BETANEWS.ID, KUDUS – Setelah dua hari paska bencana banjir di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, tampak beberapa warga sibuk membersihkan rumah. Beberapa dari mereka terlihat menjemur kasur yang basah terendam banjir. Ada juga yang menjemur sofa, pakaian, buku – buku pelajaran dan perabotan lainnya. Tak jauh dari tanggul jebol, tampak rumah warna hijau tanpa teras. Di belakang rumah terlihat perempuan renta sedang mencuci. Perempuan tersebut yakni Paini (64), yang rumahnya rusak akibat terjangan banjir.

Paini mengungkapkan, banjir yang melanda desanya pada Kamis (20/02/2020) lalu telah mengakibatkan rumahnya rusak. Kerusakan rumahnya lumayan parah, yakni teras hampir roboh dan lantai terasnya rusak parah. Menurutnya, dari pada roboh, akhirnya atap teras rumah Paini dibongkar. Paini berharap secepatnya mendapatkan bantuan untuk perbaikan rumah.

“Rumah saya rusak parah akibat terjangan arus banjir. Saya berharap dapat bantuan agar bisa membangun teras lagi,” harap Paini, warga RT 01 RW 05, Desa Kesambi, kepada betanews.id.
Senada dengan Paini, Agus Mintoyo (34) warga RT 03 RW 01, Desa Kesambi mengaku, rumahnya juga rusak akibat banjir yang melanda desanya. Dia juga berharap dapat bantuan dari pemerintah atau dinas terkait untuk perbaikan rumahnya. Menurutnya, rumahnya itu berhadapan langsung dengan tanggul yang jebol. Akibatnya arus air bah dari Sungai Piji membuat dinding rumahnya retak di beberapa bagian.
“Akibat terjangan air bah dari tanggul Sungai Piji yang jebol, dinding rumah saya pada retak. Retaknya cukup lebar dan panjang. Terutama rumah bagian atas. Kalau memang ada bantuan, saya berharap dapat bantuan agar secepatnya bisa memperbaiki bagian yang rusak tersebut. Ngeri takutnya roboh, kalau ada hujan disertai angin kencang,” harap pria yang akrab disapa Agus.
Ditemui terpisah, Muhammad Masri selaku Kepala Desa Kesambi mengatakan, pihaknya tetap memikirkan warganya yang rumahnya rusak akibat banjir. Dia berharap sumbangan untuk warganya bisa dibackup dengan dana desa. Tapi kalau tidak bisa, dia bersama jajarannya akan mencarikan sumbangan, kemungkinan ke Dinas Sosial.
“Intinya saya memikirkan warga saya yang rumahnya rusak. Dan berniat mecarikan sumbangan. Saya juga mohon maaf kalau sumbangan itu tidak bisa secepatnya,” ujar pria yang akrab disapa Masri.
Dia menambahkan, sedang untuk tanggul yang jebol, yang sementara ditutup karung berisi tanah itu akan secepatnya dibangun. “Kemarin Pak Gubernur juga datang meninjau. Beliau berkata secepatnya tanggul yang jebol akan segera dibangun lagi,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

