Beranda blog Halaman 1844

Meski Mundur Dua Bulan, Sensus Penduduk Online di Kudus Baru 60 Persen

0
Ida Sofiarini, Kasi Statistik Sosial pada BPS Kabupaten Kudus menunjukkan aplikasi sensus online. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat menatap layar monitor di Ruang Pelayanan Statistik Terpadu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Rabu (13/5/2020). Setelah menutup buku yang ada di mejanya, kemudian dia berpindah tempat duduk. Dia tak lain adalah Ida Sofiarini (39), Kasi Statistik Sosial pada BPS Kabupaten Kudus. Di tengah kesibukannya, dia sudi berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang realisasi Sensus Penduduk Online (SPO) di Kudus.

Sensus Penduduk Online yang dimulai pada 15 Februari 2020, ditargetkan selesai pada
31 Maret. Namun, karena pandemi Covid-19, akhirnya diundur hingga 29 Mei 2020. Meski sudah mundur dua bulan, perempuan yang akrab disapa Ida itu mengungkapkan, jika target kepala keluarga (KK) yang melakukan sensus secara daring masih belum tercapai.

Ida Sofiarini, Kasi Statistik Sosial pada BPS Kabupaten Kudus

Baca juga : 15 Tahun Tak Tersentuh Bantuan, Tamini Menangis Haru Saat Terima Bansos

“Di Kudus ada 231.021 KK, sedangkan yang sudah melakukan sensus 59.888 KK. Itu artinya baru 22,05 persen. Sedangkan target kami 36,96 persen. Jadi masih kurang 40 persen untuk jumlah yang kami targetkan,” jelasnya.

Menurutnya, sensus penduduk ini sangat penting untuk membantu program pembangunan pemerintah. Termasuk untuk menghitung jumlah, karakteristik, distribusi dan komposisi penduduk di daerah tertentu.

“Jadi ini hal yang mudah, tetapi berpengaruh untuk pembangunan dan program-program pemerintah. Mari kita ikut sensus penduduk dan ikut menyukseskan demi kemajuan bangsa,” ajaknya.

Baca juga : Hartopo Minta Data Penerima Bansos Ditempelkan di Setiap RT

Ida juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus. Selama masa pandemi Covid-19, pelajar yang belajar di rumah diimbau untuk melakukan sensus online. Hal tersebut sangat membantu, karena banyaknya pelajar di Kudus.

“Tidak lupa juga kepada Kemenag yang ikut membantu, menyosialisasikan kepada pelajar madrasah. Meski masih belum mencapai target, tapi antusias warga Kudus sudah cukup baik. Mengingat ini pertama kali sensus online,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Lewat Grab Asisten, Kini Belanja di Pasar Bisa Secara Daring

0
Grab meluncurkan program Grab Asisten di Pasar Bitingan bersama Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Kamis (14/5/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KUDUS – Grab Indonesia meluncurkan layanan Grab Asisten untuk mempermudah pelanggan berbelanja di pasar secara daring. Dengan layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke pasar, karena bisa belanja di pasar dari rumah.

City Lead Kudus Raya Grab Indonesia Ardian Guritno (32) menuturkan, layanan Grab Asisten bisa digunakan di semua pasar tradisional di Kudus. Pelanggan yang ingin membeli bumbu dapur, sayur, beras, daging dan kebutuhan pokok lainnya, dapat dilakukan dengan aplikasi Grab.

Grab meluncurkan program Grab Asisten di Pasar Bitingan bersama Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Kamis (14/5/2020). Foto: Ist.

“Masyarakat tidak perlu repot lagi datang ke pasar. Layanan ini juga untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan program physical distancing,” jelasnya saat melakukan peluncuran program di Pasar Bitingan bersama Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Kamis (14/5/2020).

Secara teknis, Ardian menjelaskan, masyarakat bisa membuka layanan Grab Asisten di aplikasi Grab. Selanjutnya, bisa menentukan jenis barang yang akan dibeli dan pasar mana yang dituju.

Nantinya, mitra Grab akan menuju lokasi pasar dan membeli daftar belanja yang sudah masuk list keranjang. Sama seperti Grab food, mitra Grab akan menalangi barang belanja yang dipesan terlebih dahulu.

“Jadi biaya belanja akan ditalangi dulu oleh mitra Grab. Penjual nantinya langsung dibayar dan pembeli dapat membayar saat pesanan sudah sampai. Pembayaran juga bisa non tunai menggunakan Ovo” jelasnya.

Baca juga: Kavesa Siapkan Diskon Paket Resepsi Nikah Hingga 70 Persen ke Nakes Covid-19

Mengenai harga, pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus. Harga yang ditampilkan di aplikasi sesuai dengan harga di lapangan. Jika terdapat selisih, pelanggan bisa mengetahuinya dengan cepat.

“Misal ada selisih harga antara pasar satu dengan lainnya, aplikasi akan memberikan perbandingan harganya. Jadi tentu ini dapat membantu para pelanggan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo memberikan apresiasi dengan adanya pasar daring itu. Melalui aplikasi Grab, masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhannya tanpa harus pergi ke pasar.

“Saya mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan layanan online ini. Dan tentu tetap di rumah saja saat Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Baca juga: PT Djarum Bagikan THR Rp 97,02 Miliar

Selain itu, Hartopo juga berpesan agar mitra Grab selalu semangat dan responsif. Menurutnya, dengan adanya Grab Asisten ini dapat menambah pendapatan mereka.

“Bagi para mitra Grab, semoga launching pelayanan ini dapat menambah jalan dalam menjemput rejeki di tengah pandemi ini. Tetap semangat dan jaga kesehatan serta patuhi anjuran dari pemerintah,” pesan Hartopo kepada pengemudi ojek online.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Lima Pasien Terakhir Positif Covid-19 di RSUD Kudus Dinyatakan Sembuh

0
Pasien Positif Covid-19 melakukan sujud syukur usai dinyatakan sembuh. Foto : Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Lima pasien terakhir yang dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi, hari ini, Kamis (14/5/2020) dinyatakan sembuh. Kelimanya pun sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah.Saat akan pulang, mereka disambut Plt Bupati Kudus HM Hartopo di halaman rumah sakit.

Pada kesempatan itu, HM Hartopo memberikan bunga sebagai ungkapan selamat dan surat keterangan sehat kepada lima pasien. Dengan sembuhnya lima pasien terakhir itu, RSUD dr Loekmono Hadi menjadi nol persen pasien Covid-19.

“Alhamdulillah RSUD dr Loekmono Hadi Kudus sebagai lini satu sudah nol persen menangani pasien Covid-19,” ungkapnya.

Baca juga : Kasus Positif Covid-19 di Kudus Bertambah 3, Kini Total Ada 40 Pasien

Dia memberitahukan, dari lima pasien yang sembuh, dua di antaranya tenaga medis. Satu dokter dan satu perawat. Sementara, sisanya yakni warga Kudus yang terpapar Covid-19 dari luar wilayah Kudus.

Menurut data yang yang diberikan, satu dokter bernama Ayu Kusumawati dan seorang perawat Martin Emawan. Sedangkan, warga Kudus yakni Edy Setyono, Feri Nuryanto dan Sapuan.

HM Hartopo, Plt Bupati Kudus menyambut pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Penyambutan itu dilakukan di halaman RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Foto : Ist

HM Hartopo, yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus mengatakan, saat ini yang masih menjalani perawatan di RSUD merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dari jumlah kumulatif 206 PDP, yang sedang menjalani perawatan tinggal 19 orang saja. Sementara 169 PDP sembuh dan 18 orang meninggal.

“169 pasien PDP sudah sembuh karena hasil swab negatif dan penyakitnya yang membaik,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar menuturkan, 18 PDP yang tengah dirawat telah diswab dan menunggu hasilnya keluar. “Untuk tenaga medis ada satu yang hasilnya belum keluar,” jelasnya.

Dari kelima pasien positif Covid-19 yang sembuh, terlihat Edy Setyono dan Feri Nuryanto yang meluapkan kebahagian. Mereka beberapa kali mengucapkan terima kasih kepada tim medis dan melakukan sujud syukur.

Edy Setyono menceritakan, dia tertular virus Corona setelah pulang dari Bali. Menurutnya, selama tiga bulan di Bali dia mengerjakan proyek.

Baca juga : Pasien Positif Covid-19 di Kudus Capai 21 Orang, 5 Sembuh, 4 Meninggal

Setelah melakukan perjalanan dari Bali, dia merasakan pusing. Ketika diperiksa lebih lanjut ternyata positif Covid-19. Beruntung hasil skrining keluarganya menujukkan hasil negatif.

“Sebelum dirawat saya sudah melakukan isolasi mandiri. Sehingga tidak ada kontak langsung dengan keluarga,” jelasnya.

Selanjutnya, Feri Nuryanto mengaku melakukan perjalanan dari Jakarta. Dia mengalami muntaber. Saat dilakukan pengetesan lebih lanjut, ternyata positif Corona.

“Saya tidak menyangka ternyata saya positif Covid-19. Namun saya bersyukur sekarang sudah sembuh dan bisa pulang ke rumah,” ungkapnya yang berasal dari Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sayung Kembali Terendam Rob, Ganjar Kena Marah Warga

0
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemukiman warga di beberapa lokasi di Kabupaten Demak kembali digenangi air pasang atau rob. Daerah paling terdampak rob adalah Sayung. Di lokasi itu, air rob bahkan sampai masuk ke rumah dan menggenangi jalan raya, sehingga menimbulkan kemacetan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya selalu memantau perkembangan rob yang terjadi di Kabupaten Demak. Bahkan, dirinya sudah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan PSDA Jateng untuk kerja ekstra menangani masalah rob itu.

“Saya minta ke BBWS dan PSDA, mana yang bisa dipompa dan dimasukkan ke Sringin, maka harus dilakukan. Hari ini sudah dicek ke lapangan. Termasuk Perhubungan saya minta terjun agar semuanya terkendali dan tidak terjadi gangguan,” katanya, Kamis (14/5/2020).

Baca juga : Rumah Rusak Akibat Banjir, Paini Berharap Secepatnya Dapat Bantuan

Dari laporan yang diterimanya, kondisi rob memang masih cukup tinggi. Hal itu disebabkan karena sejumlah proyek belum selesai digarap di Jateng.

Ganjar mencontohkan, proyek tanggul raksasa di Pekalongan sudah hampir rampung, proyek normalisasi sungai, kolam retensi dan polder di Kota Semarang juga sudah berjalan. Hal itu membuat kondisi dua daerah tersebut mulai terkendali.

“Itu proses lama, di Semarang saja butuh waktu lima tahun persiapan, dan hari ini mulai ada hasilnya,” tegasnya.

Kondisi rob Sayung lanjut Ganjar memang cukup parah. Banyak warga yang marah-marah kepadanya karena memang kondisi seperti itu.

Hasil monitoring yang ada, kondisi rob memang naik mulai tanggal 10 Mei lalu. Hal itu terjadi karena daya tarik bulan tinggi sehingga air laut naik. Kondisi terparah terjadi mulai 14-16 Mei, dan diperkirakan akan mulai surut pada tanggal 17 Mei.

Baca juga : Warga Kesambi ke Ganjar, ‘Banjirnya Sedada Pak, Kami Tidak Bisa Tidur di Rumah’

“Sayung memang menjadi perhatian saya secara khusus. Hanya saya harus menjelaskan pada masyarakat, kami akan menyelesaikan itu dengan program Tol Laut. Tapi karena proyek itu belum selesai, saya minta masyarakat bersabar,” ucapnya.

Pihaknya juga akan memberikan tindakan darurat apabila masyarakat yang terdampak rob membutuhkan. Kebutuhan logistik dan makanan sudah siap apabila memang diperlukan.

“Saya menawarkan kalau memang butuh logistik, kami sudah siap. Tinggal pemerintah daerah mengajukan ke kami untuk kebutuhan itu,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jelang Lebaran, Polsek Dawe Gencarkan Operasi Petasan

0
Jajaran Polsek Dawe saat melakukan razia petasan di sekitar Pasar Piji, Selasa (12/5/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Kepolisian Sektor Dawe melakukan operasi petasan di Pasar Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (12/5/2020). Operasi yang dipimpin Kanit Sabhara Polsek Dawe Ipda Sukijan tersebut menyasar pedagang kembang api yang berjualan di sekitar pasar.

“Hari ini kita melakukan pemeriksaan kepada seluruh pedagang di pasar. Kami fokus mencari petasan dor,” jelasnya sambil memeriksa satu persatu kembang api yang dijual.

Jajaran Polsek Dawe saat melakukan razia petasan di sekitar Pasar Piji, Selasa (12/5/2020). Foto: Imam Arwindra.

Menurutnya, selama bulan Ramadan dan puncaknya di Hari Raya Idul Fitri, masyarakat memiliki tradisi membunyikan petasan dan kembang api. Jika tidak dilakukan pengawasan yang serius dari kepolisian, tentu akan berbahaya.

“Untuk petasan peledak kami belum temukan. Namun, tadi kami temukan ada pedagang yang menjual kembang api dor. Kami lakukan pembinaan dulu, jika kedapatan menjual lagi, maka akan kami sita,” jelasnya.

Baca juga: Polisi Kudus Datang, Kerumunan Muda-Mudi Tunggang-Langgang

Ipda Sukijan melanjutkan, selain di Pasar Piji, pihaknya akan memperluas operasi petasan di lingkungan Kecamatan Dawe. Mengingat, lebaran tinggal beberapa hari lagi.

Selain operasi petasan, pihaknya juga menggelar operasi balapan liar yang sering dilakukan menjelang berbuka, sahur, dan malam hari.

“Biasanya untuk balap liar dilakukan anak-anak muda. Tempatnya di jalan sepi daerah Desa Colo, Desa Lau dan Desa Margorejo,” ungkapnya.

Dia juga mengaku sudah mengirimkan anggotanya untuk selalu berjaga di lokasi yang biasa digunakan. Jika kedapatan terdapat balap liar dan tertangkap, motor akan disita. Ipda Sukijan memberikan syarat pengambilan motor yang disita, yaitu saat pengambilan harus membawa surat-surat kendaraan. Selain itu, jika orderdil tidak lengkap dan dimodifikasi, harus distandarkan dulu.

“Ini sudah ada empat motor yang kami sita. Namun sudah diambil pemiliknya,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Beri Kelonggaran PKL Hingga Jam 9 Malam, Pemkab Kudus Beri Syarat Khusus

0
Plt Bupati Kudus HM Hartopo. Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus berencana memberi kelonggaran jam malam Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan. Jika sebelumnya jam malam dimulai Pukul 20.00 Wib, nantinya akan diundur menjadi Pukul 21.00 WIB.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, dalam pemberian kelonggaran ini, pihaknya mengajukan syarat, PKL tidak boleh melayani pembeli di tempat. Pelayanan hanya diberikan sistem bungkus.

“Rencana kita akan tambah jamnya. Jadi mulai pukul 21.00 WIB. Ini untuk PKL, namun saya punya syarat untuk menghindari adanya kerumunan. Jadi pembeli harus membungkusnya. Tidak boleh melayani di tempat,” jelasnya saat ditemui di pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (13/5/2020).

Baca juga: Pemkab Kudus Berlakukan Jam Malam Mulai Sabtu Besok

Untuk itu, Hartopo akan mengundang perwakilan baguyuban PKL ke Pendopo Kabupaten Kudus. Dia ingin membuat kesepakatan dulu dengan PKL terkait rencana tersebut.

Hartopo menegaskan, bilamana sudah terjadi kesepakatan, tetapi PKL melanggar, pihaknya akan memberlakukan kebijakan sebelumnya, yakni pukul 20.00 WIB.

“Jika nanti sudah deal dan mau ikut syaratnya, kita langsung berlakukan,” tuturnya.

Hartopo berharap, dengan adanya kebijakan tersebut, PKL tetap berjualan, tapi harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Di antaranya, melakukan jaga jarak fisik, jaga jarak sosial, pembelian sistem bungkus dan mengenakan masker.

“Jika ada yang ketahuan tidak pakai masker. Kita kasih sanksi tidak boleh jualan,” ancamnya.

Baca juga: Hartopo Minta Data Penerima Bansos Ditempelkan di Setiap RT

“Ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Tentu kami butuh dukungan dari semua pihak” tuturnya.

Pemberlakuan tersebut, lanjut Hartopo, akan diatur dalam Intruksi Bupati Kudus, yang drafnya masih dalam proses pembuatan.

“Ini drafnya sudah di meja saya. Nanti saya cek dulu,” tutupnya.

Sebelumnya, Hartopo sudah mengajukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Menurutnya, PKM dirasa lebih tepat ketimbang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, Pemprov tidak memfasilitasinya.

“Akhirnya kita pakai Intruksi Bupati saja,” tutup Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Kavesa Siapkan Diskon Paket Resepsi Nikah Hingga 70 Persen ke Nakes Covid-19

0
Pengelola Taman Mega Sahwahita Abu Sofyan saat ditemui, Sabtu (9/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumput di Taman Mega Sahwahita, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak masih basah setelah diguyur hujan, sore itu. Di sebuah bangunan dalam taman, tampak beberapa orang sedang berbincang-bincang, salah satunya adalah Abu Sofyan (38).

Sore itu, mereka sedang memilih pemenang program nikah gratis untuk tenaga medis covid-19 yang diluncurkan oleh Komunitas Vendor Bersama (Kavesa) Kudus.

Taman Mega Sahwahita yang bisa disewa untuk resepsi pernikahan. Foto: Titis Widjayanti.

Abu mengatakan, program sosial itu ternyata banyak diminati, tidak hanya oleh tenaga medis saja, melainkan berbagai vendor yang sebelumnya tidak terlibat. Oleh karenanya, Kavesa kemudian berencana membuat program lanjutan yaitu diskon besar-besaran paket resepsi pernikahan hingga 70 Persen.

“Untuk program ke dua nanti rencananya bukan akad nikah, tetapi lebih pada resepsi. Secara format juga lebih merujuk ke diskon harga yang rencananya hingga 70 persen. Dan tentunya akan melibatkan lebih banyak vendor,” ungkap Pengelola Taman Mega Sahwahita itu saat ditemui, Sabtu (9/5/2020).

Baca juga: Hotel @Hom Umumkan Tenaga Medis Pemenang Paket Honeymoon Pekan Depan

Rencananya, program ini akan dimulai September nanti setelah 10 pemenang nikah gratis sudah selesai dijalankan. Untuk peserta ada tambahan Bidan dan petugas PMI. Bahkan, seluruh peserta yang pada program pertama tidak lolos, bisa mendaftar lagi.

“Kami memperhitungkan jangka waktu yang harapannya bulan-bulan tersebut pandemi ini sudah usai. Jadi bisa menggelar resepsi, tidak hanya akad,” ungkap beber pria yang juga berprofesi sebagai salah satu guru SMP Negeri di Kota Kudus itu.

Sambil duduk-duduk santai, Abu mengaku jika program nikah gratis ini cukup memuaskannya. Kepuasan itu didapat setelah adanya respon positif dari para pendaftar. Padahal sebelumnya, ia pribadi sempat pesimis tidak banyak yang tertarik untuk mendaftar. Ditambah lagi, usahanya merangkul beberapa vendor untuk ikut terlibat di gerakan sosial kali ini terbilang cukup susah.

Alhamdulilah, ternyata banyak yang respon positif. Bahkan pendaftar mencapai 60 orang di program pertama ini. Proses mengajak beberapa vendor juga tidak mudah. Karena memang kalau dihitung, jika per pasangan kita budget maksimal Rp 10 juta, maka setidaknya kami mengeluarkan Rp 100 juta untuk program ini. Dan itu pure untuk gerakan sosial,” beber Abu.

Baca juga: Tenaga Medis Covid-19 Bisa Nikah Gratis di Pati, Pendaftaran Tutup Akhir Ramadan

Abu berharap, di program ke dua nanti akan lebih banyak lagi yang terlibat, dan dengan perencanaan yang lebih matang.

“Semoga program kedua bisa lebih matang dan tentunya melibatkan lebih banyak vendor yang ingin ikut serta nantinya,” pungkas Abu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Hasil Jimpitan, Petani di Jateng Sumbang 5 Ton Beras untuk Pemerintah

0
Petani di Jateng sumbangkan beras untuk pemerintah. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Para petani di Jawa Tengah yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menyisihkan hasil panen untuk bantuan penanganan Covid-19 kepada pemerintah. Setidaknya 5 ton beras dan 500 Kg telur disumbangkan para petani kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan itu diterima secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Kamis (14/5/2020).

“Beras ini hasil jimpitan para petani anggota KTNA. Setelah panen, beberapa disisihkan untuk diberikan kepada pemerintah. Hari ini kami serahkan 5 ton beras dan 500 Kg telur,” kata Plt Ketua KTNA Jateng, Munaji.

Ia menambahkan, di kabupaten/kota, anggota KTNA juga sudah bergerak memberikan bantuan. Untuk bantuan kali ini, dikumpulkan oleh pengurus provinsi.

Baca juga : Pemprov Jateng Salurkan Bansos Covid-19 dengan Stiker Penyemangat

“Semua daerah sudah gerak, kemudian kami mengembangkan sayap sampai ke provinsi. Mudah-mudahan ini bisa membantu,” terangnya.

Meskipun tidak banyak, namun bantuan tersebut, lanjut Munaji adalah bentuk kepedulian para petani di Jateng. Mereka merasa terpanggil untuk ikut berperan memberikan sumbangan berapapun kepada pemerintah dalam perjuangannya melawan Covid-19.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mewakili masyarakat Jateng mengucapkan terima kasih atas bantuan itu. Menurutnya, bantuan beras dan telur tersebut sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Saya bangga, di tengah pandemi seperti saat ini, para petani masih mau bergotong royong untuk membantu. Hasil panen mereka, disisihkan sedikit untuk membantu yang lain. Ini sebenarnya yang disebut gotong royong,” kata dia.

Ganjar juga berpesan kepada pengurus KTNA, bahwa saat ini sudah masuk musim panen. Ia meminta agar hasil petani bisa terbeli dengan harga bagus sehingga mereka tidak merugi.

“Apalagi sekarang banyak orang butuh beras untuk menyumbang, jadi saya harap hasil petani bisa terserap. Harganya juga harus stabil,” pintanya.

Baca juga : Diklaim Tepat Sasaran, Penyaluran Bansos di Jateng Gunakan Aplikasi Android

Ganjar juga menitipkan kepada pengurus KTNA terkait nasib petani dan nelayan. Sebab di tengah pandemi saat ini, tidak sedikit petani dan nelayan yang kesulitan secara ekonomi.

“Ada nelayan perempuan, mereka harus diperhatikan. Kalau bisa dibuat cadangan, bantuan dari yang lain yang masuk digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Saya sedang menggerakkan Program Jogo Tonggo, nah ini bisa diadaptasi di KNTA dengan cara mengmpulkan bantuan dari anggota untuk diberikan pada anggota lain yang membutuhkan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Komunitas Toyota Land Cruiser Kudus Sumbang APD dan Sembako

0
Ketua Komunitas Toyota Land Cruiser Kudus Sunaryo (kiri) menyerahkan bantuan kepada Plt Bupati Kudus HM Hartopo. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Komunitas Toyota Land Cruiser (TLC) Kudus memberikan bantuan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus. Bantuan yang diberikan yakni berupa alat pelindung diri (APD) dan sembako.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus HM Hartopo mengungkapkan, bantuan yang diterima yakni berupa APD hazmat 120 buah dan face shield 300 buah.

Beberapa kendaraan Toyota Land Cruiser miliki anggota KLC Kudus. Foto : Imam Arwindra

Selain itu, Komunitas TLC juga memberikan sembako berupa minyak goreng 144 liter dan beras 600 Kilogram.

Baca juga : Pemkab Kudus Bantu Isolation Transport untuk Tujuh Rumah Sakit Rujukan Covid-19

“Saya bersyukur ada komunitas seperti Toyota Land Cruiser yang ikut membantu menangani Covid-19 di Kudus,” ungkap Hartopo saat melakukan menerima bantuan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (13/05/2020).

Menurut Hartopo yang juga menjabat sebagai Plt Bupati Kudus, bantuan yang diberikan secara teknis akan diserahkan kepada Pelaksana Harian BPBD Kudus. Namun, dirinya menginginkan untuk sembako agar diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Terutama bagi yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Nanti khusus untuk sembako diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Namun yang belum mendapatkan bantuan baik dari BLT (Bantuan Langsung Tunai), BST (Bantuan Sosial Tunai), JPS (Jaring Pengaman Sosial) dan bantuan dari pemerintah lainnya,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk APD, kata Hartopo, khusus diberikan kepada tim medis. Ia berharap, di Kudus semakin banyak komunitas yang ikut serta dalam membantu menangani Covid-19. Menurutnya, pandemi virus ini harus dilawan bersama-sama.

“Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada komunitas Toyota Land Cruiser. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami,” tutupnya.

Baca juga : Guru SMP di Kudus Sumbang Rp 100 Juta untuk Beli APD

Sementara itu, Ketua Komunitas Toyota Land Cruiser Kudus Sunaryo menuturkan, pihaknya memang sengaja menggalang iuran anggota untuk ikut membantu menangani Covid-19 di Kudus. Menurutnya, untuk melawan pandemi ini semua elemen masyarakat harus bersama-sama. Di antaranya, komunitasnya yang menyukai mobil Toyota Land Cruiser.

“Walau bantuan tidak seberapa, semoga bisa membantu masyarakat dan tim medis yang menangani Covid-19,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan, Sunaryo mengaku siap jika diminta untuk menjadi relawan Covid-19. Menurutnya, anggota TLC terbiasa dengan medan terjal.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Mesin Tetas Telur Full Otomatis Buatan Suyuti Dijual Mulai Harga Rp 750 Ribu

0
Suyuti sedang membuat alat penetas telur. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu di teras rumah berlantai dua yang berada di RT 4, RW 2 Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus tampak ramai aktivitas. Mereka mengaku sedang membuat mesin penetas telur. Terlihat mereka berbagi tugas. Ada yang menggergaji triplek kemudian merangkainya. Ada juga yang merangkai rak tempat telur berbahan aluminium. Rumah tersebut yakni Surya Anugerah Jaya (SAJ), tempat produksi mesin penetas telur manual dan full otomatis.

Suyuti (45) pemilik SAJ itu menuturkan, awal membuat mesin tetas telur hanya yang manual saja. Namun, lagi – lagi karena keadaan dan kebutuhan, dia pun berinovasi sehingga mampu ciptakan mesin tetas telur full otomatis. Dia pun berkisah, selain bekerja di perusahaan kertas di Kudus, untuk memenuhi kebutuhan keluarga Suyuti juga beternak ayam.

Mesin penetas telur buatan Suyuti. Foto : Rabu Sipan

Hingga sampai di suatu waktu, dia harus menetaskan 600 telur di mesin tetas manual. Karena mesin tetas yang diproduksinya itu masih manual, Suyuti dan istrinya harus rutin membalik telur di dalam mesin tetas dua kali sehari, pagi dan sore.

Baca juga : Berbekal Ilmu Elektro yang Dipelajari Ketika SMP, Suyuti Ciptakan Mesin Penetas Telur

“Jelas itu sebuah pekerjaan yang menyita waktu. Kalau setiap pagi dan sore harus membalik 600 telur setiap hari, akan banyak waktu terbuang hanya untuk membalikan ratusan telur. Hingga terbersitlah ide membuat mesin tetas telur full otomatis,” ujar Suyuti kelada betanews.id, Senin (11/5/2020).

Berbeda dengan mesin tetas manual tuturnya, mesin tetas telur full otomatis karyanya bisa membalikan telur secara otomatis. Berputarnya telur itu bisa disetel sesuai keinginan peternak, karena dilengkapi dengan timer atau pengatur waktu.

“Umumnya itu setiap enam jam sekali, telur disetel berputar 180 derajat. Berarti sehari semalam telur bisa membalik secara otomatis empat kali,” jelasnya.

Untuk temperatur suhu, tambahnya, juga otomatis. Panas suhu yang dibutuhkan dalam penetasan telur adalah 36 derajat sampai 39 derajat celcius. Saat suhu ruangan mesin tetas akan melampaui 39 derajat celcius. Lampu akan padam dengan sendirinya. Serta akan menyala otomatis saat suhu berada di 36 derajat celcius.

“Hal yang sama juga untuk kelembabannya. Di mesin tetas telur full otomatis buatan saya, kelembabannya bisa otomatis di kisaran 50 sampai 60 Relativ Humiditi (RH),” beber pria yang dikaruniai dua putra tersebut.

Dia mengatakan, memproduksi mesin tetas telur manual dan full otomatis setiap hari. Mulai dari kapasitas 30 hingga 300 butir telur. Sedangkan kapasitas lebih dari 500 butir telur, dia hanya melayani pesanan saja.

Baca juga : K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara

Suyuti pun kemudian merinci harganya, mesin tetas telur kapasitas 30 butir dihargai Rp 750 ribu full otomatis, dan 400 ribu untuk yang manual. Kapasitas 50 butir harganya Rp 900 ribu. Sedangkan kapasitas 100 butir dibandrol Rp 1,2 juta.

Dilanjutkannya, untuk mesin kapasitas 200 butir telur dijual dengan harga Rp 1,8 juta. Untuk kapasitas 300 butir telur, ditawarkan dengan harga Rp 2,5 juta. “Kalau yang kapasitas 500 butir telur harganya Rp 3,5 juta dan Rp 7 juta untuk yang kapasitas seribu butir telur,” jelasnya.

“Mesin tetas telur produk SAJ juga bergaransi selama tiga bulan. Jadi bisa dijamin bagus dan pasti telurnya bisa menetas,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ani Bagikan Tips Pembuatan Madu Mongso Anti Gagal, Bisa Tahan 1 Tahun

0
Karyawan Madu Mongso Mbah Uti sedang mengaduk adonan, Senin (11/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma khas begitu memanjakan indera penciuman saat memasuki rumah bercat hijau di Dukuh Kauman, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Di dapur rumah tersebut, seorang perempuan paruh baya dengan sekuat tenaga mengaduk adonan madu mongso. Sesekali, dia terlihat menyeka keringatnya sambil tetap mengaduk.

Di sisi lain, salah seorang wanita tampak mengawasi proses pembuatan madu mongso sampai adonan jadi dan siap dikemas. Dia adalah Zulifa Ariani (37), Pemilik usaha Madu Mongso Mbah Uti.

Zulifa Ariani menunjukkan produk Madu Mongso Mbah Uti, Senin (11/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

Wanita yang akrab disapa Ani itu menjelaskan, proses membuat madu mongso memang tidak mudah. Pembuatannya memerlukan kerja keras, telaten, serta membutuhkan waktu yang lumayan lama. Meski bahannya mudah didapat di pasaran, rasa madu mongso bisa saja berbeda tergantung campuran bahannya.

“Madu mongso itu rasa khasnya ada manis, kecut, gurih. Saat digigit agak lengket, di mulut kayak ngemut permen. Untuk bisa menghasilkan rasa tersebut, proses serta campuran bahannya jangan sampai salah,” katanya Senin (11/5/2020).

Baca juga: Resep Turun Temurun yang Membuat Madu Mongso Mbah Uti Selalu Diburu Pembeli

Dia pun kemudian memberikan tips cara membuat madu mongso dengan bahan ketan hitam, gula pasir, santan kelapa yang kental, dan ragi. Pertama-tama, beras ketan hitam direndam selama semalam. Setelah itu, beras kemudian difermentasi dengan menggunakan ragi.

“Proses peragian itu sendiri butuh waktu tiga hari tiga malam. Setelah jadi tape ketan hitam, baru dimasak dengan bahan lain untuk dijadikan madu mongso,” jelas Ani.

Menurutnya, dalam satu kilogram tape ketan hitam, bahan campurannya adalah setengah kilogram gula pasir dan santan kental dari satu kelapa. Setelah dicampur, adonan itu dimasak dan diaduk selama tujuh hingga delapan jam.

“Adukannya harus telaten. Apinya juga jangan sampai kebesaran. Semakin kecil apinya, hasilnya semakin bagus dan semakin awet,” ujarnya sambil tersenyum.

Bahkan, tutur dia, madu mongso yang dimasak dengan api kecil bisa menjadikan madu mongso awet hingga satu tahun, meski tanpa bahan pengawet. Selama setahun itu, madu mongso tidak akan berjamur dan rasanya makin enak.

Baca juga: Meski Awalnya Terpaksa dan Kesulitan, Yusuf Kini Sukses Lanjutkan Usaha Sang Ayah

“Setelah dimasak dan diaduk selama delapan jam, madu mongso sudah bisa dikatakan jadi. Tinggal nunggu adem (dingin), lalu dikemas sesuai keinginan,” kata Ani.

Dia mengatakan, madu mongso sendiri terdiri dari dua kata, madu dan mongso. Madu itu berarti manis sedangkan mongso itu adalah waktu. Jadi, madu mongso itu sesuatu yang manis dan ada di mongso (waktu) riyoyo (lebaran).

“Makanya kalau lebaran tidak ada madu mongso itu seolah ada yang kurang. Jadi cepat pesan Madu Mongso Mbah Uti, ya,” tutup Ani yang tak lupa mempromosikan produknya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pemprov Jateng Salurkan Bansos Covid-19 dengan Stiker Penyemangat

0
Salah satu warga penerima bansos dari Pemprov Jateng yang ditempeli stiker penyemangat. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengambil sikap berbeda soal penempelan stiker pada bantuan sosial (bansos) selama pandemi Covid-19. Jika sejumlah daerah memasang label paket bantuan pemerintah yang mengundang kontroversi, pihaknya justru menempel stiker penyemangat.

Alih-alih memberi label poto kepala daerah setempat, paket bantuan yang disalurkan Ganjar justru dijadikan media sosialisasi protokol kesehatan dan sekaligus memberi semangat dalam menghadapi pandemi.

Stiker penyemangat yang ditempel di paket bansos dari Pemprov jateng. Foto: Ist.

Paket Bantuan Sosial Masyarakat Terdampak Covid-19 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang mulai disalurkan melalui Kantor Pos itu terlihat tertempel stiker bertuliskan “Tetep Semangat, Corona Pasti Minggat”. Di bawahnya terdapat tagar #dirumahsaja, #jagajarak, #pakaimasker, dan #cucitanganpakaisabun.

Ganjar mengatakan, stiker yang ditempel pada paket sembako tersebut untuk memberikan semangat kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi. Jika masyarakat tetap semangat dan saling menjaga antar sesama, maka itulah cara gotong-rotong.

Baca juga: Hindari Pro Kontra, Ganjar Ingatkan Bantuan Pemda Jangan Diberi Stiker Kepala Daerah

“Tidak usah, tidak usah pakai stiker pemerintah. Kita mengajak masyarakat saja untuk mereka tetap semangat,” ujarnya saat melepas armada penyaluran bantuan di Kantor Pos Jalan Imam Barjo, Kota Semarang, Rabu (13/5/2020).

Ganjar menyebut, pemberian stiker berslogan semangat itu untuk menepis ramainya bantuan yang diberi label tertentu. “Iya, sehingga supaya tidak terlalu ramai,” ucapnya.

Baca juga: Jemaah Masjid Agung Semarang Dapat Bantuan Sembako dari Pemprov Jateng

Diketahui, Penyaluran Bantuan Sosial Masyarakat Terdampak Covid-19 dari Pemprov Jateng tahap pertama sebanyak 28.471 paket. Jumlah itu disalurkan di tiga kota, yakni Kota Semarang ada 26.954 paket, Salatiga 201 paket dan Solo 1316 paket.

Penyaluran bantuan didukung dengan menggunakan sistem aplikasi android Id Fleet untuk memastikan tepat sasaran sesuai data penerima.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pemdes Menawan Salurkan Bantuan untuk Belasan Warganya

0
Warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, mendapatkan bantuan dari pemdes setempat. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang perempuan berkendara roda dua tampak diikuti sebuah mobil putih dengan plat merah di belakangnya. Setelah berhenti di tepi jalan, rombongan itu berjalan memasuki gang dan mendatangi sebuah rumah. Warga yang didatangi terlihat kaget melihat ada rombongan datang ke rumahnya.

Satu di antara rombongan tersebut yakni Tri Lestari, Kepala Desa Menawan yang hendak memberi bantuan kepada warga. Kepada warga yang didatangi, Ririn begitu ia akrab disapa, minta warga mengenakan masker terlebih dahulu. Setelah itu, dia menjelaskan pentingnya menggunakan masker dan berjaga jarak demi pencegahan Covid-19.

Salah seorang warga di Desa Menawan mendapatkan bantuan. Foto : Ahmad Rosyidi

“Ini kami mendatangi 12 balita, Di antaranya balita yang rentan penyakit kronis, Gejala Berat Badan (BGN) di bawah garis normal dan difabel. Selain itu juga mendatangi tiga warga yang sudah lanjut usia,” ungkapnya kepada betanews.id, Selasa (12/5/2020) sore.

Baca juga : Lumbung Pangan jadi Prioritas Program Jogo Tonggo di Desa Menawan

Perempuan yang akrab disapa Ririn itu juga menjelaskan, dari sejumlah balita ada satu yang mengalami gizi buruk. Dia sempat bertanya dan memastikan, karena saat ini sudah tidak terlihat kurus. Berbeda saat dirinya bertemu beberapa waktu yang lalu.

“Di Kampung Baru tadi kan ada satu balita yang mengalami gizi buruk. Alhamdulillah sekarang sudah tidak terlihat kurus seperti dulu. Tadi saya sempat bertanya untuk memastikan apa benar yang ini anaknya,” sambungnya.

Dalam pembagian bantuan tersebut, selain dengan dapur umum Kecamatan Gebog, Ririn juga menggandeng Posyandu dan PKK Desa Menawan. Bantuan yang diberikan adalah nasi dari dapur umum Kecamatan Gebog, paket dari Posko Pencegahan Covid-19 Desa Menawan, dan PMT Posyandu.

“Selain nasi untuk berbuka dari dapur umum kecamatan, kami dari posko juga memberi buah-buahan, telur dan sayur. Posyandu juga memberi kacang hijau, agar-agar dan roti. Karena sasaran kali ini balita, jadi kami gandeng Posyandu juga,” jelasnya.

Baca juga : Meski Sering Kena Tegur, Alex Sangat Mendukung Satgas Jogo Tonggo di Menawan

Selain Kepala Desa Menawan, Bambang Gunadi, Camat Gebog yang ikut hadir juga menambahkan, bahwa dapur umum Kecamatan Gebog menyiapkan 180 dus nasi untuk dibagikan. Masing-masing desa di kecamatan tersebut mendapat 15 dus nasi.

“Ini kegiatan pertama dapur umum Kecamatan Gebog, sekaligus launching. Dapur umum ini melibatkan pengurus PKK kecamatan dan PKK desa se-Kecamatan Gebog. Dengan adanya dapur umum ini, kami berharap bisa membantu warga,” tambah Camat Gebog itu.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Datang Masih Kenakan APD, Choridah Bangga Terpilih Dapat Paket Nikah Gratis

0
Salah satu tenaga medis yang beruntung mendapatkan paket nikah gratis dari Kavesa, Senin (11/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Choridah (30) masih tak menyangka jika impiannya untuk menikah secepatnya akhirnya akan segera terwujud. Wanita yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap itu tampak begitu mencolok di Taman Mega Sahwahita yang sore itu ada acara pengumuman tenaga medis yang terpilih mendapatkan paket pernikahan gratis.

Dalam pengumuman tersebut, ia terpilih masuk 10 tenaga medis Covid-19 yang beruntung mendapatkan berbagai fasilitas pernikahan gratis dari Komunitas Vendor Bersama (Kavesa) Kudus.

Salah satu tenaga medis yang beruntung mendapatkan paket nikah gratis dari Kavesa, Senin (11/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Wanita yang bekerja sebagai perawat di Klinik Sema Prambatan Lor itu mengaku sangat senang bisa terpilih mendapatkan paket pernikahan gratis. Apalagi, dalam paket itu, pihak penyelenggara akan menggratiskan biaya jasa wedding organizer (WO), tray mahar akrilik, make up, foto, dekorasi, lighting, dan sound system. “Alhamdulilah, senang, ya, mendapatkan fasilitas ini,” ungkapnya bahagia.

Awalnya, Warga Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu mendapatkan info program Wedding Gratis dari temannya. Namun, ia baru benar-benar mendaftar di akhir April.

Baca juga: Kavesa Umumkan 10 Tenaga Medis yang Beruntung Nikah Gratis

“Rencananya dari awal memang menikah sebelum Ramadan, tetapi KUA (Kantor Urusan Agama) tutup waktu itu. Akhirnya diundur setelah lebaran, tanggal 31 Mei, nanti,” bebernya yang sore itu berangkat dari tempat kerjannya.

Soal tawaran untuk menyelenggarakan akad nikah di Taman Mega Sahwahita, Choridah mengaku masih akan mendiskusikannya dengan pasangan dan keluarga.

“Kalau buat tempat akad rencana masih di rumah. Tadi sih sempat ditawarkan di sini, tapi nanti kami bicarakan dulu sama pihak keluarga,” kata Choridah.

Kebahagiaan yang sama juga dirasakan Sintania (25), yang sore itu datang bersama pasangannya. Menurutnya, terpilih mendapatkan beberapa fasilitas bisa sedkit meringankan biaya pernikahan.

Alhamdulilah, senang sekali dapat fasilitas ini. Karena cukup meringankan,” ungkapnya

Wanita yang berkerja sebagai perawat di RS Aisyiyah ini sebenarnya sudah merencanakan pernikahan sejak 2019 lalu. Namun, rencananya mundur dan tak sengaja melihat program tersebut di Instagram.

“Kalau rencana pernikahan sebenarnya malah dari tahun 2019, tapi akhirnya mundur. Terus dapat info ini dari Instagram, akhirnya ikut. Akadnya tanggal 3 Juni besok. Rencana di rumah pelaksanaannya,” bebernya.

Baca juga: Hotel @Hom Umumkan Tenaga Medis Pemenang Paket Honeymoon Pekan Depan

Sementara itu, perwakilan Swatantra Event Organizer (SEO) Fiska Istyanti (38) menyampaikan, jadwal pernikahan 10 tenaga medis yang beruntung dimulai 31 Mei dan berakhir 16 Agustus 2020.

“Kebetulan hari ini yang bisa hadir dalam penyerahan hadiah secara simbolis ada dua orang. Sebelumnya sudah kami share di seluruh medsos vendor yang tergabung,” tutup Fiska.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Diklaim Tepat Sasaran, Penyaluran Bansos di Jateng Gunakan Aplikasi Android

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo secara langsung melepas bansos di Kantor Pos Jalan Imam Barjo, Kota Semarang, Rabu (13/05/2020). Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Penyaluran Bantuan Sosial Masyarakat terdampak Covid-19 tahap pertama untuk wilayah di Jawa Tengah telah didistribusikan hari ini, Rabu (13/5/2020). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara langsung melepas bantuan tersebut di Kantor Pos Jalan Imam Barjo, Kota Semarang.

Untuk bantuan tahap pertama, ada sebanyak 28.471 paket untuk tiga kota di Jawa Tengah. Tiga kota tersebut, masing-masing untuk Kota Semarang ada 26.954 paket, Salatiga 201 paket, dan Solo 1316 paket. Penyaluran bantuan didukung dengan menggunakan sistem aplikasi android untuk memastikan tepat sasaran sesuai data penerima.

“Inilah pasukan yang akan mengantar bantuan langsung menuju alamat yang dituju. Nantinya wajah penerima dipoto, NIK dan KK penerima, sehingga langsung terkonfirmasi, ke Kantor Pos maupun ke kita (Pemprov Jateng),” ujar Ganjar Pranowo.

Baca juga : Hartopo Minta Data Penerima Bansos Ditempelkan di Setiap RT

Sistem aplikasi andorid Id Fleet diciptakan khusus untuk penanganan bantuan tersebut. Menurut Ganjar, upaya itu merupakan bentuk kerja sama yang praktis antara PT Pos Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Datanya nanti langsung terkonfirmasi realtime, harian,” lanjutnya.

Ia berharap, Bantuan Sosial Masyarakat terdampak Covid-19 tersebut dapat tepat sasaran. “Semoga bapak, ibu bisa menerima dengan baik. Nanti yang kurang kita carikan cara berikutnya agar semua terbantu dengan baik,” harapnya.

Disinggung mengenai paket bantuan yang tidak diberi stiker berslogan “Tetap Semangat Corona Pasti Minggat”, Ganjar justru mengaku sengaja untuk memberikan semangat kepada masyarakat dalam menghadapi Virus Corona.

“Kita ajak masyarakat semangat, saling menyemangati. Ini bentuk gotong royong,” terang dia.

Sementara, Vice Precident Informasi dan Komunikasi Teknologi PT Kantor Pos Jakarta, Poerwanto S menyampaikan, bahwa petugas pengantar bantuan dipastikan menggunakan aplikasi android Id Fleet. Itu untuk memastikan kiriman diterima sesuai alamat yang terdaftar.

“Nanti petugas akan memotret wajah, NIK KTP, KK dan penerima diwajibkan membubuhkan tanda tangan pada aplikasi tersebut. Setelah itu dikirim ke server,” jelasnya.

Penggunaan aplikasi dalam penyaluran bantuan tersebut, kata Poerwanto, untuk memastikan ketepatan pengiriman kepada penerima. Selain itu, untuk percepatan pelaporan data.”Dari situlah kita meyakini bahwa kiriman itu diserahkan kepada orang yang dituju,” imbuhnya.

Baca juga : Ganjar Minta Perhatikan Lansia dan Balita dalam Program Jogo Tonggo

Menurutnya, aplikasi tersebut juga nantinya digunakan pada penyaluran bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk perantau yang berada di Jabodetabek. Bahkan, aplikasi akan ditambah fitur berupa Inventory System, untuk mengetahui barang yang sudah dikelola dan dikirim ke penerima.

“Jadi untuk bantuan di Jabodetabek akan ditambah fitur pada aplikasi. Fitur ini supaya pemprov tahu barang apa saja yang sudah dibeli dan dikelola untuk dikirim ke penerima,” ungkapnya.

Terkait armada yang digunakan untuk penyaluran, saat ini di Kota Semarang telah disiapkan roda empat dan sepeda motor.

“Jumlah armada akan disesuaikan, tapi kita siapkan mobil dan sepeda motor. Motor ini untuk jengakauan akses yang sulit misalnya gang dan lainnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -