Di Tengah Kenaikan Harga Pertamax, Pemkab Kudus Gelar Program Pangan Murah

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) kembali menyelenggarakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman kantornya, Jumat (12/6/2026). Program tersebut merupakan upaya untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Kepala Dispertan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo, menyampaikan bahwa program tersebut rutin digelar setiap satu bulan sekali pada pekan kedua. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini terdapat penambahan pasokan berupa gas elpiji yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus dengan menyediakan 100 tabung elpiji.

“Alhamdulillah, dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah hampir habis,” katanya di sela kegiatan, Jumat (12/6/2026).

-Advertisement-

Ia menyebut, program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dengan animo yang tinggi. Menurutnya, harga bahan pokok yang tersedia, seperti beras, elpiji, bawang, cabai, gula, dan minyak goreng dijual dengan harga di bawah pasaran.

Baca juga : Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Emak-Emak di Kudus Kaget: “Untung Gak Stroke”

“Rata-rata harga di sini selisih Rp2.000 per kilogram. Jadi alhamdulillah animo masyarakat tinggi dan sebagian besar bahan pokok ludes dalam waktu singkat,” terangnya.

Di tengah guncangan ekonomi yang terjadi belakangan ini, Pemkab Kudus hadir untuk menyeimbangkan dan menstabilkan pasokan serta harga bahan pokok guna mengendalikan inflasi di Kota Kretek.

“Untuk harga memang sedikit naik, namun kami pastikan harga yang kami jual di bawah harga pasaran. Ini bentuk kehadiran Pemkab Kudus dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat serta mengendalikan inflasi, utamanya di wilayah Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Ia menyebut stok pasokan bahan pokok seperti beras dan lainnya masih aman. Kehadiran Pemkab melalui program tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.

“Paling tidak sembilan komoditas pertanian ini kami jual dengan harga murah dan terjangkau, ada selisih harga dibandingkan pasaran,” tuturnya.

Didik menegaskan bahwa program tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat. Pegawai Dinas Pertanian dan Pangan maupun aparatur sipil negara (ASN) tidak diperbolehkan membeli bahan pokok dalam program tersebut.

“Ini murni untuk masyarakat. Kami pastikan tidak ada pegawai Dispertan maupun ASN lainnya yang ikut membeli bahan pokok di sini,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sejumlah komoditas yang tersedia meliputi beras 5 kilogram seharga Rp68.000, gula pasir Rp16.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam Rp24.000 per kilogram, dan bawang merah Rp54.000 per kilogram.

Sementara itu, salah satu warga, Evellin, mengaku senang dengan adanya GPM yang rutin digelar. Menurutnya, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.

“Ini mau beli beras, minyak goreng, gula, dan sayuran. Harganya lebih murah. Kalau bisa ada penambahan stok, utamanya gas elpiji,” terangnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER