Beranda blog Halaman 1828

MCK Smile Mart, Pusat Pembersih Perabot Rumah Tangga Terlengkap di Kudus

0
Beragam produk pembersih tersedia di MCK Smile Mart Kudus. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus tampak bangunan berlantai dua. Di lantai satu bangunan tersebut terlihat beberapa rak penuh jeriken dan botol plastik. Kedua barang tersebut tampak berisi cairan berbagai warna dengan aroma wangi. Tempat tersebut yakni toko MCK Smlie Mart, pusat pembersih perabot rumah tangga.

Lisanis Handayani (39), Admin CV BMC yang menaungi Toko MCK Smile Mart menuturkan, MCK sendiri singkatan dari Motto Curah Kudus.MCK Smile Mart menyediakan berbagai macam jenis pembersih perabot rumah tangga untuk berbagai kebutuhan.

Konsumen sedang membeli pembersih di MCK Smile Mart Kudus. Foto : Rabu Sipan

“Bisa juga dibilang MCK Smile Mart itu toko pusat pembersih perabot rumah tangga terlengkap di Kudus,” ujar perempuan yang akrab sapa Lisa kepada betanews.id, Selasa (9/6/2020).

Baca juga : Nazar Paint, Satu-Satunya Toko di Kudus yang Jual Cat Kiloan

Dia menambahkan, kualitas produk pembersih di MCK Smile Mart sangat bagus, serta tidak kalah dengan pembersih yang sudah beredar di pasaran. Harga yang ditawarkan juga lebih murah, jadi lebih hemat. Produk dari MCK Smile Mart juga aman bagi kulit, serta ramah lingkungan. Karena pembeli hanya beli isinya saja. Sehingga bisa mengurangi sampah plastik.

“Jadi, dengan membeli produk kami, bisa mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik,” ungkap perempuan berhijab tersebut.

Dia mengatakan, MCK Smile Mart menyediakan aneka pembersih perabot rumah tangga untuk kehidupan sehari – hari. Di antaranya, sabun mandi cair, sampo, deterjen bubuk dan cair, sabun cuci piring, softener karbol dan lainnya. Ada juga untuk kebutuhan car wash, antara lain, sampo mobil, semir bodi silikon serta semir ban.

“Kami juga menyediakan aneka parfum laundry berbagai aroma. Ada sekitar 20 pilihan aroma. Dari aroma sakura, ocean fresh, lili dan lain sebagainya,” rinci Lina sambil menggeser layar smartphonenya.

Baca juga : Ikan Mas Koki Ankok Farm Mampu Tembus Pasar Mancanegara

MCK Smile Mart lanjutnya, buka enam tahun yang lalu. Hingga sekarang, pelanggannya sudah banyak, tidak hanya Kudus saja tapi meliputi seluruh eks Karesidenan Pati. MCK Smile Mart juga punya reseller atau diler penjualan untuk kota – kota lain.

“Kami melayani pembelian ecer dan grosir. Kami juga open reseller bagi siapa saja yang ingin kerja sama untuk penjualan produk MCK Smile Mart,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Wisuda UMK Akan Digelar Juli Mendatang dengan Cara Drive Thru

0
Gedung Universitas Muria Kudus. Foto : M Khaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) merencanakan melaksanakan wisuda mahasiswa secara drive through atau drive thru. Kegiatan tersebut, dijadwalkan bakal berlangsung pada 18-19 Juli 2020 mendatang di kampus setempat.

Menurut Rektor UMK Suparnyo, dengan model drive thru tersebut, mahasiswa yang diwisuda nantinya tidak perlu turun di kampus dan tetap di dalam mobil,” tuturnya, Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, dengan sistem tersebut dinilai sangat efektif di masa new normal. Terutama dalam memutus penyebaran Covid-19. Wisudawan dan keluarga tidak perlu turun ke kampus untuk melakukan prosesi wisuda.

“Jadi mobil nanti masuk kampus. Nanti akan dibuatkan rute panjang,” tuturnya.

Suparnyo menjelaskan, awalnya wisudah bakal digelar pada April 2020 lalu. Namun, karena pandemi Covid-19, akhirnya ditunda.

“Jumlah mahasiswa yang akan diwisuda 600 mahasiswa dari berbagai jurusan dan strata,” tuturnya.

Baca juga : UMK Tunda Wisuda 600 Mahasiswa

Namun dalam proses drive thru nanti, pihaknya akan melakukan secara bertahap, dimulai dari fakultas yang jumlah mahasiswanya sedikit.

“Kita coba simulasi dulu, dimulai dari fakultas paling sedikit. Kalau jumlah ya sekitar 100 dulu. Setelah itu kita akan mengerti, apakah efektif atau tidak, ” tuturnya.

Supaya tidak menumpuk, lanjut Suparnyo, wisudawan akan diberikan nomor antrean. Nantinya nomor antrean akan langsung ditentukan jam masuk kampus.

“Misal nomor sekian sampai sekian, jam 9.00 sampai 11.00 WIB. Selanjutnya, nomor sekian sampai sekian dari jam 12.00 sampai jam 14.00 WIB,” terangnya.

Terkait ijazah, sebenarnya wisudawan sudah bisa mengunduh scan ijazah dan transkip nilai di laman http://bapak.umk.ac.id/ijazah sejak 18 April 2020. “Jadi mahasiswa bisa mengunduhnya dan bisa dipergunakan,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Dikabarkan Menghilang, Hartopo Tak Bisa Hubungi Direktur PDAM Kudus

0
Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (12/6/2020). FOto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengaku kesulitan menghubungi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus Ayatullah Humaini sejak Kamis (11/6/2020) kemarin.

Menurutnya, dia hanya ingin mencari informasi mengenai adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang mencatut pegawai di lingkungan PDAM Kudus. Dalam operasi itu, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus menangkap dan kemudian menetapkan pegawai berinisial T sebagai tersangka, Jumat (12/6/2020).

“Saya hubungi (Direktur PDAM) sampai hari ini tidak bisa,” tuturnya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (12/6/2020).

Kendati demikian, Hartopo enggan berprasangka buruk jika Direktur PDAM melarikan diri, meski nomor telepon seluler (ponsel) Humaini tidak aktif.

“Saya tidak tahu jika dia melakukan itu (melarikan diri) atau mungkin masih ada acara,” tuturnya.

Baca juga: Pegawai PDAM Kudus Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Kejari Sita Rp 65 Juta Saat OTT

Namun saat ini, lanjut Hartopo, pihaknya sudah menghubungi dewan pengawas (dewas) PDAM untuk bertemu dengan yang bersangkutan.

“Dewas PDAM sudah saya minta untuk datang, tapi ini masih perjalanan dari Semarang,” terangnya.

Hartopo menceritakan, dirinya mendapatkan informasi mengenai adanya OTT pegawai PDAM oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kudus dari wartawan. Menurutnya, sejak Kamis malam banyak wartawan yang meminta pendapat terkait kejadian tersebut.

“Jujur saya benar-benar tidak tahu. Tadi malam (Kamis malam) teman-teman wartawan telepon dan WhatsApp. Saya tahunya dari situ. Terus inisialnya T, juga dari teman-teman wartawan. Saya tidak berani hubungi langsung Bu Kajari. Nanti dikira ada apa-apa,” jelasnya.

Baca juga: Kejari Kudus Segel Ruang Direktur PDAM, Humaini Mengaku Tak di Kudus

Menurutnya, inisial T yang sudah ditetapkan menjadi tersangka serta orang-orang yang terlibat harus bersikap kooperatif. Praktik jual beli jabatan yang dilakukan pun harus berani dipertanggungjawabkan.

Dirinya mengaku, sudah sering mengingatkan seluruh pegawainya untuk bekerja sesuai aturan dan menghindari praktik suap. Hartopo menurturkan, saat dirinya melakukan rotasi kepegawaian beberapa waktu lalu, pihaknya juga melakukan secara transparan.

“Semua rotasi kepegawaian yang saya lakukan benar dan transparan. Kalau ada yang bisa menemukan malah saya bayar,” tutup Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ganjar Geram Lihat Pasar Mangkang Tak Ada Penataan, Masih Kumuh dan Berjubel

0
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat sidak Pasar Mangkang. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Paska tutup selama tiga hari karena adanya temuan kasus positif Covid-19, hari ini, Jumat (12/6/2020) Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak Pasar Mangkang Semarang. Berharap ada perubahan, namun Ganjar justru menemukan tidak ada penataan di pasar yang terletak di Jalan Pantura Semarang-Kendal itu saat kembali dibuka.

Berbeda dengan Pasar Karangayu yang dikunjungi Ganjar sebelumnya, di Pasar Mangkang tersebut, Ganjar melihat tidak ada penataan berarti. Kondisi pasar tetap kumuh, pedagang dan pembeli berjubel tanpa sekat.

Tak ada penataan jarak antara kios pedagang. Garis-garis pembatas pun tak ditemukan. Sementara di sepanjang lorong jalan dan tempat-tempat lain, masih banyak ditemukan sampah berserakan dengan pembeli yang berjubel lalu lalang.

Baca juga : Setelah Ditutup, Penataan Pasar Karangayu Kini Ikuti Protokol Kesehatan

Ganjar langsung mencari pengelola pasar yang bertugas. Ia sempat mengunjungi kantor kepala pasar yang berada di lantai dua. Alih-alih bertemu dengan pengurus pasar, kantor itu kosong mlompong. Ganjar pun semakin jengkel dibuatnya.

“Mana ini pengelola pasarnya, kok tidak ada sama sekali. Jam berapa masuk kerjanya,” katanya kepada salah satu pedagang.

Tak berselang lama, seorang petugas mendekati Ganjar. Kepada Ganjar, ia menerangkan bahwa bertugas sebagai juru pungut retribusi. Ganjar pun menanyakan kenapa pasar tidak dilakukan penataan.

“Kepala pasarnya mana? Tolong saya dikasih nomor teleponnya, mau saya telpon sekarang. Nggak bisa ini kaya gini. Sampean lihat tidak, kondisinya kotor seperti ini, pasar tidak ditata dan berjubel,” katanya.

Petugas yang diketahui bernama Muhtadi itu pun memberikan nomor kepala Pasar. Namun saat ditelepon Ganjar, kepala pasar itu tidak mengangkat meskipun terdengar aktif.

Ganjar pun langsung turun dan kembali berkeliling mengecek pasar. Ia masih menemukan banyak pembeli dan penjual yang tidak memakai masker, berdesakan tanpa mengindahkan protokol kesehatan yang ketat.

“Bapak ibu, kenapa pasar kemarin ditutup, karena ada yang positif. Ini tidak boleh disepelekan, tolong pakai masker, jaga jarak. Kalau ngeyel, tak tutup lagi lho pasarnya,” tegas Ganjar.

Ganjar kecewa karena penutupan pasar tidak diikuti dengan penataan. Kalau hanya ditutup saja, menurutnya itu tidak bisa.

Baca juga : Hartopo Ancam Tutup Lagi Pasar Kliwon Jika Protokol Kesehatan Diabaikan

“Kalau tidak diikuti penataan ya tidak bisa, pagi ini saja saya ke sini kondisinya masih belum tertata, masih uyel-uyelan begini. Ini kan bisa berpotensi terjadi penularan lagi. Apalagi pengelola pasarnya nggak ada sama sekali. Biar saya cari pengelolanya nanti, agar ada evaluasi,” tegasnya.

Sementara itu, juru pungut retribusi, Mahmudi membenarkan, bahwa sebelumnya pasar ditutup tiga hari. Hal itu dikarenakan ditemukan enam orang positif Covid-19.

“Selama penutupan, kami hanya melakukan penyemprotan disinfektan. Penataan tidak kami lakukan,” ucapnya.

Di pasar tersebut, lanjut dia, ada 400 pedagang yang berjualan setiap harinya. Sementara saat dibuka pertama hari ini, yang berjualan baru masuk sekitar 50 persen.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Nazar Paint, Satu-Satunya Toko di Kudus yang Jual Cat Kiloan

0
Zen Ali, pemilik Toko Nazar Paint sedang melayani pembeli. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma cat begitu menyengat saat memasuki toko di tepi Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Dia dalam toko terlihat puluhan kaleng plastik memenuhi ruangan. Di atasnya tampak bungkusan cat warna warni. Tempat tersebut yakni Toko Nazar Paint, toko cat di Kudus yang jual cat kiloan.

Zen Ali (48) pemilik toko menuturkan, Toko Nazar Paint merupakan toko satu – satunya di Kudus yang menjual cat secara kiloan. Hal itu dilakukan agar bisa meringankan beban para konsumen yang ingin memperindah rumah dan lainnya. Sebab, selama ini konsumen itu seolah dipaksa membeli cat kemasan paling sedikit itu lima kilogram.

Nazar Paint, toko yang menjual cat kiloan. Foto : Rabu Sipan

Baca juga : Kotot Beri Nama Bengkel Cat Mobilnya Sesuai Wasiat Sang Kakek

“Di toko kami, pembeli bisa beli cat sesuai kebutuhan. Tidak harus membeli kemasan dan berat tertentu, sedang kebutuhannya lebih sedikit. Jadi beli cat kiloan itu lebih hemat dan ekonomis,” jelas pria yang akrab Zen kepada Betanews.id, Senin (8/6/2020).

Nazar Paint tuturnya, menyediakan cat untuk tembok, genteng, besi, kayu, kolam dan lain sebagainya. Harganya sangat terjangkau, mulai dari harga Rp 15 ribu per kilogram untuk yang standart. Kualitas pro dihargai Rp 17 ribu per kilogram, dan Rp 20 ribu per kilogram untuk cat yang super. Serta cat multi gloss yang dibanderol Rp 33 ribu per kilogram.

“Kami melayani pembelian ecer minimal satu kilogram dan pembelian secara grosir. Setiap pembelian grosir minimal 20 kilogram akan kami beri diskon harga,” beber pria yang masih kerabat Habib Ja’ far Al Kaff tersebut.

Menurutnya, cat Nazzar Paint itu pabriknya di Bandung. Cat Nazzar Paint sudah terkenal kualitasnya bagus. Warna tidak akan memudar dan kuat hingga tiga tahun. Tersedia cat untuk interior dan eksterior. Serta ada ratusan warna pilihan yang siap memperindah media yang akan dicat.

Baca juga : Toko Eldorado Elektronik, Tak Hanya Termurah di Kudus Tapi Juga Terlengkap

“Ada sekitar 120 warna pilihan. Dari yang ngedop hingga yang glossi ada semua. Pokoknya lengkap,” ujar Zen sambil menunjukan warna yang tersedia.

Dia berharap, toko cat yang baru dibuka sebulan itu akan banyak pelanggan. Serta Cat Nazzar Paint disukai banyak orang. Dan kelak dia bisa membuka cabang di kota kelahirannya yakni Pemalang. “Semoga harapanku dikabulkan oleh Allah SWT,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pegawai PDAM Kudus Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Kejari Sita Rp 65 Juta Saat OTT

0
Kajari Kudus Rustriningsing (tengah) menunjukkan uang hasil sitaan dari pegawai PDAM Kudus. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Kejaksanaan Negeri (Kejari) Kudus menetapkan seorang pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus sebagai tersangka, Jumat (12/6/2020). Penetapan itu diputuskan sehari setelah tersangka terjaring operasi tangkap tangan (OTT) karena kasus jual beli jabatan di perusahaan plat merah tersebut.

Penetapan tersebut diumumkan Kepala Kejari Kudus Rustriningsih, di kantor Kejari Kudus, Jalan Jendral Sudirman, hari ini. Pegawai yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut berinisial T.

T ditetapkan tersangka, katanya, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Selain tersangka tersebut, Kejari juga memeriksa empat orang yang kini masih berstatus saksi dalam kasus ini.

Kajari Kudus Rustriningsih (tengah) memberikan keterangan kepada awak media. Foto: Imam Arwindra

“Untuk pasal yang akan kami berikan masih pembahasan. Kami akan mencari pasal yang sesuai untuk tersangka T,” jelasnya.

Rustriningsih menjelaskan, kronologi penangkapan tersangka terjadi pada Kamis (11/6/2020) kemarin. Tersangka ditangkap di jalan raya sekitar pukul 14.30, dan dari tersangka petugas Kejari menyita sejumlah uang.

Baca juga: Kejari Kudus Segel Ruang Direktur PDAM, Humaini Mengaku Tak di Kudus

“Kami temukan uang senilai Rp 65 juta yang ditaruh dalam jok motornya. Dalam OTT tersebut tidak ada perlawanan,” jelasnya Rustriningsih kepada awak media.

Dia menjelaskan, tersangka T diduga telah menerima uang terkait penerimaan dan pengangkatan pegawai di lingkungan PDAM Kudus. Selain menyita barang bukti berupa uang, pihaknya juga mengamankan beberapa buku tabungan, handphone dan sepeda motor yang digunakan tersangka.

“Setelah penangkapan dan tersangka kami bawa ke Kejari, kami menerjunkan petugas ke ke kantor PDAM. Dari sana kami membawa beberapa dokumen dan komputer serta menyegel dua ruangan di kantor PDAM,” tuturnya.

Usai menetapkan tersangka dan sejumlah saksi, Rustriningsih menyatakan akan melakukan pendalaman. Pihaknya akan melakukan pengembangan dalam kasus ini, termasuk memanggil Direktur PDAM Ayatullah Humaini.

“Dalam Waktu dekat ini kami akan memanggil Direktur PDAM Kudus untuk dijadikan saksi,” tandasnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Kebumen Deklarasi New Normal, Ganjar Ingatkan Jangan Buru-Buru

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kabupaten Kebumen secara terang-terangan mendeklarasikan penerapan kenormalan baru, menyusul tidak adanya kasus positif Covid-19 di daerah tersebut. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mewanti-wanti untuk tidak gegabah menerapkannya.

Deklarasi new normal dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dengan menggelar apel pasukan pada Kamis (11/6/2020). Bahkan, deklarasi itu diwarnai aksi sujud syukur dan cukur gundul Bupati Kebumen Yazid Mahfudz serta sejumlah pejabat lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dimintai tanggapan meminta agar pemerintah daerah tidak terburu-buru mengambil kebijakan new normal. Tidak adanya kasus Covid-19 belum menjadi patokan agar penerapan kenormalan baru segera dilakukan.

Baca juga: Ingin Pastikan Warga Siap, Ganjar Tak Gegabah Terapkan Kenormalan Baru

“Ini mesti saya sampaikan, kalau ada mau normal baru, itu bukan hari ini nol terus normal baru. Minimal 14 hari konsisten apa tidak, kita tunggu selama masa itu. Kalau konsisten boleh (normal baru). Lebih ideal lagi kita tunggu sebulan,” katanya ditemui usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Jateng, Jumat (12/6/2020).

Ganjar mengatakan sudah berkomunikasi dengan Bupati Kebumen dan mengucapkan selamat akan ikhtiar penanganan Covid-19 yang sangat keras. Dia juga tidak mempermasalahkan adanya perayaan terkait prestasi itu. Mengingat, tidak adanya kasus covid di suatu daerah pasti membuat semuanya senang.

“Tapi ojo kesusu (jangan buru-buru). Saya khawatir normal baru itu diterjemahkan seperti kejadian tidak ada Covid. Saya saja tadi ngecek Pasar Mangkang Semarang, contohnya. Di sana, ya suasananya sama saja seperti tidak terjadi apa-apa. Ini kan bahaya,” tegasnya.

Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Susun Norma Baru sebagai Pedoman New Normal

Meski begitu, Ganjar meminta untuk hati-hati karena masih ada peluang untuk terjadinya kasus. Walaupun tak salah juga apabila mereka menggelar euforia seperti yang diberitakan.

“Kecuali sekarang nol, kemudian daerah itu dikunci, maka akan aman. Kebumen itu kan daerah yang dilalui banyak transportasi, ada banyak orang datang dan keluar. Jadi saya minta hati-hati,” pintanya.

Ganjar membenarkan bahwa ada daerah-daerah yang mengalami penurunan terkait Covid-19. Daerah seperti Kebumen, Kota Tegal dan Rembang itu memang sudah melandai.

“Tapi kalau bisa tidak hanya melandai, melainkan sampai melantai. Dan ini harus konsisten selama 14 hari tidak ada penambahan. Kalau itu terjadi, monggo saja,” tukas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Bisnis Kameranya Ramai, Modal Awal Umam Hanya Handycam Harga Sejuta

0
Khoirul Umam, jasa rental dan jual beli kamera dengan nama Yuka Kamera. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah bercat kuning di Desa Gribik, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu tampak sepi aktivitas, Selasa (9/6/2020). Di bagian depan bangunan, terdapat spanduk kecil bertuliskan “100% Seller Photography”. Itulah rumah milik Khoirul Umam (25), owner dari Yuka Kamera. Sebuah toko kamera yang cukup banyak diminati oleh pelanggan di marketplace.

Di rumah mungil itu pula, Umam selama hampir tiga tahun ini menjalankan usaha penyewaan dan jual beli kamera. Sampai saat ini, dia memang belum berpikiran untuk mendirikan toko fisik. Pelayanan kepada pelanggan dilakukannya lewat daring dari rumahnya. Termasuk juga pemasaran kameranya juga banyak dilakukan di toko daring.

Khoirul Umam sedang merapikan beberapa kamera yang disewakan melalui YUka Kamera di kediamannya, Selasa (9/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

“Kalau outlet berbentuk toko memang tidak ada. Ini rumah sekaligus sebagai tempat untuk menyimpan barang dagangan. Karena selama ini kalau jual-beli kamera, saya lebih ke online atau marketplace. Seperti shoope. Jadi barang pun tinggal dikirim ke pembeli. Semua yang dijual adalah kamera second,” papar Umam.

Yuka Kamera sendiri, lanjutnya, bermula dari penyewaan kamera yang dimulai saat masih duduk di Madrasah Aliyah (MA) sekitar 3 tahun silam. Modal awalnya pun hanya handycam harga sejuta. Dari kamera khusus video itu, Umam kemudian mulai merintis usaha di bidang kamera hingga sukses seperti saat ini.

Baca juga: Albert Home Studio Foto, Siapkan Konsep Kekinian untuk Manjakan Konsumen

“Jadi awalnya satu handycam. Saat study tour sekolah. Saya beli untuk kebutuhan dokumentasi. Karena memang sudah suka dunia foto dan videografi sejak dulu. Lalu akhirnya lama-lama saya sewakan, karena melihat waktu itu rental alat semacam itu belum banyak. Dan ternyata benar. Laris manis disewa oleh pelanggan. Utamanya saat weekend,” papar Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UMK Kudus Semester 4 itu.

Dari sana lah, Umam mulai membuka Yuka Kamera dengan fokus di penyewaan kamera. Seiring berjalannya waktu, ia juga mulai membuka jasa lain, seperti foto wedding, pembuatan video untuk profil perusahaan, hunting foto pribadi, hingga jual beli kamera. Sampai enam bulan lalu, ia juga menyediakan jasa penyewaan drone berikut jasa pengoperasiannya.

“Kalau drone ini baru. Ya itu tadi, mengikuti pasar, ya. Tapi kalau drone ini saya sewakan berikut pilotnya, yaitu saya sendiri. Karena memang pengoperasiannya nggak semua orang langsung bisa. Kalau handycam saat ini sudah jarang yang minat nyewa. Apalagi rental kamera juga sudah mulai banyak,” papar dia.

Sambil memperlihatkan beberapa kamera di etalase penyimpanan, Umam menambahkan, selama menjalankan usaha tersebut, dia juga beberapa kali menemui kesusahan. Di antaranya pernah ditipu oleh orang dan kehilangan sebuah kamera. Selain itu, pernah dua kali harus datang ke pegadaian luar kota karena kameranya digadaikan oleh penyewa. Dari sana, akhirnya ia memutuskan untuk sementara ini hanya melayani penyewa dari Kota Kudus.

“Dulu pernah ditipu orang. Pakai KTP palsu. Waktu saya samperi ke alamatnya, ternyata itu bukan KTP dia. Ya kehilangan satu kamera. Terus pernah disewa orang sini (Kudus) dan orang Semarang. Itu waktu saya tanyakan dan lacak, ternyata kamera saya di pegadaian. Akhirnya saya harus ke pegadaian Jepara dan Semarang,” tutup Umam

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

BPS Bakal Gandeng RT untuk Sukseskan Sensus Penduduk

0
Sensus penduduk online yang sudah berakhir pada Mei lalu. Ke depan, BPS Kudus akan menggandeng RT untuk sukseskan sensus penduduk. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan di Ruang Pelayanan Statistik Terpadu Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, tampak sedang membuka website kuduskab.bps.go.id. Sambil menunjukan hasil sensus penduduk online di Kudus yang mencapai 30,85 persen. Perempuan bernama Ida Sofiarini (39) itu menjelasakan, jika pihaknya akan melanjutkan sensus penduduk wawancara pada September 2020 mendatang.

Dari 275.115 keseluruhan kepala keluarga (KK) di Kudus, masih kurang 69,15 persen, atau 190.254 KK yang disensus. Untuk itu, BPS Kudus akan menggandeng ketua dan pengurus RT, agar sensus penduduk di Kudus mencapai 100 persen. Selain itu juga membutuhkan lebih dari 1.000 orang mitra tenaga sensus penduduk nantinya.

“Untuk kapan membuka rekrutmen tenaga sensus penduduk, kami masih menunggu intruksi. Yang jelas, sebelum bulan September 2020. Kami akan menggandeng ketua dan pengurus RT, karena RT lah yang lebih tahu warganya. Sehingga akan sangat membantu bagi kami,” ungkap Kasi Statistik Sosial BPS Kudus itu kepada betanews.id, Selasa (10/6/2020).

Baca juga : Hasil Sensus Online di Kudus Lebihi Target Nasional dan Jateng

Penduduk yang belum melakukan sensus secara online, nantinya akan didatangi petugas untuk sensus wawancara. Menurut Ida, sapaan akrabnya, BPS Kudus tidak menargetkan hasil sensus online mencapai 100 persen, karena tidak semua warga Kudus memiliki teknologi informasi. Jadi dari hasil sensus penduduk online, akan dilanjutkan dengan sensus penduduk wawancara hingga mencapai 100 persen.

Dia juga merinci, jumlah KK yang belum melakukan sensus penduduk di sembilan kecamatan yang ada di Kudus.Yakni, Kecamatan Kaliwungu masih kurang 22.898, Kecamatan Kota 19.882, Kecamatan Jati 22.560, Kecamatan Undaan 20.933.

“Sedangkan untuk Kecamatan Mejobo 16.392, Kecamatan Jekulo 27.413, Kecamatan Bae 14.800, Kecamatan Gebog 22.070 dan Kecamatan Dawe 23.308,” rincinya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kejari Kudus Segel Ruang Direktur PDAM, Humaini Mengaku Tak di Kudus

1
Kantor PDAM Kudus. Foto: Dok.Betanews.id

BETANEWS.ID, KUDUS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus menggeledah ruangan Direktur PDAM Kabupaten Kudus, Ayatullah Humaini, Kamis (11/6/2020) sore. Selain mengambil sejumlah berkas, petugas Kejari juga menyegel ruangan tersebut usai penggeledahan.

Kepala Kejari Kabupaten Kudus, Rustriningsih mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait penggeledahan tersebut. Dia beralasan petugas masih bekerja sehingga belum bisa menyampaikan hasil apapun.

“Itu tadi (yang menggeledah) satgas. Kami belum bisa menyampaikan apapun, biarkan kami dan tim bekerja dulu,” kata Rustriningsih saat ditemui di kantor Kejari, Jalan Jendral Sudirman, Kamis malam.

Suasana kantor PDAM Kudus pasca-penggeledahan Kejari Kudus, Kamis (11/6/2020). Foto: Imam Arwindra

Meski begitu, Rustriningsih berjanji kepada awak media akan melakukan konferensi pers pada Jumat (12/6/2020) besok. “Besok Jumat ya kami akan memberikan keterangan. Jam 10.00,” jelasnya.

Sebelum Rustriningsih memberi keterangan kepada awak media, beberapa mobil terlihat terparkir di depan Kejari Kabupaten Kudus. Sejumlah orang tampak keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam kantor Kejari dengan membawa sejumlah berkas.

Baca juga: PLN Kudus Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tagihan Listrik Selama Pandemi

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan awak media, selain berkas yang disita, sejumlah orang juga dibawa ke Kejari untuk dimintai keterangan. Mereka dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) karena melakukan jual beli jabatan. Namun, tidak diketahui siapa yang ditangkap dalam operasi tersebut.

Sementara itu, suasana kantor PDAM di komplek perkantoran Mejobo, Kudus, tampak sepi usai dilakukan penggeledahan. Yoyok, seorang petugas keamanan PDAM, mengatakan sejumlah orang memang datang ke kantor PDAM sore tadi. Mereka membawa beberapa berkas dan menyegel ruangan direktur PDAM.

Baca juga: Hartopo Ancam Tutup Lagi Pasar Kliwon Jika Protokol Kesehatan Diabaikan

“Tadi yang datang banyak. Saya tidak hitung jumlahnya. Tujuannya saya juga tidak paham,” tutur Yoyok yang duduk di pos jaga depan kantor PDAM.

Menurutnya, penggeledahan berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 18.00. “Tadi baru selesai sekitar Magrib,” jelasnya.

Sementara itu, saat dimintai keterangan terkait operasi dan penggeledahan yang dilakukan Kejari di ruang kerjanya, Direktur PDAM Kabupaten Kudus, Ayatullah Humaini justru mengaku bingung. Saat dimintai konfirmasi melalui pesan Whats App, dia mengaku di luar kota dan tengah menuju Kudus.

“Saya juga bingung. Saya menuju Kudus,” balas Humaini singkat melalui pesan Whats App.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Dewan Sebut Pemkab Kudus Masih Banyak PR Soal Persiapan New Normal di Pesantren

0
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Mukhasiron (tengah) saat mengikuti rakor di Gedung DPRD Kudus bersama stake holder. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Mukhasiron menilai, Pemerintah Daerah (Pemda) Kudus masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) terkait persiapan new normal atau kenormalan baru di lingkungan pondok pesantren. Mulai dari perlengkapan protokol kesehatan, anggaran Covid-19 untuk pesantren dan persoalan klasik seperti lokasi pesantren yang tidak luas untuk physical distancing.

Mukhasiron menjelaskan, dari ratusan pesantren yang berada di Kudus, sebenarnya beberapa di antaranya sudah siap menyambut new normal. Namun, banyak juga dari pesantren yang masih minim memiliki fasilitas kesehatan.

“Mulai besok, informasinya santri mulai datang ke Kudus. Siap tidak siap, kita harus siap,” tuturnya saat melakukan rapat koordinasi antara Komisi D DPRD Kabupaten Kudus dengan Kemenag Kudus, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus (DKK), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kudus dan perwakilan dari pesantren di DPRD Kudus, Kamis (11/6/2020).

Mukhasiron, Ketua Komisi D DRPD Kudus. Foto : Imam Arwindra

Mukhasiron menjelaskan, mulai datangnya santri ke Kudus satu di antaranya karena mendapat desakan dari wali santri. Menurutnya, sejak terjadi pandemi, santri kembali pulang ke rumah. Dan ketika mendapatkan kabar adanya new normal, mereka akan kembali ke pesantren untuk belajar.

Baca juga : Pesantren di Kudus Belum Berani Terima Santri dari Luar Daerah

“Yang mulai datang mereka yang tidak sekolah formal. Jadi ngaji saja di pondok,” tuturnya.

Mukhasiron menuturkan, saat ini beberapa pondok pesantren di Kudus membutuhkan fasilitas kesehatan untuk menghadapi new normal. Di antaranya, termometer infrared, wastafel portable dan masker. “Kudus Kota Santri. Pemerintah harus hadir dalam kondisi seperti ini,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti anggaran penanganan Covid-19 yang tidak menganggarkan untuk penangan Covid-19 di pondok pesantren. Mukhasiron khawatir, pondok pesantren benar-benar menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19.

Seperti dicontohkan, dari total keseluruhan anggaran penangan Covid-19 di Kabupaten Kudus, sejumlah Rp 48 miliar, tidak ada satupun yang menyentuh komunitas santri.

Menurutnya, anggaran kesehatan untuk Dinas Kesehatan Rp 15,3 miliar hanya untuk belanja alat kesehatan, pengelolaan rumah sakit dan puskesmas. Selain itu, anggaran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Rp 26 miliar di Dinas Sosial juga tidak ada anggaran untuk santri.

“Padahal, masih ada santri yang memilih tidak pulang dan tetap tinggal di pondok. Jadi anggaran untuk pesantren mungkin terlewatkan,” tuturnya.

Dengan adanya hal tersebut, pihaknya mendorong untuk diadakannya evaluasi belanja anggaran. Menurutnya, saat ini anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kudus masih banyak.

“Jadi menurut saya, pondok pesantren sudah siap. Namun elemen pemerintahannya yang belum siap,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Kudus, Abdul Qodir menuturkan, jumlah pondok pesantren di Kudus yang terdaftar di Kemenag Kudus yakni 114 pesantren. “Untuk jumlah santrinya sekitar 35 ribu orang yang terdaftar,” tuturnya.

Baca juga : DPRD Desak Pemkab Kudus Siapkan Skema New Normal di Pesantren

Sebenarnya, beberapa santri sudah mulai datang ke Kudus sejak tanggal 15 Syawal. Namun, santri yang datang yakni santri yang tidak sekolah formal. Untuk yang sekolah formal kedatangan akan mengikuti jadwal masuk sekolah yang diatur Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.

Mengenai protokol kesehatan Covid-19, pihaknya menuturkan pondok pesantren sudah mempersiapkannya. Namun memang ada beberapa perlengkapan kesehatan yang masih kurang. “Seperti masker, termometer infrared dan wastafel portable,” tuturnya.

Namun pihaknya menjamin, bahwa pondok pesantren sudah mengerti tentang protokol kesehatan Covid-19.

“Kemenag sudah memberikan surat imbauan tentang protokol kesehatan Covid-19. Kami pun juga mengimbau santri yang datang agar membawa surat keterangan sehat dari puskesmas asal,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Tiga SMP Negeri di Kudus Ini Tidak Lakukan PPDB Online

0
SMPN 3 Satu Atap Undaan, tahun ini belum melayani PPDB Online. Foto : M Khaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan di salah satu ruangan di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, terlihat sedang menandatangani tumpukan berkas. Dia tak lain adalah Dian Vitayani Winahyu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) pada Disdikpora Kudus. Setelah menghentikan aktivitasnya, dia kemudian menyampaikan kepada betanews.id, jika ada tiga sekolah menengah pertama (SMP) yang tidak melakukan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online.

Tiga SMP itu, yakni SMP Negeri 3 Satu Atap Undaan, SMP 3 Satu Atap Gebog dan SMPN 3 Dawe. Meski melaksanakan pendaftaran offline, karena saat ini masih masa pandemi Covid-19, pihaknya mengimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Sesuai informasi yang diterima dari Pengawas Disdikpora Kudus, pihak sekolah sudah melakukan protokol kesehatan.

Dian Vitayani Winahyu, Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

“Seperti social distancing, cuci tangan dan menggunakan masker. Sudah dipastikan ada protokol kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah nantinya. Jadi tetap akan melaksanakan PPDB dan kita pastikan akan melakukan pencegahan penyebaran Covid-19,” tegas perempuan yang akrab disapa Dian itu, Kamis (11/6/2020).

Sedangkan menurut Sarpani, Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Undaan, Kudus, jika pihaknya akan membuka PPDB secara langsung tatap muka. Menurutnya, hal itu dikarenakan siswa di sana hanya warga sekitar.

Baca juga : Jelang PPDB Online, Disdikpora Kudus Beri Pelatihan kepada Operator Sekolah

“Siswa kami hanya warga setempat, karena jauh dari pemukiman. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak dinas, dan diimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan saat PPDB nantinya,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, pihak sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan saat pembagian nilai SKL dan rapot kelas IX pada Sabtu, 6 Juni 2020 lalu. Seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan pengecekan suhu badan sudah dilakukan.

“6 Juni pembagian nilai SKL dan rapor kelas IX sudah kami terapkan protokol kesehatan. Kami sudah menyediakan thermo gun juga, jadi ini sudah kami laksanakan sesuai imbauan dinas. Dan sudah siap melakukan PPDB secara tatap muka nanti tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 27 Juni 2020,” tambahnya.

Jumlah siswa di SMP Negeri 3 Satap yang beralamat di Desa Wonosoco, RT 01 RW 01, Kecamatan Undaan, Kudus itu, saat ini ada 43 orang. Sedangkan setiap tahunnya menerima sekitar 10 hingga 20 orang peserta didik baru.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Wisata Air Jratunseluna di Desa Temulus Kembali Dibuka

0
Wisata air Sungai Jratunseluna di Desa Temulus. Foto: Dok. Betanews.id.

BETANEWS.ID, KUDUS – Sungai Jratunseluna yang berada di kawasan Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, tampak ramai pada Rabu (10/6/2020) sore. Belasan anak-anak perempuan dengan busana adat tampak menari berlenggak lenggok di atas perahu.Hal itu adalah bagian dari rangkaian pembukaan kembali Wisata Air Jratunseluna Desa Temulus.

Kepala Desa Temulus Suharto, yang hadir untuk membuka secara langsung wisata air tersebut menyampaikan, jika sebenarnya wisata itu sudah dibuka pertama kali pada 26 Januari 2020 lalu. Namun, karena ada pandemi Covid-19, akhirnya wisata itu terpaksa harus ditutup sementara.

Pembukaan wisata susur sungai di Desa Temulus. Foto : Titis Widjayanti

“Sejak ada aturan pemerintah mengenai PSBB dan larangan berkumpul, tempat ini kami tutup. Karena saat ini ini sudah mulai memasuki era new normal, jadi wisata ini kami buka kembali.Harapannya, nanti bisa menjadi alternatif untuk berwisata, utamanya wisata air bagi warga sekitar,” ujarnya.

Baca juga : Embung Panguripan Desa Ngemplak Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Air, Ada Area Outbond

Meski demikian, pihaknya akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk pengunjung tempat wisata. Pihaknya telah menyiapkan tandon air untuk cuci tangan. Kemudian, pengunjung juga diimbau untuk menggunakan masker.

Di tempat ini, katanya, pengunjung bisa menikmati wisata air, yakni menyusuri sungai dengan menggunakan perahu sejauh 2,5 kilometer. Sedangkan untuk biayanya, pengunjung hanya membayar Rp 5 ribu.

Lelaki yang november 2019 lalu resmi menjabat sebagai kepala desa itu melanjutkan, dahulunya sungai tersebut dipenuhi enceng gondok dan tidak terawat. Menumpuknya tanaman air tersebut, dikatakannya juga menimbulkan adanya hama tikus yang merusak pertanian.

Hingga akhirnya, ia berinovasi untuk membersihkan enceng gondok di sana bersama dengan warga. Usai kondisi sungai bersih dari enceng gondok, pihaknya menjadikan sungai itu sebagai tempat wisata air. Dalam hal ini, awalnya ada dua perahu yang disediakan untuk pengunjung menyusuri sungai.

“Sekarang ini kan masih awal, kami akan terus mengembangkan wisata ini. Seperti nantinya mungkin kuliner khas yang bisa dihadirkan di sini. Terus edu wisata lain. Seperti pertanian sampai peternakan,” katanya.

Suharto menyebut, jika wisata air di desanya bisa dikembangkan dengan maksimal. Apalagi, saat pembukaan awal tempat tersebut, setidaknya pada tiga pekan awal pembukaan, sudah ada sekitar 10 ribu warga yang berbondong-bondong datang ke sana.

Baca juga : Sambut New Normal, Waterpark Mulia Wisata Beri Potongan Harga

Sementara itu, Sutiyo, Anggota DPRD Dapil 4 Kudus mengatakan, jika dirinya mendukung adanya tempat wisata air dengan fasilitas perahu itu. Ia juga mengakui bahwa dirinya ikut serta menginisiasi adanya wisata air tersebut. Ia berharap, wisata ini nanti juga bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Desa Temulus dan sebagai ruang baru destinasi wisata di Kota Kretek.

“Kalau pembukaan, dari awal sama bersama Pak Lurah serta beberapa pihak lain memang yang menginisiasi untuk pembuatan wisata ini. Hasil dari wisata ini juga bisa jadi kebanggaan desa. Karena memang Pak Lurahnya cekatan, jadi senang juga saya. Waktu pembukaan hari pertama saja dulu, sekitar 3.000 orang hadir. Sampai padat memang. Itu berarti masyarakat cukup antusias,” papar dia.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Antisipasi Overload, DPRD Kudus Rekomendasikan Penambahan Alat Tes Swab

0
Salah seorang petugas di RSUD dr Loekmono Hadi sedang berada di laboratorium untuk uji swab. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Komisi D DPRD Kabupaten Kudus merekomendasikan RSUD dr Loekmono Hadi untuk menambah alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang digunakan untuk tes swab.

Usulan tersebut dikemukakan saat rapat koordinasi dengan RSUD dr Loekmono Hadi di ruang rapat Komisi D DPRD Kudus, Rabu (10/6/2020).

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Mukhasiron menuturkan, usulan tersebut diberikan mengingat di Karesidenan Pati hanya Kudus yang memiliki alat tes swab. Hal tersebut memungkinkan kabupaten sekitar akan datang berbondong-bondong untuk melakukan tes swab.

Komisi D DPRD Kudus saat menggelar rapat dengan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Rabu (10/6/2020). Foto: Imam Arwindra.

“RSUD (dr Loekmono Hadi) pasti nanti akan menjadi barometer. Ini satu hari saja dari kabupaten sekitar sudah datang. Ada dari Kelet (RSUD Rehatta Kelet Jepara) dan RSI (Rumah Sakit Islam Pati),” tuturnya.

Mukhasiron menjelaskan, alat yang sudah tersedia yakni bantuan dari PT Djarum Kudus. Menurutnya, RSUD dr Loekmono Hadi harus menambah satu lagi, agar ketika ada banyak sample tes swab masuk, tidak overload.

Baca juga: Alat Tes Swab di RSUD Kudus Sudah Bisa Dioperasikan

“Kami mendorong untuk melakukan itu. Saya pikir harganya juga tidak terlalu mahal, cuma Rp 2 miliar. Anggaran Covid-19 kita masih banyak,” jelasnya.

Jika terkait masalah tenaga operator, lanjut Mukhasiron, pihak RSUD dr Loekmono Hadi bisa koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Menurutnya, Kabupaten Kudus masih banyak tenaga analis yang bisa digunakan.

“Sehari, alat RT-PCR yang sudah ada bisa melakukan 98 sample. Jika bisa tambah, tentu penangan Covid-19 akan semakin cepat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar menuturkan, pihaknya menerima usulan dari DPRD Kabupaten Kudus. Menurutnya, usulan tersebut bagus agar pelayanan tes swab dimungkinkan tidak overload.

Dirinya juga tidak ingin RSUD dr Loekmono Hadi overload, seperti yang terjadi di Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang, B2P2VRP Salatiga, BBTKLPP Yogyakarta dan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang.

“Usulannya memang masuk akal. Namun harus melihat kondisi yang lain. Jangan hanya persoalan tambah mesin saja,” tuturnya.

Baca juga: Persyaratan Terlalu Berat, Nakes di Kudus Terancam Gagal Dapat Insentif

Menurutnya, selain harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 2 miliar untuk alat RT-PCR lengkap, pihaknya juga harus memikirkan sumber daya manusia (SDM).

Saat ini, lanjut Aziz, pihaknya hanya memiliki 11 tenaga kesehatan saja yang mengoperasikan alat tersebut. Menurutnya, 11 orang tersebut pun sudah memiliki banyak tugas.

“Kami hanya punya 11 orang saja. Itu pun sudah mepet. Jadi dua analis penerimaan sampel. Terus dua orang di ruangan ekstraksi. Ruangan tersebut sangat ketat dalam penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Terus dua orang lagi di mesin RT-PCR, sisanya nanti untuk gantian (shift),” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Hasil Sensus Penduduk Online di Kudus Lebihi Target Nasional dan Jateng

0
Capaian angka sensus penduduk online di Kabupaten Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Udara sejuk terasa saat memasuki Ruang Pelayanan Statistik Terpadu pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus. Seorang perempuan mengenakan masker dengan sejumlah kertas di tangannya tampak duduk di sana. Sambil membuka catatan, dia berbagi informasi kepada betanews.id hasil sensus penduduk online yang sudah ditutup 29 Mei 2020.

Dia adalah Ida Sofiarini (39), Kasi Statistik Sosial BPS Kudus. Ia menjelaskan, target nasional adalah 22,9 persen dan target Provinsi Jawa Tengah 25 persen. Sedangkan hasil sensus online di Kudus mencapai 30,85 persen.

“Tetapi kami membuat target tinggi, yaitu 36,97 persen. Jadi secara target Nasional dan Jawa Tengah, kami sudah melebihi, tetapi untuk target Kabupaten Kudus masih belum. Capaian kami masih 85,18 persen dari target dan masih kurang 14,82 persen,” jelas Ida, sapaan akrabnya.

Dirinya juga menyampaikan, untuk capaian sensus online, Kabupaten Kudus menduduki rangking tujuh dari 35 kabupaten dan kota se Jawa Tengah. Menurutnya, dengan membuat target yang tinggi akan meringankan saat sensus wawancara nantinya.

Baca juga : Meski Mundur Dua Bulan, Sensus Penduduk Online di Kudus Baru 60 Persen

“Jika capaian sensus online tinggi, maka akan mengurangi sesnsus wawancara dengan mendatangi ke rumah warga. Jadi untuk hasil sensus online kami rangking tujuh se Jateng. Yang pertama Kabupaten Karanganyar, kemudian Kota Magelang, Kota Tegal, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, Kota Semarang, baru Kudus,” ungkapnya, Rabu (10/6/2020).

Jumlah keseluruhan di Kudus ada 275.115 kepala keluarga (KK), dengan jumlah penduduk 875.999. Dan yang sudah berpartisipasi ikut sensus online ada 84.861 KK dengan jumlah penduduk 327.458. Dan akan dilanjutkan sensus wawancara pada September 2020 mendatang.

“Atau dalam persentase dari keseluruhan jumlah penduduk di Kabupaten Kudus yang belum ikut sensus online ada 37,38 persen. Dan yang belum ikut sensus online, nantinya akan kita lanjutkan dengan sensus wawancara hingga 100 persen,” terangnya sambil menunjukan data hasil sensus penduduk secara online.

Editor : Kholistiono

- advertisement -