BETANEWS.ID, KUDUS – Tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kudus, yakni RSUD dr Loekmono Hadi, Rumah Sakit Mardi Rahayu, RSI Sunan Kudus, RS Kumala Siwi, RS Aisyiah, RS Nurus Syifa dan RS Kartika Husada, mendapatkan bantuan alat pelindung diri (APD), masker N95, ice gel,vitamin, sabun cair dan hand sanitizer dari pemerintah kabupaten setempat.
Selain itu, ada juga bantuan alat isolation transport. Alat tersebut digunakan untuk membawa pasien dalam pengawasan(PDP).

“Isolation transport ini bertujuan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya penularan pasien terindikasi maupun terkonfirmasi Covid-19. Hal itu terjadi saat proses pemindahan dari ruangan satu ke ruangan lainnya,” ujar HM Hartopo, Plt Bupati Kudus saat melakukan penyerahan bantuan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jumat (8/5/2020).
Baca juga : Djarum Sumbang Alat Tes Swab ke Pemkab Kudus, Hasil Keluar dalam Satu Hari
Hartopo menegaskan, jika alat isolation transport tersebut tidak diperuntukkan untuk menjemput atau memindahkan pasien antarrumah sakit. Sebab, PDP terindikasi Covid-19 yang merupakan rujukan dari rumah sakit lain, akan melalui jalur khusus dan langsung masuk ke ruang isolasi.
Hartopo menjelaskan, alat isolation transport, secara fisik tampak mirip dengan ranjang pasien dengan roda di bawahnya. Namun yang berbeda, yakni memiliki bagian khusus seperti penutup yang dilengkapi teknologi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau teknologi penyaringan udara yang dapat menangkap mikropartikel.
“Jadi untuk semua alat perlengkapan medis, saya carikan yang standar medis. Saya tidak ingin beli dari supplier yang sembarangan. Karena ini untuk tenaga medis kita,” jelasnya.
Baca juga : Tarif Rapid Test di RS Mardi Rahayu Rp 400 Ribu, Begini Cara Daftarnya
Sementara itu, satu di antara penerima bantuan yaitu RS Aisyiyah Kudus. Hilal Ariadi, Dirut RS Aisiyah menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan dari Pemkab Kudus. Hilal menuturkan, bantuan yang diberikan sangat berarti bagi keamanan tenaga medisnya
“Terima kasih atas bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Ini untuk tenaga medis kami yang merawat pasien,” tuturnya.
Editor : Kholistiono

