31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Santri Pondok Assalam Mulai Berdatangan, Petugas Puskesmas Lakukan Skrining

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan santri Pondok Pesantren NU Assalam yang berangsur-angsur datang ke pondok dites skrining atau pemeriksaan kesehatan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Jati, Kabupaten Kudus. Dari hasil skrining sementara yang dilakukan, ditemukan 122 santri yang memiliki keluhan batuk, pilek dan gatal-gatal.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Jati Ahmad Muhammad, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter memang ditemukan santri yang memiliki gejala batuk, pilek dan gatal-gatal. Namun gejala tersebut bukan indikasi terpapar Covid-19, melainkan keluhan biasa.

Kepala UPT Puskesmas Jati Ahmad Muhammad. Foto: Imam Arwindra

“Itu keluhan gejala biasa, bukan Covid-19,” tuturnya saat ditemui di sela-sela kegiatan skrining santri di Pondok Pesantren NU Assalam Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (9/7/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Puluhan Pesantren di Kajen Pati Bentuk Satgas Jogo Santri

Menurutnya, setelah diketahui memiliki gejala batuk, pilek dan gatal-gatal, dokter yang memeriksa segera memberikan obat dan vitamin untuk dikonsumsi. Nantinya jika belum sembuh, pihaknya akan melakukan penanganan selanjutnya.

“Kami akan berkoordinasi dengan pengelola (pondok pesantren) untuk mengawasi santri-santri yang memiliki keluhan,” tuturnya.

Pihaknya juga memungkinkan untuk melakukan tes rapid, jika nantinya ditemukan indikasi yang mengarah pada Covid-19. “Saat ini belum dulu (tes rapid). Ini masih skrining awal,” jelasnya.

Ahmad menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan proses skrining kesehatan terhadap santri yang datang ke pondok. Menurutnya, santri tersebut datang dari berbagai daerah setelah menjalani libur panjang karena pandemi Covid-19.

“Mereka datang dari berbagai daerah. Mereka pun ke pondok juga bawa surat keterangan sehat. Artinya dari daerahnya sudah diskrining,” tuturnya.

Skrining yang dilakukan, yakni meliputi pengecekan suhu tubuh, anamnesis gejala atau keluhan, pemeriksaan tekanan darah, pengobatan dan memberikan edukasi kesehatan.

“Ini sudah tahap kedua. Jadi tahap pertama kemarin yakni hari Rabu (8/7/2020). Hari ini, hari kedua (9/7/2020). Hari terakhir yakni Sabtu (11/7/2020),” terangnya.

Ahmad memberitahukan, untuk tahap pertama terdapat 259 santri yang diperiksa. Terdiri dari santri laki-laki 71 orang dan perempuan 188 orang. Dari total tersebut ditemukan 68 santri yang memiliki gejala batuk, pilek dan gatal-gatal.

Sedangkan tahap kedua, terdapat 176 orang yang di periksa kesehatannya. Terdiri dari santri laki-laki 101 orang dan perempuan 75 orang. Dari total 176 orang yang diskrening ditemukan 54 santri yang memiliki gejala batuk, pilek dan gatal-gatal.

“Untuk protokol kesehatan disini (Pondok Pesantren Assalam) sudah baik. Kami juga sudah memberikan sosialisasi dan petunjuk teknisnya,” tuturnya.

Sementara itu, Pembimbing Pondok Pesantren NU Assalam Putri, Nihlatul Maula menuturkan, jumlah keseluruhan santri di Pondok Assalam yakni sejumlah 760 orang. Menurutnya terdiri dari 440 santri putri dan 320 santri putra.

“Keseluruhan belum datang semua. Jadi kalau putri sekitar 95 persen dan putra 80 persen,” jelasnya.

Menurutnya, selama pandemi sekitar bulan Maret 2020, mereka dipulangkan sesuai dengan intruksi dari pemerintah. Namun saat ini para santri mulai berdatangan untuk belajar lagi.

Baca juga : Hartopo Berangkatkan 26 Santri Balik ke Pondok, Pastikan Bebas Covid-19

“Sebenarnya sekolah (MTs dan MA) belum dimulai. Namun kami sudah minta mereka datang. Jadi kebanyak memang dari Kudus sendiri, Demak, Purwodadi dan Jepara. Paling jauh ada yang dari Kalimantan, Tangerang dan Jakarta,” jelasnya.

Pihaknya akan terus memantau kondisi kesehatan para santri, terutama yang memiliki gejala seperti batuk, pilek dan gatal-gatal. Selanjutnya, protokol kesehatan Covid-19 di pesantren juga akan benar-benar dijalankan.

“Seperti hari ini, wali santri yang datang mengantar hanya boleh sampai halaman pondok saja. Kami tidak perkenankan untuk masuk ke dalam kamar,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER