemi Covid-19, masyarakat Desa Colo vakum dan hanya di rumah saja.

“Syaratnya kita menerapkan protokol kesehatan untuk perdagangan maupun jasa sebagai pelaku wisata. Selain itu kami juga berharap para pengunjung nantinya ikut bekerjasama mematuhi protokol kesehatan yang ada,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

3 Tips Perawatan dari Mili Dental Care untuk Gigi Lebih Sehat

0
Seorang pelanggan sedang menerima perawatan gigi di Mili Dental Care, Sabtu (30/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah ruangan lantai dua Mili Dental Care tampak dua orang memakai alat perlindungan diri (APD) lengkap. Tampak orang yang mengenakan baju hazmat warna biru duduk di samping pasien. Dengan dibantu asistennya yang menggunakan baju hazmat putih, dia melakukan perawatan gigi pada pasiennya. Pemakai baju hazmat biru tersebut yakni drg Mahar Rosa Erwidawan (29).

Seusai menyelesaikan pekerjaannya, dia pun sudi berbagi penjelasan kepada Betanews.id tentang profesinya tersebut. Dia mengatakan, agar tetap bisa melayani para pasien di tengah pandemi corona, ia pun harus rela menggunakan APD level tiga. Meski agak ribet dan mengganggu, hal itu harus dilaksanakannya, karena sudah jadi prosedur dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

drg Mahar Rosa Erwidawan yang bertugas di Mili Dental Care. Foto: Rabu Sipan.

“Ini prosedur. Jadi harus dijalankan, agar bisa tetap memberi layanan perawatan kesehatan gigi untuk para pasien di tengah pandemi Corona yang melanda,” ujar pria yang akrab disapa Mahar tersebut.

Baca juga: Tampil Percaya Diri dengan Perawatan Gigi di Mili Dental Care

Pria lulusan Fakuktas Kedokteran Gigi UGM itu menuturkan, selain menggunakan APD, ruangan praktik juga dilengkapi sinar UVC. Menurut badan kesehatan dunia (WHO), sinar UVC mampu membunuh virus Corona. Selain itu, sirkulasi udara ruangan juga harus bagus, sebagai pembunuh semua virus yang terdapat di udara karena Aerosol.

Setelah memberi penjelasan protokol praktik pelayanan perawatan gigi pada pasien, Mahar pun sudi memberi tiga tips menjaga kesehatan gigi di rumah selama pandemi covid-19. Pertama, agar gigi tetap sehat, dianjurkan sikat gigi rutin setelah makan dan sebelum tidur. Kedua, gunakan mouthwash yang mengandung chloren dioxide povidone iodin.

“Ketiga, bila sakit minum obat penghilang rasa nyeri. Namun, bila sakit masih berlanjut bisa ke dokter gigi, karena dokter gigi masih menerima perawatan darurat,” bebernya.

Baca juga: Pernah Minder dengan Penampilan, Diana Siap Bantu Para Wanita di Funny Beauty Studio

Kedaruratan itu sendiri, tambahnya, antara lain sakit yang tak tertahankan atau pendarahaan di area mulut dan gigi yang tidak berhenti, trauma gigi karena kecelakaan atau akibat benturan, dan gusi bengkak maupun gigi goyah.

“Begitulah tips menjaga kesehatan gigi. Semoga bermanfaat. Jaga selalu kesehatan gigi dan mulut agar senyum dan kita makin percaya diri,” tutup Mahar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Manov Cosmetics, Toko Kosmetik dengan Harga Murah dan Terlengkap di Kudus

0
Yusika saat beraktivitas di toko kosemetik miliknya, yakni Manov Cosmetics. Foto : Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, KUDUS – Harum aroma bedak dan parfum menyeruak di toko kosmetik yang berada di Jl Wijaya Kusuma, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Beberapa pengunjung tampak memilih kuteks, sabun cuci muka dan beberapa produk lain yang ada toko tersebut.

Ialah Manov Cosmetics, yang menyediakan kosmetik berbagai merek serta peralatan tata rias dengan harga yang murah juga terlengkap. Kemudian ada juga beberapa produk skin care bagi para pembeli yang mempunyai keluhan kulit bermasalah.

Beberapa konsumen sedang memilih kosmetik di Manov Cosmetics. Foto : Titis Widjayanti

Manov Cosmetics ini sendiri berdiri sejak 2017, dengan lokasi yang beberapa kali juga berpindah.Dengan berpindahnya tempat itu pula, produk yang dijual di toko tersebut juga harus menyesuaikan selera pasar.

Baca juga : Funny Beauty Studio, Andalkan Tenaga Ahli untuk Manjakan Pelanggan

“Awalnya karena memang dari dulu basic saya tari. Terus suka make up juga dan akhirnya mendalami tentang make up. Karena kalau di tari juga biasanya make up sendiri. Ya udah, akhirnya buka toko di tahun 2017. Awalnya di kawasan UMK, setelah itu akhir tahun 2019 mulai buka di sini,” papar Yusika, pemilik Manov Cosmetics, Sabtu (30/5/2020).

Perempuan berkerudung hijau muda itu melanjutkan, karena hal itu pula, akhirnya ia menyesuaikan lingkungan sekitar. Lebih jelas, ia menyebutkan pasar yang dia target berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya untuk beberapa produk, jika awalnya pangsa pasar adalah anak remaja dan kuliah dengan produk seperti Emina menjadi unggulan. Mulai dari kosmetik sampai skin care. Akan tetapi sejak pindah dan buka di rumah, pelanggan yang datang lebih memilih beberapa merek produk lain. Seperti MS Glow dan Purbasari.

“Karena beda tempat beda pasar, jadi produk yang saya jual juga menyesuaikan dengan permintaan pasar. Dulu di daerah UMK itu lebih ke anak remaja dan kuliahan. Sehingga merek seperti Emina cukup laris. Karena selain harganya juga terjangkau, secara merek dia masih booming-boomingnya. Terus di sini lebih banyak yang cari seperti Purbasari, MS Glow dan Wardah ya. Karena memang Wardah belum ada saingannya buat sekitar sini,” kata dia.

Baca juga : Wajah Lebih Muda dengan Perawatan Galva Face di Mariana Salon & Bridal

Untuk kualitas, Yusika memastikan, produknya terjaga dan aman. Karena ia menjual produk dengan merek yang sudah ada izin edar dan atau yang ada BPOM nya. Untuk beberapa produk lain yang tidak ada izin edar, Yusika menolak menjual meskipun hingga saat ini beberapa pelanggan yang datang bertanya. Kemudian, terkait harga sesuai dengan merek, yakni interval dari Rp 9 ribu sampai dengan Rp 200 ribuan.

“Kalau produk di sini memang sekitar interval harga segitu ya Mbak. Kecuali yang sepaket itu bisa lebih dari Rp 200 sampai Rp 300 an ribu. Ya kami menyesuaikan sama pasar pokoknya,” ungkap dia.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ayah dan Anak di Kudus Positif Covid-19, Hari Ini Sang Ayah Meninggal

0
Proses pemakaman jenazah menggunakan protokol Covid-19 di Makam Kembar Kudus. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Di antara warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kudus, dua di antaranya merupakan ayah (57) dan anak (23). Mereka tercatat merupakan warga Kecamatan Kota, Kudus. Hari ini, Senin (1/6/2020), Sang Ayah meninggal dunia dengan penyakit penyerta, setelah lebih sepekan dirawat intensif di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Jenazah kemudian dikebumikan di Makam Kembar Jalan Pramuka, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Senin sore dengan protokol Covid-19.

Menurut adik pasien yang meninggal, Fadil Kusdiyanto (54), kakaknya mulai dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus sejak Kamis (21/5/2020). Pasien memiliki penyakit pada paru-parunya.

Proses pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Makam Kembar Kudus. Foto : Imam Arwindra

Menurut dokter yang memeriksa, lanjut Fadil, terdapat cairan pada paru-paru sehingga sulit bernafas. “Ini informasinya, anaknya laki-laki juga positif (Covid-19) kemarin. Sekarang masih di RSUD,” ungkapnya saat ditemui ketika proses pemakaman.

Baca juga : Waspada, Kudus Ditetapkan sebagai Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

Fadil melanjutkan, selama kakaknya dirawat, anak laki-laki kakaknya yang selalu mendampingi ketika masih dirawat di rumah sakit. “Anaknya itu dari Jogjakarta,” tambahnya.

Dikatakan Fadil, dia mengetahui kakaknya terkonfirmasi Covid-19 bukan dari rumah sakit tempat dirawat, melainkan dari pihak pemerintah kelurahan yang datang ke rumahnya.

“Dites swab (kakak) itu hari Sabtunya (23/5/2020). Itu pun dari rumah sakit tidak memberitahukan apapun hasilnya,” ungkapnya.

Saat mengetahui kakaknya positif, seluruh keluarga menjalani tes rapid. Hasil negatif semua.”Kecuali anak laki-laki yang mendampingi (kakak) di rumah sakit,” ungkapnya.

Baca juga : Awal Juni, Kudus Sudah Bisa Lakukan Tes Swab Sendiri

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi mengungkapkan, anak dari pasien positif Covid-19 yang meninggal, swabnya keluar tanggal 31 Mei. Hasilnya, yakni terkonfirmasi positif dan pasien sudah dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

“Pasien tidak memiliki penyakit penyerta dan riwayat pasien yakni kontak dengan penderita positif Covid-19 dan riwayat perjalanan dari Yogyakarta,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Waspada, Kudus Ditetapkan sebagai Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

0
Juru Bicara Satgas PenangananCovid-19 Kabupaten Kudus, Andini Aridewi. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai salah satu wilayah di eks Karesidenan Pati sebagai transmisi lokal baru Covid-19. Selain Kabupaten Kudus, wilayah lainnya yakni Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati dan Kabupaten Jepara. Hanya Kabupaten Rembang menjadi satu-satunya wilayah yang belum ditetapkan di eks Karesidenan Pati.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi, Kudus menjadi daerah transmisi lokal sebelum Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut menurut Andini, dilihat dari notifikasi pemerintah Provinsi Jawa Tengah berdasarkan aplikasi masuk dari masing-masing fasilitas kesehatan.

“Kalau melihat notifikasi Provinsi Jawa Tengah berdasarkan aplikasi masukan dari masing-masing faskes, transmisi lokal terjadi di Kudus sebelum Lebaran. Dan, saat Lebaran ada kasus lagi,” jelasnya, Senin, (1/6/2020).

Andini menjelaskan, istilah transmisi lokal yaitu keberadaan virus Covid-19 yang sudah tersebar di tengah masyarakat lokal itu sendiri, sehingga seseorang bisa terinfeksi tanpa harus berpergian keluar wilayah atau bertemu dengan orang asing dari luar wilayah.

Dia menduga, proses transmisi lokal tidak terjadi di rumah sakit dan pusat keramaian, melainkan dari lingkungan masyarakat atau keluarga.

Baca juga : Awal Juni, Kudus Sudah Bisa Lakukan Tes Swab Sendiri

Dengan adanya hal tersebut, lanjut Andini, masyarakat harus lebih waspada lagi dengan penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu, mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.

“Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah, menerapkan physical distancing, social distancing dan selalu mengenakan masker,” tuturnya.

Andini juga menuturkan, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus meningkat. Menurutnya, dari total awal 52 pasien, kini menjadi 56 pasien positif Corona. Kenaikannya sebanyak empat kasus.

Dia merinci, dari total 56 kasus tersebut, enam pasien masih dirawat, satu isolasi mandiri, lima meninggal dan 44 sembuh.

“Untuk empat kasus baru, yakni tiga dari dalam wilayah Kudus sendiri dan satu dari luar wilayah. Ini juga ada satu pasien yang meninggal asal Kecamatan Kota (Kudus),” ungkapnya.

Andini menjelaskan, empat kasus baru tersebut, rinciannya, pertama seorang laki-laki usia 23 tahun asal Kecamatan Kota, Kudus. Pasien tidak memiliki penyakit penyerta, namun memiliki kontak dengan pasien positif Covid-19. Selain itu, pasien juga memiliki riwayat perjalanan dari Yogyakarta.

“Dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi mulai tanggal 30 Mei. Dan hasil swab dinyatakan positif tanggal 31 Mei,” tutur Andini.

Selanjutnya yakni seorang perempuan 55 tahun asal Kecamatan Gebog. Menurut Andini, pasien memiliki kontak dengan penderita Covid-19. Setelah dilakukan tes rapid tanggal 29 Mei dengan hasil reaktif Corona, pasien dilanjutkan dengan tes swab. Hasilnya terkonfirmasi Covid-19 tanggal 31 Mei.

“Pasien tidak memiliki penyakit penyerta dan segera dilakukan perawatan di RSUD dr Loekmono Hadi,” tambahnya.

Baca juga : Hartopo Sebut Kepatuhan Protokol Covid-19 di Desa Lebih Rendah Ketimbang di Kota

Selanjutnya, yakni perempuan asal Kecamatan Kaliwungu, usia 39 tahun, tanpa penyakit penyerta. Pasien tidak ada riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dan riwayat perjalanan daerah terjangkit.

Menurut Andini, pasien sudah dilakukan swab dua kali yakni tanggal 29 dan 30 Mei. Hasil swab pertama dinyatakan positif dan swab kedua masih proses tunggu.”Pasien ini nakes. Kondisi baik dan dapat melakukan isolasi mandiri,” tuturnya.

Terakhir, yakni pasien dari luar Kabupaten Kudus. Yakni perempuan, 43 tahun dari Kecamatan Gajah, Demak. Dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi sejak 30 Mei.Pasien tidak memiliki penyakit penyerta, namun memiliki kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah dilakukan tes swab, tanggal 31 Mei hasilnya keluar dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

“Untuk tracking kontak dan tindak lanjut lainnya dilakukan oleh dinas kesehatan setempat,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Awalnya Ikut-Ikutan, Kini Bonsai Jadi Mata Pencaharian Ali Fadli

0
Ali Fadli sedang merawat salah satu bonsai yang dijual di rumahnya, Sabtu (30/5/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah pohon bonsai dengan kawat melilit batangnya tampak di halaman sebuah rumah di Desa Gondangmanis RT 04 RW 04, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang pria dengan pelan-pelan mulai melepas kawat tersebut. Dia yakni Muhammat Ali Fadli (28), pemilik Bonsaiku.

Sambil melepas kawat, Ali sapaan akrabnya berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya itu. Awalnya dia hanya ikut-ikutan temannya. Setelah satu tahun menekuni, bonsai buatannya ternyata diminati teman-temannya dan dibeli. Dari situlah kemudian dia tertarik untuk menekuni bisnis tersebut.

Ali Fadli sedang merawat salah satu bonsai yang dijual di rumahnya, Sabtu (30/5/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

“Awalnya saya ikut-ikutan teman, mulai tahun 2018 lalu. Kalau jualan belum lama, baru sekitar satu tahun. Gara-gara bonsai saya dibeli teman-teman, jadi saya tertarik untuk bisnis bonsai,” paparnya, Sabtu (30/5/2020).

Baca juga: Bonsaiku, Jual Bonsai Cantik Harga Menarik

Saat awal menekuni bonsai, dia juga pernah beberapa kali gagal. Menurutnya, dalam proses merawat tanaman kerdil perlu kesabaran. Karena proses pembentukan bisa membutuhkan waktu lama jika mulai dari kecil.

“Paling susah perawatan asam jawa, penggantian media akar harus utuh. Karena rawan mati jika ada yang tertinggal akarnya. Awal-awal gagal karena masih belajar. Saya belajar dari teman-teman dan tutorial dari Youtube,” terang bapak satu anak itu.

Ali juga berbagi tips perawatan bonsai. Untuk penyiraman pohon dilakukan pagi hari dan sore hari, jangan saat matahari masih terik. Kemudian, pohon harus terkena sinar matahari secara langsung, minimal selama enam jam.

Baca juga: Di Lahan 3000 Meter Persegi, Aan Wujudkan Mimpi Buat Tempat Wisata Edukasi Buah Anggur

Untuk pertumbuhan pohon, menurutnya setiap pohon membutuhkan waktu yang berbeda. Jadi perlu dicek terus agar tidak terlambat melepas kawatnya.

“Diberi pupuk juga jangan lupa. Untuk pupuk cukup dua pekan sekali saja. Yang penting saat proses pembentukan pohon harus dipantau terus. Jika kawat sudah mulai masuk dikulit pohon berarti sudah bisa dilepas,” tutup Ali.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ganjar Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Intimidasi Perawat di Sragen

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta polisi mengusut dan menindak tegas pelaku pengancaman dan intimidasi terhadap seorang perawat di UPTD Puskesmas Kedawung, Kabupaten Sragen.

Ancaman ini didapatkannya seusai melakukan pemeriksaan terhadap pasien Covid-19. Intimidasi yang diberikan melalui pesan WhatsApp tersebut membuat petugas kesehatan itu ketakutan.

“Saya harap polisi tidak usah ragu. Kami mendukung siapa pun yang mengancam untuk ditindak, apalagi kepada tenaga medis,” kata Ganjar, Minggu (31/5/2020).

Ganjar mengatakan sudah mendapatkan laporan ancaman tersebut. Dia juga mendapat informasi korban pengancaman menjadi trauma dan ketakutan. Makanya, dia meminta agar korban melaporkan kepada petugas secara gamblang tentang apa yang terjadi, sehingga cepat bisa diselesaikan.

Baca juga: Risau Ada Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19, Ganjar : ‘Mereka Bukan Musuh’

“Saya minta korban melaporkan secara gamblang. Tidak boleh ada stigma-stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka,” pinta Ganjar.

Ganjar meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap para petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya melawan Covid-19. Sebab menurutnya, semuanya sudah dilakukan sesuai standar dan prosedur yang ada.

“Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Tolong jangan ada yang aneh-aneh, kita lagi dalam kondisi sulit. Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja,” tegasnya.

Ganjar juga mengatakan masih mendalami persoalan itu. Sebab dari laporan yang masuk, belum jelas kronologi pengancaman, penyebab dan faktor lainnya.

Baca juga: Pemimpin Harus Rela Diinjak, Ganjar: ‘Berani Korupsi Saat Pandemi, Tak Pecat dan Seret ke KPK’

Dari informasi yang ada, ancaman itu terjadi pada Jumat (29/5/2020) pagi. Kronologinya, ada keluarga yang anggotanya positif. Kemudian, petugas datang untuk melakukan rapid test dan keperluan lain kepada keluarga pasien. Diduga, karena adanya pemeriksaan tersebut, salah satu keluarga merasa agak dikucilkan karena warga sekitar tidak berani mendekat. Oleh sebab itu, pelaku mengancam salah satu petugas Puskesmas.

“Sebenarnya kalau saya bisa tahu orangnya (korban), saya pengen telepon untuk dengar sendiri. Saya ingin dengar siapa yang mengancam, apa persoalannya sehingga jelas apa yang terjadi. Kalau memang korban ketakutan atau trauma, akan kami bawa ke shelter agar dia aman,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Tampil Percaya Diri dengan Perawatan Gigi di Mili Dental Care

0
Seorang pelanggan sedang menerima perawatan gigi di Mili Dental Care, Sabtu (30/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Deretan mobil tampak terparkir di tepi selatan Jalan Letkol Tit Sudono, tepatnya di salah satu deretan rumah toko (Ruko) Ahmad Yani, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus. Di dalam satu bangunan ruko tersebut, beberapa orang terlihat sedang duduk di tempat yang disediakan. Mereka mengantri untuk menerima perawatan. Tempat tersebut yakni Mili Dental Care tempat perawatan kesehatan dan kecantikan gigi.

Manajer Mili Dental Care Ergagas Gesang Pasanti (31) mengatakan, pihaknya hadir di Kudus mulai Mei 2020 sebagai jawaban bagi mereka yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan maupun kecantikan gigi dengan alat dan bahan terbaik. Tentunya dengan tenaga ahli juga yakni drg Mahar Rosa Erwidawan.

Manajer Mili Dental Care Ergagas Gesang Pasanti. Foto: Rabu Sipan.

“Kesehatan gigi ini memang unik. Karena berpengaruh juga sama kepercayaan diri maupun penampilan. Oleh karena itu harus ditangani oleh ahlinya. Bahan serta alatnya juga harus berkualitas. Sehingga bisa mendapatkan hasil sesuai harapan,” ujar perempuan yang akrab disapa Erga kepada Betanews.id, Sabtu (30/5/2020).

Baca juga: Wajah Lebih Muda dengan Perawatan Galva Face di Mariana Salon & Bridal

Perempuan beranak satu itu melanjutkan, Mili Dental Care juga menyediakan tempat yang nyaman. Perawatan juga diberikan dengan harga yang sangat terjangkau, namun hasilnya tetap sangat memuaskan.

Dia kemudian merinci aneka macam layanan yang ada di Mili Dental Care. Perawatannya antara lain, tambal dan cabut gigi, bedah mulut minor, pemutihan gigi atau bleaching, veneer gigi serta pemasangan behel.

“Bagi para calon pasien yang tidak ingin mengantri, bisa booking dulu di nomor 0812 8591 9955,” ungkap Erga di tempat perawatan gigi yang buka dari hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 13.00 WIB hingga 21.00 WIB itu.

Perempuan yang tercatat sebagai warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus itu menuturkan, meski baru buka sekitar sebulan, tapi nama besar dokter gigi yang menangani Mili Dental Care sudah banyak dikenal. Sehingga pelanggannya juga sudah lumayan banyak.

Baca juga: Funny Beauty Studio, Andalkan Tenaga Ahli untuk Manjakan Pelanggan

Menurutnya, pelanggan Mili Dental Care tidak hanya orang Kudus saja, tapi juga datang dari lain daerah. Di antaranya, Semarang, Demak, Jepara, Purwodadi, Pati dan daerah lainnya.

“Semoga saja Mili Dental Care makin dikenal dan menjadi rujukan bagi mereka yang ingin punya gigi sehat, cantik dan rapi,” tutup Erga.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -