BETANEWS.ID,KUDUS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk pemeliharaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sepanjang tahun 2026. Anggaran yang bersumber dari APBD tersebut difokuskan pada belanja suku cadang, penggantian lampu, serta komponen pendukung lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus melalui Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Muchlisin, mengatakan alokasi anggaran itu menjadi bagian dari program Kudus Terang Benderang yang dicanangkan Bupati. Dana tersebut digunakan untuk memastikan ribuan titik LPJU tetap berfungsi optimal.
“Untuk tahun 2026 disiapkan anggaran Rp1 miliar, terutama untuk pengadaan suku cadang seperti lampu LED, lampu sonte, kabel, MCB, ignitor, dan komponen lainnya,” ujar Muchlisin di ruang kerjanya belum lama ini.
Baca juga: Pembukaan Jalan Rahtawu-Ternadi Tahun Ini Dilanjutkan, Anggaran Rp500 Juta Digelontorkan
Saat ini, jumlah LPJU di jalan kabupaten mencapai sekitar 7.000 titik. Pemeliharaan akan diprioritaskan pada lampu yang mengalami kerusakan, padam, atau gangguan jaringan berdasarkan laporan masyarakat.
Dishub juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk menekan beban listrik daerah yang mencapai sekitar Rp3 miliar per bulan. Salah satu langkahnya adalah migrasi bertahap dari lampu sonte (berbasis gas) ke lampu LED yang lebih hemat energi.
Menurut Muchlisin, lampu sonte memiliki daya cukup besar, bahkan bisa mencapai 250 watt termasuk komponen pendukungnya. Sementara lampu LED hanya membutuhkan daya sekitar 60 hingga 100 watt, sehingga lebih efisien dan ramah terhadap anggaran listrik.
“Secara bertahap kami akan melakukan migrasi dari sonte ke LED. Namun tentu tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Meski demikian, lampu sonte belum sepenuhnya ditinggalkan. Untuk area tertentu yang membutuhkan cahaya kuning agar lebih efektif menembus kabut atau kondisi tertentu, lampu sonte masih dipertahankan.
Terkait teknis pemasangan, Dishub memastikan tidak ada perubahan besar pada tiang maupun lengan lampu. Penggantian cukup dilakukan dengan melepas lampu lama dan memasang unit LED yang sudah disesuaikan.
“Terangnya hampir sama, tetapi dengan daya listrik yang lebih rendah. Jadi dari sisi pencahayaan tetap optimal, namun lebih hemat energi,” tambahnya.
Baca juga: Dishub Kudus Sediakan 7 Kantong Parkir Dandangan 2026, Ini Lokasinya
Sepanjang 2025, Dishub telah mengganti sekitar 200 unit LPJU menjadi LED. Pada 2026, rencananya akan dilakukan migrasi tambahan sekitar 150 hingga 200 titik, disertai penyediaan stok suku cadang lampu sonte dalam jumlah yang sama sebagai cadangan.
Melalui langkah ini, ia berharap sistem penerangan jalan semakin andal sekaligus mampu menekan beban listrik daerah secara bertahap. Program ini juga diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat saat beraktivitas di malam hari.
“Kami juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkan apabila ada LPJU yang padam, bisa melalui kanal Wadul K1-K2 maupun SIP Terang. Supaya bisa segera ditangani dan lampu nyala kembali,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

