BETANEWS.ID, KUDUS – Suara keyboard beberapa kali mengalun dari studio musik Omah Dongeng Marwah, siang itu. Seorang gadis berkerudung terlihat sedang latihan menyanyi dengan didampingi seorang pria. Pria tersebut adalah Arif Rohman (28), kakak pendamping di Omah Dongeng Marwah.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang dirintis sejak 2015 itu punya berbagai kegiatan untuk mengasah bakat dan minat anak-anak. Berbagai kegiatan yang ada di tempat tersebut di antaranya adalah mendongeng, musik, menulis lirik lagu, tari, film, dan teater.

“Dulu disebutnya sama masyarakat itu les karena kegiatannya pada sore hari. Terus akhirnya mulai jadi PKBM sejak 2017. Secara legalitas berarti kelompok belajar yang menyediakan Paket B dan Paket C,” papar Arif, Kamis (2/7/2020).
Arif melanjutkan, visi utamanya adalah menerapkan dongeng sebagai metode pendidikan anak dan keluarga. Menurutnya, melalui dongeng anak-anak lebih mudah menerima pengajaran.
Baca juga: Hari Pertama Sekolah, Siswa Baru SMPN 3 Kudus Lalui Sejumlah Protokol Kesehatan
“Dengan dongeng, anak-anak ini tidak hanya dilatih untuk membaca. Tetapi juga kepercayaan diri mereka. Lalu penguasaan kosakata dan yang lain. Sampai akhirnya nanti mereka memilih bakat dan minat yang kami fasilitasi,” kata dia.
Hingga saat ini, Omah Dongeng Marwah sendiri sudah beranggotakan sekitar 80 anak. Meskipun begitu, dikarenakan bentuknya adalah komunitas, Omah Dongeng Marwah tidak mengikat anggota untuk selalu hadir dalam kegiatan. Akan tetapi, para anggota justru memiliki kesadaran dan bergerak sendiri untuk selalu aktif dalam kegiatan yang diadakan.
“Anak-anak bebas memilih mendalami hal apa, sesuai dengan bakat mereka. Akan tetapi, untuk materi memang semua anak berhak mengikuti keseluruhan,” beber Arif.
Meski sudah resmi jadi PKBM, lanjut Arif, Omah Dongeng Marwah tetap membuka ruang untuk anak-anak lain yang tidak mendaftar secara resmi. Lantaran, sejak berdiri memang memiliki tujuan untuk mengarahkan anak-anak atau para anggota dalam mengembangkan bakat minat. Sehingga, mereka selalu membuka ruang kegiatan untuk menunjang tujuan tersebut.
Baca juga: Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia
Omah Dongeng Marwah sendiri, lanjut Arif, sudah menelurkan berbagai karya, seperti dongeng, lukisan, lagu, buku, film, hingga teater. Beberapa karya mereka bahkan sudah melalang buana di beberapa festival tingkat provinsi sampai nasional. Salah satunya adalah film Matajiwa yang rilis pada 2017.
“Saat ini, teater menjadi proses yang dipelajari sebagai proses yang cukup menantang. Hal ini dikarenakan, jika pada film bisa mengulang proses pengambilan gambar, sedangkan di teater harus meminimalisir kesalahan saat di panggung,” tukas Arif.
Editor: Ahmad Muhlisin

