Beranda blog Halaman 1833

Meski Gagal Berangkat Tahun Ini, Dana Haji Disarankan Tidak Diambil

0
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kudus Su'udi saat ditemui di kantornya, Rabu (3/6/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus menyarankan agar tidak mengambil dana Ibadah Haji tahun 2020. Hal tersebut seiring dengan gagalnya 1.033 orang jemaah calon haji asal Kudus yang berangkat tahun ini.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Su’udi mengungkapkan, sebenarnya dana haji boleh diambil, tetapi dana haji yang boleh diambil hanya dana pelunasan haji saja. Sementara untuk dana pendaftaran haji tidak bisa diambil.

“Kami menyarankan untuk tidak mengambil. Namun jika diambil dipersilakan di bank masing-masing,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2020).

Su’udi menjelaskan, nominal uang dana pelunasan haji yang boleh diambil yakni sebesar Rp 11 juta. Sementara dana pendaftaran haji yang tidak boleh diambil ialah Rp 25 juta.

Baca juga: Kakek 89 Tahun Asal Kudus Hanya Bisa Pasrah Tidak Bisa Berangkat Haji Tahun Ini

“Jadi orang yang daftar haji tersebut istilahnya biaya porsi, harus menyetorkan dana Rp 25 juta terlebih dahulu. Dana jadi bahwa jemaah mendaftar,” tuturnya.

Setelah dana pendaftaran sudah disetorkan ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), lanjut Su’udi, dana tersebut akan dikelola BPKH sambil menunggu jadwal pemberangkatan.

Selama menunggu jadwal pemberangkatan 25 tahun, jemaah akan mendapatkan nilai manfaat dari dana pendaftaran.

“Jadi saat sudah mendapatkan jadwal pemberangkatan (haji), nanti tinggal melunasi biaya pelunasan saja,” tuturnya.

Menurut Su’udi, tahun 2020 total biaya haji setiap orang yakni Rp 71 juta. Biaya tersebut menurutnya akan berubah-ubah setiap tahunnya.

Baca juga: Biro Umrah Terancam Merugi Miliaran Rupiah Akibat Kebijakan Kerajaan Arab Saudi

“Tentu setiap tahun biaya pelunasan akan berubah, dan cenderung naik,” tuturnya.

Maka dari itu, pihaknya menyarankan untuk tidak mengambil dana pelunasan haji. Selain nantinya akan membuat ribet jemaah, dana pelunasan juga masih berlaku untuk tahun depan.

“Jadi tahun depan tidak usah bayar dana pelunasan tadi. Jika mungkin ada kenaikan, paling sedikit,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Seluruh Santri yang Masuk ke Jateng Wajib Karantina

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta seluruh pengasuh pondok pesantren di Jawa Tengah untuk mengkarantina santri selama 14 hari, yang sebagian sudah kembali masuk ke pondok. Hal ini menyusul, adanya sejumlah pondok pesantren yang sudah memperbolehkan santrinya kembali ke pondok.

Hal itu disampaikan Gus Yasin usai menggelar Salat Jumat berjemaah di Gradhika Bhakti Praja kompleks Kantor Gubernur Jateng, Jumat (5/6/2020).

“Semua santri yang masuk ke Jateng wajib karantina selama 14 hari. Pihak pondok pesantren wajib menyiapkan untuk tempat karantina itu,” kata dia.

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan sejumlah pengasuh pondok pesantren maupun organisasi pondok pesantren terkait hal itu. Menurutnya, apabila pondok pesantren tidak memiliki tempat karantina yang memadai, maka bisa menggunakan fasilitas lain di daerahnya.

“Bisa koordinasi dengan Satgas Jogo Tonggo di daerahnya masing-masing untuk menempati tempat karantina yang kemarin sudah disiapkan di berbagai desa. Atau bisa juga menggunakan fasilitas lain seperti gedung sekolah dan sebagainya,” terangnya.

Baca juga : Melihat Suasana Gedung Gradhika, Tempat Salat Jumat Pertama Ganjar saat Pandemi

Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh pengasuh pondok pesantren mewajibkan santrinya untuk cek kesehatan sebelum kembali ke pondok. Pengecekan itu penting sebagai acuan penanganan saat mereka tiba di pondok pesantren.

“Semua yang datang harus sudah periksa kesehatan dari daerahnya, bisa puskesmas, dokter pribadi atau rumah sakit. Ini untuk menindaklanjuti penanganan di pondok,” ucapnya.

Putra ulama kharismatik, Almarhum KH Maimoen Zubair ini juga telah menerapkan protokol kesehatan ketat di pondok pesantrennya yang ada di Rembang. Selain menyiapkan tempat karantina, pihaknya juga telah menyiapkan shelter khusus untuk menampung sementara santri yang datang.

Ada dua tempat lanjut dia yang disiapkan untuk keperluan itu, yakni di timur dan di barat pondok pesantren. Jadi, santri yang datang dari dua arah itu, akan ditampung di dua tempat tersebut untuk dicek kesehatannya.

“Kami kerja sama dengan dinas kesehatan Rembang untuk melakukan pengecekan kesehatan dulu. Setelah itu, mereka akan kami arahkan ke tempat karantina yang sudah kami siapkan,” terangnya.

Ia meminta semua pengasuh pondok pesantren di Jateng menerapkan hal serupa. Sebab saat ini, sejumlah pondok pesantren sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasa.

“Ada yang mulai 1 Juni kemarin santri-santri sudah masuk pondok. Jadi saya minta agar protokol kesehatan ini benar-benar dilaksanakan secara ketat,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Mulai Masuk Kantor, ASN Pemprov Jateng Harus Patuhi Protokol Kesehatan

0
ASN Pemprov Jateng saat dicek suhu tubuhnya oleh petugas, Jumat (5/6/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tampak berbeda, Jumat (5/6/2020). Pintu masuk gedung yang sebelumnya dijadikan satu dengan pintu keluar, tampak sudah dipisah. Para petugas dari Dinas Kesehatan pun terlihat bersiaga untuk mengecek suhu setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mau masuk gedung.

Setelah itu, mereka juga wajib mencuci tangan dengan hand sanitizer. Dalam beraktifitas di dalam maupun di luar gedung, mereka terilhat sudah terbiasa mengenakan masker sebagai gaya hidup harian selama pandemi Covid-19.

Protokol kesehatan baru ini sudah sesuai dengan harapan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, agar seluruh instansi pemerintah dapat menerapkan sistem kerja baru melalui tatanan normal baru atau the new normal.

Baca juga: Pembukaan Sekolah di Jateng Masih Tunggu Keputusan Mendikbud

Sistem kerja baru tersebut, tentunya tetap mengoptimalkan layanan masyarakat pada berbagai sektor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ini akan diberlakukan tidak hanya di lingkungan Kantor Gubernur, melainkan juga di seluruh dinas.

Dalam kenormalan baru nanti, setiap ASN wajib menggunakan masker saat work from office (WFO), menjaga jarak atau social/physical distancing, dan menerapkan perilaku sehat di kantor.

Selain itu, setiap acara yang bersifat seremonial atau rapat pun sudah dibatasi jumlah pesertanya, sehingga tidak melanggar protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca juga: MUI Jateng Putuskan Daerah Hijau Boleh Gelar Ibadah di Masjid

Salah satu ASN, Joko Santoso mengatakan, dengan sistemn kerja baru ini, ia melihat para pegawai sudah semakin sadar perihal penyebaran dan cara penularan Covid-19. Makanya, mematuhi protokol kesehatan merupakan salah satu usaha untuk menjaga diri masing-masing.

“Mereka akan menyadari dengan sendirinya apa yang harus dilakukan dan dikerjakan sesuai protokol kesehatan. Anjuran atau himbauan harus kita lakukan sesuai prosedur. Toh, kita makin nyaman dan menjalani pola hidup lebih sehat,” kata pria yang bekerja di Sub Bagian Materi Naskah Pimpinan Biro Umum Pemprov Jateng itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Sambut New Normal, Waterpark Mulia Wisata Beri Potongan Harga

0
Area Waterpark Mulia Wisata di Kecamatan Dawe, Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang tampak berdatangan di Waterpark Mulia Wisata di Jalan Raya Kudus Colo, KM 12, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus, Rabu (3/6/2020). Setiap orang yang datang tampak diarahkan untuk mencuci tangan dan dilakukan tes suhu badan. Satu di antara orang di sana yakni Alex Salahuddin (39), manajer di tempat wisata tersebut.

Alex sapaan akrabnya menjelaskan, saat ini pihaknya sedang memberikan promo kepada warga Kudus. Promo itu dalam rangka menyambut pembukaan kembali Mulia Wisata. Promo yang di berikan yakni potongan 20 persen bagi warga Kudus dan gratis bagi warga Desa Lau.

Wahana kolam renang yang ada di Mulia Wisata Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

Baca juga : Embung Panguripan Desa Ngemplak Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Air, Ada Area Outbond

“Syaratnya hanya menunjukan KTP atau kartu tanda identitas lain. Sebelumnya, kami sudah tutup selama lebih dari dua bulan, dan mulai aktif tanggal 2 Juni 2020. Promo ini berlaku satu bulan, mulai 2 Juni 2020 hingga 2 Juli 2020,” jelasnya kepada Betanwes.id.

Sementara itu, Owner Mulia Wisata, Abdul Wahid Mustofa (31) mengungkapkan, pihaknya sudah memberlakukan protokol kesehatan Covid-19. Mereka mempersiapkan sejak tanggal 27 Mei 2020, sehingga saat dibuka tanggal 2 Juni 2020 kemarin semua sudah siap.

“Ini sudah kami siapkan sejak H+3 Hari Raya Idul Fitri kemarin. Jadi, secara persiapan untuk menerapkan protokol lesehatan sesuai new normal, kami sudah siap. Termasuk kesiapan antisipasi jika pengunjung membeludak,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap, kesadaran dari pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Selalu menggunakan masker dan menjaga jarak. Jika tidak menggunakan masker maka tidak diizinkan masuk.

“Kalau masih berdekatan, akan ada petugas yang mengingatkan nantinya. Selain itu, kami juga berusaha menjaga kebersihan. Dengan membersihkan dan melakukan perawatan kolam sehari dua kali,” tambahnya.

Baca juga : Jateng Akan Segara Punya Destinasi Wisata yang Keren, Nilai Investasi Rp 1 Triliun

Untuk sementara waktu, karena masih belum ramai, Mulia Wisata memberlakukan dua shift bagi karyawannya. Hal itu dilakukan demi menghindari merumahkan karyawan.

“Karyawan di sini ada 40 orang, kami bagi dua shift, pagi dan siang. Jika sebelumnya kami buka pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, sekarang kita kurangi jam buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Melihat Suasana Gedung Gradhika, Tempat Salat Jumat Pertama Ganjar saat Pandemi

0
Ganjar Pranowo dan Gus Yasin melaksanakan Salat Jumat di Gedung Gradika. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Setelah sekian lama tak melaksanakan Salat Jumat karena pandemi, ini adalah kali pertama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Salat Jumat berjamaah. Salat tersebut digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (5/6/2020).

Pelaksanaan Saalat Jumat di Gradhika Bhakti Praja tersebut menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Jemaah yang diperbolehkan ikut dibatasi hanya 100 orang. Selain Ganjar, sejumlah pejabat lain di lingkungan Pemprov Jateng, termasuk Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen juga mengikuti pelaksanaan Salat Jumat itu.

Selain itu, sejak masuk ke lokasi, seluruh jemaah dicek kesehatannya oleh petugas. Mereka juga wajib memakai masker dan hand sanitizer sebelum masuk ruangan. Di dalam ruangan, para jemaah dibatasi jarak menggunakan lakban. Khotbah yang dibacakan juga sangat pendek, yakni hanya sekitar tujuh menit.

Baca juga : MUI Jateng Putuskan Daerah Hijau Boleh Gelar Ibadah di Masjid

Selain protokol kesehatan, ada yang beda dari pelaksanaan Salat Jumat di Gradhika itu. Yakni adanya bacaan Qunut Nazilah atau doa berlindung dari bencana sebelum sujud rakaat terakhir.

“Ini Salat Jumat pertama saya sejak pandemi. Memang umat sudah rindu untuk bisa melaksanakan Salat Jumat seperti ini, termasuk saya. Makanya hari ini kita coba laksanakan untuk latihan,” kata Ganjar ditemui usai salat.

Gunerbur Jateng dan puluhan ASN melaksanakan Salat Jumat di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Foto: Ist

Pelan-pelan lanjut dia, semua harus dipersiapkan dengan matang. Masyarakat butuh contoh agar memahami kondisi ini.

“Maka saya sengaja menggelar Salat Jumat hari ini. Saya tidak memilih di masjid, tapi di Gradhika untuk mengatur semuanya. Tadi jemaah yang mau ikut 200, saya minta 100 saja. Ini tadi mendadak, jadi sekalian mau saya lihat apakah bisa berjalan, kalau di sini kan jemaahnya kawan-kawan ASN, jadi lebih mudah diatur,” imbuhnya.

Dari pelaksanaannya itu, ia melihat semua sudah berjalan sesuai harapan. Protokol dijalankan ketat dan semua tertib.

Baca juga : Ganjar Kumpulkan Ulama Jateng Rumuskan Kenormalan Baru di Tempat Ibadah

“Tapi tadi saya tidak melihat saat keluar apakah mereka mau tertib tidak. Ini tentu akan kami evaluasi. Harapannya bisa memberikan contoh untuk tempat lainnya,” tegasnya.

Disinggung pelaksanaan Jumatan di tempat lain, Ganjar mengatakan, kemungkinan belum semuanya. Bersama MUI, pihaknya mengatakan sudah menggelar rapat dan belum membolehkan seluruh daerah di Jawa Tengah melaksanakan Salat Jumat di masjid.

“Sudah didapatkan, prioritasnya hanya di daerah yang sudah hijau. Makanya sekarang kita latihan dulu, agar nantinya bisa berjalan baik. Tidak hanya saat prosesi beribadah di dalam, tapi mulai masuk sampai keluar semua harus tertib. Jemaah juga harus dibatasi, maka ada skenario dibuat shift, saya tanya ke beberapa ulama kan memang boleh,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Cerita Sukses Deni dari Selada Hidroponik, Awalnya Nekat Utang Rp 900 Juta

2
Deni menunjukkan tanaman selada di kebun selada hidroponik miliknya, Rabu (3/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi selatan jalan Dukuh Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus tampak kebun green house. Di dalamnya, terlihat dipenuhi tanaman selada yang ditanam secara hidroponik. Di antara ribuan tanaman itu, tampak dua orang sedang memanen selada. Selada yang sudah dicabut dari media talang Pvc tersebut kemudian ditimbang dan diberikan pada pembelinya.

Tak berselang lama, datanglah pria mengenakan baju kotak-kotak warna merah ke kebun. Pria tersebut yakni Deni Saputra (29) pemilik Muria Farm. Pria yang akrab disapa Deni itu pun kemudian menyapa para pelanggannya. Setelah itu, dia pun sudi berbagi kisah tentang usaha yang dijalaninya kepada Betanews.id.

Seorang karyawan sedang memanen selada di kebun selada hidroponik Muria Farm, Rabu (3/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

Dia menjelaskan, mulai terjun di dunia tanaman hidroponik sejak 2012. Awalnya, dia diajak oleh kakak pertamanya untuk mencoba bercocok tanam cabai secara hidroponik.

“Karena saya memang suka dengan dunia usaha, saya pun menyanggupi. Meskipun sebenarnya saat itu saya sudah kerja di bengkel AHAS Honda, sebagai kepala mekanik,” ujarnya, Rabu (3/5/2020).

Baca juga: Berawal dari Hobi, Kini Ida Bisa Jual Seribuan Kaktus dalam Sepekan

Mereka kemudian menyewa lahan seluas 800 meter persegi, serta membeli semua bahan untuk media tanam cabai secara hidroponik. Namun sayang, karena tidak punya bekal ilmu yang cukup, tanaman cabainya itu gagal total.

Akibat itu, lanjut Deni, sang kakak tidak mau melanjutkan usaha tersebut. Daripada peralatannya tidak terpakai, dia lantas memanfaatkannya untuk menanam melon di pekarangan belakang rumah. Namun, lagi-lagi usahanya itu gagal lantaran ia pindah tugas ke Rembang dan tanaman tidak terurus.

“Karena gagal lagi, tahun 2015 saya mengikuti pelatihan cara bercocok tanam hidroponik yang benar di Semarang,” ujar pria yang tercatat sebagai warga Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus tersebut.

Seusai mengikuti pelatihan, lanjutnya, ia kemudian memutuskan untuk menanam sayuran selada. Menurutnya, saat menanam selada itu hasilnya bagus dan bisa dibilang berhasil.

“Setelah berjalan setahun, tepatnya pada 2016 saya pun berhenti kerja. Saya putuskan untuk menekuni usaha tanam selada secara hidroponik. Dengan menyewa lahan seluas 500 meter persegi,” bebernya yang juga tergabung dalam komunitas hidroponik Kudus (KHK) itu.

Baca juga: Awalnya Ikut-Ikutan, Kini Bonsai Jadi Mata Pencaharian Ali Fadli

Merasa yakin dengan pertanian itu, 2017 lalu, Deni kemudian nekat utang ke bank sebesar Rp 900 juta untuk modal. Uang tersebut digunakan untuk sewa lahan 3 ribu meter persegi dan untuk bangun green house serta instalasi media tanam selada hidroponik.

“Dari lahan tersebut, kami hanya mampu membangun green house 1.300 meter persegi. Dari luas itu kami bisa memanen selada 60 kilogram setiap harinya, dengan harga selada Rp 23 ribu per kilogram,” ujarnya.

Menurutnya, target panen seladanya itu satu kwintal setiap hari. Namun, dengan hasil saat ini, dia tetap bersukur usaha yang ditekuninya kini sudah terlihat hasilnya. Bahkan peminat tanaman selada hidroponiknya tidak hanya orang Kudus saja. Mereka datang dari Jepara, Demak, dan Pati.

“Semoga saja usaha tanaman selada hidroponik kami makin berkembang dan makin besar. Serta semoga saja banyak masyarakat makin gemar mengkonsumsi sayuran, khususnya yang ditanam secara hidroponik,” pungkas Deni.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Warga Terdampak Banjir Rob di Pekalongan Dapat Bantuan dari Pemprov Jateng

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek penanganan rob belum lama ini. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Banjir rob di Pekalongan menyebabkan sejumlah fasilitas terendam, seperti Jalan Kusuma Bangsa dengan ketinggian 30 hingga 50 centimeter. Selain itu, Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Koramil Pekalongan Utara, kantor perbankan, masjid di Kelurahan Krapyak dan jalan depan Kampus IAIN Pekalongan juga ikut terendam.

Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, pihaknya telah bergerak ikut serta menanggulangi musibah tersebut. Seperti halnya menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Khusunya mereka yang terpaksa mengungsi. “Ada pengungsi dan sudah dikirimkan bantuan,” kata Ganjar, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya, bupati dan wali kota daerah terdampak, juga sudah meminta izin mengeluarkan bantuan yang merupakan stok, untuk diberikan kepada warga terdampak. Pihaknya pun segera mengizinkan mereka, untuk segera disalurkan. Tidak hanya itu, pihaknya juga memerhatikan segi kesehatan warga terdampak. “Semua yang ngungsi, musti diatur di sana,” tambahnya.

Dari informasi BMKG, ucapnya, banjir di Pekalongan terjadi seiring masuknya pancaroba. Artinya, pada kondisi itu, ketinggian gelombang air laut terjadi. Dampaknya, gelombang air laut menerjang daratan dan itu cukup tinggi. Dalam hal ini, pemprov telah melakukan penanganan darurat. Rencananya, penanggulangan sistematisnya sudah ada di sekitar Pekalongan. Termasuk Kali Bremi Pekalongan.

Baca juga : Ratusan Rumah Tergenang Akibat Rob, Bupati dan Walikota Diminta Turun Bantu Warga

Menurutnya, dulu rencananya memang hal ini bisa ditangani melalui satu tahun anggaran. Dengan besarannya sekitar Rp 90 miliar. Namun, karena Covid-19 melanda sekarang, maka refocusing terjadi di kementerian. Sehingga penanganan banjir dibuat multiyears.

Meski demikian, tindakan yang permanen tahun ini juga akan mulai dikerjakan. Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi untuk menanyakan kapan pekerjaan akan dimulai. Ganjar juga meminta segera berbicara dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku pihak terkait. “Kita kan supporting dan menyiapkan tata kelola yang ada di daerah itu,” beber gubernur.

Saat ini, pihaknya terus lakukan tindakan darurat, dan pemantauan terus menerus. Dia menuturkan, pihaknya sudah rapat dengan instanisi terkait untuk segera membantu masyarakat dulu. Termasuk bupati, dan wali kotanya. Bahkan dari pemerintah provinsi juga sudah mengirimkan bantuan. “Akhirnya kita butuh kerja sama untuk menyelamatkan orangnya. Sambil tindakan darurat dilakukan,” ujar Ganjar.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Terima Bantuan Alat Kesehatan Senilai Rp 3 Miliar, Ganjar Segera Kirim ke RS

0
Ganjar Pranowo saat menerima bantuan dari PT Infomedia Niaga Perkasa di halaman kantornya, Kamis (4/6/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – PT Infomedia Niaga Perkasa menyumbangkan bantuan peralatan kesehatan ke sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah sebesar Rp 3 miliar. Bantuan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di halaman kantornya, Kamis (4/6/2020).

Kepala Cabang PT Infomedia Niaga Perkasa Cabang Semarang Faisol Faturiza menuturkan, bantuan tersebut berupa Biological Isolation Cham, baju APD dan Google, tempat tidur set, tabung gas 02, masker, thermometer, APD, dan Chamber.

“Bantuan ini untuk menunjang kinerja tenaga medis dalam menangani Covid-19,” ujarnya.

Baca juga: Ganjar Gelontorkan Rp 38 M Demi UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Faisol melanjutkan, usaha keras pemerintah dan para tenaga medis perlu mendapat apresiasi dan dukungan dari semua pihak. Gotong royong ini bertujuan sama, yaitu agar persoalan Virus Corona dapat berakhir.

“Kita semua berharap persoalan ini dapat segera berakhir,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan, bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam menangani Covid-19 di Jawa Tengah.

“Pasti ini bermanfaat dan akan segera saya sampaikan (kirim) ke mereka (tenaga medis). Nanti tolong teman-teman Pemrov membantu mengawal,” tuturnya.

Baca juga: Ingin Pastikan Warga Siap, Ganjar Tak Gegabah Terapkan Kenormalan Baru

Bantuan yang mengalir dari sejumlah kalangan itu, menurut Ganjar, merupakan bentuk kepedulian dan gotong-royong dalam mengatasi Covid-19. Selain itu, dia juga menyampaikan terima kasih kepada PT Infomedia Niaga Perkasa atas bantuan tersebut.

“Ini dapat menguatkan percaya diri, merasa aman dalam menangani Covid-19. Kali ini jenis bantuannya juga bervariasi cukup banyak,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Penutupan Pasar Kliwon Diminta jadi Pembelajaran Pedagang

0
Aktivitas di Pasar Kliwon Kudus. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menutup sementara Pasar Kliwon selama dua hari. Yakni pada 5-6 Juni 2020.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Sulistiyanto menuturkan, pihaknya tidak mempermasalahkan ditutupnya sementara Pasar Kliwon. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi pembelajaran para pedagang, agar mengikuti arahan pemerintah tentang protokol kesehatan Covid-19.

“Kami mendukung apa yang dilakukan pemerintah,” ungkapnya saat ditemui di Pasar Kliwon, Kamis (4/6/2020).

Lanjutnya, pedagang di Pasar Kliwon memang tidak mengindahkan arahan pemerintah. Pedagang masih banyak yang tidak mengenakan masker ketika berdagang.

“Jumlah pedagang di Pasar Kliwon sekitar 2.500 orang. Yang masih sulit sekitar 30 persen sampai 40 persen”, tuturnya.

Baca juga : Langgar Protokol Covid-19, Pasar Kliwon Ditutup Dua Hari

Pihaknya juga sering mengingatkan dan menegur anggotanya. Namun, peringatan tersebut sering diabaikan. Selain itu, nasib serupa juga dirasakan oleh petugas pasar. “Kami juga sudah bagikan masker. Namun tetap sulit. Makanya kami tidak ada masalah dengan kebijakan ini,” tuturnya.

Sulistiyanto sadar dengan ditutupnya Pasar Kliwon tentu akan mengurangi pendapatan pedagang. Dirinya hanya pasrah dan tetap mengikuti keputusan pemerintah daerah. “Sejak ada pandemi Covid-19 omzet turun banyak sekali,” jelasnya.

Sementara itu, satu di antara pedagang Pasar Kliwon Sriatun berharap, agar penutupan pasar tidak terlalu lama. Menurutnya, selain akan menambah penurunan omzet, dia juga memikirkan nasib karyawannya.

“Saya itu ada lima karyawan. Mereka digaji sistem harian. Jika mereka tidak kerja, mau makan apa besok,” tutur pedagang yang menempati Ruko Blok B Nomor 28 lantai dasar.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Satu Pedagang Pasar Kliwon Positif Covid-19 Meninggal Dunia

0
Suasana Pasar Kliwon Kudus. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kudus meninggal. Pasien tersebut merupakan pedagang konveksi di Pasar Kliwon.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menjelaskan, pasien yang meninggal pada 2 Juni 2020 itu, berasal dari Kecamatan Welahan, Jepara. Pasien memiliki penyakit penyerta dan mulai dirawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu sejak 21 Mei 2020.

Dia menuturkan, sebelum dirawat di rumah sakit, pasien melakukan aktivitas berdagang di Pasar Kliwon pada pertengahan Ramadan.

Menurut Andini, semua orang yang kontak erat dengan pasien di Kudus sudah dilakukan tes swab. Pihaknya sampai sekarang masih menunggu hasil. “Tujuh orang yang kontak erat dengan pasien di Jepara juga masih menunggu hasil,” jelasnya.

Selain melakukan tracking kontak dengan orang yang kontak erat dengan pasien, pihaknya juga melakukan tes rapid di beberapa pasar tradisional di Kudus.

“Pasar yang sudah dilakukan rapid, yakni Pasar Kliwon, Pasar Bitingan, Pasar Piji dan Pasar Bareng,” tuturnya.

Hingga 4 Juni 2020, kasus Covid-19 di Kudus berjumlah 65 kasus. Yakni, 11 orang dirawat, empat orang melakukan isolasi mandiri, enam orang meninggal dan 44 orang sembuh.

Pasar Kliwon Ditutup

Sementara itu, melalui Surat Edaran Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Nomor 1510.1.6/391/17.03.2020, Pasar Kliwon akan ditutup pada tanggal 5-6 Juni 2020 mendatang.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Albertus Haris Yunanto, alasan ditutupnya dua hari Pasar Kliwon, karena masih ditemukan pembeli dan penjual yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Hasil evaluasi, pembeli dan penjual masih ditemukan tidak mengenakan masker. Selain itu, barang dagangan yang dipajang meluber keluar dari kios dan los. Tentu physical distancing dan social distancing tidak dilakukan,” jelasnya.

Haris menuturkan, setelah masa penutupan dua hari selesai, pihaknya akan melakukan evaluasi kembali dan menata Pasar Kliwon.

“Ini bisa menjadi pembelajaran bersama untuk melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Terutama mengenakan masker,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jadi Klaster Covid-19, Pemprov Jateng Akan Perketat Protokol Kesehatan Pasar Tradisional

0
Pedagang di Pasar Bintoro Demak menempati lokasi di tengah jalan karena pemberlakuan jaga jarak. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Beberapa pasar tradisional Jawa Tengah menjadi klaster penularan Covid-19. Untuk memutus rantai penyebaran ini, pelibatan petugas pelindung masyarakat (Linmas) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dinilai sudah mendesak. Mereka akan disiagakan untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Arif Sambodo mengatakan, pelibatan itu penting untuk memastikan pedagang dan pembeli patuh terhadap protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan menjaga jarak antar individu. Terkait pengawasan protokol kesehatan, pihaknya meminta tidak bersifat parsial, artinya semua kabupaten/kota di Jawa Tengah harus terlibat. 

“Kalau diperankan di perdangangan (Dinas Perdagangan) saja, tidak bisa. Karena jumlah pasar banyak, petugas terbatas. Terakhir rapat dengan kabupaten dan kota, kita minta libatkan Satpol PP sebagai penegak peraturan, karena ada surat dari Mendagri itu untuk pelibatan Satpol PP dan Linmas,” ujarnya, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya, beberapa pasar seperti di Salatiga dan Demak bisa menerapkan jarak antar pedagang. Kebijakan itu, dilakukan sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang diberikan kepada pemerintah tingkat dua sejak April 2020. 

“Saya juga memuji langkah tegas Pemkot Semarang yang menutup sementara operasional pasar, yang ditemukan kasus penularan Covid-19,” katanya.

Baca juga: Pasar Tradisional di Indonesia Diminta Contoh Jateng yang Terapkan Jaga Jarak Antarpedagang

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yulianto Prabowo juga menyuarakan hal sama. Menurutnya, penutupan sementara operasional pasar tradisional merupakan langkah bagus untuk memtus rantai penularan. 

“Inilah kemudian yang harus menjadi kesadaran, baik pedagang maupun pembeli agar mau menerapkan protokol kesehatan. Sampai kapan itu akan dibuka, ya sampai antar pembeli dan pedagang sepakat untuk kemudian memakai masker dan menjaga jarak,” tegasnya.

Seperti diketahui, beberapa wilayah di Jateng, seperti Kota Semarang dan Kabupaten Jepara, kasus penularan Covid-19 terjadi di pasar tradisional. Di ibukota Jateng Semarang, tiga pasar yakni Pasar Prembaen, Pasar Karimata, dan Pasar Jati Banyumanik (Rasamala).

Pemkot Semarang melakukan penutupan sementara pasar tradisional tersebut, hingga Minggu (7/6/2020). Selama penutupan operasional sementara, dilakukan sterilisasi.

Baca juga: Seluruh Pasar dan Pabrik di Semarang Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Di Kabupaten Jepara, tercatat Covid-19 menjangkiti dua pedagang di dua pasar. Mereka adalah pedagang yang berjualan di Pasar Satu Jepara dan Pasar Karangaji, Kecamatan Kedung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Ratib Zaini, mengaku belum akan melakukan penutupan operasional pasar tradisional, yang terdeteksi ada penularan Covid-19. Namun, pihaknya lebih memilih untuk menyiagakan petugas keamanan. 

“Kita terapkan physical distancing ke 11 pasar tradisional di Jepara, kewajiban memakai masker dan cuci tangan. Kalau nanti untuk new normal nanti, kita minta bantuan dari TNI dan Polri untuk ikut menjaga sesuai edaran dari kemendag,” pungkas Ratib.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Langgar Protokol Covid-19, Pasar Kliwon Ditutup Dua Hari

0
Beberapa kendaraan tampak terparkir di depan Pasar Kliwon. Foto: betanews.id.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menutup Pasar Kliwon selama dua hari mulai Jumat sampai Sabtu (5-6/6/2020). Penutupan tersebut dilakukan karena pedagang dan pengunjung tidak mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Albertus Haris Yunanto mengatakan, permintaan penutupan Pasar Kliwon langsung dari Plt Bupati Kudus HM Hartopo.

Pedagang Pasar Kliwon sedang menata pakaian yang dijual, Kamis (4/6/2020). Foto: Imam Arwindra.

“Permintaan langsung dari Pak Plt (HM Hartopo) setelah dilakukan evaluasi,” ungkapnya, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Hartopo Akan Tutup Pasar dan Swalayan yang Tidak Taat Protokol Kesehatan

Haris menjelaskan, protokol kesehatan Covid-19 yang dilanggar yakni masih ditemukan pembeli dan penjual tidak mengenakan masker. Selain itu, para pedagang juga masih menempatkan barang dagangannya hingga meluber di luar los dan kios yang ditentukan.

Dengan melubernya barang dagangan hingga di jalan depan kios, lanjut Haris, tentunya jaga jarak fisik dan jaga jarak sosial tidak dilakukan. Jalan akan sesak dan pengunjung dipastikan berhimpitan.

“Sesuai dengan peringatan yang pernah disampaikan, pasar akan kami tutup,” jelasnya.

Haris melanjutkan, ditutupnya Pasar Kliwon bisa menjadi evaluasi bersama untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hal tersebut penting, mengingat Pemerintah Kabupaten Kudus sedang mempersiapkan new normal atau kenormalan baru.

“Setelah dua hari ditutup, selanjutnya akan dibuka kembali. Untuk selanjutnya tentu nanti akan terus dievaluasi,” tambahnya.

Baca juga: Hartopo Sebut Kepatuhan Protokol Covid-19 di Desa Lebih Rendah Ketimbang di Kota

Haris mengungkapkan, jumlah pedagang yang menempati ruko, los dan kios di Pasar Kliwon sekitar 2.800 orang. Ribuan pedagang tersebut menempati blok A hingga D.

“Yang ditutup Pasar Kliwon saja. Untuk pasar yang lainnya tidak,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pembukaan Sekolah di Jateng Masih Tunggu Keputusan Mendikbud

0
Ganjar Pranowo datang ke SMPN 7 Semarang untuk mengecek persiapan penerapan new normal beberapa waktu lalu. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sambil terus melakukan persiapan dan latihan-latihan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan belum akan membuka sekolah dalam waktu dekat. Pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait kebijakan itu.

Ganjar menyebut, jika dirinya sudah berkeliling ke beberapa sekolah untuk melihat persiapan itu. Sambil pihaknya menyiapkan skenario-skenario kemungkinan penerapan normal baru di bidang pendidikan.

“Skenarionya mungkin menata ruang, menata jam masuk dan pembatasan kapasitas setidaknya separuh. Saya sudah ngobrol ke beberapa guru dan intinya mereka menyiapkan itu semua,” kata Ganjar, Kamis (4/6/2020).

Baca juga : Ganjar Pertimbangkan Pembukaan Sekolah Kembali, Siswa Akan Duduk Sendiri-Sendiri

Meskipun nantinya kebijakan sekolah kembali dibuka, Ganjar tidak akan tergesa-gesa. Ia tetap akan melakukan uji coba dengan mengevaluasi hasil uji coba itu.

“Kalaupun sudah dibuka, tidak langsung tumplek brek, harus diujicoba. Umpama tidak semua masuk, mungkin kelasnya sehari dibagi dua, masuk pagi dan siang sambil melihat hasilnya,” ucapnya.

Dari pantauannya ke beberapa sekolah, sebenarnya skenario penerapan normal baru itu sudah ditemukan. Yang sulit adalah mengatur transportasi dari rumah ke sekolah serta membiasakan kondisi siswa untuk disiplin.

“Transportasi ini yang sulit, kalau naik angkot kan pasti berdesakan, pegang ini itu. Belum ketemu formulanya untuk transportasi ini. Sebenarnya ada satu, bisa naik sepeda, kalau perlu sepedaan bareng saya,” tukasnya.

Baca juga : Ingin Pastikan Warga Siap, Ganjar Tak Gegabah Terapkan Kenormalan Baru

Ganjar kembali menegaskan, bahwa penerapan normal baru di Jawa Tengah belum dilakukan dalam waktu dekat. Patokannya bukanlah waktu, namun kurva penyebaran yang menurun drastis.

Meski begitu, Jawa Tengah lanjut dia, terus latihan untuk mempersiapkan itu. Mulai tempat ibadah, perkantoran, tempat industri dan ekonomi, sekolah dan sebagainya. “Prinsipnya Jateng latihan terus. Kalau semua siap kita tinggal go,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kerugian Kebakaran Gudang Istana Ban Capai Rp 2 Miliar

0
Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di gudang Istana Ban, Jalan Kudus-Pati, Kudus, Kamis (4/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Belasan orang masih terlihat berjibaku untuk memadamkan api yang melahap gudang Istana Ban di Jalan Pantura, Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Kamis (4/6/2020) siang. Gudang yang berisi ribuan ban dan velg mobil tersebut dilalap si jago merah, Rabu (3/4/2020) sekitar pukul 18.30 WIB.

Akibat kebakaran tersebut, lalu lintas Jalan Pantura Kudus-Pati Kamis siang, masih mengalami kemacetan dan mengular hingga lebih dari 5 kilometer. Banyak kendaraan besar, truk hingga mobil pribadi terjebak macet.

Pemilik Istana Ban Kusmiyati saat menunggu proses pemadaman gudang ban miliknya dengan ditemani petugas, Kamis (4/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

Pemilik Istana Ban Kusmiyati, saat ditemui di tempat kejadian menuturkan, akibat kebakaran yang menimpanya itu, ia mengalami kerugian yang tidak sedikit. Bahkan, ia sempat syok saat diberi kabar berita kebakaran tersebut oleh adiknya pada pukul 19.30 WIB. Saat mendengar kabar tersebut, api sudah membesar dan melahap gudang empat lantai tersebut.

Baca juga: Kebakaran Gudang Istana Ban Hingga Siang ini Belum Padam

“Itu yang terbakar gudang bukan toko, jadi tidak ada orang dan tidak ada korban jiwa. Kalau kerugian ban mobil dan velg mobil baru yang terbakar itu sekitar Rp 2 miliar,” bebernya kepada betanews.id.

Warga Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten kudus itu menambahkan, gudang Istana Ban yang terbakar merupakan bangunan empat lantai. Lantai satu dan dua berisi ban dan velg mobil. Sedangkan lantai tiga dan empat berisi ban mobil bagian luar. Menurutnya, semua ban mobil yang terbakar dalam keadaan baru.

“Ban dan velg mobil yang terbakar itu baru semua. Jumlahnya sekitar dua ribuan. Untuk sebab dan kronologi kebakaran kami tidak tahu. Karena saat kejadian gudang itu sedang tutup dan tidak ada orang,” ujar perempuan yang memiliki enam toko ban mobil tersebut.

Baca juga: Si Jago Merah Mengamuk di Istana Ban Kudus, Jalur Pantura Lumpuh

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat gudang Istana Ban itu sulit dipadamkan lantaran gudang empat lantai itu berisi material yang terbuat dari karet. Selain itu, bangunan yang minim ventilasi, membuat pemadaman masih terus berlangsung hingga, Kamis (4/6/2020) siang.

Besarnya api membuat petugas harus berjibaku untuk melakukan pemadaman. Tercatat 20 mobil pemadam kebakaran baik dari Kudus dan Pati dikerahkan untuk menjinakkan api. Pemadam kebakaran juga tidak bisa memasuki area dalam gedung karena dikhawatirkan bisa keracunan monoksida.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Kebakaran Gudang Istana Ban Hingga Siang ini Belum Padam

0
Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di gudang Istana Ban, Jalan Kudus-Pati, Kudus, Kamis (4/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Proses pemadaman gudang milik Istana Ban yang terbakar di Jalan Pantura, Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, masih terus berlangsung hingga Kamis (4/6/2020) siang.

Sulitnya menjinakkan api ini lantaran gudang empat lantai itu berisi material yang terbuat dari karet. Keadaan ini membuat petugas pemadam kebakaran tidak bisa memasuki area dalam gedung untuk memadamkan titik api.

Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di gudang Istana Ban, Jalan Kudus-Pati, Kudus, Kamis (4/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

Proses pemadaman sendiri melibatkan 20 kendaraan pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Kudus, PT Djarum, PT Nojorono, PT Pura Barutama serta dari tim pemadam kebakaran Kabupaten Pati.

Fire Chief PT Djarum Hardi Cahyana mengatakan, saat pihaknya sampai di lokasi pada pukul 19.45 WIB, api sudah membesar. Menurutnya, karena gudang berisi material yang terbuat dari karet, proses pemadaman membutuhkan waktu lama.

Baca juga: Si Jago Merah Mengamuk di Istana Ban Kudus, Jalur Pantura Lumpuh

Hal lain yang menyulitkan pemadaman api adalah bangunannya dalam keadaan tertutup dan tidak ada ventilasi. Dalam proses pemadaman tersebut, tim damkar tidak bisa melihat titik api di dalam gudang. Sehingga mengakibatkan proses pemadaman tidak bisa maksimal dan mengalami banyak kendala.

“Kendalanya di proses pemadaman ini karena bangunan tidak ada jendelanya. Seharusnya proses pemadaman material karet itu harus diurai. Karena tidak ada jendela, saya tidak berani memaksakan anggota kami masuk untuk mengurai karet yang terbakar. Bahaya kalau tidak ada jendelanya anggota kami bisa keracunan monoksida,” ungkapnya.

Baca juga: Kerugian Kebakaran Gudang Istana Ban Capai Rp 2 Miliar

Saat ini, lanjutnya, yang dilakukan hanya menahan agar bangunan gudang tidak roboh, dengan cara terus menyemprot air pada bangunan. Penyemprotan terus-menerus ini agar dinding selalu dingin dan tidak cepat runtuh.

“Proses pemadaman sendiri sudah menerjunkan 20 armada mobil kebakaran. Serta sudah bolak balik setiap mobilnya lima kali. Kami minta doanya agar proses pemadaman cepat selesai dan bangunan tidak roboh,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -