Bidik Sekolah Adiwiyata, SMPN 2 Gebog Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

BETANEWS.ID, KUDUS – Keberadaan tempat sampah khusus plastik dan botol minuman di SMPN 2 Gebog dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, fasilitas tersebut juga dapat menanamkan karakter tanggung jawab dan disiplin kepada siswa dalam memilah sampah dengan baik dan benar.

Guru SMPN 2 Gebog, Rina Warganianti, menyampaikan bahwa sebelum adanya tempat sampah tersebut, sebagian siswa masih membuang sampah secara bercampur antara sampah plastik dan organik. Hal itu disebabkan belum tersedianya fasilitas tempat sampah khusus dan hanya mengandalkan tong sampah yang berada di depan masing-masing kelas.

“Semenjak adanya tempat sampah ini dan edukasi yang kami berikan, mereka mulai memahami pentingnya memilah sampah sesuai jenisnya. Jadi dampaknya sangat positif bagi anak,” ujarnya saat ditemui di lokasi sekolah, Sabtu (13/6/2026).

-Advertisement-

Ia menjelaskan, tempat sampah khusus tersebut merupakan bantuan dari salah satu perusahaan di Kabupaten Kudus. Setidaknya ada lima unit tempat sampah yang ditempatkan di beberapa titik dan telah digunakan selama dua pekan terakhir.

“Sebenarnya idealnya ada sekitar 15 tempat sampah. Namun atas bantuan dari PT Pura ini kami sangat berterima kasih karena bisa digunakan untuk mempraktikkan budaya baik dalam membuang sampah sekaligus pemilahan sampah bagi anak. Dengan adanya bantuan ini, kesadaran mereka akan pentingnya kebersihan lingkungan dapat meningkat,” jelasnya.

Baca juga : Baru Dibuka, Pendaftaran KKO SMPN 3 Kudus Langsung Dibanjiri Calon Siswa

Tak hanya meningkatkan kesadaran siswa, menurutnya, fasilitas tersebut juga dapat menumbuhkan karakter positif, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Hal senada juga disampaikan guru lainnya, Cici Pujianti. Menurutnya, fasilitas tersebut membantu sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan siswa. Apalagi, sekolah tersebut menargetkan menjadi Sekolah Adiwiyata pada tahun depan.

“Bantuan ini sekaligus memantapkan niat kami untuk menjadikan sekolah ini sebagai Sekolah Adiwiyata tahun depan. Persiapan menuju target tersebut juga didukung Mapala UMK melalui pendampingan pembuatan ecoenzyme, biopori, dan berbagai kegiatan lingkungan lainnya,” jelasnya.

Pihak sekolah berencana memanfaatkan hasil pengelolaan sampah untuk pengadaan tanaman yang akan ditempatkan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, edukasi lingkungan dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER