BETANEWS.ID, KUDUS – 26 santri terlihat duduk di kursi yang sudah diatur jaraknya di depan Pendopo Kabupaten Kudus. Mereka mengantre untuk tes kesehatan bebas Covid-19 yang dilakukan di dalam pendopo kabupaten. Tes tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, sebagai syarat untuk kembali ke Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang.
Satu di antara santri yang dites yakni Mohammad Zainul Aqum (20). Dia yang mengenakan kopiah hitam menuturkan sempat deg-degan saat menjalani tes kesehatan. Terutama, saat melakukan tes rapid.

Menurutnya, dirinya khawatir jika hasil tes rapid menunjukkan reaktif Covid-19, sehingga dirinya harus tertunda untuk kembali ke pondok.
Baca juga : Pemkab Kudus Siap Antarkan Santri Balik ke Pesantren, Ada Uang Sakunya
“Iya deg-degan tadi pas nunggu hasilnya. Gak keluar-keluar. Tapi alhamdulillah tadi strip satu (non-reaktif Covid-19),” tuturnya saat ditemui selepas menjalani tes, Sabtu (27/6/2020).
Dikatakan Zainul, dirinya sudah rindu untuk belajar di pondok. Menurutnya, sejak terjadi pandemi Covid-19, awal bulan Maret 2020 lalu, dirinya bersama teman-temannya harus pulang dan melakukan proses mengaji secara daring.
“Saya baru satu tahun di Pondok API. Kalau kelasnya ya kelas lima (kelas di pesantren API, red),” tutur alumnus MA Qudsiyyah Kudus tersebut.
Menurutnya, sebelum dirinya berangkat ke pondok dengan fasilitas bus dari Pemkab Kudus, dirinya dicek suhu badan, tekanan darah dan diberi pertanyaan seputar riwayat kesehatan oleh petugas. Terakhir, dites rapid.
“Selain mendapatkan fasilitas bus, surat bebas Covid-19, tadi dikasih uang saku Rp 500 ribu,” jelasnya.
Muhammad Mawahib, Koordinator Santri Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo di Kudus menuturkan, jumlah santri yang diberangkatkan yakni sejumlah 26 orang. Menurutnya, total keseluruhan santri asal Kudus yang mondok di API Tegalrejo yakni sebanyak 30 orang.
“Ini yang sudah siap berangkat yakni 26 santri. Seharusnya, 30 santri. Namun ternyata ada tiga santri yang ikut program mondok tahunan. Jadi kemarin tidak pulang. Untuk satu santri masih ada kegiatan keluarga,” jelasnya.
Pihaknya pun meminta pemberangkatan dilakukan pagi hari. Karena jadwal yang diberikan dari pondok hanya sampai pukul 4.00 sore saja.
“Jadi hari ini, tidak Kudus saja yang berangkat, ada Kabupaten Jepara, Demak dan Pati. Yang paling banyak dari Jepara dan Demak. Bisa ratusan santri,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, selain memberikan fasilitas satu unit bus untuk armada untuk transportasi, dirinya juga memberikan uang saku, nasi kotak dan makanan ringan untuk para santri.
Baca juga : Pesantren di Kudus Belum Berani Terima Santri dari Luar Daerah
Menurutnya, pemberangkatan santri sudah direncanakan jauh hari bersama perwakilan pondok. Selain itu, organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus juga ikut dilibatkan dalam proses tersebut.
“Memang dari awal, pemerintah daerah telah berencana untuk membantu bagaimana untuk mengembalikan santri-santri yang belajar di luar kota. Itu dilakukan supaya santri tetap sehat dan tidak terpapar Covid-19 di jalan,” tuturnya.
Hartopo berpesan, agar para santri selalu disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
“Harapan kita, ketika di pondok penerapan kedisiplinan protokol kesehatan harus selalu dilakukan, sehingga pondok pesantren selalu steril. Untuk santri, selalu jaga protokol kesehatan, dan tentunya olah raga serta menjaga asupan-asupan gizi,” tuturnya.
Editor : Kholistiono

