BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan di Ruang Pelayanan Statistik Terpadu Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, tampak sedang membuka website kuduskab.bps.go.id. Sambil menunjukan hasil sensus penduduk online di Kudus yang mencapai 30,85 persen. Perempuan bernama Ida Sofiarini (39) itu menjelasakan, jika pihaknya akan melanjutkan sensus penduduk wawancara pada September 2020 mendatang.
Dari 275.115 keseluruhan kepala keluarga (KK) di Kudus, masih kurang 69,15 persen, atau 190.254 KK yang disensus. Untuk itu, BPS Kudus akan menggandeng ketua dan pengurus RT, agar sensus penduduk di Kudus mencapai 100 persen. Selain itu juga membutuhkan lebih dari 1.000 orang mitra tenaga sensus penduduk nantinya.
“Untuk kapan membuka rekrutmen tenaga sensus penduduk, kami masih menunggu intruksi. Yang jelas, sebelum bulan September 2020. Kami akan menggandeng ketua dan pengurus RT, karena RT lah yang lebih tahu warganya. Sehingga akan sangat membantu bagi kami,” ungkap Kasi Statistik Sosial BPS Kudus itu kepada betanews.id, Selasa (10/6/2020).
Baca juga : Hasil Sensus Online di Kudus Lebihi Target Nasional dan Jateng
Penduduk yang belum melakukan sensus secara online, nantinya akan didatangi petugas untuk sensus wawancara. Menurut Ida, sapaan akrabnya, BPS Kudus tidak menargetkan hasil sensus online mencapai 100 persen, karena tidak semua warga Kudus memiliki teknologi informasi. Jadi dari hasil sensus penduduk online, akan dilanjutkan dengan sensus penduduk wawancara hingga mencapai 100 persen.
Dia juga merinci, jumlah KK yang belum melakukan sensus penduduk di sembilan kecamatan yang ada di Kudus.Yakni, Kecamatan Kaliwungu masih kurang 22.898, Kecamatan Kota 19.882, Kecamatan Jati 22.560, Kecamatan Undaan 20.933.
“Sedangkan untuk Kecamatan Mejobo 16.392, Kecamatan Jekulo 27.413, Kecamatan Bae 14.800, Kecamatan Gebog 22.070 dan Kecamatan Dawe 23.308,” rincinya.
Editor : Kholistiono

