BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah pohon bonsai dengan kawat melilit batangnya tampak di halaman sebuah rumah di Desa Gondangmanis RT 04 RW 04, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang pria dengan pelan-pelan mulai melepas kawat tersebut. Dia yakni Muhammat Ali Fadli (28), pemilik Bonsaiku.
Sambil melepas kawat, Ali sapaan akrabnya berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya itu. Awalnya dia hanya ikut-ikutan temannya. Setelah satu tahun menekuni, bonsai buatannya ternyata diminati teman-temannya dan dibeli. Dari situlah kemudian dia tertarik untuk menekuni bisnis tersebut.

“Awalnya saya ikut-ikutan teman, mulai tahun 2018 lalu. Kalau jualan belum lama, baru sekitar satu tahun. Gara-gara bonsai saya dibeli teman-teman, jadi saya tertarik untuk bisnis bonsai,” paparnya, Sabtu (30/5/2020).
Baca juga: Bonsaiku, Jual Bonsai Cantik Harga Menarik
Saat awal menekuni bonsai, dia juga pernah beberapa kali gagal. Menurutnya, dalam proses merawat tanaman kerdil perlu kesabaran. Karena proses pembentukan bisa membutuhkan waktu lama jika mulai dari kecil.
“Paling susah perawatan asam jawa, penggantian media akar harus utuh. Karena rawan mati jika ada yang tertinggal akarnya. Awal-awal gagal karena masih belajar. Saya belajar dari teman-teman dan tutorial dari Youtube,” terang bapak satu anak itu.
Ali juga berbagi tips perawatan bonsai. Untuk penyiraman pohon dilakukan pagi hari dan sore hari, jangan saat matahari masih terik. Kemudian, pohon harus terkena sinar matahari secara langsung, minimal selama enam jam.
Baca juga: Di Lahan 3000 Meter Persegi, Aan Wujudkan Mimpi Buat Tempat Wisata Edukasi Buah Anggur
Untuk pertumbuhan pohon, menurutnya setiap pohon membutuhkan waktu yang berbeda. Jadi perlu dicek terus agar tidak terlambat melepas kawatnya.
“Diberi pupuk juga jangan lupa. Untuk pupuk cukup dua pekan sekali saja. Yang penting saat proses pembentukan pohon harus dipantau terus. Jika kawat sudah mulai masuk dikulit pohon berarti sudah bisa dilepas,” tutup Ali.
Editor: Ahmad Muhlisin

