31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaBISNISLebih Menjanjikan dan...

Lebih Menjanjikan dan Tak Ada Matinya, Usman Sukses Budi Daya Lele

BETANEWS.ID, KUDUS – Bangunan beratap fiber berdinding seng di sebuah persawahaan Dukuh Kadilangon, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, sore itu tampak sepi aktivitas. Hanya ada seorang pria yang sedang menakar pakan sambil berbincang-bincang dengan calon pembeli.

Setelah dirasa cukup, pakan yang ditakar itu kemudian dibawa dan ditaburkan ke belasan kolam berbentuk bulat yang berisi lele. Sontak, ikan berpatil tersebut kemudian berebut mendapatkan pakan. Seusai memberi makan, pria yang diketahui bernama Usman Assegaf (42) itu lantas menceritakan usaha yang ditekuinnya itu.

Usman Assegaf sedang menjelaskan kondisi lele kepada calon pembeli di tempat budi daya miliknya, Sabtu (2/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

Pria yang akrab disapa Usman itu mengatakan, sudah sembilan bulan menekuni usaha budi daya lele. Ia memilih bisnis pendederan, yaitu menyediakan bibit lele ukuran tujuh hingga sembilan sentimeter. Menurutnya, perputaran uang di penjualan lele ukuran itu bisa lebih cepat.

- Ads Banner -

“Pendederan itu kita beli bibit lele ukuran tiga sampai lima sentimeter. Dipelihara satu bulan sudah bisa panen dan sudah bisa dijual,” ujar Usman, Sabtu (2/5/2020).

Baca juga: Harga Sentuh Rp 5 juta per Ekor, Suyatno Bagikan Tips Sukses Ternak Ayam Kalkun

Selain itu, kata dia, pendederan juga lebih irit pakan daripada proses pembesaran lele. Dalam masa satu panen, biasanya menghabiskan sekitar 13 kilogram pelet pur. Selain itu juga tidak terlalu ribet kayak proses pemijahan ikan berpatil tersebut.

“Bibit lele dari proses budi daya pendederan juga lebih diminati para peternak lele pembesaran. Sebab bisa mempersingkat waktu panen,” jelas Warga Desa Glantengan, Kecamatan Kota, kabupaten Kudus itu.

Dalam penjualannya, ia menyediakan bibit lele ukuran tujuh sampai sembilan sentimeter, sampling satu kilogram berisi 125 ekor dengan harga Rp 250 ribu per seribu ekor. Ukuran delapan dan dua belas sentimeter, sampling satu kilogram berisi 70 ekor dihargai Rp 350 ribu per seribu ekor.

“Sedangkan untuk lele baru gede (LBG), sampling 40 ekor per kilogram kami jual dengan harga Rp 25 ribu,” jelas pria yang saat itu mengenakan celana loreng tersebut.

Dia menuturkan, merintis usaha budi daya ikan lele karena menurutnya sektor agribisnis lebih menjanjikan. Sebab, setiap manusia itu pasti membutuhkan protein hewani. Satu di antaranya dari ikan, termasuk ikan lele.

“Jadi usaha budi daya lele itu selain menjanjikan juga gak ada matinya. Karena setiap orang pasti butuh ikan sebagai pelengkap atau lauk makan,” jelas pria berjenggot tersebut.

Baca juga: Melihat Proses Pengasapan Ikan di Doropayung Pati

Usman bersyukur, meski baru sembilan bulan terjun di usaha budi daya lele, pelanggan sudah lumayan banyak. Selain dari Kudus ada juga pembeli dari Jepara dan Demak. Saat ini, per bulan dia mampu menjual 30 ribu ekor bibit lele.

“Sudah lumayan sih penjualannya. Namun masih jauh dari target. Karena target saya, sebulan harus bisa menjual 100 ribu ekor bibit lele,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler