BETANEWS.ID, KUDUS – Halaman depan Pendopo Kabupaten Kudus yang biasanya digunakan untuk kegiatan pemerintahan kini tampil berbeda. Hamparan rumput di kawasan tersebut disulap menjadi lapangan mini soccer untuk menyambut euforia Piala Dunia dan rangkaian Women’s Soccer Trilogy.
Peresmian lapangan mini soccer dilakukan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melalui pertandingan persahabatan yang mempertemukan tim ASN dengan wartawan. Suasana semakin meriah karena ASN perempuan juga menggelar pertandingan sepak bola antartim di lokasi yang sama.
Bupati Sam’ani mengatakan fasilitas tersebut sengaja dibuka untuk memberikan ruang bagi masyarakat menikmati atmosfer sepak bola. Menurutnya, olahraga menjadi salah satu kegiatan yang mampu menyatukan berbagai kalangan.
“Di depan Pendopo Kabupaten Kudus kita buka mini soccer. Ini sebagai langkah menyambut Piala Dunia karena sepak bola menjadi olahraga yang digemari banyak masyarakat,” ujar Bupati Sam’ani, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, momentum tersebut bertepatan dengan berbagai agenda sepak bola putri yang akan digelar di Kabupaten Kudus. Daerah ini bahkan dipersiapkan menjadi tuan rumah sejumlah kompetisi sepak bola wanita berskala nasional hingga internasional.
Baca juga : Demam Piala Dunia 2026 Mulai Terasa, Penjualan Jersey di Kudus Naik, Argentina Paling Laris
Rangkaian International Women’s Soccer Trilogy sendiri terdiri atas HydroPlus Women’s Soccer League, MilkLife Soccer Challenge All-Stars, hingga Srikandi Merdeka Cup Internasional 2026. Turnamen terakhir direncanakan diikuti enam negara yang akan bertanding di Kudus.
“Di Kabupaten Kudus nanti ada trilogi sepak bola putri. Pada ajang Srikandi Merdeka Cup akan ada enam negara dari luar Indonesia yang ikut berpartisipasi,” katanya.
Menurut Sam’ani, kehadiran berbagai turnamen tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat pembinaan sepak bola putri di Indonesia. Ia berharap dari Kudus lahir pemain-pemain muda yang mampu memperkuat tim nasional di masa mendatang.
“Harapannya muncul bibit-bibit terbaik yang nantinya bisa memperkuat tim nasional Indonesia dan berprestasi di tingkat dunia,” ucapnya.
Selain menjadi sarana olahraga, kawasan mini soccer di halaman pendopo juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi nonton bareng pertandingan Piala Dunia. Pemerintah Kabupaten Kudus turut melibatkan pelaku UMKM agar kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Nggak apa-apa rumputnya rusak kalau itu bisa membahagiakan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Nanti bisa diperbaiki lagi. Yang penting masyarakat terhibur dan UMKM juga ikut merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Sam’ani menilai olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui kegiatan olahraga, energi anak-anak dan remaja dapat tersalurkan ke arah yang lebih positif.
“Kalau anak muda aktif berolahraga, mereka akan lebih terhindar dari kegiatan negatif. Energi mereka tersalurkan melalui aktivitas yang sehat dan bermanfaat,” katanya.
Salah seorang warga Hadipolo, Mia, menyambut baik keberadaan lapangan mini soccer tersebut. Ia menilai lokasi itu berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat, terutama saat akhir pekan.
“Kalau hari Minggu dibuka pasti ramai. Rumputnya nyaman, bisa buat main bola sekaligus bersantai. Apalagi kalau ada nonton bareng dan UMKM, pasti lebih menarik,” ujarnya.
Keberadaan lapangan mini soccer di jantung Kota Kudus menambah ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berkumpul. Di saat yang sama, berbagai agenda sepak bola putri yang akan digelar semakin mengukuhkan Kudus sebagai salah satu pusat pembinaan sepak bola wanita di Indonesia.
Editor: Kholistiono

