31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Ganjar Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Intimidasi Perawat di Sragen

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta polisi mengusut dan menindak tegas pelaku pengancaman dan intimidasi terhadap seorang perawat di UPTD Puskesmas Kedawung, Kabupaten Sragen.

Ancaman ini didapatkannya seusai melakukan pemeriksaan terhadap pasien Covid-19. Intimidasi yang diberikan melalui pesan WhatsApp tersebut membuat petugas kesehatan itu ketakutan.

“Saya harap polisi tidak usah ragu. Kami mendukung siapa pun yang mengancam untuk ditindak, apalagi kepada tenaga medis,” kata Ganjar, Minggu (31/5/2020).

-Advertisement-

Ganjar mengatakan sudah mendapatkan laporan ancaman tersebut. Dia juga mendapat informasi korban pengancaman menjadi trauma dan ketakutan. Makanya, dia meminta agar korban melaporkan kepada petugas secara gamblang tentang apa yang terjadi, sehingga cepat bisa diselesaikan.

Baca juga: Risau Ada Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19, Ganjar : ‘Mereka Bukan Musuh’

“Saya minta korban melaporkan secara gamblang. Tidak boleh ada stigma-stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka,” pinta Ganjar.

Ganjar meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap para petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya melawan Covid-19. Sebab menurutnya, semuanya sudah dilakukan sesuai standar dan prosedur yang ada.

“Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Tolong jangan ada yang aneh-aneh, kita lagi dalam kondisi sulit. Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja,” tegasnya.

Ganjar juga mengatakan masih mendalami persoalan itu. Sebab dari laporan yang masuk, belum jelas kronologi pengancaman, penyebab dan faktor lainnya.

Baca juga: Pemimpin Harus Rela Diinjak, Ganjar: ‘Berani Korupsi Saat Pandemi, Tak Pecat dan Seret ke KPK’

Dari informasi yang ada, ancaman itu terjadi pada Jumat (29/5/2020) pagi. Kronologinya, ada keluarga yang anggotanya positif. Kemudian, petugas datang untuk melakukan rapid test dan keperluan lain kepada keluarga pasien. Diduga, karena adanya pemeriksaan tersebut, salah satu keluarga merasa agak dikucilkan karena warga sekitar tidak berani mendekat. Oleh sebab itu, pelaku mengancam salah satu petugas Puskesmas.

“Sebenarnya kalau saya bisa tahu orangnya (korban), saya pengen telepon untuk dengar sendiri. Saya ingin dengar siapa yang mengancam, apa persoalannya sehingga jelas apa yang terjadi. Kalau memang korban ketakutan atau trauma, akan kami bawa ke shelter agar dia aman,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER