BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Raya Kudus – Jepara, tepatnya di sebelah selatan traffic light Perempatan Jember, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tampak bangunan berlantai dua. Di dalam bangunan tersebut terlihat penuh dengan helm yang terpajang di etalase. Tempat tersebut yakni Widodo Motor Sport (WMS), toko helm terbesar di Kudus.
Sri Setiyoningsih (46) Kepala Toko WMS mengatakan, toko tempat kerjanya itu bisa dibilang terbesar di Kudus. Selain terbesar, Toko WMS juga terlengkap. Karena memang terdapat berbagai macam jenis helm dan merk yang dijual di Toko WMS.

“Bahkan stok helm yang kami punya itu ada ribuan. Sebagian kami pajang, dan sebagiannya kami stok di gudang belakang,” ujar perempuan yang akrab disapa Sri kepada betanews.id, Rabu (10/6/2020).
Baca juga : Sejak Dipakai Jokowi, Helm Cargloss Jadi yang Terlaris di Toko WMS
Perempuan yang sudah kerja di Toko WMS sejak 2013 itu menuturkan, di WMS itu menyediakan aneka jenis helm. Di antaranya, helm standart, full face, Bogo, klasik, cross, serta helm anak. Juga tersedia berbagai macam merk.
“Dari helm merk lokal hingga helm merk impor ada semua. Ada Lebih dari 10 merk helm yang dijual di Toko WMS ,” jelas perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak tersebut.
Dia kemudian menyebutkan beberapa merk helm yang ada di Toko WMS. Antara lain, helm merk INK, NHK, KYT, GAG, SHEL, dan lain sebagainya. Sedangkan yang merk impor yakni helm merk Zeus.
Perempuan yang tercatat sebagai warga Kelurahan Wegu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus itu mengatakan, di Toko WMS Kudus, harga sudah dipatok pas. Jadi pembeli tidak usah repot – repot menawar. Dari harga termurah, yakni Rp 50 ribu hingga Rp 2 jutaan.
“Pokoknya toko helm WMS itu paling lengkap. Harga pas, tapi dijamin lebih murah dari toko lainnya. Pelayanan juga ramah,” jelas perempuan berhijab tersebut.
Baca juga : Bengkel Pak Pwa, Saksi Sejarah Perjalanan Sepeda di Kudus
Karena harga yang lebih terjangkau itu, lanjutnya, pelanggan Toko WMS lumayan banyak. Di antaranya, Jepara, Pati, Demak, Purwodadi, Semarang, Pati. Serta ada juga dari Kalimantan dan Flores.
“Itu yang saya sebut pelanggan grosir yang nanti dijual lagi ya. Kalau yang beli ecer kami tidak menanyai asal mereka,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

