31 C
Kudus
Minggu, Desember 4, 2022
BerandaKUDUSPesantren di Kudus...

Pesantren di Kudus Belum Berani Terima Santri dari Luar Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – New normal atau kenormalan baru di lingkungan pesantren sudah mulai dipersiapkan beberapa pondok pesantren di Kudus. Namun hingga saat ini, pengasuh pondok pesantren masih belum berani menerima santrinya yang berasal dari luar daerah.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Kiai Ahmad Badawi memenuturkan, pihaknya memiliki santri mencapai 1.300 orang. Mayoritas santri yang mondok di tempatnya berasal dari luar daerah Kabupaten Kudus.

“95 persen santri yang mondok di sini dari luar kota, sisanya dari Kudus sendiri,” tuturnya di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kudus, Rabu (10/6/2020).

- Ads Banner -

Baca juga : DPRD Desak Pemkab Kudus Siapkan Skema New Normal di Pesantren

Dia menjelaskan, santri yang berada di pondok tidak diperkenankan untuk pulang ke rumah. Sedangkan, santri yang sudah terlanjur pulang terpaksa harus mengaji dengan cara daring. Untuk santri yang berada pondok, saat ada sekitar 200 santri.

Menurut Badawi, pihaknya sudah mempersiapkan new normal jauh hari sebelum Ramadan. Antara lain, penanggulangan Covid-19 di lingkungan pesantren, rekaveri ekonomi pesantren dan lingkungan serta pendidikan.

“Jadi, jauh hari kami sudah tidak memperbolehkan penggunaan sabun, handuk dan perlengkapan pribadi bersama-sama,” tuturnya.

Selain itu, dalam aktivitas makan, pihaknya juga sudah tidak memperbolehkan makan secara bersama. Menurutnya, sistem makan dibuat dengan sistem piring yang dapat dipesan di koperasi pondok.

“Kebersamaan itu tidak harus ditunjukkan dengan menggunakan barang bersama. Jadi di sini sudah tidak ada,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan Ustazdah Pondok Pesantren‎ Sirajul Hannan Ukhwatul Khasanah (31) menuturkan, pihaknya belum berani menerima santrinya dari luar daerah Kudus.

Menurutnya, pihaknya memiliki santri 100 orang, terdiri dari 70 santri putri dan 30 putra. Dari jumlah tersebut, tidak lebih 50 persennya yakni berasal dari luar daerah. “Kebanyakan dari dalam Kudus sendiri. Ada juga yang sambil kuliah di IAIN Kudus,” tuturnya.

Baca juga : Pemprov Jateng Kebut Susun Norma Baru sebagai Pedoman New Normal

Ukhwatul menjelaskan, saat ini terdapat 30 santri yang tinggal di pondok untuk menghafal Alquran. Menurutnya, satu kamar yang biasanya dihuni 10 orang, diubah ditempati dua orang saja. Selain itu, dalam proses mengaji, pihaknya juga memberikan jarak satu meter guna mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, santri yang berada di pesantren wajib mengenakan masker dan membawa hand sanitizer.

Selain itu, Hartopo juga meminta pondok pesantren agar bersinergi dengan puskesmas sekitar. Menurutnya, nantinya jika ada yang memiliki gejala atau sakit dapat segera dibawa ke puskesmas.

“Pondok pesantren harus memiliki satgas Covid-19. Hal tersebut untuk mengecek suhu tubuh santri baru yang datang,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler