BETANEWS.ID, KUDUS — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan International Class Program (ICP) di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Sabtu (13/6/2026). Program tersebut menjadi langkah sekolah dalam menyiapkan siswa yang memiliki daya saing global sejak usia dini.
Peresmian kelas internasional itu dilakukan bersamaan dengan peletakan batu bata pertama pembangunan lantai tiga gedung sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sarana dan peningkatan mutu pendidikan di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam.
Abdul Mu’ti mengatakan, kehadiran kelas internasional di tingkat sekolah dasar diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya. Menurutnya, program tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk meraih cita-cita di masa depan.
Ia menjelaskan, siswa yang mengikuti program ICP akan dipersiapkan sejak dini dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan pada era global. Selain penguatan akademik, para siswa juga akan mendapatkan pembelajaran bahasa secara lebih intensif.
“Di kelas internasional ini para siswa akan disiapkan sejak dini dengan berbagai kemampuan, khususnya terkait bahasa dan kemampuan akademik,” ujar Mu’ti.
Baca juga : Dies Natalis ke-46, UMK Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu dan Karya Berdaya Saing Global
Menurutnya, saat ini SD Aisyiyah Multilingual Kudus baru membuka satu kelas internasional. Program tersebut akan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.
Mu’ti menilai langkah yang dilakukan sekolah tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dapat diakses masyarakat luas. Konsep sekolah bertaraf internasional dengan biaya yang tetap terjangkau dinilai mampu memperluas akses pendidikan bermutu.
“Sehingga sangat membantu program pemerintah. Kami berprinsip sesuai visi pendidikan bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta,” katanya.
Terkait rencana penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar, Mu’ti menyebut pemerintah saat ini tengah menyiapkan sumber daya pendukung, salah satunya melalui pelatihan guru SD di berbagai daerah.
“Kami menargetkan kesiapan tenaga pendidik dapat tercapai sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas pada 2027. Dengan demikian, proses pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar dapat berjalan lebih optimal,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, Ulin Ni’am, mengatakan persiapan pembukaan ICP telah dilakukan sejak tahun lalu. Hal tersebut merupakan arahan langsung dari Mendikdasmen.
“Untuk ICP, kami baru membuka satu kelas. Jadi, pada tahun ajaran baru mendatang akan ada empat kelas satu, terdiri atas satu kelas ICP dan tiga kelas reguler. Kapasitas masing-masing kelas nantinya 28 siswa,” ujarnya.
Editor: Kholistiono

