BETANEWS.ID, KUDUS – HM Hartopo segera turun dari mobil untuk menemui Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti saat tiba di depan Pasar Bitingan, Senin (18/5/2020). Melihat beberapa pedagang dan pengunjung tidak mengenakan masker, dia kemudian meminta anggota Satpol PP untuk mengambilkan pengeras suara.
“Itu ada petugasnya apa tidak? Di pintu itu ada petugasnya apa tidak?” tanya Hartopo kepada Sudiharti sambil menunjuk pintu utama lantai dua Pasar Bitingan.
“Kalau tidak ada petugasnya, tutup sekarang,” tegas Hartopo.

Seketika itu juga, petugas pasar berlari menaiki tangga untuk menutup pintu masuk lantai dua Pasar Bitingan.
Melihat pasar yang ramai, Hartopo kemudian berjalan cepat ke dalam pasar. Sambil berjalan dari pintu ke pintu, dia tak henti-hentinya mengingatkan para pedagang dan pembeli untuk memakai masker.
“Mas punya masker apa tidak? Ini saya kasih. Kalau tidak mau pakai, akan saya tutup,” tegasnya kepada pedagang pakaian yang menempati los pasar.
Baca juga: Banyak Pengunjung Bandel, ADA Swalayan Perketat Aturan Belanja
Hartopo juga terus meminta pintu-pintu yang tidak dijaga petugas pasar untuk segera ditutup. Menurutnya, setiap pedagang dan pembeli yang masuk pasar harus mengenakan masker. Dia ingin protokol kesehatan penanganan Covid-19 dilaksanakan dengan baik.
Setelah selesai dari Pasar Bitingan, dirinya segera bergegas pergi ke ADA Swalayan. Dia berjalan mengecek satu persatu protokol kesehatan yang diberlakukan di salah satu pusat perbelanjaan tersebut.
“Tolong pak, buk, jaga jarak,” tuturnya saat berada di antrian kasir ADA Swalayan.
Sebelum ke Pasar Bitingan dan ADA Swalayan, dirinya sudah menyidak Pasar Kliwon, Ramayana dan Kudus Extension Mall (Hypermart). Dia ingin memastikan semua protokol kesehatan dijalankan.
“Saya selalu tekankan baik kepada masyarakat, pihak pengelola maupun pedagang agar jangan sampai mengabaikan aturan yang dibuat oleh pemerintah. Semua demi keselamatan bersama,” tekan Hartopo.
Baca juga: Jelang Lebaran, Ramayana Kudus Ramai Dikunjungi Warga
Hartopo akan bertindak tegas jika di kemudian hari masih ditemukan pelanggaran mengenai protokol kesehatan. Sanksi yang diterapkan kepada yang masih bandel adalah menutup lokasi tersebut.
“Saya tidak akan segan-segan menutup pasar atau swalayan jika masih ditemukan pelanggaran. Jangan sampai terulang kembali. Pengelola harus memberlakukan pembatasan pengunjung,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

