31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Jadi Tren Sejak Pandemi, Pelanggan Bengkel Sepeda Pak Pwa Sampai Antre

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa sepeda terlihat terparkir acak memenuhi sebuah bangunan di tepi Jalan Besito, Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Tempat tersebut yakni Bengkel Sepeda Pak Pwa yang sejak ada pandemi Corona, pelanggannya mengalami peningkatan.

Pemilik bengkel, Selamet Untung Budi Utomo (42) menuturkan, sejak ada Covid-19 orang yang memperbaiki sepeda di bengkelnya mengalami peningkatan. Hal itu dikarenakan banyak orang memilih berolahraga menggunakan sepeda atau populer dengan sebutan gowes sejak ada wabah.

Selamet Untung sibuk mengerjakan serivisan sepeda di bengkel Pak Pwa, Jumat (13/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Mungkin sebab itu banyak sepeda yang dulunya hanya mangkrak di rumah atau gudang diperbaiki, karena akan digunakan gowes. Salah satu bengkel yang dapat berkah memperbaiki sepeda itu bengkel saya,” ujar pria yang akrab disapa Untung kepada Betanews.id, Jumat (13/6/2020).

-Advertisement-

Pria yang sudah dikaruniai satu orang anak itu mengatakan, sebelum ada wabah Corona, pelanggan yang datang untuk memperbaiki sepeda tidak menentu. Kadang sehari ada satu atau dua unit, terkadang juga tidak ada sama sekali. Makanya, untuk tambah-tambah penghasilan, ia juga menerima jasa tambal ban motor.

Baca juga: Meski Berganti Nama dan Tempat, Bengkel Sepeda yang Satu Ini Tetap Ramai Pelanggan

“Kalau sekarang pelanggan sampai antri. Jika dulu orang datang bisa langsung ditangani sepedanya, sekarang harus nunggu antrean,” jelas pria yang tergabung di komunitas generasi pecinta sepeda (GPS) itu.

Antrean ini terlihat di bengkel yang ada sekitar lima sepeda menunggu giliran untuk diperbaiki. Padahal, sehari-hari Untung hanya bisa menyervis tiga unit sepeda. Sedangkan untuk harga servis, ia mematok Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu per unit.

“Maksimal hanya mampu servis tiga unit sepeda saja. Saya tidak mau sembrono, salah-salah nanti hasilnya tidak sesuai, dan nanti pemiliknya komplain,” ungkapnya.

Dia mengatakan, selain servis, bengkelnya juga melayani jasa merangkai sepeda dari nol. Yang lagi hits sekarang, tuturnya, banyak orang membuat sendiri sepeda minion. Tak hanya itu, saat ini di bengkelnya juga ada order merangkai sepeda minion. Namun, belum bisa dikerjakannya.

Baca juga: Intip Cara Perakitan Beragam Jenis Sepeda di Loram Wetan

“Rangka dan semua onderdil lainnya sudah ada semua. Pengerjaannya nunggu giliran,” kata Untung yang mematok harga jasa rangkai sepeda dari nol sebesar Rp 150 ribu per unit.

Dia mengaku, dalam menjalankan usaha bengkel sepeda itu yang utama adalah teliti serta sabar, agar tidak terjadi kesalahan dan dapat komplain dari pelanggan. Di juga berharap, usaha bengkelnya itu makin banyak pelanggan, semakin lancar, dan makin berkembang.

“Untuk pelanggan tidak hanya orang Kudus saja, tapi datang juga dari Pati, Demak, serta Jepara. Pelanggan dari lain daerah itu teman,” tutup Untung.

Editro: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER