BETANEWS.ID, JEPARA– Momen Hari Raya Idulfitri yang identik dengan berbagi bingkisan kepada sanak saudara menjadi berkah tersendiri bagi pengrajin hampers. Salah satunya, Ety Yuniarti (44) pemilik Toko Dapur Ismail.
Ditemui di tokonya yang beralamat di Jalan Randu Asri, Kelurahan Pengkol, Kecamatan/Kabupaten Jepara, Ety bercerita, pesanan hampers lebaran bahkan sudah ramai sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Alhamdulillah pesanan hampers di tahun ini ada kenaikan, cukup ramai. Di hari pertama saya share katalog, pesanan yang masuk sampai 100 lebih,” katanya di sela melayani pembeli.
Di tahun ini, Ety mengatakan, ia menyediakan empat paket hampers berisi kue kering yang ia produksi sendiri. Yaitu Paket Raudhah berisi dua toples kue kering, Paket Hayat berisi tiga toples kue kering, Paket Thayyiba berisi empat toples kue kering, dan Paket Marwah berisi tiga toples kue kering dan satu set keramik yang terdiri dari tiga jenis.
Untuk varian kue keringnya, pembeli menurutnya bebas memilih. Total terdapat 10 jenis kue kering yang ia produksi. Yaitu Nastar, Kastangel, Choco Stick, Brownies Stick, Choco Mete, Satu Keju, Chuo Kao So, Almond Cookies, Putri Salju, Roti Kacang, Lidah Kucing, dan Mini Cookies.
Baca juga: Berawal dari Tak Sengaja, Dimsum Receh Milik Supri Bisa Ludes Hanya Dalam Dua Jam Saja
“Harganya bervariasi mulai dari Rp105-265 ribu per paket,” sebutnya.
Dari empat paket itu, paket Raudhah dengan harga Rp105 ribu dan Paket Hayat dengan harga Rp155 ribu menurutnya yang paling banyak dicari pembeli. Sebab, dengan harga yang ekonomis, masyarakat sudah bisa berbagi bingkisan kepada sanak saudara.
“Isi dua dan tiga yang cukup banyak dicari. Karena melihat kondisi ekonomi saat ini, saya berpikir bagaimana kita bisa tetap berbagi tapi dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Selain itu, di tahun ini ia juga membuat kemasan hampers yang berbeda. Yaitu berupa wadah anyaman rotan yang nantinya bisa dimanfaatkan kembali. Wadah tersebut juga sengaja ia ambil dari pengrajin lokal di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan.
Hingga pekan ketiga Ramadhan, total sudah ada 300 toples kue kering yang sudah terkirim. Pesanan itu tidak hanya dari Kabupaten Jepara, tetapi juga ada yang dari Yogyakarta, Jakarta, Bali dan Palangkaraya.
“Secara omzet, alhamdulillah juga ada kenaikan sekitar 30 persen dibanding tahun lalu,” sebutnya.
Untuk mengerjakan seluruh pesanan pembeli, Ety yang di hari biasa hanya mempekerjakan tujuh orang karyawan, di momen puasa dan menjelang lebaran ia menambah jumlah karyawan menjadi sepuluh orang.
Editor: Kholistiono

