31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSDewan Sebut Pemkab...

Dewan Sebut Pemkab Kudus Masih Banyak PR Soal Persiapan New Normal di Pesantren

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Mukhasiron menilai, Pemerintah Daerah (Pemda) Kudus masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) terkait persiapan new normal atau kenormalan baru di lingkungan pondok pesantren. Mulai dari perlengkapan protokol kesehatan, anggaran Covid-19 untuk pesantren dan persoalan klasik seperti lokasi pesantren yang tidak luas untuk physical distancing.

Mukhasiron menjelaskan, dari ratusan pesantren yang berada di Kudus, sebenarnya beberapa di antaranya sudah siap menyambut new normal. Namun, banyak juga dari pesantren yang masih minim memiliki fasilitas kesehatan.

“Mulai besok, informasinya santri mulai datang ke Kudus. Siap tidak siap, kita harus siap,” tuturnya saat melakukan rapat koordinasi antara Komisi D DPRD Kabupaten Kudus dengan Kemenag Kudus, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus (DKK), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kudus dan perwakilan dari pesantren di DPRD Kudus, Kamis (11/6/2020).

Mukhasiron, Ketua Komisi D DRPD Kudus. Foto : Imam Arwindra
- Ads Banner -

Mukhasiron menjelaskan, mulai datangnya santri ke Kudus satu di antaranya karena mendapat desakan dari wali santri. Menurutnya, sejak terjadi pandemi, santri kembali pulang ke rumah. Dan ketika mendapatkan kabar adanya new normal, mereka akan kembali ke pesantren untuk belajar.

Baca juga : Pesantren di Kudus Belum Berani Terima Santri dari Luar Daerah

“Yang mulai datang mereka yang tidak sekolah formal. Jadi ngaji saja di pondok,” tuturnya.

Mukhasiron menuturkan, saat ini beberapa pondok pesantren di Kudus membutuhkan fasilitas kesehatan untuk menghadapi new normal. Di antaranya, termometer infrared, wastafel portable dan masker. “Kudus Kota Santri. Pemerintah harus hadir dalam kondisi seperti ini,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti anggaran penanganan Covid-19 yang tidak menganggarkan untuk penangan Covid-19 di pondok pesantren. Mukhasiron khawatir, pondok pesantren benar-benar menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19.

Seperti dicontohkan, dari total keseluruhan anggaran penangan Covid-19 di Kabupaten Kudus, sejumlah Rp 48 miliar, tidak ada satupun yang menyentuh komunitas santri.

Menurutnya, anggaran kesehatan untuk Dinas Kesehatan Rp 15,3 miliar hanya untuk belanja alat kesehatan, pengelolaan rumah sakit dan puskesmas. Selain itu, anggaran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Rp 26 miliar di Dinas Sosial juga tidak ada anggaran untuk santri.

“Padahal, masih ada santri yang memilih tidak pulang dan tetap tinggal di pondok. Jadi anggaran untuk pesantren mungkin terlewatkan,” tuturnya.

Dengan adanya hal tersebut, pihaknya mendorong untuk diadakannya evaluasi belanja anggaran. Menurutnya, saat ini anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kudus masih banyak.

“Jadi menurut saya, pondok pesantren sudah siap. Namun elemen pemerintahannya yang belum siap,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Kudus, Abdul Qodir menuturkan, jumlah pondok pesantren di Kudus yang terdaftar di Kemenag Kudus yakni 114 pesantren. “Untuk jumlah santrinya sekitar 35 ribu orang yang terdaftar,” tuturnya.

Baca juga : DPRD Desak Pemkab Kudus Siapkan Skema New Normal di Pesantren

Sebenarnya, beberapa santri sudah mulai datang ke Kudus sejak tanggal 15 Syawal. Namun, santri yang datang yakni santri yang tidak sekolah formal. Untuk yang sekolah formal kedatangan akan mengikuti jadwal masuk sekolah yang diatur Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.

Mengenai protokol kesehatan Covid-19, pihaknya menuturkan pondok pesantren sudah mempersiapkannya. Namun memang ada beberapa perlengkapan kesehatan yang masih kurang. “Seperti masker, termometer infrared dan wastafel portable,” tuturnya.

Namun pihaknya menjamin, bahwa pondok pesantren sudah mengerti tentang protokol kesehatan Covid-19.

“Kemenag sudah memberikan surat imbauan tentang protokol kesehatan Covid-19. Kami pun juga mengimbau santri yang datang agar membawa surat keterangan sehat dari puskesmas asal,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler