31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaJATENGMUI Jateng Putuskan...

MUI Jateng Putuskan Daerah Hijau Boleh Gelar Ibadah di Masjid

BETANEWS.ID, SEMARANG – Memasuki fase kenormalan baru, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah memutuskan untuk memperbolehkan ibadah di masjid khusus untuk daerah zona hijau. Fatwa ini untuk mengganti putusan sebelumnya tentang tatanan beribadah selama pandemi Covid-19 yang menganjurkan beribadah di rumah.

Keputusan itu diambil dalam halaqoh ulama se Jawa Tengah yang membahas tatanan beribadah di era kenormalan baru di gedung A lantai 2 kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (3/6/2020). Hadir dalam kegiatan itu sejumlah ulama, perwakilan pengasuh pondok pesantren se Jateng, Gubernur, dan Wakil Gubernur Jateng.

Ketua MUI Jateng Ahmad Daroji menjelaskan, selama ini masyarakat sudah rindu untuk beribadah di masjid. Mereka rindu untuk Jumatan atau salat berjamaah di masjid-masjid kampung mereka.

- Ads Banner -

“Hasil halaqoh ini, kami memutuskan akan memberikan kelonggaran untuk beribadah di masjid khusus untuk daerah zona hijau. Namun pelaksanaannya tetap harus menggunakan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Baca juga: Ganjar Kumpulkan Ulama Jateng Rumuskan Kenormalan Baru di Tempat Ibadah

Melihat kondisi Jawa Tengah yang saat ini perkembangan kurva penularan Covid-19 belum turun drastis, kegiatan di tempat ibadah belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Besok kami dari Komisi Fatwa MUI akan menggelar sidang terkait hasil halaqoh ini. Nantinya, akan ada kelonggaran beribadah di daerah zona hijau namun tetap menggunakan protokol kesehatan ketat. Untuk daerah kuning dan merah, nanti dulu karena itu bahaya,” terangnya.

Terkait pelaksanaan salat Jumat dibuat shift, Daroji mengaku sudah membahasnya bersama ulama. Namun, hal itu terkendala oleh fatwa MUI pusat yang pernah melarang pelaksanaannya secara shift, meski sebenarnya memungkinkan di tengah pendemi seperti ini.

“Kendalanya MUI pusat pernah mengeluarkan fatwa larangan itu (Jumatan shift), tapi kan itu dulu dan kondisinya berbeda. Tapi aturannya fatwa MUI daerah tidak boleh bertentangan dengan pusat. Untuk itu, kami akan usulkan ke pusat agar ada pembahasan soal ini,” tegasnya.

Baca juga: Simulasi New Normal, Makam Sunan Muria Dibuka Hanya untuk Peziarah Lokal

Sebab kalau tidak ada pembatasan secara shift, maka pelaksanaan salat Jumat di era pandemi ini bisa berbahaya. Ia mencontohkan, di masjid Baiturrahman Semarang, setiap pelaksanaan salat Jumat selalu dipenuhi jamaah.

“Sebelum salat itu jamaah sudah berjubel, antre sampai luar. Kalau tidak dibuat shift bisa bahaya. Maka nanti kami segera usulkan ini ke pusat. Mudah-mudahan ada fatwa soal Jumatan secara shift ini dikeluarkan oleh MUI pusat,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler