31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSPLN Kudus Pastikan...

PLN Kudus Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tagihan Listrik Selama Pandemi

BETANEWSI.ID, KUDUS – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memastikan tidak ada kenaikan tarif daftar listrik (TDL) saat pandemi Covid-19. Pernyataan ini untuk meluruskan banyaknya informasi dari masyarakat yang mengaku pembayaran tagihan listriknya naik.

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kudus Kota, Mustopa Rizal mengungkapkan, pihaknya memastikan TDL tidak naik sejak 2007. Menurutnya, adanya keluhan masyarakat mengenai biaya listrik yang naik dikarenakan meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah selama pandemi.

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kudus Kota, Mustopa Rizal, saat ditemui di kantornya, Selasa (9/6/2020). Foto: Imam Arwindra.

“TDL masih sama tidak ada kenaikan. Jika ada pembengkakan, mungkin karena meningkatnya aktivitas di rumah. Yang jelas itu bukan disebabkan naiknya TDL,” tuturnya saat ditemui di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kudus, Selasa (9/6/2020).

- Ads Banner -

Rizal melanjutkan, selama pandemi, pemerintah menganjurkan untuk tinggal dan bekerja di rumah. Sekolah pun diliburkan. Hal tersebut tanpa disadari membuat penggunaan listrik meningkat.

Baca juga: Pelanggan Listrik 450 VA Nikmati Token Gratis

“Contohnya anak-anak. Hari-hari normal, maksudnya sebelum ada pandemi, satu hari paling beberapa jam saja nonton TV. Namun, saat pandemi bisa sampai seharian nonton TV-nya,” jelasnya yang ngantor di di Jalan AKBP Agil Kusumadya, Kecamatan Jati, Kudus itu.

Selain itu, faktor naiknya tagihan listrik juga disebabkan adanya penambahan tagihan biaya listrik dari bulan sebelumnya.

Rizal menjelaskan, April 2020 lalu, pihaknya menghentikan aktivitas pencatatan meteran untuk pelanggan paska bayar. Langkah tersebut diambilnya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari masyarakat kepada petugas yang bekerja.

Dengan adanya kebijakan tersebut, penghitungan biaya listrik di bulan April, dihitung berdasarkan asumsi rata-rata penggunaan listrik tiga bulan sebelumnya.

“Misalnya biasanya pelanggan membayar rata-rata Rp 100 ribu per bulan. Jadi bulan Januari, Februari dan Maret misal rata-rata bayarnya Rp 100 ribu. Karena tidak ada pencatatan, bulan April bayar Rp 100 ribu,” terangnya.

Selanjutnya di bulan Mei, kegiatan pencatatan dari rumah ke rumah dilakukan kembali. Dari sinilah kenaikan penggunaan listrik masyarakat terbaca.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas di lapangan, ternyata tagihan listrik di bulan April Rp 120 ribu. Kekurangan pembayaran tagihan Rp 20 ribu di bulan April ini dimasukkan ke dalam tagihan bulan Mei,” tambahnya.

Baca juga: Pemohon Kartu Kuning di Kudus Melonjak

Tagihan bulan Mei, lanjut Rizal, dicontohkan Rp 150 ribu. Dengan ditambahkannya Rp 20 ribu. Maka pelanggan harus membayar tagihan di bulan Mei Rp 170 ribu.

Mengenai adanya kenaikan pembayaran listrik, pihaknya mengaku sering mendapatkan komplain dari warga yang datang. Namun, setelah dijelaskan secara detail kalkulasi penggunaan listrik, akhirnya masyarakat mengerti.

“Jika nanti ditemukan masih ada perbedaan tagihan listrik, kami persilahkan masyarakat untuk datang langsung ke kantor PLN kota,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler