Biro Umrah Terancam Merugi Miliaran Rupiah Akibat Kebijakan Kerajaan Arab Saudi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi utara Jalan Mayor Basuno tepatnya di Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, tampak bangunan berpintu kaca. Di dalam bangunan tampak beberapa perempuan berhijab sedang mengoperasikan laptop. Tempat tersebut yakni PT Happy Prima Wisata (HPW), biro umrah dan haji khusus yang merasa merugi dengan kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang menangguhkan pemberangkatan umrah seluruh dunia, akibat virus Corona.

Dahlan Syafiq, Manajer Dewangga Lil Hajj Wal Umroh Wilayah Kudus. Foto : Rabu Sipan

Nailly Sa’adah (30) selaku Divisi Umroh PT Happy Prima Wisata membenarkan, kerugian yang perusahaannya tanggung akibat kebijakan Kerajaan Arab Saudi. Hal itu dikarenakan, dalam waktu dekat, tepatnya 3 maret 2020, perusahaannya ada jadwal pemberangkatan 100 jemaah umrah. Jika sampai tanggal pemberangkatan kebijakan itu masih berlaku, maka pemberangkatan 100 jemaah akan ditunda.

“100 jemaah itu sudah dapat visa dan tiket pesawat. Hotel juga sudah tersewa. Dan tentunya sudah dibayar semua. Andai tidak jadi berangkat, ada sekitar uang Rp 1,5 miliar yang tertahan,” ungkap perempuan yang disapa Nailly kepada betanews.id.

-Advertisement-

Dia menuturkan, uang yang sudah dibayarkan ke Kedutaan Besar Arab Saudi untuk visa memang tidak bisa dikembalikan. Sedangkan masa berlaku visa hanya sebulan. Begitu juga uang untuk pembayaran tiket pesawat juga tidak kembalikan.

Dia berharap penangguhan pemberangkatan jemaah umrah secepatnya dicabut. Sehingga perusahaannya bisa memberangkatkan para jemaah tepat waktu. Tapi bila penangguhan masih berlanjut dan mengakibatkan masa visa para jemaah habis, dia berharap Kerajaan Arab Saudi dan pemerintah Indonesia ada solusi.

“Kalau dengan maskapai kami sudah ada kesepakatan untuk menjadwal ulang pemberangkatan para jemaah. Kami pun berharap, saat entri ulang, visa para jemaah tidak ada penambahan biaya. Biar tidak membebani biro jasa umrah dan para jemaah,” ungkapnya.

Setali tiga uang dengan PT Happy Prima Wisata, biro perjalanan Dewangga Lil Hajj Wal Umrah pun mengaku hal yang kurang lebih sama. Dahlan Syafiq, Manajer Dewangga wilayah Kudus menuturkan, di biro Dewangga Umrah ada jadwal pemberangkatan jemaah pada pertengahan Maret. Hal itu terancam gagal berangkat, jika kebijakan penangguhan pemberangkatan umrah masih berlaku.

“Kalau kerugian materiil itu memang belum ada. Tapi kami memang harus siap – siap menjadwal ulang pemberangkatan para jemaah umroh. Soalnya uangnya tidak bisa dikembalikan dan jemaah yang rencana berangkat ada 300 jemaah,” ungkap pria yang akrab disapa Dahlan.

Dia mengimbau untuk para calon jemaah Dewangga Umrah dan calon jemaah biro lainnya untuk tenang. Dia pun mengajak semua orang untuk berdoa agar virus Corona secepatnya ditemukan obatnya. Agar Kerajaan Arab Saudi segera memperbolehkan pemberangkatan perjalanan umrah seluruh dunia.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER