BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana hangat menyelimuti SLB Negeri Purwosari Kudus saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti tiba, Jumat (31/7/2026). Kedatangannya disambut antusias para guru dan siswa berkebutuhan khusus yang telah menunggu sejak pagi.
Di salah satu ruang belajar, Abdul Mu’ti menyapa para siswa satu per satu dan melihat langsung proses pembelajaran. Sejumlah siswa tunanetra dengan percaya diri memperagakan kemampuan membaca huruf Braille, bahkan melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan huruf Arab Braille di hadapan rombongan.
Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan meninjau berbagai fasilitas sekolah, termasuk penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) yang telah dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Agenda ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru dan toilet sebagai bagian dari revitalisasi SLB Negeri Purwosari Kudus.
Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti menyerahkan berbagai bantuan bahan bacaan untuk siswa berkebutuhan khusus. Bantuan tersebut meliputi buku Braille, audiobook, visual book, hingga berbagai koleksi bacaan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di SLB.
Baca juga : Ciptakan Generasi Emas, Jutaan Buku Bacaan Mulai Didistribusikan, Anggaran Capai Rp40,6 Miliar
Menurut Abdul Mu’ti, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari program penguatan literasi yang sebelumnya diluncurkan pemerintah. Ia mengaku terkesan melihat semangat belajar para siswa yang dinilai mampu memanfaatkan berbagai media pembelajaran dengan sangat baik.
“Tadi saya berdialog dengan anak-anak yang luar biasa. Mereka menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi dan menikmati bahan bacaan yang kami berikan,” ujarnya.
Selain bantuan literasi, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,45 miliar untuk merevitalisasi SLB Negeri Purwosari Kudus. Dana tersebut digunakan untuk membangun tiga ruang kelas baru beserta toilet yang ditargetkan selesai paling lambat Desember 2026.
Abdul Mu’ti juga memastikan sekolah akan memperoleh tambahan tiga unit Papan Interaktif Digital (PID). Penambahan itu diberikan setelah melihat pemanfaatan PID yang dinilai efektif membantu proses belajar mengajar siswa berkebutuhan khusus.
“Tadi saya melihat langsung bagaimana PID dimanfaatkan dengan sangat baik oleh anak-anak. Gurunya juga kreatif membuat media pembelajaran sendiri dengan memanfaatkan perangkat tersebut,” katanya.
Kepala SLB Negeri Purwosari Kudus, Edi Sujito, mengatakan pembangunan ruang kelas baru menjadi kebutuhan mendesak karena keterbatasan ruang belajar yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Selama ini, sekolah terpaksa menggabungkan dua rombongan belajar dalam satu ruangan karena keterbatasan ruang.
Ia menjelaskan, saat ini SLB Negeri Purwosari memiliki sekitar 240 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Sementara ruang kelas yang tersedia hanya 12 ruang sehingga sebagian harus disekat menjadi dua untuk menampung seluruh peserta didik.
“Alhamdulillah, tahun lalu kami mendapat bantuan DAK dan tahun ini memperoleh bantuan revitalisasi. Ini sangat membantu meningkatkan pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkap Edi.
Editor: Kholistiono

