Beranda blog Halaman 1866

Gereja Bukit Sion Kudus Siarkan Ibadah Minggu Paskah Secara Daring

0
Ibadah Minggu Paskah di Gereja Bukit Sion Kudus dilakukan secara live streaming. Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB, saat suara musik terdengar mulai mengalun di Gereja Bukit Sion yang berada di Desa Dersalam, RT 03 RW 05, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu (12/4/2020).

Ketika memasuki gereja, tampak seorang pria mengenakan jas hitam memainkan piano sambil bernyanyi dengan diikuti sejumlah jemaat. Mereka dengan khidmat melantunkan pujian-pujian sambil sesekali mengangkat tangan yang sudah menjadi ritual saat peribadatan.

Ibadah Minggu Paskah di Gereja Bukit Sion Kudus dilakukan secara live streaming. Foto: Ahmad Rosyidi.

Di depan mimbar, terlihat dua orang jemaat mengoperasikan telepon seluler yang dipasang di alat penyangga kamera berkaki tiga. Rupanya, ibadah Minggu Paskah itu disiarkan secara live streaming via Facebook, agar para jemaat yang tidak bisa ke gereja masih bisa mengikuti peribadatan.

Ditemui seusai ibadah, Pendeta Muda Agus Trihariono (53) mengungkapkan, Minggu Paskah merupakan bagian dari rangkaian Ibadah Jumat Agung. Meski saat ini jemaat beribadah secara daring, dia mengajak jemaat untuk tetap semangat melaksanakannya. Karena menurutnya, pelayanan kepada Tuhan Yesus bisa dilakukan di mana saja.

“Ibadah Minggu Paskah ini dilakukan secara live streaming dan dihadiri keluarga pastori dan pelayan musik. Jemaat yang lain mengikuti melalui streaming dari rumah masing-masing,” ungkapnya.

Pendeta Muda yang tinggal di Desa Jepangpakis RT 05 RW 06, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu menambahkan, ibadah secara yang disiarkan secara langsung ini sudah sesuai anjuran pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang selama pandemi Covid-19.

“Tidak harus ke Gereja, karena kita harus menghindari kerumunan,” imbaunya kepada jemaat.

Baca juga: Najwa Shihab Pertemukan Dua Sejoli Batal Nikah Pada Ganjar

Di sisi lain, Pendeta Pembantu Rahadi Deni (34) menambahkan, pihak gereja sudah empat kali melaksanakan ibadah melalui siaran langsung di media sosial. Meski jemaat melaksanakan ibadah di rumah, tetapi antusias jemaat sangat tinggi.

“Ini sudah yang ke empat kalinya dan jemaat sangat antusias. Sebelum mulai beribadah, kita komunikasi melalui grup dulu untuk memberitahukan jam ibadah. Kemudian mereka menyiapkan tempat untuk mengikuti proses ibadah bersama secara online,” pungkas pria yang kebagian tugas memainkan alat musik piano setiap peribadatan itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Kembang Buah, Toko Buah dengan Harga Paling Murah di Kudus

0
Kembang Buah, selain lengkap, toko buah ini juga memiliki harga yang murah. Foto : Titis Widjayanti

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang yang terik tak begitu terasa di tengah-tengah ramainya salah satu toko buah murah di pinggir jalan Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Angin sepoi-sepoi dan dedaunan rindang yang melambai-lambai di sekitarnya membuat toko Kembang Buah itu tak terasa panas meski terlihat bejubel oleh pembeli yang menggunakan sepeda motor hingga berkendara mobil. Dari yang masih muda hingga hingga ibu rumah tangga, nampak satu persatu memarkir kendaraan dan langsung memilih buah yang akan di beli.

Empat orang karyawan toko semi permanen pinggir jalan itu juga nampak sibuk melayani pembeli dengan lincah.Terlihat berbagai plang nama buah beserta harga per kilo di setiap raknya mempermudah para pembeli untuk memilah langsung buah yang ingin dibeli. Sehingga mereka cukup mengambil kresek dan memilih buah lalu di timbang oleh penjual dan dibayar langsung tanpa tawar menawar. Dari plang itu pula, terpampang berbagai jenis buah dengan kisaran harga Rp 6 ribu hingga Rp 20 ribu per Kilogramnya.

“Kalau toko ini baru sekitar tiga bulan. Pemiliknya orang Demak. Kalau saya sendiri aslinya Jepara. Memang kami menjual berbagai buah dengan harga yang cukup murah. Kulakannya itu dari Semarang Mbak. Ini memang buah lokal. Kalau impor, biasanya anggur. Tapi di kondisi seperti ini agak susah. Jadi sementara ini memang dari petani lokal semua,” papar Ahmad Rifki (17), salah seorang karyawan toko yang baru saja pulang dari Salat Jumat.

Baca juga : Miris dengan Nasib Kopi Muria, Hikma Munculkan Brand Kopi Muria Wilhelmina

Lelaki muda berpeci hitam itu kemudian mengatakan, jika semenjak buka, toko Kembang Buah memang sudah ramai pengunjung. Sehingga mereka harus menyetok buah setiap hari. Karena hampir setiap hari dagangan ludes dibeli pembeli.

Beberapa konsumen terlihat sedang membeli buah di toko Kembang Buah. Foto : Titis Widjayanti

Dikatakan Rifki pula, untuk memenuhi permintaan pembeli, mereka buka toko 24 jam setiap harinya. Dari hal itu, diakui Rifki, omzet tiap hari mencapai Rp 7 hingga 12 juta. Tergantung dengan ramai tidaknya pembeli yang datang.

Baca juga : DAV Coffee, Kopi Asal Pati dengan Cita Rasa Tiada Dua

Senada dengan hal itu, seorang pelanggan berjilbab hitam yang datang mengenakan masker coklat mengakui baru pertama kali membeli buah di tempat itu. Akan tetapi, ia mengatakan jika secara harga memang lebih murah. Apalagi sewaktu ia lewat hari ini, melihat betapa ramainya toko, sehingga membuatnya tertarik dan penasaran untuk ikut membeli. Ialah Nur Fai’dah (20), gadis asli Kota Kretek yang siang itu menjadi salah satu pembeli di Kembang Buah.

“Kebetulan ini baru pertama kali sih Mbak. Tadi lewat, terus lihat kok ramai. Ya sudah sekalian beli di sini. Ternyata memang lebih murah. Ini beli alpukat 1 Kilogram,” kata dia, Jumat (10/4/2020).

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Najwa Shihab Pertemukan Dua Sejoli Batal Nikah Pada Ganjar

0
Video conference Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Najwa Shihab dan dua sejoli batal nikah. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gegara pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, tak terkecuali Semarang, pemerintah pemerintah melarang kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Karena hal inilah banyak masyarakat yang menunda acara resepsi pernikahan, dan bahkan ada yang membatalkan ijab kabul.

Hal ini juga dialami dua sejoli asal Semarang, Agil dan Novel. Meski keduanya sudah merancang pernikhannya sejak lama, mereka berdua terpaksa menunda pernikahan yang sedianya digelar bulan ini. Mereka memilih menaati aturan dari pemerintah untuk menjaga jarak fisik.

Mereka sempat menyampaikan kegalauan karena batal nikah kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melalui media sosial. Namun, karena kesibukannya, gubernur dua periode tersebut tak sempat menanggapi keluhan mereka.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19 Akhir April, Boyolali Sulap Rusun Jadi RS Darurat

Keluhan Agil dan Novel di media sosial itu terciduk jurnalis kenamaan, Najwa Shihab. Melalui Najwa, dua sejoli yang batal nikah itu kemuda dipertemukan dengan Ganjar melalui video conference.

Ganjar Pranowo saat video conference dengan Najwa Shihab dan dua sejoli batal nikah. Foto: Ist

“Pak Ganjar, ini ada dua warga bapak yang galau. Mereka harusnya menikah bulan ini, tapi karena ada covid-19, mereka memutuskan untuk menunda. Ini pada galau pak, silahkan dihibur,” kata Nana, panggilan akrab Najwa.

Melihat Ganjar secara langsung melalui video conference, keduanya tampak malu-malu. Ganjar yang mendengar aduan Nana langsung menyahut dan bertanya kepada Agil dan Novel.

Baca juga: Warga Jateng Dijatah Rp 200 Ribu per Bulan Selama Wabah Corona

“Lha ngopo ditunda (lha kenapa ditunda), sudah kawin saja. Yang ditunda itu resepsinya, sing penting kawin sik (yang penting nikah dulu). Tak delok raine yo podho ngebet to (saya lihat wajahnya sudah kepengen),” kata Ganjar disambut tawa Agil, Novel dan Nana.

Kepada orang nomor satu di Jateng itu, Agil mengatakan penundaan pernikahannya sudah diputuskan keluarga. Pernihan mereka akan digelar saat wabah Covid-19 berakhir.

“Ini demi menaati aturan pemerintah pak. Dan juga kalau nikah tapi yang datang sedikit rasanya kurang sakral,” ungkap Agil.

Menanggapi itu, Ganjar mengatakan mengapresiasi keputusan penundaan pernikahan mereka. Meski begitu, menurutnya pernikahan yang dihadiri sedikit orang tidak akan mengurangi kesakralan acara.

Baca juga: ASN Dilarang Pulang Kampung dan Ambil Cuti, Jika Tetap Memaksa Akan Ada Sanksi

“Yang penting syarat rukunnya terpenuhi, sah. Gimana kalau nikahnya digelar minggu depan. Saya yang jadi saksi nikahnya. Mau nggak?,” pinta Ganjar.

Usulan Ganjar tidak bisa ditanggapi secara langsung. Dengan senyum-senyum manis, Novel mengatakan akan mendiskusikan dengan keluarga.

“Nanti kami diskusi dulu pak. Sebenarnya pengen nikah yang menjadi saksinya pak Gubernur,” ucapnya.

Ganjar sendiri memberikan apresiasi atas keputusan Agil dan Novel untuk menunda pernikahan. Alasannya demi menjalankan anjuran pemerintah untuk menerapkan physical distancing.

“Tapi kalau memang sudah ngebet, ya nikah saja dulu. Yang penting akadnya, resepsinya menyusul. Hayo gimana, minggu depan nikah?,” ledek Ganjar.

Banyolan Ganjar cukup membuat pasangan yang galau itu tertawa lebar. Apalagi, saat Najwa mengundang sejumlah teman-teman Agil dan Novel dalam obrolan itu, keduanya semakin bahagia.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Kualitas dan Harga Murah, Kunci Noto Mebel Bisa Bertahan Lebih 20 Tahun

0
Proses penyemprotan lemari di showroom Noto Mebel. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, kendaraan terlihat lalu lalang melintas di Jalan Kudus – Purwodadi. Di tepi barat jalan tampak dua pria sibuk beraktivitas seolah tidak terusik dengan suara bising laju kendaraan yang melintas. Di antara aneka furnitur, satu pria mengenakan masker tampak lihai menggerakkan tangannya menyemprot lemari menggunakan mesin pompa udara. Sedangkan satu pria lainnya terlihat mengamplas kursi goyang. Tempat tersebut yakni Toko Noto Mebel Makmur.

Satu di antara pria tersebut adalah Sunoto (46), pemilik toko Noto Mebel itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai membuka usaha mebel pada tahun 1999. Setelah sebelumnya kenyang makan asam garam bekerja jadi tukang kayu di Jepara.

Sunoto sedang membuat tempat tidur pesanan pelanggan. Foto : Rabu Sipan

“Saya bekerja di mebelan Jepara itu selama empat tahun. Setelah menikah dan saya rasa cukup punya bekal keterampilan dan sedikit modal, saya nekat membuka usaha mebel sendiri,” ungkap pria yang akrab disapa Noto kepada betanews.id.

Baca juga : Kualitas Oke, Mebel Spesialis Kayu Lawasan Pak Timin Diburu Konsumen

Sembari duduk di kursi yang belum dipelitur, Noto melanjutkan kisahnya. Keputusan membuka usaha mebel sendiri diambilnya karena dirinya ingin mandiri dan punya usaha setelah menikah. Karena dia ingin sukses dan keluarganya kecukupan secara materi.

Dia mengatakan, dua tahun awal merupakan perjuangan berat merintis usahanya tersebut. Karena pada rentang waktu tersebut, orang belum mengetahui kualitas furnitur hasil karyanya. Sehingga jarang ada yang membeli atau memesan aneka perabot berbahan kayu jati di Noto Mebel.

“Karena jarang ada pembeli atau pun pemesan, tak jarang saya kehabisan modal. Sehingga di sela menanti ada yang beli, saya memutuskan untuk kerja serabutan agar dapur tetap ngebul,” ujarnya.

Pria yang mengenakan kaus merah tanpa lengan itu menuturkan, selama dua tahun itu dia sangat kerja keras. Selain kerja serabutan, dirinya juga harus meyakinkan semua orang yang ditemuinya agar percaya bahwa aneka produk mebel karyanya itu sangat bagus. Serta terbuat dari bahan kayu jati yang berkualitas.

“Saya bersyukur, usaha saya meyakinkan banyak orang selama dua tahun membuahkan hasil. Sampai saat ini aneka furniture di Noto Mebel diminati banyak orang. Tidak hanya orang Kudus saja, tapi juga dari lain daerah. Lemari yang sudah dipelitur itu juga sudah laku terjual,” ujar Noto sambil menunjuk beberapa lemari.

Baca juga : Sudah Uji Lab, Paving Produksi UD Noor Jaya Kualitasnya Tak Perlu Diragukan

Dia mengungkapkan, Noto Mebel menjual aneka furnitur berbahan kayu jati berkualitas. Di antaranya, lemari, ranjang, meja, kursi, kusen, pintu, jendela dan lainnya. Untuk harga, tuturnya dijamin sangat terjangkau serta bisa dinegosiasikan.

“Prinsip dasar usaha saya adalah memberi kualitas bagus dengan murah. Dijamin mebel saya ini harganya paling murah di Kudus. Itulah kunci kenapa Noto Mebel bisa bertahan hingga lebih 20 tahun, di tengah maraknya persaingan usaha mebel,” paparnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Unik, KJ Phone Bagi-Bagi Masker dan Hand Sanitizer Gunakan Kostum Super Hero

0
Dengan menggunakan kostum super hero, pegawai KJ Phone tampak membagikan masker kepada pengguna jalan, Sabtu (11/4/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, PATI – Jalanan sekitar Jembatan Kalidoro, Kecamatan Kota Pati, Kabupaten Pati tampak berbeda siang itu. Terlihat di kanan-kiri jalan, tepatnya di sebelah timur jembatan, ada sejumlah orang sedang membagikan masker warna-warni. Uniknya, beberapa di antara mereka memakai kostum pahlawan super. Ada yang menggunakan kostum Spiderman dan ada yang memakai pakaian Batman.

Sontak saja, aksi “super hero” itu mengundang penasaran warga yang lewat. Banyak kemudian yang berhenti untuk mengambil masker atau sekedar lihat-lihat aksi mereka. Rupanya, kegiatan bagi-bagi itu dilakukan oleh para karyawan KJ Phone untuk membantu pencegahan penyebaran Virus Corona di Kabupaten Pati.

Salah seorang pegawai Setyo Andrian (17) menjelaskan, bantuan sosial (bansos) yang dilakukan salah satu konter telepon seluler (ponsel) di Bumi Mina Tani itu, sudah berjalan selama sepekan. Aksi yang dilakukan pada pukul 15.00 WIB sampai 16.00 WIB ini merupakan bentuk kepedulian konter terhadap warga sekitar.

“Ide bagi-bagi masker ini datang dari Pak Bos. Kemudian karyawan punya ide unik dengan menggunakan kostum super hero. Ini juga sekaligus sebagai bentuk promosi KJ Phone, dan kalau pakai kostum lebih menarik perhatian orang,” bebernya saat ditemui, Sabtu (11/4/2020).

Baca juga: Muria Batik Kudus Produksi dan Bagikan Masker Batik Secara Gratis

Pria asli Pati itu melanjutkan, KJ Phone sebenarnya sudah beberapa kali mengadakan bansos di sekitar Pati dalam berbagai bentuk. Mulai dari bagi-bagi makanan, bantuan air bersih saat terjadi kekeringan di beberapa wilayah di Pati, dan berbagai kegiatan lain.

“Kami juga ada program bagi-bagi makanan setiap Jumat di salah satu masjid terdekat, yang masih berjalan hingga sekarang. Ini adalah bentuk sumbangsih kami kepada masyarakat,” kata Setyo.

Baca juga: Kudus Kolektif Tebar Kebaikan di Jalan untuk Bantu Pekerja

Ditanya perihal pengaruh pandemi Covid-19 terhadap bisnis handphone, Setyo mengaku, sejauh ini KJ Phone secara penjualan masih normal. Tidak ada efek yang terlalu mempengaruhi jalannya bisnis di bidang itu. “Omzet di KJ Phone masih stabil,” tukas Setyo.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Makam Pahlawan Disiapkan Bagi Garda Terdepan yang Gugur Melawan Corona

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Tak sampai hati melihat kejadian penolakan jenazah tenaga medis yang meninggal akibat Covid-19, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyiapkan Taman Makam Pahlawan. Gubernur dua periode itu juga telah menginstruksikan ke bupati /walikota se-Jateng untuk menyiapkan tempat terhormat bagi garda terdepan yang gugur saat berperang melawan corona.

Ganjar mengaku benar-benar sakit hati terhadap kejadian penolakan jenazah seorang perawat RSUP Kariadi yang ditolak warga Kabupaten Semarang. Hal itulah yang mendasarinya mengambil kebijakan untuk menyediakan tempat terhormat bagi tenaga medis yang meninggal dunia.

“Untuk tempat dan administrasinya, saya sudah perintahkan Dinsos dan Kesra untuk mempersiapkan terkait hal ini (makam pahlawan untuk tenaga medis),” ujar Ganjar di Puri Gedeh, Semarang, Sabtu (11/4/2020).

Dia merasa tidak habis pikir dengan kejadian penolakan jenazah perawat yang berjuang melawan corona namun ditolak warga. Menurutnya, kejadian tersebut benar-benar membuat masyarakat sakit hati dengan kejadian tersebut.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19 Akhir April, Boyolali Sulap Rusun Jadi RS Darurat

Iki gawe ati tatu. Bagaimana mungkin seorang pejuang kemanusiaan jenazahnya ditolak. Ini menyakitkan hati betul,” ungkap Ganjar dengan nada gusar.

Ganjar mengatakan, seluruh tenaga medis, baik perawat maupun dokter yang berada di garda terdepan melawan Covid-19 adalah pejuang kemanusiaan. Selayaknya mereka mendapat penghargaan terbaik dan penghormatan.

“Apa yang telah mereka lakukan hingga saat ini merupakan pengorbanan yang sangat luar biasa dan penuh risiko. Kita harus memberikan penghargaan setingg-tingginya kepada mereka. Dan saya kira Taman Makam Pahlawan adalah tempat yang sangat tepat bagi mereka yang telah meninggal,” tutur Ganjar.

Baca juga: Data Penerima Bantuan Jaring Pengaman Sosial dari Pemerintah Pusat Diminta Valid

Dia menambahkan, selain menyiapkan administrasi dan tempat, dirinya juga telah memerintahkan kepada bupati dan walikota di Jateng untuk menyiapkan hal serupa. Mayoritas dari mereka setuju dengan keputusannya tersebut.

Selain Taman Makam Pahlawan, dirinya juga telah menyiapkan skenario lain. Jika Taman Makam Pahlawan penuh, pihaknya akan menyiapkan makam baru yang diberi nama Taman Makam Pahlawan.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Pelanggan Listrik 450 VA Nikmati Token Gratis

0
Salah seorang warga sedang menunjukkan token listrik gratis. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Daun kering berserakan terlihat di halaman rumah di Dukuh Kadilangon RT 03 RW 08, Gondangmanis, Bae, Kudus. Seorang pria paruh baya tampak sedang menyapu halaman itu. Dia adalah Suwarno (58), satu di antara sejumlah warga yang menggunakan listrik dengan daya 450 VA.

Setelah selesai menyapu, Suwarno berbagi cerita kepada betanews.id tentang token listrik gratis yang belum dimanfaatkannya. Dia mengaku, untuk token listrik biasanya putrinya yang mengisi adalah putrinya.

“Saya belum mengakses pulsa listrik gratisnya, karena belum tahu caranya. Tapi jika dapat ya saya merasa diringankan,” terangnya.

Yah, Suwarno adalah salah satu warga yang bisa menikmati kebijakan pemerintah terkait dengan pembebasan biaya listrik golongan 450 VA selama tiga bulan ke depan. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat kurang mampu akibat dampak Covid-19.

Baca juga : Aktivitas Perdagangan di Pasar Kliwon Lesu, Omzet Turun Drastis Hingga 60 Persen

Adapun jumlah diskon listrik yang didapatkan pelanggan dihitung dari pemakaian tertinggi selama 3 bulan sebelumnya. Untuk 450 VA akan mendapat listrik sebesar pemakaian tertinggi, sementara golongan 900 VA mendapatkan sebagiannya selama tiga bulan ke depan.

Tak lama setelah berbagi cerita, ada seorang perempuan mengenakan baju lengan panjang bermotif kotak-kotak dengan jilbab berwarna krem menghampiri. Dia yakni Lisa Maina Wulandari (23), keponakan Suwarno. Sambil tersenyum perempuan yang akrab disapa Lisa itu sudi membantu untuk mengakses token listrik gratis.

Dia mempraktikkan cara mengakses token listrik melalui website www.pln.co.id. Setelah membuka websitenya, kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus Covid-19. Kemudian Lisa memasukan nomor meter.

“Jika sudah, kemudian klik cari. Setelah berhasil muncul tokennya, kita tinggal memasukkan token yang kita dapat,” jelasnya sambil mempraktikkan akses token gratis melalui website PLN.

Baca juga : Data Penerima Bantuan Jaring Pengaman Sosial dari Pemerintah Pusat Diminta Valid

Selain Suwarno, Estik Budiyani yang menggunakan listrik dengan daya 450 VA, juga merasa terbantu. Dia menggunakan listrik pascabayar, jadi tidak perlu mengakses token listrik.

“Saya senang dapat gratis listrik tiga bulan. Karena pascabayar jadi otomatis saya dibebaskan tagihan,” pungkas tetangga Suwarno itu, Kamis (9/4/2020).

Sama halnya dengan Ery widyastuti (27), warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus. Dia juga mengaku terbantu adanya listrik gratis. Dia menggunakan listrik dengan daya 450 VA pascabayar.

Tak jauh berbeda, Misbahun Najib (24), warga Desa Winong, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, pengguna listrik 950 VA bersubsidi. Membeberkan jika mendapat subsidi 50 persen dari penggunaan tertinggi selama tiga bulan terakhir.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pedagang yang Tidak Kenakan Masker Dilarang Berjualan

0
Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti membagikan masker kepada pedagang di Pasar Baru. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti terlihat berjalan tergesa-gesa saat berada di Pasar Baru, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Dia membagikan masker ke setiap pedagang. Menurutnya hal tersebut penting sebagai langkah pencegahan penyebaran Virus Corona.

Dia menuturkan, saat dirinya cek langsung di lapangan, banyak pedagang di pasar yang tidak mengenakan masker. Hal tersebut membuatnya geram dan harus kerja ekstra untuk turun di lapangan memberikan edukasi.

Pedagang di Pasar Baru mengenakan masker ketika berjualan. Foto : Imam Arwindra

“Mulai hari ini kami terus memberikan imbauan. Selain itu kami akan berikan masker juga,” ungkapnya, Jumat (10/4/2020).

Baca juga : Ganjar : Pokoknya Kalau Keluar Rumah Wajib Pakai Masker

Pihaknya mengaku sudah menyediakan 10 ribu masker yang akan dibagikan ke semua pedagang. Lokasi yang disasar yakni semua pasar di Kudus.

Dia mengancam, ketika pedagang di pasar tidak mengenakan masker, pihaknya akan melarang untuk berjualan. “Iya kami akan berikan punishment. Nanti akan kami tutup dan tidak boleh berjualan,” jelasnya.

Hal tersebut menurutnya penting, agar pencegahan Virus Corona benar-benar diperhatikan.

Pada kesempatan itu, Sudiharti juga memberitahukan, untuk jam operasional pasar normal seperti biasanya. Pihaknya belum mengatur secara khusus jam operasional saat pandemi Covid-19.

Menurutnya, pihaknya akan memberikan keringanan restribusi pajak bagi para pedagang. Hal tersebut guna meringankan beban saat pandemi Covid-19.

Baca juga : Muria Batik Kudus Produksi dan Bagikan Masker Batik Secara Gratis

Sementara itu, Siti Ngaini, pedagang unggas Pasar Baru asal Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menuturkan, akan mengikuti anjuran yang diberikan.

Dirinya mengaku, sebelumnya tidak pernah mengenakan masker saat berjualan di pasar. Karena membuat dia merasa pengap.

“Saya juga takut dengan Virus Corona Mas. Nanti setiap hari saya akan pakai masker,” tutur wanita yang sudah berjualan unggas selama 25 tahun ini.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Meski Sempat Ada Penolakan, Rusunawa Tetap Jadi Tempat Karantina Pemudik

0
Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat mengecek kesiapan Rusunawa jadi tempat karantina pemudik, Sabtu (11/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID – KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo tiba di rumah rusun sederhana sewa (Rusunawa) twin blok (TB 4) Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, saat sejumlah pegawai masih sibuk menyelesaikan alih fungsi rusunawa jadi tempat karantina pemudik.

Hartopo yang datang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kudus itu kemudian berkeliling untuk mengecek kesiapan rusunawa yang rencananya sudah bisa ditempati mulai hari ini, Sabtu (11/4/2020).

Bangunan Rusunawa TB 4 yang disiapkan Pemkab Kudus untuk karantina pemudik. Foto: Imam Arwindra.

Saat itu juga, beberapa petugas tampak mulai mengisi pos-pos yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Ada yang sudah bersiap-siap menunggu pemudik di tempat pendaftaran, sebagian yang lain masih berkutat dengan pemasangan papan informasi di setiap sudut bangunan, dan aneka pekerjaan lain.

Setelah berkeliling di bangunan lima lantai itu, Hartopo memastikan bahwa semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan para pemudik sudah siap. Beberapa fasilitas itu seperti kamar, perlengkapan tidur, air, tandon untuk cuci tangan dan kebutuhan perantau lainnya. Nantinya, pemudik yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP), akan menjalani masa karantina selama 14 hari di tempat tersebut.

“Semua sudah siap. Misal hari ini, atau malam ini ada pemudik yang datang, bisa langsung dipakai,” jelasnya yang siang itu menggunakan polo warna hitam.

Ia melanjutkan, di rusunawa, para ODP akan dipantau oleh tim medis selama 24 jam. Teknisnya, tim medis akan dibagi menjadi tiga shift dengan formasi satu dokter dan dua perawat. Selain itu, pihaknya juga mengerahkan satuan polisi pamong praja (Satpol PP), kepolisian, TNI dan BPBD untuk membantu mereka.

“Tim medis juga akan mengenakan APD (alat pelindung diri) lengkap sesuai protokol penanganan Covid-19,” tutur Hartopo.

Dari 120 kamar yang ada di TB 4, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan menggunakan 96 kamar sebagai tempat karantina. Sedangkan untuk kamar sisanya digunakan untuk gudang, tempat administrasi, dan tempat istirahat tim medis.

“Satu kamar untuk satu orang. Namun jika itu keluarga, bisa dihuni hingga empat orang sekaligus,” terangnya.

Baca juga: Penghuni Rusunawa Tolak Huniannya Jadi Tempat Karantina Pemudik

Soal adanya penolakan yang pernah terjadi, ia memastikan warga rusunawa sudah bisa menerimanya. Kepastian ini didapat setelah ada kesepakatan dengan warga untuk memenuhi semua persyaratan mereka.

Seperti dicontohkan, pihaknya sudah membuat sekat penghadang TB 4 dengan tiga TB lainnya yang dihuni warga. Selain itu, jalur masuk dan keluar juga sudah dibuatkan khusus.

Baca juga: Warga Bakalankrapyak Blokade Akses Jalan Masuk Rusunawa

“Jalan masuk tempat karantina tidak melalui akses jalan yang digunakan warga di rusunawa tersebut. Jadi aman,” ungkap Hartopo.

Untuk diketahui, selain Rusunawa, tempat karantina yang disediakan Pemkab Kudus untuk pemudik berada di Balai Diklat Sonya Warih Menawan, Hotel Graha Muria dan Pondok Boro Gebog Kudus.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Aktivitas Perdagangan di Pasar Kliwon Lesu, Omzet Turun Drastis Hingga 60 Persen

0
Juwariyah sedang menunggu para pembeli di toko sembakonya, Senin (6/4/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejak merebaknya Virus Corona, aktivitas di Pasar Kliwon tampak agak lengang. Padahal biasanya, suasana pasar terbesar di Kabupaten Kudus itu penuh dengan hiruk pikuk pedagang dan pembeli saat mendekati Ramadan seperti saat ini.

Jejeran toko terlihat minim aktivitas, hanya tinggal sang pemilik lapak dan pegawainya yang harap-harap cemas menunggu pembeli.

Sepinya pasar memang tak membuat aktivitas harian Ahmad Ahasin (24) berubah drastis. Ia masih saja mempersiapkan dagangannya seperti sedia kala, meskipun toko konveksinya tak banyak didatangi orang. Bahkan ia mengaku, omzetnya turun drastis  hingga 60 persen.

Tukang parkir di Pasar Kliwon sedang membantu pemilik mobil memarkirkan kendaraannya, Senin (6/4/2020) Foto: Titis Widjayanti.

“Pembelian dari pelanggan sejak ada wabah memang menurun drastis hingga 60%. Jadi lebih sepi sekarang,” ungkapnya saat ditemui di lapaknya, Senin (6/4/2020).

Selama pandemi ini, tokonya masih buka secara normal mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Langkah ini ia ambil lantaran belum ada kejelasan soal pembatasan jam operasional di pasar.

“Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) sudah mengajukan pembatasan jam operasional ini ke Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan soal hasilnya,” beber lelaki yang siang itu menggunakan kaos kuning.

Senada dengan Ahasin, Juwariyah (58) juga mengeluhkan hal yang sama. Pemilik toko sembako ‘Toko Mbak Yah’ di Blok C itu mengaku banyak pesanan kebutuhan pokok dibatalkan oleh pelanggan.

“Sejak ada virus, pesanan jadi sepi. Bahkan yang biasanya sehari bisa ada 10 pelanggan yang datang, hari ini sama sekali tidak ada yang datang. Hanya ada pembeli rumahan yang juga nggak begitu banyak,” ungkap wanita berjilbab itu.

Baca juga: Diminta Cukupi Kebutuhan Masyarakat, Ramayana Kudus Buka Lebih Cepat

Soal pembatasan jam operasional, ia juga mengaku belum mendapatkan kabar lebih lanjut soal rencana itu. Ia cuma mendengar, kebijakan itu baru dirapatkan dan hasilnya belum diumumkan.

“Untuk saat ini setahu saya belum ada kebijakan tutup lebih awal. Masih normal kayak biasanya. Kalau blok sini buka sekitar jam lima pagi sampai jam lima sore. Nggak tahu kalau lantai bawah atau blok lain,” tukas Juwariyah.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Data Penerima Bantuan Jaring Pengaman Sosial dari Pemerintah Pusat Diminta Valid

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dari hasil refocusing APBN, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 405 triliun. Kemudian di level Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan Rp 2 triliun. Dana tersebut masih ditambah dengan hasil relokasi dan realokasi anggaran yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah desa.

“Masing-masing pemerintah yang punya APBD mereka melakukan rasionalisasi, realokasi dan relokasi. Selanjutnya adalah menghitung bagaimana bantuan diberikan dari pemerintah pusat hingga level desa,” kata Ganjar, Kamis (9/4/2020).

Hal tersebut Ganjar sampaikan saat mengikuti konferensi video selama 3 jam bersama sejumlah menteri dan pimpinan daerah dalam mengantisipasi COVID-19. Dalam pembahasan jaring pengaman ekonomi, Ganjar mengutarakan mesti ada data siapa saja yang menerima bantuan pemerintah pusat melalui kementerian agar masyarakat yang belum masuk data tersebut bisa dicover oleh pemerintah daerah.

“Itupun akan kita (Pemprov Jateng) sinkronisasi dengan kabupaten kota agar tidak overlap. Sehingga yang saya tawarkan, desa dihitung dulu, Kemensos dimasukkan dulu, jadi kami bisa menambahi kabupaten kota mana yang kurang. Sehingga nanti proporsionalitasnya berdasarkan kebutuhan yang memang tidak sama,” ucapnya.

Baca juga : Kawan Lama Sumbang Thermometer untuk Tenaga Medis

Selain itu, dengan pendataan tersebut dimaksudkan agar warga yang saat ini berada di luar wilayah turut tercover. Menurut Ganjar, untuk kasus itu mesti juga didukung dengan koordinasi antarwilayah.

“Saya menyampaikan, apakah orang yang tidak ber KTP Jabodetabek akan mendapat jaminan? Tapi jawabannya hanya akan didata. Maka saya memerintahkan dinsos menghubungi dinsos Jabar dan DKI Jakarta,” katanya.

Selain bantuan kepada masyarakat, pembahasan nasib pekerja serta keberlangsungan koperasi simpan pinjam juga masuk dalam pembahasan jaring pengaman ekonomi tersebut. Khusus untuk pemerintah desa, lanjut Ganjar, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal kembali menegaskan bahwa dana desa bisa digunakan dalam penanganan COVID-19, khususnya untuk dukungan logistik.

“Untuk koperasi simpan pinjam nanti Menteri Koperasi segera turun. Sementara untuk tenaga kerja, tadi Menteri Tenaga Kerja mengatakan agar buruh dan pengusaha komunikasi intens. Sehingga diharapkan kondisi perusahaan bisa dipahami kedua pihak. Dan Jawa Tengah sudah membicarakan itu,” kata Ganjar.

Baca juga : Pemegang Kartu Prakerja Bisa Dapat Rp 3,5 Juta, Ganjar: ‘Yang Kena PHK Buruan Daftar!’

Salah satu menteri yang turut dalam konferensi video tersebut adalah Juliari Batubara. Politisi PDIP yang sekarang menjabat Menteri Sosial tersebut menyampaikan agar antar provinsi intens berkoordinasi. Untuk bantuan sosial, Juliari mengatakan saat ini pihaknya tengah mematangkan pendataan.

“Saat ini kami masih mengucurkan bantuan untuk wilayah Jabodetabek. Nanti pada tanggal 20 April akan kita lakukan serentak,” tandasnya.

Selain Juliari Batubara, turut serta pula Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mendagri Tito Karnavian, Menkeu Sri Mulyani, Menakertrans Ida Fauziah dan Mendes PDT. Selain itu ikut juga Ketua Gugus Tugas Doni Monardo.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sudah Sebulan, Semua Armada Travel Milik Ali Mangkrak di Garasi

0
Ali sedang mengecek armada miliknya. Sudah sebulan ini bisnis travel mengalami kelesuan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa unit mikro bus atau mobil elf tampak terparkir di sebuah garasi di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di samping mobil elf tersebut, terlihat para pengemudinya lagi duduk santai dan mengobrol. Tak berselang lama datang pria mengenakan kaus oblong ikut duduk dengan para pengemudi itu. Pria tersebut yakni Ali Mukhid (35) pemilik usaha mobil carteran.


Dia mengungkapkan, sejak ada pagebluk corona, usahanya sepi orderan. Semua armada yang dimilikinya tidak ada yang jalan sama sekali. Keadaan tersebut diakuinya, membuatnya pusing.

Ali Mukhid mengecek armada travel miliknya. Foto : Rabu Sipan


“Bagaimana tidak pusing, orderan sepi kayak gini kok. Ditambah beberapa armada itu ada yang belum lunas dan harus dicicil angsurannya. Sedangkan armada tidak ada yang jalan,” ujar pria yang akrab disapa Ali itu kepada betanews.id.


Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, mempunyai enan armada mobil elf. Dua medium bus, serta satu mobil mini bus. Kendaraan tersebut sebelum ada Covid-19 banyak dicarter untuk berbagi keperluan. Ada yang untuk keperluan wisata, ziarah, dan lain sebagainya.

Baca juga : Diminta Cukupi Kebutuhan Masyarakat, Ramayana Kudus Buka Lebih Cepat


Namun, lanjutnya, sejak ada wabah corona, pemerintah menutup semua tempat wisata, tempat ziarah, serta memberi intruksi masyarakat untuk menunda pesta pernikahan. Yang otomatis itu berdampak besar bagi usaha yang dijalaninya.

“Ya begini ini setiap hari, ngobrol di garasi sambil berharap ada keajaiban. Sehingga ada order carteran datang,” ungkapnya.


Sambil sesekali mengecek aplikasi percakapan yang ada di smartphonenya, Ali mengatakan, armadanya nganggur tidak ada orderan itu sudah sebulan. Padahal sebelum ada wabah pandemi corona, setiap unit armada itu mampu menghasilkan uang Rp 5,5 juta sebulan.


Karena tidak ada pemasukan di bulan ini, dia mengaku akan mengajukan keringanan angsuran. Sebab ada beberapa armadanya yang memang belum lunas. Dia berharap proses permohonan keringanan nanti tidak dipersulit oleh pihak terkait.


“Semoga saja program Pak Jokowi yang memberi keringanan bagi pelaku usaha yang terimbas corona itu sampai ke Kudus juga. Agar kami juga ikut merasakan kebijakan itu,” ungkap pria yang memberi tulisan Kapten Cilik di semua armadanya.

Baca juga : Jerit Pilu Tukang Becak Kudus saat Pandemi Corona Merebak


Tak lupa dia pun berharap, agar Virus Covid-19 segera lenyap dari Indonesia, agar roda usaha dan pekerjaan bisa kembali normal. Sehingga dia bersama sopirnya bisa bekerja serta ada penghasilan lagi.


“Semoga corona segera lenyap, biar kami bisa bekerja lagi. Kasihan juga para sopir selama sebulan hanya duduk dan ngobrol di garasi. Sedangkan ada anak istri yang harus dicukupi,” harapnya.


Editor : Kholistiono

- advertisement -

ASN Dilarang Pulang Kampung dan Ambil Cuti, Jika Tetap Memaksa Akan Ada Sanksi

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sedang memantau KBM daring di SMKN 3 Semarang, Senin (16/3/2020). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Selain melarang warga Jawa Tengah yang berada di luar daerah untuk mudik ke kampung halaman, Gubernur Ganjar Pranowo juga mewanti-wanti Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak pulang kampung. Jika mereka memaksa untuk pulang ke Jawa Tengah, sanksi tegas telah menanti mereka.

“Kami menginstruksikan kepada ASN untuk menahan diri, jangan pulang kampung dulu. Akan ada sanksinya (jika ASN tetap mudik), ini masih kami bahas,” kata Ganjar, Jumat (10/4/2020).

Baca juga: Sabar, Bantuan Bagi Warga Jateng di Luar Daerah Akan Didistribusikan Pekan Depan

Larangan mudik bagi ASN tersebut diinstruksikan Ganjar, sejalan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang telah mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan tersebut. Sama seperti larangan mudik bagi warga secara umum, larangan ini juga bertujuan agar penyebaran Covid-19 bisa diputus.

Kemenpan-RB telah mengeluarkan surat edaran pada Kamis (9/4/2020). Dalam surat tersebut, selain larangan bagi ASN untuk mudik juga ada larangan untuk mereka mengambil cuti dalam masa mewabahnya virus corona.

Baca juga: Teruntuk Perantau, Ganjar : ‘Tolong Jangan Mudik Dulu’

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 41 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik bagi Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Baca juga: Pemegang Kartu Prakerja Bisa Dapat Rp 3,5 Juta, Ganjar: ‘Yang Kena PHK Buruan Daftar!’

Dalam keterangan resmi di situs resminya, Kemen-PANRB melarang ASN dan keluarganya pergi ke luar daerah selama penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Apabila ASN perlu bepergian ke luar daerah dalam keadaan terpaksa atau genting, mereka harus mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang.

Baca juga: Warga Jateng Dijatah Rp 200 Ribu per Bulan Selama Wabah Corona

Selain itu, dalam surat edaran tersebut ASN juga tidak diperkenankan cuti selama berlakunya Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Dalam SE tersebut ditegaskan, PPK di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar tidak memberikan izin cuti bagi ASN. Namun, PPK masih dapat memberikan cuti bagi ASN yang melahirkan, cuti sakit, atau cuti karena alasan penting.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Kudus Kolektif Tebar Kebaikan di Jalan untuk Bantu Pekerja

0
Anggota Kudus Kolektif saat membagikan air mineral, makanan dan masker kepada para pekerja, Rabu (8/4/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Langit mulai gelap saat para pemuda yang tergabung dalam Kudus Kolektif tiba di sekitar Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (8/4/2020). Dengan membawa beberapa kotak kardus bekas yang berisi puluhan botol air minum, makanan, dan masker, mereka kemudian berkeliling membagikan bingkisan itu kepada para pekerja yang masih berada di jalan.

Setelah memastikan semua pekerja di sekitar alun-alun menerima bingkisan, mereka mulai bergeser ke sepanjang jalan Jenderal Ahmad Yani sampai Matahari Department Store Kudus. Satu per satu isi kardus mulai berkurang, berpindah ke tangan tukang becak, petugas parkir, dan sisanya untuk pengguna jalan.

Anggota Kudus Kolektif saat membagikan air mineral, makanan dan masker kepada para pekerja, Rabu (8/4/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Setelah jalanan mulai agak sepi dan langit semakin gelap, mereka kembali ke titik awal berkumpul di Kedai Kopi Cilik yang beralamat di Jalan Kyai Telingsing, Desa Sunggingan, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus.

Ditemui di kedai tersebut, salah seorang anggota Kudus Kolektif Agus Subagyo (36) mengatakan, aksi bagi-bagi ini merupakan gerakan spontan beberapa komunitas di Kota Kretek untuk merespon adanya pandemi Covid-19.

“Kami prihatin terhadap dampak luar biasa wabah Covid-19, utamanya kepada mereka yang masih harus bekerja di jalan. Tukang becak, tukang parkir dan pekerja lain yang tidak bisa bekerja dari rumah, harusnya dibantu,” tegas Agus.

Senada dengan Agus, Ananditya (25) merasa prihatin dengan kondisi mereka. Di saat keberadaan masker yang langka dan mahal, para pekerja itu harus berjibaku dengan jalanan tempat lalu lalang banyak orang, tanpa menggunakan masker.

Baca juga: Toyo Semringah Dikasih Bingkisan Sembako dari Polisi

“Sesuai imbauan pemerintah, warga diharuskan memakai masker saat bepergian. Tapi di lapangan, masker itu langka dan kalaupun ada, harganya melonjak. Mereka cari nafkah aja susah, jadi ya nggak kepikiran beli masker. Makanya kita tergerak untuk membantu,” papar pria yang biasa dipanggil CLX itu.

Selain iuran anggota, Kudus Kolektif juga membuka donasi dalam berbagai bentuk. Bisa uang, masker, hand sanitizer, susu balita (1-3 tahun), multivitamin, alat pelindung diri (APD), hingga sembako.

“Kami siap membagikan sumbangan teman-teman di Kudus,” kata Ananditya.

Baca juga: Muria Batik Kudus Produksi dan Bagikan Masker Batik Secara Gratis

Di sisi lain, Kudus Kolektif sedang menjajaki kerja sama dengan Kudus Coffee Enthusiast (KCE) dan Komunitas Stand Up Comedy Kudus untuk mengkampanyekan gerakan ‘Di Rumah pun Bisa Ngopi’ dan pembuatan konten lawakan untuk menghibur masyarakat dalam menghadapi pandemi ini.

“Kalo jadi, rencananya kami akan menyiarkan materi Stand Up Comedy secara live di Instagram,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Sabar, Bantuan Bagi Warga Jateng di Luar Daerah Akan Didistribusikan Pekan Depan

0
Tahun lalu, pemudik yang masuk Terminal Induk Jati Kudus dicek suhu badannya. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan terima kasihnya kepada warga yang mengurungkan niatnya untuk mudik. Dia menyatakan akan menjamin kebutuhan dasar mereka selama di rantau. Bantuan itu akan didistribusikan pekan depan.

“Pengorbanan mereka (tidak mudik) harus dihargai. Kami akan urus mereka, setidaknya untuk kebutuhan dasarnya,” ujar Ganjar, Jumat (10/3/2020).

Realisasi pemberian bantuan terhadap warga Jawa Tengah di luar daerah telah diputuskan untuk didistribusikan pekan depan. Keputusan itu diambil setelah melakukan rapat bersama para menteri pada Kamis (9/4/2020). Dia berjanji akan mencukupi kebutuhan para perantau.

Ganjar mengatakan, berdasarkan data terkini jumlah pemudik di Jawa Tengah menurun sangat signifikan. Tercatat, jumlah pemudik yang masuk Jawa Tengah hanya 6.361 pemudik pada 6 April. Sedangkan pada 7 April hanya 4.636 pemudik.

Baca juga: Teruntuk Perantau, Ganjar : ‘Tolong Jangan Mudik Dulu’

“Alhamdulillah jumlah pemudik berangsur-angsur menurun. Saya sangat berterima kasih kepada warga Jawa Tengah yang tetap bertahan di perantauan,” katanya.

Jumlah pemudik di Terminal Induk Kabupaten Kudus menurun drastis. Video: Ahmad Rosyidi

Data dua hari terakhir yang tercatat pada bulan ini memang menurun cukup signifikan jika dibanding pada awal bulan. Pada 1 April jumlah pemudik mencapai 20.005 orang. Pada hari berikutnya ada 15.919 pemudik, pada 3 April kembali terjadi lonjakan dengan masuknya 87.378 pemudik, pada 4 April turun menjadi 26.919, dan 5 April sebanyak 38.098.

Baca juga: Ganjar Minta Jakarta Segera Diisolasi, ‘Kami Siap Openi Warga Jateng di Sana’

“Kalau dilihat dari data memang persentasenya terus menurun. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih karena mereka menaati ketentuan untuk tidak mudik. Ada banyak yang menyampaikan pada saya untuk bertahan dengan berbagai alasan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, para pekerja yang ada di kota-kota besar antara lain di wilayah Jabodetabek, Jabar, Jatim, dan Bali diminta untuk tidak mudik. Ganjar meminta mereka untuk menetap di lokasi masing-masing.

Baca juga: Warga Jateng Dijatah Rp 200 Ribu per Bulan Selama Wabah Corona

“Saya sarankan untuk warga Jateng yang sedang bekerja untuk tidak mudik. Saya doakan anda semua sehat, tapi kalau tidak sehat dan terjangkit virus corona, maka anda bisa menularkan kepada keluarga tercinta di rumah, kan kasihan,” kata Ganjar beberapa waktu lalu.

Ganjar mengatakan, dari hasil tracking yang dilakukan terhadap pasien yang positif corona di Jateng, ditemukan beberapa tertular dari daerah lain. Misalnya yang meninggal di Solo, itu terjangkit usai mengikuti acara seminar di Bogor.

Editor: Suwoko

- advertisement -