31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua remaja perempuan mengenakan jilbab berwarna putih tampak sedang membuat edible film di ruangan Labotarorium Kimia, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus, Selasa (25/02/2020). Mereka yakni Niken Ayu Khoirun Nisa dan Faliha Ibriza Tsaniya, peraih medali emas dan spesial award pada ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2020 yang berlangsung pada 20-22 Februari 2020 di Kuala Lumpur Malaysia atas karya inovasi plastik kemasan bungkus makanan ramah lingkungan dari tepung mocaf dan tepung ganyong (canna flour).

Siswi MAN 1 Kudus sedang praktik membuat plastik ramah lingkungan yang berbahan dasar tepung mocaf dan tepung ganyong. Foto : Ahmad Rosyidi

Usai proses pembuatan, mereka sudi berbagi cerita kepada betanews.id tentang hasil penelitiannya itu. Satu di antara mereka mengungkapkan, jika ide membuat edible film tersebut berawal dari Laila Fitriya Muthoharoh. “Satu kelompok ada tiga orang, sebenarnya ide awal dari Laila yang saat ini izin karena sakit,” jelas Niken.

Setelah mendapat ide, kemudian mereka melakukan penelitian lebih kurang sekitar empat bulan. Menurutnya, penggunaan plastik di Indonesia sangat tinggi. Karena plastik tidak ramah lingkungan, mereka sepakat untuk membuat edible film, yakni pengganti plastik untuk membungkus makanan yang jauh lebih ramah lingkungan.

-Advertisement-

“MTE kemarin itu diikuti 10 negara, dari Indonesia sendiri ada 29 kelompok. Dari Indonesia kebanyakan penelitian, kalau dari luar membuat alat yang canggih. Awalnya tidak menyangka dapat medali emas, karena peserta yang lain juga bagus. Saat dipanggil, kita masih duduk, karena kita kira salah panggil,” terangnya sambil tersenyum.

Setelah terdiam dan belum maju, akhirnya pendamping mereka meyakinkan bahwa yang dipanggil memang benar dari MAN 1 Kudus. Niken berharap bisa terus mengembangkan hasil penelitiannya dan belajar lebih giat, agar bisa menjadi peneliti bergabung di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Faliha Ibriza Tsaniya menambahkan, pengganti plastik ramah lingkungan ini masih belum tahan jika digunakan membungkus makanan yang mengandung minyak tinggi. “Masih mudah terurai jika terkena minyak. Nantinya kita akan melakukan penelitian lebih lanjut agar bisa tahan terhadap minyak,” tambahnya.

Sementara itu, Nur Fais (42), Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 Kudus mengungkapkan, bahwa ke depan ingin meningkatkan kemampuan murid yang lain agar bisa ikut lomba dan berprestasi juga. Selain itu, dengan kemenangan ini, bisa ikut ajang yang lebih tinggi. “Tetapi pihak sekolah juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan stake holder yang ada,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER