BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah vokasi binaan Djarum Foundation di Kabupaten Kudus, Kamis (12/3/2026). Kunjungan ini bertujuan mendorong ekspor jasa dari talenta muda lulusan sekolah vokasi agar mampu menembus pasar internasional.
Dalam agenda tersebut, Mendag mengunjungi tiga sekolah, yakni SMK Raden Umar Said yang dikenal dengan animasi terbaik, SMK Banat dengan desainer pakaian, dan SMK Wisuda Karya Kudus yang cukup dikenal jurusan mesin, elektronik hingga pelayaran.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton.
Baca juga: 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi di Jateng Terserap Tenaga Kerja
Budi Santoso mengatakan, pemerintah ingin memperluas pasar bagi tenaga kerja terampil lulusan sekolah vokasi, khususnya di bidang ekonomi kreatif seperti animasi, fashion, hingga teknik mekatronika.
“Tugas kami di Kementerian Perdagangan adalah mencarikan pasar bagi tenaga kerja terampil. Kita ingin ekspor Indonesia tidak hanya barang, tetapi juga jasa,” ujar pria yang akrab disapa Busan di SMK Wisuda Karya.
Menurutnya, pemerintah memiliki 46 perwakilan perdagangan di berbagai negara yang dapat membantu membuka akses pasar bagi talenta muda Indonesia. Melalui jaringan tersebut, lulusan sekolah vokasi di Kudus berpeluang mendapatkan mitra kerja maupun pembeli jasa dari luar negeri.
Ia mencontohkan, pemerintah sebelumnya telah melakukan misi dagang ke Jerman yang menghasilkan kontrak kerja bagi sekitar 4 ribu tenaga kerja ahli Indonesia.
“Skemanya bisa melalui business matching dengan buyer di luar negeri. Kita punya perwakilan perdagangan di Tokyo dan Osaka yang bisa membantu mencarikan partner bagi sekolah-sekolah ini,” jelasnya.
Busan juga mengapresiasi program pendidikan vokasi yang dijalankan Djarum Foundation melalui sejumlah SMK di Kudus.Menurutnya, kualitas lulusan sekolah tersebut sudah siap bersaing di dunia kerja profesional.
“Saya melihat langsung tenaga kerja yang dihasilkan sangat terampil dan profesional. Mereka sudah siap masuk ke dunia kerja,” sebutnya.
Program Manajer Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Puskamagma, mengatakan selama ini para siswa SMK binaan telah dibekali kemampuan sesuai standar industri.
Para siswa bahkan sudah terbiasa mengerjakan proyek untuk kebutuhan industri dalam dan luar negeri.Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah akses pasar bagi talenta muda tersebut.

