Klaim Mayoritas Siswa Ingin MBG Dilanjutkan, Mu’ti Sebut Sudah Berdasarkan Penelitian

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut mayoritas siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan program tersebut tetap dilanjutkan. Kesimpulan itu diperoleh dari data penerima manfaat yang terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional serta hasil penelitian di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti saat menghadiri kegiatan di SD Aisyiyah Multilingual Kudus, Sabtu (13/6/2026). Menurutnya, dukungan terhadap program MBG datang langsung dari para siswa yang telah merasakan manfaat program tersebut.

Mu’ti menjelaskan jumlah siswa penerima MBG saat ini mencapai sekitar 43,4 juta anak. Angka tersebut setara dengan sekitar 80,9 persen dari total siswa di Indonesia yang mencapai lebih dari 53 juta orang.

-Advertisement-

Ia mengakui sempat keliru menyebut angka tersebut sebagai jumlah guru dalam pernyataan sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa data yang benar merujuk pada jumlah siswa penerima manfaat program MBG.

“Yang benar adalah 43 juta murid dan sebagian besar dari mereka meminta supaya MBG dilanjutkan,” kata Mu’ti.

Baca juga : Mendikdasmen Resmikan Kelas Internasional Bertarif Lokal di SD Aisyiyah Multilingual Kudus

Menurutnya, data siswa penerima MBG kini telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat mengetahui identitas penerima manfaat secara rinci, mulai dari nama, alamat, hingga sekolah asal.

“Karena sudah masuk dalam Dapodik, pemerintah memiliki basis data yang lebih akurat dalam melakukan evaluasi program. Data tersebut juga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan terkait keberlanjutan MBG,” bebernya.

Saat ditanya mengenai dasar klaim bahwa mayoritas siswa menginginkan program tersebut dilanjutkan, Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan data administrasi. Sejumlah penelitian dan pemantauan langsung ke lapangan juga telah dilakukan.

Penelitian mengenai pelaksanaan MBG dilakukan oleh berbagai pihak dan sejumlah lembaga. Selain itu, pemerintah juga menerima banyak masukan langsung dari para siswa penerima manfaat.

“Kami turun ke lapangan, bahkan ada penelitian juga dari beberapa lembaga. Kami juga bertanya langsung kepada para siswa,” sebutnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER