Beranda blog Halaman 1817

Di Tengah Pandemi, Pendaftaran Mahasiswa Baru di UMK Naik 20 Persen

0
Plang penunjuk arah di Universitas Muria Kudus. Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) di Universitas Muria Kudus (UMK) mengalamai kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut berada di angka 20 persen atau dari 1.500 orang di 2019 naik jadi 1.860 orang di 2020.

Wakil Rektor 1 UMK Murtono menuturkan, saat pandemi, awalnya pihaknya khawatir akan membuat jumlah mahasiswa baru menurun. Hal tersebut juga dikhawatirkan oleh kampus lainnya terutama yang berbasis swasta. Namun, siapa sangka di UMK malah mengalami kenaikan mahasiswa baru sebesar 20 persen dibandingkan 2019.

“Tahun lalu (2019) jumlah mahasiswa 1.500 orang, sekarang karena pandemi ini justru meningkat menjadi 1.860 orang,‎” tuturnya saat ditemui di UMK, Kamis (9/7/2020).

Dia menjelaskan, satu dari beberapa alasan kenaikan mahasiswa baru yakni, saat pandemi orang tua merasa khawatir dan tidak ingin anaknya menempuh pendidikan jauh di luar kota. Sehingga UMK menjadi pilihan calon mahasiswa baru, terutama yang berasal dari eks-karesidenan Pati.

“Sekarang UMK menjadi rujukan orang tua yang tidak mau anaknya kuliah jauh di luar kota. Apalagi saat ini masih pandemi,” ungkap Murtono.

Baca juga: Temui Rektor Unnes, GP Ansor Jateng Dorong Deradikalisasi di Kampus Diperkuat

Murtono memperkirakan, jumlah mahasiswa yang mendaftar di UMK akan terus bertambah. Mengingat, pihaknya masih membuka PMB gelombang tiga hingga 31 Agustus 2020.

“Biasanya gelombang ketiga ini yang masuk lebih banyak. Karena mereka ini masih menunggu hasil di PTN (Perguruan Tinggi Negeri),” jelasnya.

Dia merinci, di UMK terdapat enam fakultas dan 15 program studi untuk strata satu (S1). Saat ini, terdapat tiga program studi yang paling banyak diminati, yaitu Program Studi Managemen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Akuntansi.

“Di fakultas teknik juga banyak. Sekarang jurusan Psikologi itu juga banyak peminat. Meningkat dari sebelumnya,” katanya.

Baca juga: Wisuda UMK Akan Digelar Juli Mendatang dengan Cara Drive Thru

Sementara itu, Rektor UMK Suparnyo menuturkan, PMB di UMK terus berjalan walaupun sebelumnya pihak kampus melakukan WFH (work from home) hingga 10 Juni 2020. Menurutnya, setiap mahasiswa baru yang melakukan daftar ulang harus menyertakan surat keterangan sehat dan bebas dari narkoba.

“Kami ingin memastikan semua mahasiswa di UMK sehat dan terbebas dari narkoba,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan protokol kesehatan untuk menghadapi kenormalan baru. Menurutnya, mahasiswa yang masuk kampus harus mengenakan masker dan mencuci tangan di tempat yang disediakan.

“Sebelum masuk harus dithermo gun dulu untuk mengetahui kondisi suhu mereka,” tandas Suparnyo.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Meski Simulasi, Kedua Peran Mempelai Grogi Karena Belum Pernah Menikah

0
Simulasi resepsi pernikahan di masa new normal. Foto: Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua mempelai terlihat di sebuah panggung yang ada di Hotel @Home Kudus. Sejumlah orang mulai berjalan ke arah pengantin dengan jarak yang ditentukan. Tanpa berjabat tangan, mereka satu persatu mulai duduk-duduk di sana.

Mempelai wanita dalam acara simulasi pernikahan new normal itu yakni Farashinta (21). Dirinya sudi berbagi kesan kepada betanews.id tentang apa yang dia rasakan. Meski hanya simulasi, dia mengaku tetap merasa grogi karena belum pernah menikah.

Simulasi pernikahan di masa new normal. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Melihat Simulasi Resepsi Pernikahan New Normal di Kudus

“Saya sudah biasa jadi model, tapi ini masih ada rasa grogi. Mungkin karena belum menikah, jadi ada rasa grogi,” terang warga Jati Wetan, RT 02 RW 01, Kecamatan Jati, Kudus itu, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, semua berjalan lancar dan rasa grogi itu tidak menjadi kendala. Wanita yang akrab disapa Fara itu juga merasa antusias dengan acara tersebut. Sehingga ia berusaha tampil semaksimal mungkin di acara simulasi itu.

“Senang pastinya, bisa ikut berpartisipasi di acara ini. Karena video ini nanti akan menjadi contoh saat pernikahan di era new normal,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan Gilang Aldila Daniar (24), yang menjadi pemeran mempelai pria. Karena belum pernah menikah, dia juga merasa grogi. Gilang sapaan akrabnya, mengaku grogi di awal, tetapi saat sudah berjalan dia sudah mulai menyesuaikan.

Baca juga : Masih Zona Oranye, Pemkab Kudus Tunda Izin Resepsi Pernikahan dan Kesenian

“Pas awal ya grogi, kan sama belum pernah menikah. Tapi saat sudah berjalan ya mulai menyesuaikan. Lumayan lah dapat pengalaman, jadi tahu nanti kalo menikah ya seperti ini,” katanya sambil tersenyum.

