BETANEWS.ID, KUDUS – Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB, saat suara musik terdengar mulai mengalun di Gereja Bukit Sion yang berada di Desa Dersalam, RT 03 RW 05, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu (12/4/2020).
Ketika memasuki gereja, tampak seorang pria mengenakan jas hitam memainkan piano sambil bernyanyi dengan diikuti sejumlah jemaat. Mereka dengan khidmat melantunkan pujian-pujian sambil sesekali mengangkat tangan yang sudah menjadi ritual saat peribadatan.

Di depan mimbar, terlihat dua orang jemaat mengoperasikan telepon seluler yang dipasang di alat penyangga kamera berkaki tiga. Rupanya, ibadah Minggu Paskah itu disiarkan secara live streaming via Facebook, agar para jemaat yang tidak bisa ke gereja masih bisa mengikuti peribadatan.
Ditemui seusai ibadah, Pendeta Muda Agus Trihariono (53) mengungkapkan, Minggu Paskah merupakan bagian dari rangkaian Ibadah Jumat Agung. Meski saat ini jemaat beribadah secara daring, dia mengajak jemaat untuk tetap semangat melaksanakannya. Karena menurutnya, pelayanan kepada Tuhan Yesus bisa dilakukan di mana saja.
“Ibadah Minggu Paskah ini dilakukan secara live streaming dan dihadiri keluarga pastori dan pelayan musik. Jemaat yang lain mengikuti melalui streaming dari rumah masing-masing,” ungkapnya.
Pendeta Muda yang tinggal di Desa Jepangpakis RT 05 RW 06, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu menambahkan, ibadah secara yang disiarkan secara langsung ini sudah sesuai anjuran pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang selama pandemi Covid-19.
“Tidak harus ke Gereja, karena kita harus menghindari kerumunan,” imbaunya kepada jemaat.
Baca juga: Najwa Shihab Pertemukan Dua Sejoli Batal Nikah Pada Ganjar
Di sisi lain, Pendeta Pembantu Rahadi Deni (34) menambahkan, pihak gereja sudah empat kali melaksanakan ibadah melalui siaran langsung di media sosial. Meski jemaat melaksanakan ibadah di rumah, tetapi antusias jemaat sangat tinggi.
“Ini sudah yang ke empat kalinya dan jemaat sangat antusias. Sebelum mulai beribadah, kita komunikasi melalui grup dulu untuk memberitahukan jam ibadah. Kemudian mereka menyiapkan tempat untuk mengikuti proses ibadah bersama secara online,” pungkas pria yang kebagian tugas memainkan alat musik piano setiap peribadatan itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

