BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan memborong tiga penghargaan dalam ajang Jamsostek Award 2026 yang digelar BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah di Patra Jasa Semarang Hotel & Convention, Rabu (29/7/2026).
Tiga penghargaan tersebut masing-masing diraih oleh Kabupaten Kudus sebagai Juara II kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog sebagai Juara I kategori Pemerintah Desa/Kelurahan, serta Mubarokfood Cipta Delicia yang meraih Juara I kategori UMKM skala kecil/mikro.
Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, menjadi desa dengan persentase kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Atas capaian tersebut, Desa Gondosari berhasil meraih Juara I dalam ajang tersebut.
Kepala Desa Gondosari, Alia Himawati, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih desanya. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil komitmen pemerintah desa dalam memberikan perlindungan jaminan sosial kepada aparatur desa maupun pekerja rentan.
“Alhamdulillah tentunya kami sangat senang dengan penghargaan ini. Sekitar 80 persen warga kami merupakan pekerja, baik di sektor industri maupun sektor lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap tahun Pemerintah Desa Gondosari mengalokasikan anggaran sekitar Rp88,9 juta untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 184 orang.
Mereka yang mendapatkan perlindungan tersebut meliputi perangkat desa, pengurus RT/RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota Linmas, anggota Desa Tangguh Bencana (Destana), tenaga administrasi desa, guru PAUD dan TK, petugas pemulasaraan jenazah, hingga pekerja rentan.
Selain itu, Desa Gondosari juga memiliki agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) yang membantu masyarakat mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami juga memiliki agen Perisai yang melayani masyarakat untuk mendaftar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sehingga akses perlindungan semakin mudah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, mengatakan Desa Gondosari berhasil menjadi yang terbaik di Jawa Tengah karena memiliki cakupan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang tinggi.
Menurutnya, indikator penilaian tidak hanya mencakup perlindungan bagi perangkat desa, tetapi juga RT/RW, Linmas, Destana, hingga pekerja rentan.
“Persentase kepesertaan di Desa Gondosari lebih tinggi dibandingkan desa-desa lain di Jawa Tengah. Karena itu Gondosari berhasil menjadi juara pertama,” jelasnya.
Famny menambahkan, secara keseluruhan Kabupaten Kudus berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus dalam ajang tersebut. Selain penghargaan untuk pemerintah kabupaten dan Desa Gondosari, penghargaan juga diraih Mubarokfood Cipta Delicia sebagai UMKM terbaik tingkat Jawa Tengah.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kudus untuk memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya pun telah menyiapkan program sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan agar semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial.
“Kami berharap seluruh desa di Kudus terus meningkatkan cakupan kepesertaan. Manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya santunan kematian, tetapi juga perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja,” ujarnya.
Menurut Famny, seluruh pemerintah desa di Kabupaten Kudus sebenarnya telah menganggarkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi perangkat desa.
Ajang Jamsostek Award 2026 sendiri digelar bersamaan dengan peluncuran program perlindungan pekerja desa “Ngopeni Nglakoni”, sebuah inisiatif BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke tingkat desa. Program tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak pekerja, khususnya pekerja rentan, mendapatkan perlindungan yang layak.
Editor: Kholistiono