Pria yang tinggal di Perumahan Megawon Baru, RT 06 RW 02, Kecamatan Mejobo, Kudus itu, berharap semua segera kembali normal. Sehingga pernikahan di Kudus bisa segera dilaksanakan.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Selama Pandemi, Komunitas Seliku Kebanjiran Anggota Baru

0
Komunitas Seliku saat mengadakan kegiatan gowes ke Taman Bendung Klambu, Desa Klambu, Purwodadi, Grobogan, Minggu (21/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Taman Bendung Klambu terlihat cukup ramai, pagi itu. Seperti layaknya aktivitas di minggu pagi, taman yang bersebelahan dengan Bendungan Klambu, Desa Klambu, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan itu juga dipenuhi aktivitas masyarakat yang sedang berolahraga. Tak terkecuali sekumpulan pesepeda yang sedang berkumpul di dekat tulisan “Taman Bendung Klambu”. Kumpulan pesepeda itu merupakan anggota Komunitas Sepeda Lipat Kudus (Seliku).

Ketua Komunitas Seliku Agus Heryanto (50) mengatakan, kedatangan rombongannya ke taman tersebut merupakan agenda rutin komunitasnya. Kebetulan hari itu mereka bertemu dengan Komunitas Demak Sepeda Lipat (Dek Seli).

Komunitas Seliku saat mengadakan kegiatan gowes ke Taman Bendung Klambu, Desa Klambu, Purwodadi, Grobogan, Minggu (21/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

“Ini kebetulan memang salah satu agenda rutin yang kita lakukan di Seliku, ya. Istilahnya kopdar. Biasanya kumpul awal di Alun-Alun Simpang 7 (Kudus). Tapi ini sebenarnya baru dimulai lagi, semenjak pandemi. Karena kemarin sempat vakum kegiatan sampai kondisi mulai kondusif kembali. Ini pun kami gowes bareng dengan memperhatikan protokol kesehatan,” katanya saat ditemui, Minggu (21/6/2020).

Sejak pandemi itu juga, lanjut pria yang akrab disapa Aher itu, jumlah anggoto Komunitas Seliku terus bertambah. Mengingat, gowes sedang jadi tren kembali di tengah masyarakat. Bahkan, setiap hari dia menerima anggota baru.

Baca juga: Penjualan Sepeda di Toko Suka Jaya Meroket, Sepeda Gunung dan Lipat Terlaris

“Bahkan semenjak pandemi, hampir tiap hari kami memasukkan anggota baru di grup WhatsApp,” papar Lelaki yang sehari-hari berprofesi sebagai tenaga marketing di perusahaan farmasi di Kudus itu.

Dikatakannya, Komunitas Seliku yang diresmikan 2019 silam kini sudah memiliki anggota sebanyak 120 orang. Jumlahnya dipastikan akan terus bertambah, mengingat antusiasme masyarakat dalam bersepeda sedang tinggi.

“Kalau anggota saat ini mencapai 120an orang. Biasanya kalau kopdar hampir semua anggota datang, tapi nanti rute gowes itu yang menentukan masing-masing orang. Seperti hari ini, rute dipecah menjadi dua. Yang suka dan kuat tanjakan, mereka naik. Kalau yang ingin landai, ikut kami rute ke arah Purwodadi ini. Anggota sekitar 120 an orang sekarang.

Menurutnya, anggota dari Seliku datang dari berbagai macam latar belakang. Mulai dari pedagang, wiraswasta, karyawan, hingga dokter. Dalam setiap acara kumpul, mereka kemudian menentukan rute dan gowes sampai balik ke rumah masing-masing.

Baca juga: Gudang Sepeda Milik Fais, Surganya Spare Part Baru dan Bekas di Kudus

“Biasanya kalau kopdar hampir semua anggota datang, tapi nanti rute gowes itu yang menentukan masing-masing orang. Seperti hari ini, rute dipecah menjadi dua. Yang suka dan kuat tanjakan, mereka naik. Kalau yang ingin landai, ikut kami rute ke arah Purwodadi ini,” kata Aher.

Selain gowes, komunitas yang sudah ada sejak 2010 juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain. Di antaranya adalah baksos dan pembagian sembako saat pandemi.

“Seperti saat pendemi kemarin, sambil gowes kami baksos. Memberikan sembako bagi yang berhak mendapatkan,” tututp Aher.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Gudang Sepeda Milik Fais, Surganya Spare Part Baru dan Bekas di Kudus

1
Pembeli sedang memilih spare part bekas di Gudang Sepeda Milik Fais di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (7/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan orang datang silih berganti ke gudang onderdil sepeda milik Fais, Selasa (7/7/2020). Mereka terlihat masuk dan kemudian memilah dan mencari aneka onderdil sepeda yang dibutuhkan. Setelah cocok, pembeli itu mengumpulkan barang yang akan dibeli dan kemudian membayar ke kasir. Sejak pandemi, toko tersebut memang jadi surganya para pemburu komponen sepeda, khususnya di Kudus.

Kamila Izzatin (17) putri dari Fais menuturkan, belanja di gudang onderdil sepeda milik ayahnya memang bak belanja di mall. Karena memang para pelanggan dibebaskan untuk memilih dan mencari sendiri aneka spare part yang mereka butuhkan. Dari onderdil sepeda bekas atau baru, para pembeli bebas untuk mencari sendiri.

Beberapa pembeli sedang memilih spare part bekas di Gudang Sepeda Milik Fais di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (7/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Kalau mereka bingung kami hanya menunjukan bagian tempatnya saja. Namun untuk memilih onderdil kami beri kebebasan. Kalau tanya harga kami juga siap menjawabnya dengan ramah,” ujar Kamila kepada Betanews.id.

Baca juga: Rangka Sepeda Mini Dijual Rp 150 Ribu, Gudang Sepeda Milik Fais Diserbu Pembeli

Perempuan yang masih duduk di kelas 12 Madrasah Aliyah NU Banat itu kemudian memberitahukan bagian-bagian lokasi di gudang onderdil sepeda milik ayahnya tersebut. Untuk bagian depan itu berisi ribuan aneka rangka sepeda bekas. Ada sepeda anak-anak, sepeda mini, BMX, maupun sepeda gunung.

Di sebelahnya, tapi masih satu atap lokasi itu ada tumpukan, stang sepeda, slebor, dan pelek sepeda bekas. Di bagian belakang ada tumpukan ban sepeda berbagai ukuran. Kemudian di pelataran teras rumah tersedia ratusan crank sepeda bekas, slebor, dan lainnya.  Sedangkan yang di dalam rumah khusus untuk onderdil sepeda baru.

“Khusus yang di dalam rumah itu onderdil sepeda baru. Di antaranya, ruji aneka warna, rem, shifter, sedel, pedal, pelek, gir, crank, rantai, dan aksesoris lainnya,” bebernya.

Baca juga: Penjualan Sepeda di Toko Suka Jaya Meroket, Sepeda Gunung dan Lipat Terlaris

Untuk pembelian spare part sepeda bekas dan baru tersebut, pembeli tetap diperbolehkan memilih sendiri. Jangan khawatir tidak mendapatkan aneka onderdil sepeda yang dicari. Karena gudang onderdil sepeda milik ayahnya itu terbilang lengkap.

“Pokoknya belanja onderdil sepeda di tempat kami dijamin nyaman. Bisa milih sendiri serasa di mall dan dijamin tidak pulang dengan tangan hampa. Harga juga dijamin murah,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Jalani Bisnis dari Hobi, Kini Vape Jadi Ladang Rezeki Cukong

0
Syukron Yazid sedang mengisi liquid vape di tokonya, Cukong Vape Store, Kamis (2/7/2020). Foto: rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi utara Jalan Gang Veteran Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus tampak bangunan berlantai dua berpintu kaca. Di dalam bangunan tersebut terlihat dua orang sedang melayani pembeli. Satu di antara pria tersebut yakni Syukron Yazid (31) pemilik dari Cukong Vape Store.

Seusai melayani pembeli, pria yang akrab disapa Cukong itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai merintis usaha jualan vape sejak 2015. Menurutnya, sebelum merintis usaha tersebut dulunya ia pemakai vape. Bahkan bisa dibilang hobi.

Proses pengecekan koil vape di Cukong Vape Store, Kamis (2/7/2020). Foto: rabu Sipan.

“Dulu, saya itu hanya pemakai vape. Pas punya mod vape second saya jual dan untung. Dari situ saya pun berpikir, ternyata bekasnya saja laku apa lagi baru. Pasti banyak peminatnya. Dari situ saya pun berinisiatif untuk berjualan vape,” ujar Cukong kepada Betanews.id, Kamis (2/7/2020).

Dia menuturkan, awal berjualan dia belum punya toko seperti saat ini. Tadinya, pemasaran hanya lewat media sosial Facebook. Dari pengakuannya, karena saat itu minim persaingan, penjualan vape sangat laris. Bahkan rumah Cukong selalu ramai disambangi para vaper.

Baca juga: Lengkap dan Murah, Cukong Vape Store Jadi Langganan Vaper di Kudus

“Karena selalu ramai itu, kemudian ada beberapa pelanggan yang memberi saran agar saya buka toko. Kemudian saya buka toko yang masih satu bangunan dengan rumah,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Cukong Vape Store menyediakan aneka perangkat rokok elektrik. Dari alat hisapnya ada mod dan pod. Berbagai macam liquid varian rasa, serta ada juga aneka macam aksesoris atau spare part alat hisapnya.

Harganya juga sangat bervariasi. Alat hisap pod dibanderolnya mulai Rp 120 ribu hingga Rp 500 ribu per unitnya. Sedangkan mod dihargai mulai Rp 500 ribu hingga Rp 4 juta per unitnya. Untuk liquid harganya mulai Rp 50 ribu per botolnya.

Baca juga: Di Ko-Mbako Ednik, Anda Bisa Coba Tembakau dari Aceh Hingga Madura

Dia menuturkan, saat ini pelanggan Cukong Vape store lumayan banyak. Meski didominasi orang Kudus, tapi tak jarang juga ada pelanggan dari kota tetangga, di antaranya orang Pati, Demak, dan Jepara.

“Saya bersyukur usaha yang berawal dari hobi itu sekarang jadi ladang rezeki. Semoga ke depan usaha saya makin maju dan berkembang. Serta makin banyak pelanggan dan banyak orang yang memakai vape,” tandas Cukong.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Melihat Simulasi Resepsi Pernikahan New Normal di Kudus

0
Simulasi resepsi pernikahan di masa new normal. Foto: Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang terlihat tampak berbaris antre untuk cuci tangan di depan Hotel @Home Kudus. Setelah cuci tangan, satu persatu dicek suhu badan oleh seorang pria mengenakan baju dan celana hitam. Setelah masuk ke dalam, sejumlah orang terlihat siap mengambil gambar di depan pintu masuk.

Mereka tak lain adalah pemeran Simulasi Pernikahan New Normal dari komunitas vendor bersama (Kavesa) dan Hotel @Home, yang direkomendasikan Diskominfo, Disbudpar dan Gugus Tugas Covid-19.

Simulasi pernikahan di masa new normal. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Masih Zona Oranye, Pemkab Kudus Tunda Izin Resepsi Pernikahan dan Kesenian

Memasuki simulasi acara, suara musik terdengar dengan suara pembawa acara bersautan. Satu di antara pembawa acara di sana yakni Abu Sofyan (38), Humas Kavesa. Dirinya menyampaikan, bahwa simulasi tersebut berjalan dengan lancar.

“Persiapan kami hanya satu hari. Meski begitu antusias teman-teman sangat baik, sehingga ini dapat berjalan dengan lancar. Tidak ada kendala dalam persiapan maupun pelaksanaan,” terangnya kepad betanews.id, Kamis (9/7/2020).

Dirinya juga menjelaskan, video itu nantinya akan menjadi contoh pelaksanaan pernikahan di Kudus jika new normal sudah diterapkan. Pada video tersebut menunjukan protokol kesehatan saat acara pernikahan. Termasuk mengatur jarak bagi tamu undangan dan penerima tamu.

Baca juga : Izin Resepsi Pernikahan saat New Normal Cukup ke Kades

“Sehingga tidak terjadi kerumunan saat acara nantinya. Kami berharap semua segera membaik. Kudus segera jadi zona hijau, dan bisa melaksanakan new normal,” harap pria yang tinggal di Perumahan Megawon Indah, Jati, Kudus itu.

Dia juga menambahkan, vendor yang tergabung di Kavesa ada sekitar kurang lebih 80. Dan saat ini masih aktif dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menyambut new normal.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Mobil yang Diduga Digondol Perampok Ada di Tepi Jalan Sejak Pagi

0
Petugas Inafis Polres Kudus tengah mengidentifikasi mobil di Getas Pejaten, Kudus, Jumat (10/7/2020) malam. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Satu unit kendaraan Toyota Innova bernomor polisi K-9369-DT menjadi perhatian sejumlah pengendara yang melintas di depan SMPN 1 Jati, Jumat (10/7/2020) malam. Mobil warna silver yang terparkir di tepi jalan dan dilingkari garis polisi itu, diduga hasil perampokan di Jalan A Yani Kudus, malam sebelumnya.

Di lokasi mobil tersebut, terlihat sejumlah petugas Inafis Polres Kudus tengah melakukan pemeriksaan pada mobil tersebut. Banyaknya warga yang berhenti di dekat lokasi, membuat lalu lintas sedikit tersendat.

Baca juga: Hilangkan Jejak, Perampok di Jalan Ahmad Yani Kudus Ambil Server CCTV

Seorang penjual cilok yang berjualan di dekat lokasi, Radit (19), mengaku melihat kendaraan tersebut sejak Jumat pagi. Saat itu dirinya tidak menaruh curiga sama sekali dengan keberadaan kendaraan yang terparkir tak jauh dari tempatnya berjualan.

“(Mobil) sudah ada di situ sejak saya buka jualan tadi pagi pukul 10.00. Posisinya ya seperti itu, tidak berubah-ubah. Di dalam mobil juga saya lihat ada orangnya,” tutur Radit kepada sejumlah wartawan yang menanyainya.

Dia kaget dan mengaku penasaran, saat ada sejumlah polisi datang dan memasang garis polisi sekitar pukul 19.00.

“Awalnya saya tidak curiga sama sekali dengan mobil itu, meski terparkir lama sejak pagi. Setelah ada polisi datang dan memasang garis polisi, saya jadi tahu,” jelasnya.

Baca juga: Berjam-Jam Perampok Satroni Rumah di Jalan Ahmad Yani Kudus, Gondol Rp 2 M

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David menuturkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan mobil tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan mobil yang ditemukan di depan Lapangan Desa Getas Pejaten yakni milik korban perampokan di Jalan Jendral Ahmad Yani.

“Kita pastikan dulu. Ini masih kita periksa dan pastikan,” jelasnya melalui pesan singkat.

Sebelumnya diberitakan, kawanan perampok menyatroni rumah milik Lim Cahyo Wibowo yang berada di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota Kudus. Rumah yang berada tepat di depan Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Kudus tersebut digasak harta bendanya hingga mencapai Rp 2 miliar.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Rumah Kemasan Jateng Bikin Tampilan Produk UKM Berkelas Internasional

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang melihat aktivitas di Rumah Kemasan Jateng. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Saat gowes dan melintas di depan gedung yang bertuliskan Rumah Kemasan, di Jl Ki Mangunsarkoro Kota Semarang, Jumat (10/7/2020), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung menghentikan sepedanya. Karena penasaran, kemudian ia mampir dan menengok ada apa di dalam bangunan itu.

Ternyata, gedung itu adalah Balai Industri Kreatif, Digital dan Kemasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Di tempat itu, melayani konsultasi pembuatan merk, logo, design kemasan, liflet, pamflet, karton box dan aneka produk kemasan lainnya bagi UKM unggulan Jawa Tengah.

Di dalam gedung itu, Ganjar melihat displai produk-produk UKM seperti kopi, aneka kue, minuman dan produk kemasan lain dari berbagai daerah di Jateng yang dikemas dengan apik dan menarik. Ia juga melihat mesin-mesin pembuat produk kemasan yang cukup canggih, dengan hasil cetakan yang berkualitas.

Baca juga : Ganjar Sebut UMKM jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi

“Ternyata, ini tempat pembuatan design dan kemasan produk UKM di Jawa Tengah. Kita lihat, ini ternyata kemasan ayam goreng khas Purbalingga. Kemasannya menarik kan, sudah layak dijadikan gift untuk keluarga, teman dan handai taulan,” kata Ganjar.

Di tempat itu lanjut Ganjar, juga melayani konsultasi para UKM tentang pemasaran produk secara gratis. Menurutnya, hal semacam inilah yang diharapkan, agar produk UKM Jateng bisa naik kelas.

“Jadi kalau packagingnya sudah sebagus ini, maka tidak hanya laku di pasar tradisional, tapi bisa masuk swalayan bahkan bisa ekspor,” terangnya.

Hal itulah yang selalu diharapkannya. Ia berharap, pelaku UKM Jateng terus meningkatkan kualitas produknya agar bisa naik kelas. Sebab diyakini Ganjar, banyak produk UKM Jateng yang rasanya enak dan tidak kalah dengan produk pabrikan besar.

“Inilah bentuk pendampingan kita, jadi packagingnya kita dampingi, pemasarannya, sampai manajemennya. Yang begini-begini ini harapannya, produk kita menjadi lebih punya nilai jual tinggi,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Balai Industri Kreatif, Digital dan Pemasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, Sukeriyanto mengatakan, balai tersebut berdiri sejak 2017 lalu. Di tempat itu, melayani konsultasi gratis tentang pemasaran produk UKM.

“Jadi, apabila ada pelaku UKM sudah punya produk tapi belum punya logo, design dan kemasannya, selalu datang ke kami untuk konsultasi. Kami bantu dampingi dengan membuatkan logo, design kemasan dan lainnya,” kata dia.

Pihaknya juga kerap menggelar pendampingan di berbagai daerah di Jateng. Seringkali, digelar workshop tentang packaging, marketing, manajemen dan lainnya kepada sejumlah pelaku UKM di daerah.

Baca juga : Ganjar Gelontorkan Rp 38 M Demi UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Tak hanya fasilitasi, Rumah Kemasan Jateng juga membantu UMKM dalam pencetakan kemasan dengan harga jauh lebih murah dari pasaran. Minimal order juga yang lebih sedikit juga memudahkan pelaku UMKM. Jika di percetakan biasa, pemesanan kemasan minimal harus 1000 lembar, di Rumah Kemasan bisa mencetak hanya 200 lembar.

“Pesanan kami tidak hanya UKM dari Jawa Tengah, tapi beberapa daerah lain juga pesan di sini. Kemarin kami baru saja melayani pesanan kemasan dari Aceh dan Batam,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pembangunan Tol Solo-Jogja Mulai Digarap November Mendatang

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Rencananya, mulai November 2020 mendatang, pembangunan jalur tol Solo-Jogja akan mulai dilaksanakan. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jumat (10/7). Menurutnya, persiapan pembangunan tol itu sudah dilakukan lama dan siap dieksekusi.

“Tadi malam saya dapat laporan dari PT Adhi Karya, bahwa Jogja sudah siap. Jadi rencananya ruas yang Solo-Klaten akan dimulai dari Prambanan. Kalau Jateng sudah siap lama, kami sudah menyiapkan semuanya, termasuk penlok (penetapan lokasi) juga sudah siap,” kata Ganjar.

Dengan kabar bahwa Jogja sudah siap dengan pembangunan tol itu, maka secara keseluruhan, pembangunan proyek strategis nasional tersebut bisa segera dijalankan.

Baca juga : Pengerjaan Seksi II Tol Semarang-Demak Ditarget Selesai 2021

“Koordinasi kami dengan Jogja sudah intens. Dengan kabar bahwa Jogja sudah siap, menurut saya lebih bagus. Tinggal segera dilakukan pengerjaan. Kami tentu akan memberikan bantuan apabila dibutuhkan,” ucapnya.

Dari laporan PT Adhi Karya selaku kontraktor, pengerjaan fisik Tol Solo-Jogja itu lanjut Ganjar akan dimulai pada bulan November tahun ini.

“Sudah dilaporkan ke saya, November dilaksanakan. Tapi soal rentang waktu kapan selesainya, saya kurang hafal. Kalau tidak salah, dua tahun ya waktunya,” pungkasnya.

Proyek tol Solo-Jogja merupakan salah satu proyek strategis nasional. Ruas jalan tol yang akan dibangun di proyek tersebut, nilai investasinya diperkirakan sebesar Rp 21 triliun.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Tolak RUU HIP, Sejumlah Ormas Gelar Istighotsah di Depan Kantor Bupati Kudus

0
Massa aksi tolak RUU HIP saat berorasi di depan Kantor Bupati Kudus, Jumat (10/7/2020) Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan orang dari beberapa elemen organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, LSM, tokoh masyarakat, dan kaum cendikiawan melakukan aksi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (10/7/2020).

Pantauan di lapangan, jalan depan Kantor Bupati Kudus diberi alas untuk duduk. Para peserta melakukan aksinya dengan tertib sambil memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Sesekali, para orator berorasi mengenai penolakan RUU HIP. Setelah itu, acara berlanjut dengan menggelar istighotsah dan doa.

Massa aksi tolak RUU HIP saat melakukan doa bersama di depan Kantor Bupati Kudus, Jumat (10/7/2020) Foto: Imam Arwindra.

Salah satu penggagas, Sururi Mujib menuturkan, RUU HIP tersebut sangat kontroversial. Menurutnya, RUU HIP tidak memasukkan TAP MPRS No XXV/1966 tentang larangan ajaran Komunisme, Marxisme, Lenimisme sebagai konsideran.

Selanjutnya, dalam pasal 7 RUU HIP juga menyebutkan bahwa ciri pokok Pancasila yakni berupa Trisila. Trisila yakni sosio-nasionaisme, sosio-demokrasi, dan ketuhanan yang berkebudayaan.

“Menurut kami, RUU HIP itu akan mendowngrade eksistensi Pancasila sebagai dasar negara,” tuturnya saat ditemui di sela-sela kegiatan aksi.

Baca juga: Masih Zona Oranye, Pemkab Kudus Tunda Izin Resepsi Pernikahan dan Kesenian

Selain itu, merumuskan dan mengusulkan RUU HIP juga merupakan tindakan yang jelas-jelas melukai pendiri bangsa. Menurutnya, Pancasila sudah menjadi pilihan yang final. Pancasila dapat diterima dari semua golongan, ras, suku, dan agama.

“Kalau sampai RUU HIP dibahas dan disetujui, maka bangsa Indonesia akan mengalami disintegrasi, disharmoni, perpecahan, dan perang saudara,” jelasnya.

Sekalipun, lanjut Sururi, banyak ormas yang melakukan penolakan di berbagai daerah, namun saat ini pihaknya menduga DPR RI dan pemerintah meresponnya dengan hanya menunda pembahasan RUU HIP tersebut. Bahkan, ada anggota DPR RI yang mengusulkan untuk mengganti nama dari RUU HIP menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP).

“Kami hanya minta menolak dan menarik dari Prolegnas (Program Legislasi Nasional). Serta tidak ada pembahasan tentang RUU HIP dan sejenisnya,” tambahnya.

Baca juga: Kejari Kudus Diminta Tidak Tebang Pilih Tangani Kasus Korupsi

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kudus Didik Purwanto menuturkan, dalam aksinya tersebut, pihaknya menuntut agar RUU HIP tidak usah dibahas lagi oleh DPR RI dan pemerintah. Selain itu, pihaknya meminta aparat berwenang mengusut tuntas perancang, perumus, dan pengusul dari RUU HIP.

“Kami menuntut agar yang merancang, merumuskan, dan mengusulkan pembahasan RUU HIP diproses secara hukum yang berkeadilan,” tuturnya.

Selanjutnya, pihaknya juga meminta dukungan berupa tanda tangan petisi dari seluruh anggota DPRD Kudus dan Plt Bupati Kudus HM Hartopo untuk mendukung aksinya. Menurutnya, Pancasila sudah final dan tidak usah diotak-atik lagi.

“Kami tegas menolak ajaran Komunis berada di NKRI. Kami siap menjadi garda terdepan mengawal Pancasila sebagai ideologi bangsa. NKRI harga mati, Pancasila abadi,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Hilangkan Jejak, Perampok di Jalan Ahmad Yani Kudus Ambil Server CCTV

0
Sejumlah personel kepolisian saat memeriksa lahan kosong di sebelah selatan rumah korban yang digunakan pelaku untuk memasuki rumah. Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Polisi Resor (Polres) Kudus terus melakukan penyelidikan kasus perampokan sebuah rumah di jalan Ahmad Yani, Nomor 82A, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota Kudus, Kamis (9/7/2020) malam.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menuturkan, saat petugas mencoba mencari server CCTV guna mencari tambahan informasi, server tersebut sudah tiada. Kesimpulan sementara, pelaku mengambil server CCTV yang berada di rumah tersebut untuk menghilangkan jejak.

Tim Inafis Polres Kudus saat melakukan proses pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP). Foto: Imam Arwindra

“Dari pengakuan korban, server CCTV diambil pelaku,” tuturnya saat ditemui, Jumat (10/7/2020).

Menurut Aditya, saat ini korban masih trauma dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Diketahui, saat terjadinya perampokan, di dalam rumah terdapat tiga orang. Yakni Lim Cahyo Wibowo, istrinya, dan satu pembantu rumah tangga.

Baca juga: Berjam-Jam Perampok Satroni Rumah di Jalan Ahmad Yani Kudus, Gondol Rp 2 M

“Korban tidak ada yang luka hanya syok. Korban dibekap, dipiting, sama dilakban (mata dan tangan),” jelasnya.

Aditya menjelaskan, informasi sementara pelaku perampokan berjumlah empat orang. Mereka melakukan aksinya dengan melewati lahan kosong di sebelah selatan rumah. Saat pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan dua tangga yang digunakan oleh pelaku.

“Kami masih proses pemeriksaan. Sementara pelakunya ada empat orang. Dua orang tinggi dan dua laginya pendek. Kemungkinan semua laki-laki,” tuturnya.

Dari perampokan tersebut, sejumlah uang tunai, perhiasan, surat berharga, dan satu unit mobil Toyota Innova Reborn dibawa oleh pelaku. Keseluruhan kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

“Korban yakni seorang pengusaha. Dia bisnisnya banyak,” beber Aditya.

Selain mengambil CCTV, pihaknya juga menemukan adanya bercak darah di TKP. Setelah diperiksa lebih mendalam, dimungkinkan darah tersebut berasal dari anjing peliharaan milik korban.

Baca juga: Polisi Diminta Tindak Tegas Begal dan Pencuri, Ganjar : ‘Jika Melawan Dor Saja’

“Korban tidak ada yang luka. Namun ditemukan bercak darah. Ternyata anjing peliharaan. Anjingnya kecil,” tuturnya.

Aditya menuturkan, pihaknya belum mengetahui alasan pelaku membunuh anjing peliharaan tersebut. Bisa saja anjing tersebut menggonggong atau mungkin menyerang pelaku.

“Apakah dibunuh karena menyerang, kami belum paham,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Rangka Sepeda Mini Dijual Rp 150 Ribu, Gudang Sepeda Milik Fais Diserbu Pembeli

0
Beberapa pembeli sedang memilih spare part bekas di Gudang Sepeda Milik Fais di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (7/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Aneka onderdil sepeda terlihat menggunung di gudang onderdil sepeda di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di pelataran beratap galvalum, beberapa calon pembeli tampak memilih rangka sepeda mini. Meski harganya meroket tinggi, rangka sepeda mini di gudang onderdil sepeda milik Fais justru laris manis.

Kamila Izzatina (17) putri dari Fais membenarkan jika tokonya itu selalu ramai pembeli walaupun harganya naik lima kali lipat. Ini tidak lepas dari semakin ngetrennya sepeda minion dalam beberapa bulan terakhir. Sehingga, rangka sepeda mini bekas yang merupakan bahan utama sepeda minion pun diburu para pecinta gowes.

Beberapa pembeli sedang memilih spare part bekas di Gudang Sepeda Milik Fais di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (7/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

Padahal, lanjutnya, dulu sewaktu belum ngehits sepeda minion, pihaknya menjual kerangka sepeda mini bekas dengan harga Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Namun sekarang, saat harganya Rp 150 ribu malah banyak yang memborong kerangka sepeda mini tersebut.

Baca juga: Berawal dari Iseng, Ilul Modifikasi Sepeda Jadul Minion Bernilai Jual Tinggi

Kalau total penjualan, dia mengaku kurang tahu pasti. Tapi biasanya, orang membeli secara borongan. Satu orang bisa beli enam sampai delapan unit. Itu satu bakul atau bengkel sepeda belum pelanggan lainnya. Kalau ditotal bisa puluhan yang terjual sehari.

“Yang naik harga kerangka itu hanya sepeda mini saja. Untuk sepeda BMX dan sepeda gunung kami masih tetap mematok harga sama yakni Rp 40 ribu per unitnya,” beber putri tunggal Fais tersebut, Selasa (7/7/2020).

Selain kerangka sepeda mini, lanjutnya, yang paling laris itu shifter. Menurutnya, wajar saja bila shifter itu jadi barang diburu para bakul dan bengkel sepeda. Sebab apapun jenis sepedanya, pasti menggunakan shifter. Untuk harga shifter, ia mematoknya Rp 100 ribu sepasang dan Rp 50 ribu sebelah saja.

“Shifter dengan harga tersebut itu keadaan baru, ya. Kalau yang bekas harganya bisa lebih murah,” jelas dara berkaca mata tersebut.

Baca juga: Harga Meroket, Peminat Sepeda Bekas di Toko Hasan Tetap Tinggi

Sebenarnya, lanjutnya, semenjak ada pandemi Corona dan gowes jadi ngetren, semua onderdil sepeda di gudang onderdil sepeda Fais diburu para pembeli.

“Hampir semua laris manis. Dari yang baru dan bekas semuanya laku. Tergantung kebutuhan para pelanggan,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Siap Selesaikan Polemik Aset Akademi TNI di Magelang, Ganjar: ‘Fokus Covid-19 Dulu’

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengadakan pertemuan dengan Pemkot Magelang di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (9/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua pihak untuk fokus menangani Covid-19 lebih dulu daripada berpolemik. Permintaan ini disampaikan setelah polemik kepemilikan aset tanah antara Akademi TNI dan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mencuat.

“Tadi saya sudah komunikasi sama Panglima TNI, pokoknya sekarang semua urus Covid-19 dulu, tidak boleh urus itu. Panglima (TNI) sudah sepakat dan kami juga siap fasilitasi (penyelesaian polemik),” kata Ganjar ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, komunikasi antar-instansi itu sangat diperlukan untuk menyelesaikan polemik kepemilikan aset. Permasalahan itu juga akan dikomunikasikan oleh Panglima TNI dengan Kemendagri.

“Nanti Panglima akan coba bicara juga dengan Kemendagri. Kita bereskan secara baik-baik. Semua harus memberikan satu informasi yang benar, yang baik, sesuai harapan masing-masing, dan antarpemerintah harus bisa komunikasi. Harus bisa komunikasi, nggak boleh nggak, saya siap fasilitasi dan insyaallah nanti beres,” jelas Ganjar.

Baca juga: Arsitek Bandung Menangi Sayembara Desain MAJT Magelang

Selain komunikasi dengan TNI, pihaknya juga sudah bertemu dengan Pemkot Magelang untuk mendengar penjelasan dari Wali Kota Magelang mengenai polemik yang terjadi. Sementara ini polemik tersebut dipastikan tidak mengganggu pelayanan publik di Kantor Wali Kota Magelang. 

“Pemerintahan tidak terganggu, tetap berjalan. Kantor juga masih bisa digunakan. Saya tadi pesan pelayanan publik tidak boleh terganggu,” tegasnya saat mengadakan pertemuan dengan Pemkot Magelang di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (9/7/2020).

Seperti diketahui, polemik kepemilikan aset tanah tersebut mencuat setelah personel dari Akademi TNI memasang papan nama di depan Kantor Wali Kota Magelang yang berada di Jalan Sarwo Edhi Wibowo, Jumat (3/7/2020) pagi. Papan itu bertuliskan “Tanah dan Bangunan Ini Milik Dephankam Cq. Mako Akabri/Mako Akademi TNI, Berdasarkan SHP No. Tahun 1981, IKM No.2020335014, Luas Tanah 40.000 M2”.

Baca juga: BPBD Jateng Waspadai Kebakaran Gunung dan Hutan saat Musim Kemarau

Sebelumnya, Ganjar Pranowo juga mengatakan, berdasarkan data yang ada, tanah seluas 40.000 meter persegi tersebut sudah diserahkan kepada Pemkot Magelang sejak masa kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Mayor Jenderal TNI (Purn) Muhammad Ismail. Kala itu penyerahan aset tersebut merupakan hibah yang telah disepakati kedua belah pihak.

“Kalau mengacu pada data, saya sudah dikasih datanya, dan sudah baca itu zaman Pak Ismail (Gubernur Jateng) ini tentara semua waktu itu Pak Mendagri Soepardjo Rustam dan Pak Wali Kota Bagus Panuntun juga,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Akibat Covid-19, Dhita Sempat Enggan Balik ke Pondok

0
Santriwati Pondok Pesantren NU Assalam Kudus jalani skrining. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Dhita Oktia Safitri (12) terlihat ikut berbaris di Aula Pondok Pesantren NU Assalam Putri, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus. Bersama 75 santriwati lainnya, mereka bergantian dicek kesehatannya. Skrining kesehatan dilakukan oleh petugas UPT Puskesmas Kecamatan Jati.

Dhita yang mengenakan sarung warna hitam dengan corak bunga, terlihat mengikuti seluruh tahapan proses skrining. Dari mulai tes pengecekan suhu tubuh, anamnesis gejala atau keluhan dan pemeriksaan tekanan darah.

Santriwati Pondok Assalam Kudus ikuti skrining. Foto: Imam Arwindra

Dia pun mengaku tidak memiliki gejala batuk, pilek dan gatal-gatal seperti teman-temannya.

Baca juga : Santri Pondok Assalam Mulai Berdatangan, Petugas Puskesmas Lakukan Skrining

“Saya dari rumah sudah sehat. Kesininya (pondok) diantar keluarga,” tuturnya saat ditemui selepas skrining kesehatan, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, dirinya merasa nyaman saat berada di rumah. Dhita juga mengaku enggan kembali ke pondok karena khawatir dengan virus Corona.

“Saya itu di rumah mulai bulan Maret. Jadi sekitar tiga bulan liburnya,” tutur santriwati yang berasal dari Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Dikatakan Dhita, selama di rumah dirinya bisa banyak menonton acara televisi. Namun saat di pondok, kesukaannya tersebut tidak bisa dilakukan.

“Ya sebenarnya ingin di rumah. Tapi disuruh balik sekolah,” tuturnya yang masih duduk kelas VIII MTs NU Assalam.

Namun alasan lainnya yakni karena Covid-19. Menurut Dhita, berada di rumah akan merasa lebih aman ketimbang di pondok.

“Saya sudah tahu protokol kesehatan. Seperti selalu pakai masker, sering mencuci tangan, terus menjaga kesehatan,” jelasnya yang sudah mondok sekitar dua tahun.

Sementara itu, Pembimbing Pondok Pesantren NU Assalam Putri, Nihlatul Maula menuturkan, pihaknya telah menetapkan protokol kesehatan di pondoknya. Selain di pondok putri, protokol kesehatan juga diterapkan di pondok putra.

“Kami sudah sediakan tempat cuci tangan, sebelum masuk juga harus di thermo gun dan mengenakan masker,” tuturnya.

Menurutnya, kedatangan santri yang dilakukannya sejak tanggal 8 Juli 2020 sudah hampir keseluruhan datang. Pihaknya, membuat jadwal tiga tahap untuk kedatangan santri.

Tahap pertama yakni tanggal 8 Juli, tahap kedua 9 Juli dan terakhir yakni 11 Juli 2020. “Untuk jumlah santri putri sebanyak 440 orang dan putra 320 orang. Kalau yang datang putri 95 persen dan putra sekitar 80 persen,” jelasnya.

Baca juga : Puluhan Pesantren di Kajen Pati Bentuk Satgas Jogo Santri

Nihlatul menjelaskan, santri yang datang dari berbagai daerah tersebut harus membawa surat keterangan sehat dari daerah asalnya. Selain itu, juga ada surat pernyataan telah melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

“Jadi kami benar-benar antisipasi. Namun jika nantinya ditemukan ada gejala yang mengarah ke Covid-19, kami sudah menyiapkan tempat (isolasi mandiri) di belakang masjid,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Berjam-Jam Perampok Satroni Rumah di Jalan Ahmad Yani Kudus, Gondol Rp 2 M

0
Tim Inafis Polres Kudus saat melakukan proses pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP). Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Kawanan perampok menyatroni rumah milik Lim Cahyo Wibowo yang berada di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota Kudus. Rumah yang berada tepat di depan Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Kudus tersebut digasak harta bendanya hingga mencapai Rp 2 miliar.

Baca juga: Mobil yang Diduga Digondol Perampok Ada di Tepi Jalan Sejak Pagi

Saat dikonfirmasi adanya perampokan di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (9/7/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga lewat tengah malam.

“Ya benar (ada perampokan),” tuturnya Jumat (10/7/2020).

Baca juga: Hilangkan Jejak, Perampok di Jalan Ahmad Yani Kudus Ambil Server CCTV

AKBP Aditya menjelaskan, saat kejadian pemilik rumah berada di dalam kamar. Namun tiba-tiba saat itu listrik padam.

“Kemudian korban bermaksud menghidupkan meteran listrik. Setelah kembali mau masuk rumah, disekap empat orang dengan menggunakan parang,” tuturnya.

Selanjutnya, korban bersama istrinya dan seorang pembantu dimasukkan ke dalam kamar. Pelaku juga melakban mata dan tangan korban.

Pelaku juga mengacak-ngacak rumah korban dengan mengambil benda berharga milik korban. Antara lain uang tunai, perhiasan, surat berharga, dan satu unit mobil Toyota Innova Reborn.

Baca juga: Polisi Diminta Tindak Tegas Begal dan Pencuri, Ganjar : ‘Jika Melawan Dor Saja’

“Kerugian ada uang tunai, perhiasan, surat berharga, satu unit Innova Reborn. Total kerugian kurang lebih sebesar Rp 2 miliar,” jelasnya.

Saat ini (10/7/2020) sekitar pukul 11.00 tim Inafis Polres Kudus masih melakukan proses pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP). Terlihat juga, mobil Inafis Polda Jawa Tengah yang terparkir di sekitar lokasi TKP tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -