31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Warga Bakalankrapyak Blokade Akses Jalan Masuk Rusunawa

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan orang tampak berkumpul di jalan depan Balai Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Terlihat mereka memenuhi jalan yang merupakan akses masuk rumah susun sewa (rusunawa) Kudus. Beberapa orang terlihat melipat spanduk yang tadinya dibentangkan. Itu adalah sisa aksi pemblokiran jalan warga desa setempat yang menolak rusunawa dijadikan tempat karantina pemudik.

Ditemui di balai desa, Suroto, Kepala Desa Bakalankrapyak membenarkan, bahwa sempat ada pemblokiran jalan akses masuk ke rusunawa Kudus oleh warganya pada Jumat (3/4/2020) malam. Menurutnya, itu hanya sebuah bentuk kekhawatiran warganya, karena tersiar kabar ada pemudik yang akan di karantina di Hotel Graha Muria Colo, tapi ditolak oleh warga di sana.

“Jadi setelah mendengar ada dua orang pemudik yang akan dikarantina di Colo ditolak warga setempat, warga kami khawatir jika nanti mereka akan dipindahkan ke rusunawa Kudus. Hingga akhirnya ada pemblokiran jalan itu,” ujar Suroto kepada betanews.id.

-Advertisement-

Dia mengaku, bersama Camat Kaliwungu sudah memberi pemahaman kepada warga desa, bahwa pemudik yang ditolak di Colo tidak akan dikarantina di rusunawa Kudus. Saat ini kata dia, dua orang pemudik itu sudah dipulangkan ke rumah mereka masing – masing.

Baca juga : Penghuni Rusunawa Tolak Huniannya Jadi Tempat Karantina Pemudik

“Kabar terakhir yang kami dengar, dua orang pemudik sudah dipulangkan ke rumahnya. Dan warga kami sudah saya mohon untuk menghentikan pemblokiran jalan dan pulang ke rumah masing – masing,” ungkapnya.

Dia menegaskan, sebagai Kepala Desa Bakalankrapyak merasa keberatan jika rusunawa Kudus dijadikan tempat karantina para pemudik. “Sebagai kepala desa saya ya harus mendengar aspirasi warga saya. Kalau warga Bakalankrapyak dan warga rusunawa menolak, saya juga ikut menolak,” cetusnya.

Camat Kaliwungu Harso Widodo menambahkan, ia memberi jaminan bahwa rusunawa tidak akan dijadikan tempat karantina pemudik yang sempat ditolak di Colo. Menurutnya, rusunawa itu alternatif ke tiga setelah, Hotel Graha Muria Colo dan Balai Diklat di Menawan, Gebog.

“Oleh karena itu, untuk menghentikan pemblokiran jalan akses menuju rusunawa oleh warga, saya beri jaminan bahwa dua pemudik yang ditolak di Colo tidak akan dikarantina di rusunawa,” ungkapnya.

Dia mengatakan, guna mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kudus, langkah yang diambil bupati mengkarantina para pemudik itu sudah benar. Di posko Terminal Induk Jati Kudus itu juga sudah ada proses sekrining kesehatan bagi para pemudik.

“Di Terminal Jati itu para pemudik sudah dicek kesehatannya. Yang masuk karantina itu yang suhunya di bawah 37 derajat celcius. Sedangkan jika suhu badan pemudik lebih dari angka itu dan ada gejala mengarah terjangkit pandemi corona akan langsung diisolasi ke rumah sakit,” tuturnya.

Baca juga : Setiap Desa Diwajibkan Sediakan Tempat Karantina untuk Pemudik

Dia berharap masyarakat menyadari, bahwa mengkarantina pemudik itu sangat penting. Kalau tidak di karantina, pemudik yang juga warga Kudus itu akan langsung berinteraksi dengan keluarga bahkan masyarakat lainnya.

“Takutnya, pemudik yang langsung pulang ke rumah itu ada yang terjangkit corona, tapi tanpa gejala. Kalau pemudik yang semacam itu tidak dikarantina itu bahaya untuk Kudus,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER