Penghuni Rusunawa Tolak Huniannya Jadi Tempat Karantina Pemudik

BETANEWS.ID, KUDUS – Di bagian sebelah timur Twin Block (TB)-4 rumah susun sewa (rusunawa) Kudus yang berlokasi di Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, terlihat beberapa orang sedang berdiri. Di antara mereka tampak seorang pria mengenakan baju putih mengawali pembicaraan menggunakan pengeras suara. Di hadapan pria yang memegang pengeras suara itu berdiri pria berambut gondrong mengenakan kaus oblong. Pagi itu, ada mediasi antara penghuni rusunawa dan dinas terkait mengenai rusunawa sebagai tempat karantina para pemudik.

Salah satu penghuni rusunawa sedang mengemasi barangnya untuk pindah di blok lain. Foto : Rabu Sipan

“Kami sebagai warga rusunawa merasa keberatan tempat kami digunakan untuk karantina para pemudik dengan status orang dalam pemantauan (ODP),” ujar Agus Subagyo, Ketua Paguyuban Waga Rusunawa, Jumat (3/4/2020).

Dia menyadari, pandemi corona sudah menjadi tragedi kemanusiaan. Namun di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kudus juga harus mengerti, bahwa di rusunawa juga ada manusia yang harus diperhatikan dan manusiakan juga.

-Advertisement-

Baca juga : Satgas Anti-Corona Berugenjang Pantau Warga dari Rantau

Menurutnya, saat rusunawa akan dijadikan tempat karantina para pemudik, tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Imbauannya berupa seruan agar warga yang menghuni rusunawa TB-4 untuk pindah.

“Jadi kita disuruh pindah dengan secara paksa. Juga tidak ada informasi sebelumnya untuk apa kok disuruh pindah,” ungkap pria yang akrab disapa Gosek kepada betanews.id

Rusunawa sendiri tambahnya, merupakan pemukiman padat penduduk. Di tempat tinggal bertingkat itu juga banyak para lansia serta anak kecil yang rentan terkena imbas dari Covid-19. Sebab, lanjutnya, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengatakan, virus corona itu bisa menjangkit tidak hanya lewat interaksi saja tapi juga bisa melalui udara.

“Saat kami singgung tentang jaminan kesehatan untuk warga penghuni rusun, pihak Dinas Kesehatan Kudus tidak berani memberi jaminan secara pasti,” ujarnya.

Selain dampak kesehatan tuturnya, juga akan ada dampak ekonomi sosial bagi warga penghuni rusun. Karena ada perusahaan swasta di Kudus yang akan merumahkan warga rusunawa jika rusunawa Kudus dijadikan tempat karantina.

“Mereka itu dirumahkan tanpa gaji lo. Dan itu akan jadi persoalan lagi bagi kami. Penghuni rusunawa ini rata – rata kelas menengah ke bawah, yang rentan secara ekonomi,” cetusnya.

Dia mengungkapkan, sebenarnya para penghuni rusun itu sudah terimbas sejak virus corona merebak. Malah ditambah dengan persoalan seperti ini. Oleh sebab itu para warga rusunawa keberatan jika rusunawa dijadikan tempat karantina.

Dia pun mempertanyakan, kenapa tidak tempat yang jauh dari pemukiman warga yang dijadikan tempat karantina. Sebab, Bupati Kudus, katanya juga sudah menyatakan bahwa ada anggaran untuk membuat tempat karantina.

Baca juga : Warga Jateng Dijatah Rp 200 Ribu per Bulan Selama Wabah Corona

“Kalau ada anggarannya kenapa anggaran itu tidak digunakan untuk membuat tempat karantina yang jauh dari pemukiman penduduk. Bukan malah dijadikan satu dengan pemukian warga. Artinya akan menambah persoalan baru di kami,” ujarnya.

Di sisi lain, Agung Karyanto Kepala Dinas PKPLH Kudus meminta kesadaran warga penghuni rusunawa, agar merelakan TB-4 untuk dijadikan karantina pemudik. Hal itu dilakukan sebagai pencegahan mewabahnya virus corona di Kudus.

Menurutnya, rusunawa itu opsi ke empat setelah Balai Diklat di Menawan, Hotel Graha Muria Colo serta Pondok Wisata. Setelah ke tiga tempat awal itu penuh, baru kemudian ditampung di rusunawa Kudus.

“Mereka yang mudik itu juga warga Kudus. Kalau tidak dikarantina terlebih dulu dan dibiarkan pulang ke rumah masing-masing, ini akan menjadi bencana di Kudus. Tentunya kita tidak ingin itu terjadi,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER