BETANEWS.ID, KUDUS – Polisi Resor (Polres) Kudus terus melakukan penyelidikan kasus perampokan sebuah rumah di jalan Ahmad Yani, Nomor 82A, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota Kudus, Kamis (9/7/2020) malam.
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menuturkan, saat petugas mencoba mencari server CCTV guna mencari tambahan informasi, server tersebut sudah tiada. Kesimpulan sementara, pelaku mengambil server CCTV yang berada di rumah tersebut untuk menghilangkan jejak.

“Dari pengakuan korban, server CCTV diambil pelaku,” tuturnya saat ditemui, Jumat (10/7/2020).
Menurut Aditya, saat ini korban masih trauma dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Diketahui, saat terjadinya perampokan, di dalam rumah terdapat tiga orang. Yakni Lim Cahyo Wibowo, istrinya, dan satu pembantu rumah tangga.
Baca juga: Berjam-Jam Perampok Satroni Rumah di Jalan Ahmad Yani Kudus, Gondol Rp 2 M
“Korban tidak ada yang luka hanya syok. Korban dibekap, dipiting, sama dilakban (mata dan tangan),” jelasnya.
Aditya menjelaskan, informasi sementara pelaku perampokan berjumlah empat orang. Mereka melakukan aksinya dengan melewati lahan kosong di sebelah selatan rumah. Saat pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan dua tangga yang digunakan oleh pelaku.
“Kami masih proses pemeriksaan. Sementara pelakunya ada empat orang. Dua orang tinggi dan dua laginya pendek. Kemungkinan semua laki-laki,” tuturnya.
Dari perampokan tersebut, sejumlah uang tunai, perhiasan, surat berharga, dan satu unit mobil Toyota Innova Reborn dibawa oleh pelaku. Keseluruhan kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar.
“Korban yakni seorang pengusaha. Dia bisnisnya banyak,” beber Aditya.
Selain mengambil CCTV, pihaknya juga menemukan adanya bercak darah di TKP. Setelah diperiksa lebih mendalam, dimungkinkan darah tersebut berasal dari anjing peliharaan milik korban.
Baca juga: Polisi Diminta Tindak Tegas Begal dan Pencuri, Ganjar : ‘Jika Melawan Dor Saja’
“Korban tidak ada yang luka. Namun ditemukan bercak darah. Ternyata anjing peliharaan. Anjingnya kecil,” tuturnya.
Aditya menuturkan, pihaknya belum mengetahui alasan pelaku membunuh anjing peliharaan tersebut. Bisa saja anjing tersebut menggonggong atau mungkin menyerang pelaku.
“Apakah dibunuh karena menyerang, kami belum paham,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

