31 C
Kudus
Rabu, Juli 24, 2024

Pemegang Kartu Prakerja Bisa Dapat Rp 3,5 Juta, Ganjar: ‘Yang Kena PHK Buruan Daftar!’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pandemi virus corona berdampak begitu nyata pada sektor ekonomi di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Tengah. Hingga kini ada puluhan ribu buruh di Jateng terkena PHK dan dirumahkan. Pemerintah telah mengeluarkan Kartu Prakerja sebagai solusi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada para buruh yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan tetap tenang. Mereka bisa memanfaatkan program dari Pemerintah Pusat untuk mendapatkan Kartu Prakerja.

“Untuk teman-teman yang terkena PHK atau dirumahkan bisa memanfaatkan program dari pemerintah ini. Silakan mendaftar untuk mendapatkan Kartu Prakerja. Teman-teman buruh bisa mendaftar di Dinas Keternagakerjaan kabupaten/kota, atau Dinas Ketenagakerjaan Provinsi,” ujar Ganjar, Selasa (7/4/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Perusahaan Leasing Harus Taati Aturan, Ganjar: ‘Jangan Bikin Masyarakat Lebih Susah’

Ganjar menjelaskan, bagi pemegang kartu akan mendapat sejumlah fasilitas pelatihan selama empat bulan. Selama pelatihan tersebut mereka akan menerima fasilitas senilai Rp 3.550.000.

Dari nilai total tersebut, kata Ganjar, Rp 1 juta di antaranya akan digunakan untuk anggaran pelatihan. Sedangkan Rp 2,4 juta di antaranya akan diberikan kepada pemegang Kartu Prakerja sebagai uang saku selama pelatihan dan Rp 150 ribu untuk uang survei.

Baca juga: Warga Jateng Dijatah Rp 200 Ribu per Bulan Selama Wabah Corona

Untuk bisa mendapatkan Kartu Prakerja, Ganjar mengatakan mereka harus berkewarganegaraan Indonesia, berusia minimal 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

Provinsi Jawa Tengah, katanya, mendapat kuota Kartu Prakerja untuk 421.705 orang. Total anggaran yang disiapkan untuk pelatihan bagi para buruh yang di-PHK atau dirumahkan sebesar Rp 1,49 triliun.

Baca juga: 1,8 Juta Warga Jateng Akan Terima BLT, Anggaran Rp 1,4 T Sudah Disiapkan

“Sementara hingga kini baru ada 19 ribu orang yang mendaftar. Peluang masih terbuka lebar, karena yang mendaftar baru 5 persen. Silakan teman-teman buruh segera mendaftar. Ini harus dimanfaatkan,” tutur Ganjar.

Ganjar menambahkan, hingga 6 April 2020 tercatat sebanyak 24.200 karyawan terkena PHK dan dirumahkan akibat lesunya kegitan industri. Di Jateng terdapat 191 perusahaan yang merumahkan dan mem-PHK karyawannya. Perusahaan tersebut memiliki total karyawan sebanyak 148.791 orang.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER