Valerie Temui Wamendiktisaintek: Amankan 5 Pilar Riset Strategis untuk RKPD 2027 dan RPJMD Kudus

BETANEWS.ID, JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Kudus, Valerie Yudistira Pramudya, menemui Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella christie dan Fauzan, Senin (27/4/2026), di Jakarta. Pertemuan ini merupakan dinilai sebagai langkah darurat menyusul temuan tidak adanya alokasi dana riset di Kabupaten Kudus pada tahun anggaran 2026.

Valerie menegaskan, kekosongan anggaran riset tersebut merupakan ancaman serius terhadap sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 dan tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, tanpa dukungan riset, arah pembangunan Kudus akan kehilangan “kompas” ilmiahnya. Ia menekankan bahwa keterlibatan perusahaan besar dan universitas di Kudus dalam ekosistem riset adalah keharusan mutlak untuk menutup celah anggaran tersebut.

-Advertisement-

Baca juga: Ketua Fraksi Gerindra Kudus Soroti Pemangkasan Anggaran Riset

“Kita tidak bisa menyusun program kerja hanya berdasarkan asumsi. Saya menemui Wamen Ristek untuk memastikan bahwa Kudus tetap memiliki akses terhadap jejaring riset nasional. Apalagi, kita punya lima pilar pengamatan riset yang sangat krusial untuk RKPD 2027 ke depan agar pembangunan kita tetap relevan dengan zaman,” ujar Valerie, Selasa (28/4/2026).

5 Agenda Riset Strategis Kudus 2027

Dalam diskusinya, Valerie memaparkan lima sektor prioritas yang memerlukan kajian mendalam demi keberlangsungan Kabupaten Kudus:

  1. Pengembangan Ekonomi Syariah: Mengingat potensi besar Kudus sebagai kota religi, riset diperlukan untuk memetakan ekosistem industri halal dan keuangan syariah yang inklusif.
  2. Tata Kelola Pemerintahan Adaptif dan Digital: Mendorong transformasi birokrasi yang lebih lincah dan berbasis teknologi untuk pelayanan publik yang lebih cepat.
  3. Kelestarian Lingkungan dan Tangguh Bencana: Fokus pada riset pengelolaan persampahan yang terintegrasi serta pemetaan mitigasi bencana yang akurat.
  4. Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Menciptakan cetak biru pariwisata yang tidak hanya mendatangkan devisa, tetapi juga menjaga kearifan lokal dan kelestarian alam.
  5. Ekonomi Berbasis Kreativitas: Menggali potensi inovasi dari anak muda dan pelaku ekonomi kreatif Kudus sebagai motor ekonomi baru di luar sektor industri manufaktur tradisional.

Menghadapi nihilnya anggaran riset di 2026, Valerie mendorong konsep kolaborasi Triple Helixsinergi antara Pemerintah, akademisi, dan sektor industri.

Baca juga: Valerie Soroti Kasus Pemerasan PKL, Dorong Penegakan Perda yang Humanis di Kudus

“Kudus adalah rumah bagi industri raksasa. Jika riset daerah tidak bisa didanai sepenuhnya oleh APBD di 2026, kita harus mendorong pihak swasta dan universitas untuk terlibat dalam joint-research. Namun, pemerintah harus tetap memegang kendali atas datanya agar sesuai dengan target RPJMD,” tegasnya.

Melalui pertemuan ini, Valerie berharap pemerintah pusat dapat memberikan pendampingan teknis bagi Kabupaten Kudus dalam mengelola ekosistem data. Ia berkomitmen untuk terus mengawal agar kebijakan di DPRD tidak melenceng dari data-data faktual hasil riset.

“Pembangunan yang sukses adalah pembangunan yang terukur. Dengan riset yang kuat di lima bidang tersebut, kita memastikan Kudus di tahun 2027 dan seterusnya menjadi daerah yang tangguh, digital, dan berkelanjutan,” tutup Valerie.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER