Hartopo Ancam Tutup Lagi Pasar Kliwon Jika Protokol Kesehatan Diabaikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengancam akan menutup kembali Pasar Kliwon jika protokol kesehatan Covid-19 masih tidak dihiraukan. Tak tanggung-tanggung, penutupan akan dilakukan selama satu pekan.

Hartopo menuturkan, ancaman tersebut tidak hanya berlaku bagi Pasar Kliwon saja, tapi juga berlaku bagi pasar tradisional lainnya dan pasar modern.

“Untuk mall-mall jika tidak ikut, saya akan tutup juga,” tuturnya saat ditemui di sela-sela kegiatan pemberian bantuan kepada pondok pesantren di Desa Kauman, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Rabu (10/6/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Langgar Protokol Covid-19, Pasar Kliwon Ditutup Dua Hari

Hartopo menceritakan, pihaknya pernah melakukan penutupan Pasar Kliwon selama dua hari, yakni pada 5-6 Juni 2020. Hal tersebut dilakukan, karena masih ditemukan pedagang dan pembeli yang tidak mengenakan masker dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Dia berharap, agar penutupan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi para penjual dan pembeli. “Kali ini, kalau masih bandel tidak lagi dua hari, melainkan satu minggu,” jelasnya.

Setelah adanya penutupan Pasar Kliwon, lanjut Hartopo, pihaknya melakukan evaluasi protokol kesehatan di semua pasar di Kudus.

“Ini sudah dievaluasi Satgas. Pasar sudah ditata. Masuk pasar harus pakai masker. Pedagang dan pengunjung juga sama, pedagang di luar pasar juga begitu. Terus pintu-pintu pasar yang tidak ada petugasnya harus ditutup,” tuturnya.

Hartopo memberitahukan, di Pasar Kliwon terdapat 31 pintu. Namun dari jumlah tersebut, hanya 11 pintu yang dibuka. Menurutnya, ditutupnya 20 pintu karena tidak ada petugas yang berjaga.

“Fungsi petugas, yakni selalu mengontrol agar pedagang dan pengunjung mengenakan masker. Jika ada yang tidak mengenakan, diminta untuk balik. Lah, 20 pintu yang masih ditutup jika ingin dibuka harus ada relawan. Soalnya tenaga kerja dari dinas perdagangan terbatas,” jelasnya.

Baca juga : Penutupan Pasar Kliwon Diminta jadi Pembelajaran Pedagang

Dijelaskan Hartopo, penutupan pintu yang tidak ada petugas, juga dilakukan di Pasar Bitingan dan Pasar Brayung Mejobo. Menurutnya, jika pintu tidak ditutup pedagang dan pembeli akan seenaknya kembali. Protokol covid-19 pun tidak terkontrol.

“Ini SOP (standard operational procedure) wajib pakai masker. Dan saya minta pedagang harus menjadi contoh,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER