Beranda blog Halaman 1826

Pedagang di Kawasan Makam Sunan Muria Bersyukur Diperbolehkan Berjualan Lagi

0
Erni Susanti, salah satu pedagang di kawasan Makam Sunan Muria. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang tampak berlalu lalang di tangga jalan menuju Sunan Muria. Beberapa dari mereka yang turun menyempatkan berhenti di salah satu kios pedagang. Pemilik kios pun dengan cekatan dan ramah melayani calon pembeli. Salah satu pemilik kios, yakni Erni Susanti (33) merasa senang diperbolehkan berdagang kembali.

Seusai melayani pembeli, perempuan yang akrab disapa Erni itu sudi berbagi penjelasan kepada betanews.id. Dia mengaku merasa senang bisa berdagang lagi di tepi tangga menuju makam Sunan Muria. Karena, sebelumnya wisata religi tersebut ditutup selama tiga bulan akibat corona.

Tampak beberapa peziarah menuju Makam Sunan Muria. Foto : Rabu Sipan

Baca juga : Sepekan Makam Sunan Muria Dibuka untuk Simulasi, Begini Situasinya

“Alhamdulillah ini bisa berdagang lagi. Soalnya selama Makam Sunan Muria ditutup, kami itu menganggur di rumah tidak ada pemasukan,” ujar Erni, Sabtu (13/6/2020).

Perempuan warga Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus itu mengaku sudah berdagang di tepi tangga Makam Sunan Muria selama 20 tahun. Dia berjualan aneka topi, peci dan blangkon. Meski pembeli belum sebanyak saat belum ada pendemi, setidaknya dia ada pemasukan.

“Memang peziarah dan pembeli masih sepi mas. Tapi setidaknya ada pemasukan per harinya. Kalau dulu sebelum ada corona sehari bisa dapat omzet Rp 500 ribu, sekarang bisa dapat Rp 50 ribu sudah bersyukur,” kata Erni.

Baca juga : Mutiara Ajak Peziarah di Makam Sunan Muria Taati Protokol Kesehatan

Setali tiga uang dengan Erni, pedagang lain bernama Suharti (60) juga merasa bersyukur diperbolehkan berdagang kembali di wisata religi Sunan Muria. Dengan begitu, penjual ganyong dan kripik itu bisa mendapat penghasilan. Namun diakuinya, saat ini peziarah dan pembeli masih agak sepi.

“Semoga saja keadaan bisa kembali normal. Sehingga peziarah yang datang banyak lagi. Serta semoga dagangannya laris dibeli para peziarah,” harap Suharti yang sudah berjualan 15 tahun di tepi tangga jalan ke Makam Sunan Muria.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Gerindra: Sosialisasi Lemah, Jateng Tak Siap New Normal

0
Pedagang Pasar Karangayu sedang menunggu pembeli. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto menilai Jawa Tengah tak siap menghadapi kondisi new normal atau kenormalan baru. Sosialisasi yang lemah dan rendahnya kesadaran masyarakat pada protokol kesehatan Covid 19 disebut jadi alasan utama.

Menurutnya, sosialisasi memang telah dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, tapi belum jelas tolok ukurnya. Hal itulah yang menyebabkan tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 rendah, seperti yang dia temui di sejumlah wilayah.

“Saat ini upaya pencegahan penularan Covid 19 menekankan pada kesadaran masyarakat. Di sisi lain, kesadaran masyarakat rendah karena sosialisasi juga lemah. Jateng belum siap hadapi new normal,” kata Yudi yang juga menjabat sebagai anggota Komisi E DPRD Jateng ini, Senin (15/6/2020).

Baca juga: Ganjar Sebut Hanya Tinggal Tiga Daerah di Jateng yang Kategori Merah

Ia lantas membandingkan dengan upaya sosialisasi pada saat pemilu atau pilkada. Di situ ada ketentuan jelas ketentuan jumlah baliho atau poster yang harus disediakan dan dipasang oleh pemerintah. Sebarannya pun juga benar-benar merata hingga ke tingkat kecamatan atau kelurahan.

“Tapi bentuk sosialisasi pada pencegahan Covid ini tidak jelas. Memang sudah ada, tapi sangat minim dan tak ada tolok ukurnya. Mestinya alokasi anggaran bisa detail sebagaimana sosialisasi pemilu,” kata Yudi.

Padahal, lanjut Yudi, pemprov telah mengalokasikan anggaran triliunan rupiah untuk penanganan Covid 19. Dana itu berasal dari relokasi APBD 2019 dan di antaranya digunakan untuk penanganan pasien, termasuk pemulihan ekonomi. Namun, sekali lagi alokasi untuk sosialisasi belum terlihat nyata.

Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Susun Norma Baru sebagai Pedoman New Normal

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini sepakat jika perekonomian masyarakat harus terus berjalan, tapi mesti dibarengi  dengan sosialisasi perihal protokol kesehatan yang masif.

Ia juga prihatin saat pemerintah Kota Semarang menerapkan perlakukan berbeda dalam penanganan Covid 19. Di saat ada pedagang di pasar dinyatakan positif Covid 19 maka pasar ditutup dalam beberapa hari. Di sisi lain, ketika ada 20 pejabat Pemkot Semarang positif Covid 19 kebijakan yang ditempuh justru berbeda.

“Kenapa berbeda? Artinya, pencegahan dengan sosialisasi begitu penting. Tak hanya di Semarang tapi juga semua wilayah di Jateng. Apalagi di wilayah kabupaten yang jauh dari wilayah perkotaannya,” tutup Yudi.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Diperiksa Tiga Jam, Direktur PDAM Kudus Dicecar 25 Pertanyaan

0
Direktur PDAM Kudus, Ayatullah Humaini. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan oknum pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus terus dikembangkan oleh Kejaksaan Negeri Kudus.

Hari ini, Senin (15/6/2020), delapan orang saksi diperiksa di Kejaksaan Negeri Kudus. Satu di antaranya adalah Direktur PDAM Kabupaten Kudus, Ayatullah Humaini.

Saat ditemui usai pemeriksaan, Direktur PDAM Kabupaten Kudus, Ayatullah Humaini menuturkan, dirinya diperiksa penyidik sejak pukul 9.00 hingga 12.00 WIB. Pada kesempatan itu, dirinya dicecar 25 pertanyaan yang materinya subtansif. “Ya nama, alamat, gender, pendidikan dan seterusnya,” jelasnya.

Baca juga : Pekan Depan Kejari Bakal Periksa 24 Pegawai PDAM Kudus

Saat ditanya mengenai tentang OTT yang melibatkan anak buahnya berinisial T, Humaini menjawab tidak tahu dan mendapat kabar tersebut dari media.

“Ternyata OTT itu bukan di kantor PDAM, namun di bengkel tamban ban. Jauh dari PDAM,” tuturnya.

Mengenai pertanyaan lainnya, dirinya mengaku menjawab secara normatif dengan kalimat tidak tahu dan tidak terima.

“Saya ditanya, (pegawai) dapat Rp 65 juta dari mana. Saya juga tidak tahu dapat dari mana,” jelasnya.

Selanjutnya, Humaini juga disinggung mengenai proses penerima dan pengangkatan pegawai di lingkungan PDAM. Menurutnya, proses yang dilakukan sudah sesuai peraturan yang berlaku.

Baca juga : Pegawai PDAM Kudus Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Kejari Sita Rp 65 Juta Saat OTT

Dikatakan Humaini, pemeriksaan yang dilakukan pihak Kejari sangat profesional. Dirinya juga nyaman dan tidak merasa ditekan.

“Secara pribadi, saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kajari. Kami diberi fasilitas pemeriksaan yang sangat baik. Saya akan selalu kooperatif jika diperlukan untuk keterangan selanjutnya,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ganjar Sebut Hanya Tinggal Tiga Daerah di Jateng yang Kategori Merah

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Hingga saat ini, hanya tinggal tiga daerah di Jateng yang masuk kategori zona merah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Magelang. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai Rapat Percepatan Penanganan Covid-19 di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Senin (15/6/2020). Rapat dihadiri sejumlah jajaran dinas terkait, rumah sakit serta tim ahli.

“Dari laporan dan analisis semuanya, hari ini tinggal Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Magelang yang masih zona merah. Sementara lainnya sudah masuk zona kuning, bahkan Banyumas dan Wonosobo itu sudah cenderung hijau,” kata Ganjar.

Terhadap tiga daerah yang masih zona merah itu, Ganjar akan segera mengirimkan surat khusus. Surat diberikan agar kepala daerah di tiga wilayah itu semakin memperketat kegiatan masyarakatnya.

Baca juga : Kembali Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Kudus Tembus 107

“Di tiga daerah itu saya minta berhati-hati betul, tolong kegiatan semuanya diketatkan lagi, kalau ada kegiatan masyarakat yang berkerumun, tolong dilarang. Nanti saya akan kirim surat agar pembatasannya lebih ketat,” tegasnya.

Ganjar menerangkan, surat itu penting karena dirinya melihat masyarakat masih banyak yang tidak memperdulikan protokol kesehatan. Di Kota Semarang misalnya, dirinya masih melihat banyak orang berkerumun, tanpa jarak dan tidak memakai masker.

“Kemarin saya sepedaan di Kota Lama dan Simpang Lima. Wah itu luar biasa banyak masyarakat, seperti ada event saja. Ini kan bahaya, makanya akan saya buat surat khusus, agar kegiatan-kegiatan itu dibatasi bahkan diperketat,” terangnya.

Untuk daerah lain yang sudah kuning, Ganjar juga meminta semuanya tetap berhati-hati. Sebab tidak menutup kemungkinan, penyebaran virus Covid-19 akan kembali terjadi.

Untuk itu, ia meminta seluruh bupati/wali kota di Jateng melakukan persiapan-persiapan dan melakukan penataan khususnya di tempat publik. Pasar-pasar tradisional harus ditata agar penularan tidak terjadi.

“Saya minta seluruh pasar tradisional di Jateng ditata. Kalau perlu ditutup selama tiga hari untuk kemudian ditata jaraknya. Saya minta juga ada petugas yang berjaga agar pedagang dan pembeli semuanya aman,” ucapnya.

Ganjar juga meminta seluruh bupati/wali kota untuk meningkatkan tracing penyebaran Covid-19. Pencarian potensi penyebaran dengan survilance harus diperbanyak, agar diketahui seberapa besar yang tertular.

Baca juga : Kebumen Deklarasi New Normal, Ganjar Ingatkan Jangan Buru-Buru

“Saya minta laboratorium juga meningkatkan kapasitasnya. Kalau biasanya hasil lab tiga hari jadi, saya minta sehari selesai. Saya minta semua lab on selama 24 jam untuk keperluan ini,” tutupnya.

Sementara itu, Tim Ahli Gugus Tugas covid-19 Jateng, Anung Sugihanto mengatakan, beberapa daerah di Jateng memang menunjukkan posisi landai. Beberapa sudah masuk zona hijau, sementara lainnya masuk zona kuning.

“Namun semua harus hati-hati, tidak perlu cepat-cepat mengambil kebijakan normal baru. Sebab, tidak menutup kemungkinan potensi wabah Covid-19 kembali terjadi. Seperti Kebumen kemarin itu menurut kami terlalu dini, sebab dari data saat ini, kasus PDP di daerah itu justru meningkat,” ucap Anung.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Bengkel Pak Pwa, Saksi Sejarah Perjalanan Sepeda di Kudus

0
Selamet Untung sibuk mengerjakan serivisan sepeda di bengkel Pak Pwa, Jumat (13/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus putih berkerah merah tampak sibuk memperbaiki sepeda. Di sela perbaikan sepeda, ada pelanggan bawa motor matik bannya kempes. Pria tersebut pun dengan sigap mengganti ban dalam motor tesebut lantaran pemilik menginkankan penggantian. Setelah usai, ia kembali menyibukkan diri dengan alat transportasi kayuh itu. Pria tersebut yakni Selamet Untung Budi Utomo (42) pemilik bengkel sepeda Pak Pwa.

Pria yang akrab disapa Untung itu kemudian berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia menuturkan, sebenarnya usaha bengkel sepeda itu warisan dari orang tuanya. Menurutnya, bengkel sepeda Pak Pwa itu sudah melegenda lantaran sudah ada sejak 70 tahun yang lalu.

Selamet Untung sibuk mengerjakan serivisan sepeda di bengkel Pak Pwa, Jumat (13/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Bengkel ini legendaris. Sudah ada sejak dulu, bahkan Jalan Raya Besito depan itu masih berupa grogalan batu,” jelas Untung kepada Betanews.id, Jumat (12/6/2020).

Pria yang dikaruniai satu orang anak itu menambahkan, sebenarnya dulu ia bercita-cita punya bengkel motor. Sehingga setelah lulus SMP, ia berniat lanjut ke STM. Namun, saat itu ayahnya melarang.

Baca juga: Jadi Tren Sejak Pandemi, Pelanggan Bengkel Sepeda Pak Pwa Sampai Antre

“Kalau sekolah di STM mending bantu bapak di bengkel, sama saja,” kata Untung menirukan bapaknya.

Sejak saat itu, lanjutnya, ia pun membantu ayahnya di bengkel sepeda, dan sekarang ia mewarisi usaha tersebut. Dia menuturkan, sebenarnya ada penyesalan dulu tidak melanjutkan sekolah. Namun sebagai anak, dia juga harus mematuhi perintah orang tuanya. Dia mengaku pasrah dengan jalan hidupnya. Toh dia tetap juga usaha bengkel, meskipun bengkel sepeda.

“Tapi bagaimanapun saya tetap bersyukur. Berkat orang tua, saya bisa punya usaha bengkel sepeda. Selain itu saya juga nyambi menerima tambal ban motor dan sepeda,” ucap Untung.

Baca juga: Meski Berganti Nama dan Tempat, Bengkel Sepeda yang Satu Ini Tetap Ramai Pelanggan

Untuk menggunakan jasanya, Bengkel sepeda Pak Pwa menerima servis dan merangkai sepeda dari nol. Untuk harga servis dipatok Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu, tergantung dari kerusakan sepeda.

Sedangkan harga merangkai sepada dari awal dibanderol Rp 150 ribu. Harga tersebut hanya untuk jasa tenaga saja, spare part sepeda seluruhnya dari pelanggan. “Selain itu saya juga menyediakan aneka onderdil sepeda,” tutup Untung.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Mutiara Ajak Peziarah di Makam Sunan Muria Taati Protokol Kesehatan

0
Pengecekan suhu badan kepada peziarah di Makam Sunan Muria. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua perempuan terlihat sedang memilih cincin di lapak aksesoris dekat pintu masuk area Makam Sunan Muria. Setelah memilih cincin, kemudian mereka memakainya. Satu di antara mereka yakni Mutiara Siti Halimah (19). Dirinya mengungkapkan, jika sudah selesai berziarah.

Mutiara, begitu dia akrab disapa, sudah lama tidak berziarah ke Makam Sunan Muria. Hal itu dikarenakan saat ini dirinya sedang kuliah di Jakarta. Sehingga dia sudah rindu untuk berziarah.

Mutiara Siti Halimah, peziarah. Foto : Ahmad Rosyidi

Baca juga : Sepekan Makam Sunan Muria Dibuka untuk Simulasi, Begini Situasinya

“Sudah lama tidak berziarah, karena saya kuliah di Jakarta. Sudah rindu ini, jadi kemari sama teman. Berhubung ini masih masa pandemi Covid-19, jadi mari kita bersama-sama mentaati protokol kesehatan,” ungkap warga Desa Karangbener RT 01 RW 07, Kecamatan Bae, Kudus itu.

Meski sudah ada protokol kesehatan di sana, Mutiara masih merasa was-was datang ke tempat yang ramai. Sehingga dia selalu menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan bagi dirinya sendiri. Dirinya selalu membawa hand sanitizer dan masker.

“Di dalam tadi sudah ada tanda pembatas jarak. Sebelum masuk juga dites suhu badan, diimbau jaga jarak dan diwajibkan memakai masker. Sudah ada protokol kesehatan, tapi ada sebagian rombongan yang masih berdekatan saat di dalam,” terangnya.

Sedangkan menurut Muhdi (58), Pengurus Yayasan Masjid Makam Sunan Muria (YM2SM), selama menjalankan simulasi pembukaan Makam Sunan Muria, semua berjalan lancar. Belum ada lonjakan peziarah yang datang ke sana.

Baca juga : Simulasi New Normal, Makam Sunan Muria Dibuka Hanya untuk Peziarah Lokal

Selain itu, di sana juga sudah disiapkan batasan-batasan jarak aman. Mulai memasuki makam sudah ada tanda untuk jarak. Selain mengatur jarak aman di dalam makam, jalan memasuki kawasan makam jiga diberi tanda jarak untuk mengantisipasi ada lonjakan peziarah.

“Di dalam makam sudah ada tanda jarak aman, seperti batas agar peziarah tidak berdekatan. Di sana juga ada petugas yang selalu mengingatkan. Di setiap sudut-sudut dinding juga banyak kami tempel imbauan untuk selalu jaga jarak,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Zumba, Olahraga Ringan dengan Banyak Manfaat Kesehatan

0
Andre Wijaya sedang memandu peserta kelas Zumba di Centro Fitness, Selasa (9/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Studio kelas Zumba yang didominasi warna kuning dengan dinding hampir penuh kaca itu nampak ramai. Para perempuan dari berbagai usia terlihat sudah bersiap untuk mengikuti kelas senam bergenre latin tersebut. Begitu pula sang instruktur, Andre Wijaya (24), yang sudah bersiap memutar musik melalui telepon pintarnya.

Studio yang berada di lantai dua Centro Fitness, Jalan Kutilang Nomor 3A, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus tersebut memang rutin mengadakan kelas Zumba. Di setiap kelasnya, Andre bisa memimpin hingga 60 orang.

Suasana Kelas Zumba di Centro Fitness, Selasa (9/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

“Jadi sejak mulai dikembangkan dan diterima di Indonesia, khususnya di sini ya, banyak member yang gabung. Usianya dari 15 sampai dengan 60 tahun. Dan biasanya per kelas itu bisa sampai 60 member,” papar Andre, Selasa (9/6/2020).

Setiap harinya, ia membagi kelas Zumba menjadi tiga kelas, yaitu kelas pagi, sore, dan malam, dengan instruktur yang berbeda. Untuk saat ini, ia sendiri memegang kelas malam yang dihadiri sebanyak 27 orang member. Pesertanya sendiri kebanyakan pekerja.

Baca juga: Lebih Santai dan Menyenangkan, Zumba Makin Digandrungi Warga Kudus 

“Kalau fungsi Zumba sendiri tidak jauh beda dengan senam-senam atau olahraga lain. Menjaga kebugaran tubuh dan yang terpenting merefresh kembali tubuh supaya tetap segar dan bugar. Selain itu, karena gerakannya ala tarian dan menggunakan musik. Jadi lebih menyenangkan,” kata dia.

Senada dengan hal itu, dua orang member yang malam itu hadir mengatakan hal serupa. Yakni Okie Dian Novitasari (35) dan Nur Laela (35). Mereka berdua merupakan ibu rumah tangga yang sudah lama mengikuti kelas Zumba. Menurut mereka, kelas Zumba merupakan senam yang cukup menyenangkan dan mampu mengembalikan kesegaran setelah seharian penat dengan urusan rumah.

“Kalau kami memang mengenal aerobik terlebih dahulu. Lalu mulai ada Zumba, kami ikut serta sampai sekarang. Bahkan tidak cuma di studio ini, karena saya jadi member Mas Andre bahkan sejak dia menjadi instruktur di studio lain. Sebelum yang ini. Saya juga mengikuti kelas salsa di lain hari. Supaya tetap happy setelah seharian mengurus rumah,” papar Laela.

Baca juga: Funny Beauty Studio, Andalkan Tenaga Ahli untuk Manjakan Pelanggan

Hal itu dikatakan pula oleh Okie, yang mengaku hanya mengikuti kelas Zumba meskipun sudah ikut senam aerobik terlebih dahulu. Dari dasar itu, membuatnya lebih menikmati Zumba dengan alunan musiknya. Untuk mengikuti  kelas itu dikatakan Okie, member hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp 20 ribu per kelas. Sedangkan untuk durasi per kelas, dikatakannya sekitar 50-55 menit.

“Ya, karena memang dulunya senam aerobik. Terus sekarang ke Zumba. Lebih enjoy juga dengan metode gerakan dan musiknya. Dan cukup terjangkau, karena hanya Rp 20 ribu per datang. Itu pun, kalau jadi member Zumba di sini, ada free voucher gym di lantai 1. Spesialnya di sana,” tutup Okie.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Sejak Dipakai Jokowi, Helm Cargloss Jadi yang Terlaris di Toko WMS

0
Salah seorang calon pembeli sedang menjajal Helm Cargloss di Toko WMS Kudus, Rabu (10/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, aktivitas di toko helm WMS Kudus tampak ramai. Beberapa calon pembeli datang mencari pengaman kepala untuk mengendarai sepeda motor itu. Di antaranya dua orang pria yang mencari helm retro warna hitam. Setelah diambilkan oleh karyawan toko, helm tersebut kemudian dipakai. Setelah dirasa pas di kepala, mereka pun membayarnya. Helm tersebut adalah helm Cargloss, barang terlaris di toko WMS.

Kepala Toko Helm WMS Sri Setyoningsih (46) menuturkan, beberapa tahun ini helm paling hits dan paling dicari itu helm Cargloss. Menurutnya, Boomingnya helm berjenis retro itu sejak Presiden Jokowi blusukan menggunakan motor dan mengenakan helm Carglos pada 2018.

Salah seorang calon pembeli sedang menjajal Helm Cargloss di Toko WMS Kudus, Rabu (10/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Sejak saat itu, helm Cargloss laris manis dan banyak yang cari. Bahkan kami sering kehabisan,” ujar perempuan yang akrab disapa Sri kepada Betanews.id, Rabu (10/6/2020).

Padahal, lanjutnya, sebelum hits itu, toko WMS sebenarnya sudah menyediakan helm tersebut. Namun, saat itu peminatnya sedikit paling sepekan itu hanya laku lima helm saja. Namun sejak dikenakan Jokowi, toko WMS bisa menjual sekitar 20 helm Cargloss setiap harinya.

Baca juga: Belasan Tahun Ikut Orang, Agus Beranikan Diri Buka Bengkel Modifikasi Motor

Menurut Sri, model helmnya juga sangat bagus dan kekinian. Jadi cocok untuk anak muda. Serta helm Cargloss itu bisa dimodifikasi. Bisa dipasang kaca sesuai keinginan pemiliknya. Bisa pakai kaca cembung, kaca datar serta bisa pakai kaca google masker.

“Untuk harga, satu helmya kami banderol sama yakni Rp 225 ribu. Itu untuk harga helm saja ya, belum ada kacanya. Sedangkan untuk warna, yang paling diminati itu warna hitam dan putih doff,” jelas warga Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus tersebut.

Selain helm Carglos, tambahnya, yang masih diburu pembeli itu helm Bogo. Sebenarnya helm Bogo itu boomingnya sudah lama. Namun, sampai sekarang masih tetap dicari para pengguna sepeda motor. Khususnya para wanita muda.

Baca juga: Hobi Kustom Motor Mini yang Justru Jadi Peluang Bisnis Bagi Misbah

“Sebenarnya booming helm Bogo sudah sejak lama. Tapi sampai sekarang masih banyak yang nyari. Kami juga sering kehabisan setok untuk helm Bogo,” terang perempuan yang sudah dikaruniai empat orang putra tersebut.

Berbeda dengan helm Cargloss yang dibanderol sama, helm Bogo harganya bervariasi. Mulai Rp 140 ribu sampai Rp 245 ribu. Harga tersebut tergantung dari kaca dan merknya.

“Saya berharap ke depannya toko helm WMS tetap laris. Makin banyak pelanggan. Serta keadaan secepatnya normal kembali, dan Corona secepatnya hilang dari muka bumi,” tutup Sri.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Cita Rasa Khas Pisang Goreng di Raja Banana Crispy Jadi Buruan Pembeli

0
Novilia menunjukkan produk pisang goreng krispi bermerek Raja Banana Crispy di outletnya, Jumat (12/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara khas minyak goreng panas saat dituang bahan pisang krispi terdengar cukup sering saat memasuki outlet warna kuning di tepi utara Jalan Sunan Kudus, Desa Damaran, Kecamatan kota, Kudus. Di sana, terlihat seorang wanita berhijab sedang membolak-balik pisang yang digoreng agar tidak gosong. Setelah matang, pisang tersebut kemudian dikemas dan diberi varian rasa serta toping. Itulah sekilas proses pembuatan pisang goreng krispi di Raja Banana Crispy Kudus.

Novilia (28) owner Raja Banana Crispy mengatakan, nama awal dari usahanya itu berasal dari nama pisang raja yang dijadikan bahan baku pembuatan pisang goreng krispi miliknya. Menurutnya, dengan menggunakan pisang raja, pisang goreng krispi rasanya lebih enak dan lebih manis.

Seorang pembeli sedang memilih pisang goreng krispi yang hendak dibeli di Raja Banana Crispy, Jumat (12/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Kita tahu sendiri harga pisang raja di pasaran itu yang paling mahal. Rasanya juga enak dan manis, jadi saat dibuat pisang goreng krispi, rasanya juga tentu lebih enak dari bahan pisang lainnya,” ujarnya kepada Betanews.id, Jumat (12/6/2020).

Dia menuturkan, ide memilih menggunakan bahan dasar pisang raja berasal dari Ibunya. Sebab Sang Ibu punya warung makan, tapi yang lebih dikenal itu pisang gorengnya, karena rasanya enak.

Baca juga: Novilia, Gadis Cantik Penjual Pisang Goreng Beromzet Rp 20 Juta Sebulan

“Ternyata rahasianya, kata ibu saya, kalau mau bikin pisang goreng enak, ya, pakai pisang raja. Harganya lebih mahal tidak apa-apa yang penting rasanya lebih enak. Tentunya akan lebih diminati pembeli,” jelasnya.

Dari itulah, tuturnya, Raja Banana Crispy hanya dibuat dari pisang raja. Ia mengaku pernah beberapa hari tidak jualan, disebabkan pisang raja langka di pasar. Dia tidak mau ambil resiko dengan membuat pisang goreng krispi menggunakan pisang lain.

“Saya memilih menutup toko. Takut pembeli saya kecewa kalau menggunakan pisang lainnya. Karena rasa pisang Raja Banana Crispy itu khas,” ungkap warga Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus tersebut.

Dia mengatakan, pisang goreng di Raja Banana Crispy ada 16 varian rasa. Di antaranya, coklat, cocomaltine, greentea, strawberry dan lain sebagainya. Selain itu juga ada pilihan toping. Ada sekitar 11 pilihan toping, antara lain, keju, almond, oreo remuk dan lainnya.

Baca juga: Kue Balok Parikesit, Jajanan Hits dengan Sensasi Lumer di Mulut

“Untuk harga saya mematok Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu seporsi. Harga tergantung varian rasa dan toping yang dipilih,” jelas gadis lajang tersebut.

Dia mengaku, pelanggan Raja Banana Crispy miliknya sudah banyak. Selain orang Kudus juga ada pelanggan dari Pati, Jepara, Demak, serta Semarang.

“Semoga usaha saya ini makin lancar, dan makin punya banyak pelanggan,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Meski Lokasi Sempit, Toko Mesin Jahit Singer Diklaim Terlengkap di Kudus

1
Toko Mesin Jahit Singer tersedia berbagai merk mesin jahit dan juga layani servis. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin jahit sayup – sayup terdengar di salah satu Ruko Ngasirah Nomor 2, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus. Setelah dioperasikan seorang perempuan, mesin tersebut kemudian dibongkar untuk diperbaiki. Sedangkan di dalam ruko terlihat penuh sesak tumpukan mesin jahit serta aneka macam onderdilnya. Tempat tersebut yakni Toko Singer, toko mesin jahit terlengkap di Kudus.

Setelah mesin jahit yang dioperasikannya diperbaiki oleh pekerjanya. Perempuan yang diketahui bernama Endang Setiyoningsih (43) selaku pemilik toko itu sudi memberi penjelasan tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, meski tokonya tidak luas, tapi toko mesin jahit Singer bisa dibilang lengkap. Karena hampir aneka jenis mesin jahit dan onderdilnya semua tersedia.

Salah seorang karyawan sedang memperbaiki mesin jahit milik pelanggan. Foto : Rabu Sipan

“Toko saya memang tidak luas, namun lengkap. Karena memang selain toko di Pentol, saya juga punya gudang untuk menyimpan aneka jenis dan merk mesin jahit, beserta aneka macam onderdilnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Endang kepada betanews.id, Rabu (10/6/2020).

Baca juga : Satu – Satunya Perempuan di Kudus yang Tekuni Usaha Jual Beli Mesin Jahit

Perempuan warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus itu mengatakan, di toko mesin jahit Singer menjual aneka jenis mesin jahit manual, otomatis maupun yang pakai dinamo. Kemudian juga menyediakan mesin jahit untuk kain, kardus hingga mesin jahit untuk karung. Bahkan, mesin jahit untuk pasang kancing baju, mesin jahit lubang kancing serta alat ceplok kancing juga ada.

Selain itu, masih kata dia, di tokonya itu juga menyediakan aneka mesin obras. Dari yang kecil hingga besar, dari mesin obras benang tiga hingga benang lima semuanya ada. Di tokonya juga menyediakan mesin pemotong kain, serta mesin jahit over deck.

“Yang kami jual itu mesin jahit baru dan bekas. Kami juga melayani servis dan melayani tukar tambah mesin jahit. Serta menyediakan aneka jenis onderdil mesin jahit,” beber ibu dari tiga anak tersebut.

Dia mengatakan, mesin jahit dan obras yang dijualnya itu berbagai macam merk. Dari merk Butterfly, Typical, Singer, dan lain sebagainya. Menurutnya, saat ini yang paling diminati oleh pelanggannya itu mesin jahit merk Typical.

Sebab, tambahnya, mesin jahit merk Typical lebih terjangkau. Onderdilnya juga mudah didapat. Soal keawetan mesin, tergantung dari pemakaian dan perawatannya.

Ia menuturkan, selain lengkap dalam jual beli mesin jahit dia berpegang teguh pada kejujuran. Karena itu yang diajarkan mendiang suami pertamanya.

Baca juga : Beberapa Kali Lamaran Kerja Ditolak, Naini Kini Sukses dengan Usaha Menjahit

“Jujurnya itu, saat ada mesin bagus ya dikatakan bagus. Namun saat ada mesin kurang bagus, ya saya katakan apa adanya. Biar pelanggan tidak kecewa nantinya,” jelasnya.

Dengan berbekal pesan dari suaminya tersebut, lanjut Endang, toko mesin jahit Singer punya banyak pelanggan. Pelanggan yang datang tidak hanya orang Kudus saja, tapi meliputi eks Karesidenan Pati, Rembang hingga Tuban.

“Semoga saja usaha jual beli mesin jahit saya tetap lancar. Bisa makin maju dan berkembang. Serta makin banyak pelanggan,” harap Endang.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Toko WMS, Pusat Helm Terbesar dan Terlengkap di Kudus

0
Toko WMS, toko helm terlengkap di Kudus. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Raya Kudus – Jepara, tepatnya di sebelah selatan traffic light Perempatan Jember, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tampak bangunan berlantai dua. Di dalam bangunan tersebut terlihat penuh dengan helm yang terpajang di etalase. Tempat tersebut yakni Widodo Motor Sport (WMS), toko helm terbesar di Kudus.

Sri Setiyoningsih (46) Kepala Toko WMS mengatakan, toko tempat kerjanya itu bisa dibilang terbesar di Kudus. Selain terbesar, Toko WMS juga terlengkap. Karena memang terdapat berbagai macam jenis helm dan merk yang dijual di Toko WMS.

Berbagai jenis helm yang tersedia di Toko WMS Kudus. Foto : Rabu Sipan.

“Bahkan stok helm yang kami punya itu ada ribuan. Sebagian kami pajang, dan sebagiannya kami stok di gudang belakang,” ujar perempuan yang akrab disapa Sri kepada betanews.id, Rabu (10/6/2020).

Baca juga : Sejak Dipakai Jokowi, Helm Cargloss Jadi yang Terlaris di Toko WMS

Perempuan yang sudah kerja di Toko WMS sejak 2013 itu menuturkan, di WMS itu menyediakan aneka jenis helm. Di antaranya, helm standart, full face, Bogo, klasik, cross, serta helm anak. Juga tersedia berbagai macam merk.

“Dari helm merk lokal hingga helm merk impor ada semua. Ada Lebih dari 10 merk helm yang dijual di Toko WMS ,” jelas perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak tersebut.

Dia kemudian menyebutkan beberapa merk helm yang ada di Toko WMS. Antara lain, helm merk INK, NHK, KYT, GAG, SHEL, dan lain sebagainya. Sedangkan yang merk impor yakni helm merk Zeus.

Perempuan yang tercatat sebagai warga Kelurahan Wegu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus itu mengatakan, di Toko WMS Kudus, harga sudah dipatok pas. Jadi pembeli tidak usah repot – repot menawar. Dari harga termurah, yakni Rp 50 ribu hingga Rp 2 jutaan.

“Pokoknya toko helm WMS itu paling lengkap. Harga pas, tapi dijamin lebih murah dari toko lainnya. Pelayanan juga ramah,” jelas perempuan berhijab tersebut.

Baca juga : Bengkel Pak Pwa, Saksi Sejarah Perjalanan Sepeda di Kudus

Karena harga yang lebih terjangkau itu, lanjutnya, pelanggan Toko WMS lumayan banyak. Di antaranya, Jepara, Pati, Demak, Purwodadi, Semarang, Pati. Serta ada juga dari Kalimantan dan Flores.

“Itu yang saya sebut pelanggan grosir yang nanti dijual lagi ya. Kalau yang beli ecer kami tidak menanyai asal mereka,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ini Alasan Harga Tiket Bus Nusantara Naik Hingga Dua Kali Lipat

0
Deretan Bus Nusantara yang ada di garasi. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah perempuan tampak duduk di Kantor Agen Tiket Po Nusantara, Jl Getas Pejaten Nomor 4, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Tak lama menunggu, masuk seorang pria mengenakan pakaian serba hitam memesan tiket. Dia adalah Teguh Prastyo Mardiyanto (38). Dirinya memesan tiket untuk atasannya.

Tiket yang dipesan yakni Kudus – Pulogebang, Jakarta. Dia mengungkapkan, jika harga tiket melonjak hingga dua kali lipat. Pada hari-hari biasa, harganya sekitar Rp 170 ribu, sedangkan saat ini mencapai Rp 350 ribu. Menurutnya, harga tiket saat ini seperti harga saat menjelang Lebaran.

Salah satu calon penumpang sedang membeli tiket Bus Nusantara. Foto : Ahmad Rosyidi

“Sekarang mahal, seperti harga tiket saat Lebaran. Ini beli untuk atasan saya. Tentunya ada rasa was-was saat pandemi Covid-19 saat ini. Tapi mau bagaimana, pasti dia rindu sama keluarga, jadi ini mau pulang,” ungkap Teguh, sapaan akrabnya, Jumat (12/6/2020).

Baca juga : Sempat Naik 2 Kali Lipat, Tiket Bus Nusantara Kini Mulai Turun Harga

Sementara itu, Agung Kurnawan Kusumo (37), selaku Manajer Marketing PO Nusantara menjelaskan, kenaikan harga tiket Bus Nusanta dikarenakan pihaknya melakukan sosial distancing. Sehingga, tempat duduk yang biasanya digunakan dua orang, saat ini digunakan untuk satu orang.

“Karena masih dalam masa pandemi, tentu belum bisa kami jual seperti harga normal. Saat ini tempat duduk yang kami gunakan hanya 50 persen. Yang biasanya diduduki dua orang, sekarang hanya satu orang saja, kami terapkan sosial distancing,” jelasnya pria yang akrab disapa Agung itu.

Menurutnya, sosial distancing tersebut mengikuti aturan Kementerian Perhubungan. Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan menyediakan hand sanitizer di bus. Fasilitas selimut dan bantal untuk sementara waktu ditiadakan demi menghindari penyebaran Covid-19.

Baca juga : Ternyata Ini Filosofi Gambar Menara Kudus pada Setiap Bus Haryanto

“Selimut dan bantal biasanya diganti setelah kembali ke sini, jadi demi keamanan penumpang, kami ambil saja. Kenaikan harga tiket juga tidak lepas dari anjuran pemerintah, jadi kami ikuti saja,” ujarnya kepada betanews.id.

Dia juga menambahkan, karena menjelang Ramadan hingga Lebaran, pihaknya tidak beroperasi. Hal itu juga menjadi faktor kenaikan harga tiket seperti harga menjelang Lebaran.

“Kami sudah tidak beroperasi selama kurang lebih sekitar dua bulan, dan ini masih sepi. Karena masih sepi penumpang, hal itu juga menjadi faktor kenaikan harga,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jadi Tren Sejak Pandemi, Pelanggan Bengkel Sepeda Pak Pwa Sampai Antre

0
Selamet Untung sibuk mengerjakan serivisan sepeda di bengkel Pak Pwa, Jumat (13/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa sepeda terlihat terparkir acak memenuhi sebuah bangunan di tepi Jalan Besito, Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Tempat tersebut yakni Bengkel Sepeda Pak Pwa yang sejak ada pandemi Corona, pelanggannya mengalami peningkatan.

Pemilik bengkel, Selamet Untung Budi Utomo (42) menuturkan, sejak ada Covid-19 orang yang memperbaiki sepeda di bengkelnya mengalami peningkatan. Hal itu dikarenakan banyak orang memilih berolahraga menggunakan sepeda atau populer dengan sebutan gowes sejak ada wabah.

Selamet Untung sibuk mengerjakan serivisan sepeda di bengkel Pak Pwa, Jumat (13/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Mungkin sebab itu banyak sepeda yang dulunya hanya mangkrak di rumah atau gudang diperbaiki, karena akan digunakan gowes. Salah satu bengkel yang dapat berkah memperbaiki sepeda itu bengkel saya,” ujar pria yang akrab disapa Untung kepada Betanews.id, Jumat (13/6/2020).

Pria yang sudah dikaruniai satu orang anak itu mengatakan, sebelum ada wabah Corona, pelanggan yang datang untuk memperbaiki sepeda tidak menentu. Kadang sehari ada satu atau dua unit, terkadang juga tidak ada sama sekali. Makanya, untuk tambah-tambah penghasilan, ia juga menerima jasa tambal ban motor.

Baca juga: Meski Berganti Nama dan Tempat, Bengkel Sepeda yang Satu Ini Tetap Ramai Pelanggan

“Kalau sekarang pelanggan sampai antri. Jika dulu orang datang bisa langsung ditangani sepedanya, sekarang harus nunggu antrean,” jelas pria yang tergabung di komunitas generasi pecinta sepeda (GPS) itu.

Antrean ini terlihat di bengkel yang ada sekitar lima sepeda menunggu giliran untuk diperbaiki. Padahal, sehari-hari Untung hanya bisa menyervis tiga unit sepeda. Sedangkan untuk harga servis, ia mematok Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu per unit.

“Maksimal hanya mampu servis tiga unit sepeda saja. Saya tidak mau sembrono, salah-salah nanti hasilnya tidak sesuai, dan nanti pemiliknya komplain,” ungkapnya.

Dia mengatakan, selain servis, bengkelnya juga melayani jasa merangkai sepeda dari nol. Yang lagi hits sekarang, tuturnya, banyak orang membuat sendiri sepeda minion. Tak hanya itu, saat ini di bengkelnya juga ada order merangkai sepeda minion. Namun, belum bisa dikerjakannya.

Baca juga: Intip Cara Perakitan Beragam Jenis Sepeda di Loram Wetan

“Rangka dan semua onderdil lainnya sudah ada semua. Pengerjaannya nunggu giliran,” kata Untung yang mematok harga jasa rangkai sepeda dari nol sebesar Rp 150 ribu per unit.

Dia mengaku, dalam menjalankan usaha bengkel sepeda itu yang utama adalah teliti serta sabar, agar tidak terjadi kesalahan dan dapat komplain dari pelanggan. Di juga berharap, usaha bengkelnya itu makin banyak pelanggan, semakin lancar, dan makin berkembang.

“Untuk pelanggan tidak hanya orang Kudus saja, tapi datang juga dari Pati, Demak, serta Jepara. Pelanggan dari lain daerah itu teman,” tutup Untung.

Editro: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pandemi, Penjualan Sabun Cuci Tangan di MCK Smile Mart Naik Tiga Kali Lipat

0
Ragam pembersih tersedia di MCK Smile Mart Kudus. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, di toko MCK Smile Mart yang berada di Jalan Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus tampak ramai. Terlihat beberapa pelanggan datang menggunakan mobil maupun sepeda motor. Para pelanggan itu tampak memilih produk pembersih perabot rumah tangga yang dipajang di rak. Banyak jenis dan macam produk yang dipajang. Namun, sejak ada pandemi corona, penjualan sabun cuci tangan di MCK Smile Mart justru mengalami peningkatan.

Lisanis Handayani (39), Admin CV BMC yang menaungi toko MCK Smile Mart membenarkan, bahwa sejak ada Covid-19, penjualan sabun cuci meningkat tajam. Peningkatan penjualannya mencapai tiga kali lipat dibanding sebelum pandemi corona mewabah.

Kasir di MCK Smile Mart sedang melayani pembeli. Foto : Rabu Sipan

“Sebelum ada corona, penjualan sabun cuci itu sekitar 40 jeriken sebulan. Setiap jerikennya berisi 20 liter. Sejak ada pandemi, penjualan meningkat jadi 120 jeriken sebulan, bahkan bisa lebih,” beber perempuan yang akrab disapa Lisa kepada betanews.id, Selasa (9/6/2020).

Peningkatan tersebut lanjutnya, dikarenakan sejak ada corona, pemerintah memberlakukan protokol kesehatan untuk perusahaan maupun tempat umum. Di antara protokol kesehatan yang diharuskan adalah menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun cucinya.

Baca juga : MCK Smile Mart, Pusat Pembersih Perabot Rumah Tangga Terlengkap di Kudus

Sejak saat itu, masih kata Lisa, banyak perusahaan swasta, rumah sakit, perkantoran, rumah makan, pertokoan, berburu sabun cuci tangan. Tidak menutup kemungkinan yang dipilih adalah produk sabun cuci dari MCK Smile Mart.

“Kami sendiri saat ini sudah punya pelanggan dari beberapa perusahaan swasta di Kudus dan Jepara. Selain itu kami juga punya pelanggan rumah sakit swasta di Kudus dan beberapa rumah makan,” bebernya.

Dia menuturkan, kemungkinan sabun cuci tangan ke depan akan tetap banyak permintaan. Sebab saat ini virus corona belum ditemukan vaksinnya. Sedangkan nanti saat diberlakukan new normal, perusahaan, perkatoran dan tempat umum lainnya harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dia mengatakan, sebenarnya, awal virus corona merebak, ada tiga produk yang penjualannya meningkat, yakni hand sanitizer, pemutih untuk bahan disinfektan dan sabun cuci. Namun, dengan berjalannya waktu, dua produk yang disebut pertama penjualannya mengalami penurunan dan sama lagi saat sebelum ada corona.

“Saat ini yang masih tinggi permintaannya sabun cuci tangan. Dan yang paling laris itu yang aroma strawberi dan lemon,” ungkap Lina yang mengaku sabun cair di MCK Smile Mart ada tiga pilihan aroma lainnya yakni aroma apel, melon, serta mint.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Lebih Santai dan Menyenangkan, Zumba Makin Digandrungi Warga Kudus

0
Andre Wijaya sedang memandu peserta kelas Zumba di Centro Fitness, Selasa (9/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Centro Fitness yang terletak di Jalan Kutilang Nomor 3A, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus tampak cukup ramai, malam itu. Beberapa laki-laki berotot sedang beraktivitas di lantai pertama yang difungsikan sebagai tempat gym. Sedangkan beberapa perempuan yang baru saja datang, terlihat naik ke lantai dua. Malam itu, mereka akan mengikuti kelas Zumba.

Instruktur Zumba Andre Wijaya (24) mengatakan, kelas zumba di tempat tersebut memang sedang digandrungi banyak kalangan. Gerakannya yang tidak rumit ternyata membuat olahraga asal Amerika Latin itu menarik minat banyak orang untuk mempelajarinya.

Peserta Kelas Zumba sedang memandu pesertamelakukan pemanasan di Centro Fitness, Selasa (9/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Andre menjelaskan, Zumba sendiri merupakan salah satu senam yang diadopsi dari Amerika Latin. Asal mulanya sendiri, Zumba diciptakan secara tidak sengaja oleh penciptanya, yakni Alberto Beto Perez pada 2001. Saat itu, Beto sebagai instruktur senam aerobik tidak membawa CD kaset aerobik. Dia kemudian berinisiatif memanfaatkan seluruh CD musik di mobilnya. Dari musik beraliran Latin, Salsa, Meringue, Rumba dan Reggaeton.

Baca juga: Wajah Lebih Muda dengan Perawatan Galva Face di Mariana Salon & Bridal

“Lalu ia membuat gerakan senam yang dicampur dengan gerakan tarian Latin. Dari sana Zumba berawal dan sampai saat ini sudah hampir 125 lebih negara yang mengembangkannya. Salah satunya di Indonesia,” papar Andre, Selasa (9/6/2020).

Lelaki berbadan tinggi besar itu melanjutkan, sejauh ini, perkembangan Zumba sudah menyesuaikan dengan budaya Indonesia. Hal ini dikarenakan, senam tersebut berasal dari budaya yang berbeda. Sehingga, bentuk pengembangan seperti musik dan kostum lebih disesuaikan. Supaya tidak dianggap hanya sebagai senam erotis. Makanya, ia tidak pernah mengatur jenis pakaian yang harus dipakai. Yang penting member nyaman untuk bergerak.

“Kalau musik, pasti lebih ke musik-musik yang latin. Gerakan juga sesuai musik. Yang pasti kalau ada orang menari ada static itu pasti dasarnya Zumba. Namun saat ini mulai banyak musik-musik pop luar negeri yang juga bisa dipakai, tidak harus musik Latin,” bebernya.

Diakuinya, Zumba merupakan bentuk senam yang cukup santai dan menyenangkan. Oleh karena itu, ia tidak heran jika banyak kalangan yang akhirnya suka dengan bentuk senam tersebut. Selain itu, gerakannya juga tidak ada yang rumit. Yaitu hanya bergerak sesuai instruktur dan alunan musik, meskipun beberapa gerakan inti dari ciri khas senam Zumba tidak dihilangkan.

“(Zumba) memang berbeda dengan senam lain. Kita mendengarkan musik, lalu bergerak. Semenyenangkan itu. Jadi tidak perlu khawatir, bagi yang mau gabung. Tidak ada latihan khusus. Hanya pemanasan biasa dan beberapa gerakan khas Zumba. Itu pun sudah pasti dimasukkan ke gerakan yang saya buat,” tutup Andre.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -